
Happy Readingā¤
Suara percikan air cukup menjadi teman di antara mereka berdua yang saling terdiam , Keenan tampak santai duduk dalam kolam dengan kedua tangan yang di tumpukan di pinggiran kolam sedang seorang gadis tampak beberap kali menarik nafas dan mengelurkannya ia ragu untuk menyentuk tubuh berotot itu tapi pria itu begitu keras kepalanya ingin ia yang memandikn. "Menyusahkan saja."gerutu Ayu mengepalkan kedua telapak tanganya dan mengarahkannya pada pria itu.
"Cepat lakukan atau kau mau ku hukum!"Keenan tersenyum tau akan kekesakan budak kecilnya.
"Emm tuan apa tidak sebaiknya pengawal pria saja yangmelakukannya, sa-saya tak bisa."ucap Ayu membuat Keenan berdecih dengan gadis yang selalu saja mengelak membuatnya kesal.
"Ck...apa kau melihat disini ada orang lain selain kita ? Lakukan peritahku!"
Pluk..
Mendengar suara yang sedikit meninggi dengan spontan kedua tangan itu memegang pundak kokoh dan mulai menggosoknya pelan, matanya bergerak liar mencoba menahan godaan dari tubuh kekar pria dengan sejuta pesona itu.
Setiap usapan terasa begitu lama, dan Ayu beberapa kali harus menahan nafasnya saat tangannya tanpa sengaja menyentuh otot bagian depan dengan dirinya yang juga ikut menceburkan diri di dalam kolam.
Keenan sedari tadi menatap gdis di depannya tanpa melepapaskan pandangannya,sedang Ayu mulai gelisah sendiri saat merasakan tatapan itu juga baju yang dikenakannya ikut basah kuyup hingga mencetak lekuk tubuh mungilnya.
__ADS_1
"Emm tuan sudah,saya permisi dulu."Ayu dengan susah payah berusaha keluar dari kolam yang penuh dengan kelopak mawar tanpa melihat wajah datar itu namun seketika ia terpekik saat tangannya di terik keras hingga jatuh di atas Keenan.
"Aaasss ."Suara kecipak air begitu nyaring terdengar tatapan mata keduanya beradu hingga beberapa saat sebelum gadis itu sadar dan berusaha bangkit dari atas pria itu namun sia-sia karna tangan kekar itu menahan pinggangnya erat terkesan memaksa hingga membuat Ayu mendesis saat cengkraman di pinggangnya begitu kuat.
"Mau kemana hmm?" Ayu mendongak dan melihat raut wajah yang masih saja sama menatap dirinya seakan ia telah melakukan kesalahan besar pada pria itu. "Saya mau keluar tuan."jawab Ayu mencoba tenang namun tidak dengan hatinya yang begiu kelut.
" Tugasmu belum selesai ."Keenan berdiri dengan santainya melepas celana panjangnya membuat mata bulat itu melotot tak percaya dengan kelakuan raja yang juga ternyata begitu santai tanpa beban, mata suci itu terus saja ternoda dengan pemandangan menyegarkan mata.
"Saya juga harus menggosoknya?"pertanyaan bodoh keluar dari bibir mungil itu.
Ok Skipp..
Sudah selesai acara mandi memandi kini keduanya tampak terdiam di sunyinya malam, bahkan mata keduanya masih terjaga seakan kamtuk begitu enggan untuk hinggap.
Ayu membuka dan menutup matanya sesekali ia melirik ranjang di samping yang berada tak jauh darinya. Keenan tengah berbaring terlentang diatas ranjang lebar nyamannya sedang gadis kecil itu tidur beralaskan tikar dan selimut tipis di bawah, suara jangkrik di luar bagai lantunan lagu di temani bisingnya komplotan nyamuk yang terus bernyanyi ria, Ayu menepuk-nepuk kulitnya dan menggaruk dengan perasaan kesal pada si nyamuk dan itu tak lepas dari perhatian pria tampan yang sedari tadi melihatnya.
"Jika kau terus berisik lebih baik kau keluar!" Ayu seketika bungkam dan pasrah saja saat kulitnya disuntik secara paksa. "Yakali mau keluar yang ada ntr di makan sama pak singa lagi."batin Ayu bergidik mengingat hutan ini masih cukup terjaga dan tak heran jika hewan buas berkeliaran terlebih di malam hari.
__ADS_1
Setelah beberapa saat gadis itu tak lagi mengoceh dan yah dia sudah memejamkan matanya dengan posisi tidur yang sangat jauh dari kata elegan.
"Ck gadis ini, apa dia tak malu tidur seperti ini."Keenan berjalan mendekat dengan perlahan agar tak membangunkan budak kecilnya,Ayu tertidur dengan posisi terlentang dan tangan di atas kepala juga mulut yang terbuka bahkan posisi tidurnya hampir keluar dari tikar.
Keenan menatap sejenak gadis yang beberapa bulan ini menjadi anak asuhnya dan kini ia akan menjalankan tugasnya namun ia akan mengubah tugas itu dengan hanya mengambil benda berharga milik pria yang menjadi rivalnya selama ini.
"Apa yang dia suai dari gadis ini,bahkan tubuhnya tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan wanita disini."Keenan bergumam dengan masih menelisik tubuh Ayu yang tertutup pakaian longgar.Ia tipe pria yang selalu memandang wanita dari segi fisik dan itu sangat wajar menurutnya hingga membuatnya penasaran dengan Wilson saat ia melihat gelang yang sudah ia tau siapa pemiliknya.
"Kau itu selalu membuatku penasaran budak kecil."
Ayu menggeliatkan tubuhnya namun tak meras terganggu dan terlihat begitu nyenyak mungkin saja ia begitu lelah.
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Salam Lucky
__ADS_1