
Happy Reding❤
Acara pemberkatan berlangsung dengan meriah,semua memgucapkan selamat pada raja dan ratu namun kali ini ada yang berbeda dari acara pada umumnya karna para budak untuk hari perayaan ini di beri kebebasan dan dapat ikut merayakan walau berda di tempat yang di jaga oleh pengawal.
Kedua pasangan budah paruh baya nampak menesteskan air mata saat melihat putri kecil mereka terlihat bahagia bersanding dengan raja kegelapan itu,mereka bersyukur putrinya tak bernasip sama dan menjadi budak yang terus mendapatkan siksaan.
"Itu Ayu pak."wanita paruh baya menunjuk putrinya yang berda di atas sana. Pria baya itu mengangguk tersenyum dapat kembali melihat wajah putrinya walau mereka tau sosok yang ada di depan sana bukan lagi putrinya.
"Semoga Ratu dan Raja di beri kebahagiaan."gumam budak pria paruh baya.
Keen menatap kedua pasangan budak itu dan kontan saja mereka menunduk takut,mereka tak lagi berani untuk menatap wajah putrinya terlebih setelah pertemuan dengan Raja Keenan sebelumnya.
Di atas sana tampak kedua pasangan terliat aura memancar kebahagiaan,terlebih Ayu yang tak bisa diam barang sejenak membuat Keenan hanya memejamkan matanya lelah.
"Sayang pliss....aku ingin lagi."Ayu menatap dengan mengedip-ngedipkan matanya menunjukan wajah imutnya.
Keen menatap tak percaya,piring kosong menumpuk dan tentu saja istri kecilnya ini dalangnya. "Sayang apa kau belum kenyang juga?"tanya Keen dibalas gelengan kepala oleh Ayu.
"Kau tau kan yang makan juga bukan aku tapi baby kita, Dia yang terus memintaku untuk makan."Ayu menunjuk perut dimana baby mereka tumbuh berkata bahwa semua makanan untuk baby mereka dan selalu baby yang di jadikan sebagai alibi.
"Baiklah ,ayah akan mengambilkan apa yang kau mau baby."Keen menunduk mengelus perut buncit istrinya dan memberikan kecupan sayang di sana.Pertunjuka manis itu tak lepas dari setiap pasang mata yang melihatnya.
Para tamu selalu di buat kagum dan histeris dengan perlakuan lembut raja yang mereka kenal kejam kini terlihat begitu memanjakan ratunya bahkan di hadapan banyak orang Keen tak segan mondar mandir memenuhi ngidam istrinya.
__ADS_1
"Aku iri dengan ratu,raja begitu perhatian padanya."
"Iya aku juga ingin di perlakukan seerti itu,tapi kita tau sendiri disini kaum pria begitu tinggi derajatnya."
"Yah kau benar,bahkan suamiku dengan seenaknya menikah lagi tanpa meminta persetujuanku,aku tak bisa melakukan apapun."
Berbeda dengan para wanita yang mengagumi sikap raja mereka,para pria justru merasa tak senang karena raja mereka terlihat merendah sedang semua tau jika wanita derajatnya rendah dan di jadikan layaknya pakaian yang apabila bosan maka bisa di buang sesuka hati di sana, namun mereka tak berkomentar apapun atau kepala mereka yang akan di pertaruhkan juga kedudukan mereka bisa terancam nantinya.
🍒🍒
Di taman istana, Karen memandang dua budak yang menundukan kepalanya,sedari tadi tak ada yang membuka pembicaraan di antara mereka.
"Kalian tunggu disini! Baginda raja akan membawa ratu untuk menemui kelian dan ingat jaga sikap kalian!"Karen menatap tajam keduanya yang semakin merasa terintimidasi oleh suara dingin wanita dengan raut wajah datar itu.
Karen kembali mengedarkan pandangannya,di tengah-tengah pesta ia melarikan diri dan lebih memilih menjalankan tugas dari rajanya yang meminta untuk membawa kedua budak paruh baya itu.
"Ck....apa dia tak punya kerjaan lain."batin Karen kesal saat ia menatap pria yang selalu membuatnya jengkel berdiri tak jauh darinya.
"Biarkan saja,aku tak memiliki urusan dengan pria itu."gumamnya yang tak ambil pusing mengabaikan pssangan teman pestanya.
Karen terlihat tangguh dengan pakaian yang biasa ia gunakan,aura pemburunya begitu kuat dan juga sangat jauh dari kata feminim.
"Karen."
__ADS_1
Karen menoleh menatap pria dengan rambut panjang berdiri di belakangnya,Karen menarik sudut bibirnya melihat panglima Yash menghmpirinya.
"Apa yang membuat seorang panglima Yash datang kesini?"Panglima Yash tersenyum tipis melihat suara yang terdengar ketus mengalun di telinganya.
"Aku melihatmu disini dan menghampirimu,apa ada masalah?"Panglima Yash menatap wanita dengan rambut sebahu yang masih terlihat acuh tak acuh.
"Kau pergi dari pesta,dan kedua budak ini apa yang kau lakukan pada mereka?"tanya panglima Yash.
"Acara seperti itu begitu membosankan dan untuk kedua budak ini atas perintah raja."ucap Karen, Panglima Yash mengangguk mengerti lalu tatapan pria itu menagkap bayangan seorang yang baru saja melangkah pergi.
"Aku baru tau jika nona Karen memiliki seorang penggemar ,sepertinya aku ketinggalan jauh setelah lama tak berada di istana."ucapan yang terdengar seperti sindiran namun Karen tak menaggapi,baginya itu semua tak penting.
"Maaf panglima ,saya masih punya banyak urusan,mungkin lain kali kita bisa berbincang kembali."
Pria itu mengerti dan meninggalkan Karen dengan senyum tipisnya.
Tak lama seorang yang di tunggu pun muncul,Ayu di dampingi suaminya dengan langkah pasti berjalan sembari memegang perutnya yang menyembul mendekat pada kedua budak paruh baya itu.
"Raja, Ratu."Karen menundukan kepalanya sebagai penghormatan begitu juga dengan kedua budak yang menundukan kepalanya.
"Karen tolong tinggalkan kami!"Karen mengangguk dan pergi dari sana menyisakan kedua budak itu dan kedua junjungannya.
....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!