
Happy Readingā¤
Suara pedang yang saling beradu terdengar nyaring antara prajurit di bagian perbatasan sementara keadaan di istana pun tak kalah tegangnya dengan prajurit yang siap siaga dengan senjata lengkap berjaga dan berkeliling menjaga kemungkinan musuh menerobos masuk walau itu kemungkinan kecil terjadi sebab keamanan yang tinggi dengan gerbang menjulang dan jangan lupakan kekuatan yang melingkarinya begitu kuat.
Disebuah kamar seorang gadis terlihat gelisah dan tak bisa memejamkan matanya,sedari tadi ia tak bisa memejamkan matanya dan lagi saat ia membuka jendela kamarnya dan melihat prajurit yang berkeliaran tak seperti biasanya karna jumblah mereka yang berkali lipat.
"Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa mereka berjaga seperti itu?" Ayu bergumam dengan sesekali melihat mereka dan segera menutup tirai dan berjalan keluar kamar namun saat akan membuka pintu samar ia mendengar pembicaraan di luar kamarnya yang membahas tentang kegaduhan dan penyusupan yang tengah terjadi.
Ayu terdiam dan mengurungkan niatnya untuk keluar karna ia juga bisa menebak jika mereka tak akan membiarkannya pergi. "Aku harus mencari cara agar bisa keluar dari tempat ini,aku akan memastikan sendiri apa yang sedang terjadi."pikirannya saat ini tertuju pada perseteruan dan misi yang selama ini akan ia emban melalui pelatihan kerasnya.
Ayu berjalan mondar-mandir memikirkan cara agar bisa keluar tanpa mereka tau. "Haduh mereka gak bosen ya disitu mulu,gimana bisa keluar coba."gumamnya yang sesekali melihat keadaan luar yang membuatnya kesal.
"Gak mungkin kan aku menghilang kaya dia."pikirnya saat sering kali melihat pria yang berstatus sebagai raja itu menghilang dalam sekejap mata.
Tak ada pilihan lain Ayu yang sudah nekat segera menggunakan pakaian serba hitam juga penutup wajah,ia mulai mengalihkan perhatian para prajurit yang berjaga di dekat jendela kamarnya dengan lemparan batu yang ia arahkan pada sudut tembok sehingga mereka akan mengira jika itu adalah penyusup, setelah beberapa kali mencoba ia mulai melompat dengan lincah keatas pohon dan melompat kearah tembok yang menjulang tinggi beruntung kamarnya yang berada dekat dengan tembok pembatas hingga kini ia sudah menapakkan kakinya dan berhasil lolos.
"Akhirnya aku bisa,ah aku sudah seperti monyet saja."ucapnya terkekeh kecil.
__ADS_1
Ayu yang diberikan kekuatan meringankan tubuh tak menyia-nyiakannya dan ia mulai melompat dari dahan pohon satu kedahan pohon lainnya,tujuannya hanya satu yaitu tempat perbatasan seperti yang ia dengar dari prajurit tadi .Ayu mengikuti instingnya tanpa menyadari jika burung elang dengan mata merah sedari tadi mengikuti dirinya.
......
Keadaan desa di desa Sakoy yang menjadi perbatasan wilayah juga tengah terjadi penyerangan dengan para prajurit setelah para penduduknya yang sudah di ungsikan terlebih dahulu dari sana.Mereka terus bertarung hingga mendapatkan perintah untuk berhenti.
Sementara di sebuah tenda besar di bagian perbatasan seorang pria tampan tampak santai menyesap minuman beraroma khas denga warna merah kental,ia berjanji akan menghancurkan rivalnya tanpa sisa membalaskan dendam yang sudah mengakar didalam dirinya selama beratus tahun lamanya.
"Aku tau kau pasti akan keluar dari istanamu itu, Ck setelah semua ini aku akan membawanya bersamaku."
....
"Kau bernyali besar rupanya."Keenan menatap dingin Wilson yang tersenyum sinis menatap pria yang dimatanya selalu sombong dan juga selalu menatap rendah dirinya.
"Tentu saja aku berani, apa kau lupa dengan kejadian beratus tahun silam. Aku tak akan pernah melupakannya dan karenamu aku kehilangan kedua orang tuaku."ucap Wilson dengan wajah yang mengeras juga kepalan tangannya yang menguat membuktikan kemarahan yang ia pendam sedari lama seolah ingin melepaskan semuanya dengan pertumpahan darah.Wilson masih menatap tajam pria yang selalu setia dengan wajah datarnya. Ia sama sekali tak merasa takut pada pria yang berusia ratusan tahun diatasnya dan tak sedikitpun ia merasa gentar.
"Tapi sayangnya rencanamu gagal,apa kau yakin bisa mengalahkanku heh."Keenan menajamkan matanya dan ia dapat melihat sesuatu yang dicari ada pada Wilson.
__ADS_1
"Aku tak perduli dengan itu,kita akan tetap melanjutkan peperangan ini."ucap Wilson.
Keduanya tersu bertatapan sengit hingga terjadi perkelahian antara mereka,Wilson yang meluapkan amarahnya menyerang dengan membabi buta sedang Keenan sendiri terlihat tenang menghindari setiap serangan.Penguasa Avalor itu terus menghindar membuat Wilson semakin naik pitam. "Sialan kenapa kau terus menghindar hah."Wilson merasa di permainkan karna mereka seakan tengah bermain kucing-kucingan.
Keenan tak menjawab sedang Wilson mulai memejamkam matanya hingga sebuah katana berada di genggaman tangannya dan ia kembali mulai menyerang.Setelah cukup lama Keenan dengan mengeluarkan kekuatannya dalam sekali berhasil membuat pria yang berani menentangnya ini tersungkur dengan katana yang terlempar jauh dari tubuhnya.
Wilson menyeka darah yang keluar dari bibirnya yang terluka namun tak lama darah dan luka itu menghilang,ia bangkit dengan susah payah.
"Jika kau ingin pertempuran akan terjadi lusa dan semoga kau beruntung."ucap Keenan datar.
"Tunggu,kenapa kau tak membunuhku?"ucapan Wilson membuat Keenan membalikan tubuhnya.
"Karna bukan itu yang kuinginkan."ucap Keenan dan menghilang dalam sekejap mata.
.....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1
Salam Lucky.