
Rasa takut masih menyelimuti gadis itu kala tatapan tajam yang memgarah padanya , sosok tinggi menjulang dengan aura yang begitu kuat membuatnya seakan tak bisa berkutik . Sedari tadi ia hanya bissa meremat gaun lusuhnya untuk menyalurkan semua raa yang campur aduk.
"Bangun!"
"A-aku mohon jangan lukai aku." Ayu menangkupkan kedua telapak tangannya tanpa menatap sosok itu.
Tik..
Lampu seketika menerangi ruangan dengan jentikan jari pria itu , dapat ia lihat gadis lugu di depannya yang tengah meringkuk ketakutan , arah matanya tertuju pada luka-luka di sekujur tubuh gadis itu yang kembali mengeluarkan daras segar.
"Heh budak , siapa yang mengijinkanmu memasuki ruanganku?"
"Maaf sa-saya tak tau ji-jika ini...."
"Kau akan mendapatkan hukumanmu."
Pria itu berjalan memasuki kamar mandi , menanggalkan pakaian nya dan melakukan ritual mandinya.
Ayu mendongakkan kepalanya kala suara tapak kaki tadi terdengar menjauh , ia hanya bisa melihat punggung lebar yang ia tebak adalah seorang pria juga dari suaranya yang berat.
"Apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan menghukumku lebih parah."gumam Ayu.
Setelah cukup lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok gagah dengan harum maskulin yang menyeruak di indra penciuman , Ayu masih di posisinya dan tak berani untuk beranjak sesikitpun.
Sekilas pria itu melihat gadis yang tampak rapuh namun ia abaikan , setelah selesai dengan pakaiannya ia berjalan dan duduk di sofa dengan secangkir minuman berwarna merah. Tatapannya menghunus menatap gadis kecil yang terus saja menunduk.
Prankkk...
Bunyi gelas yang dilempar membuat Ayu seketika menatap kearah depan dan tatapan keduanya pun bertemu namun tak lama saat Ayu langsung memutus pertemuan netra itu.
Degupan jantungnya semakin kencang , ia dapat melihat kesempurnaan bentuk fisik dari keseluruhan tubuh pria itu membuat rasa aneh dalam dirinya.
"Kemari!" Ayu mendengar namun ia tetap diam di tempatnya membuat pria itu menekan auranya.
" Baik , kau akan kulenyapkan saat ini juga."
Mendengar itu Ayu dengan segera beranjak dan mendekati pria itu dengan tertaih-tatih."
__ADS_1
"Menurutmu hukuman apa yang pantas kau dapatkan." Pria itu mengamati lekat tubuh mungil namun begitu mengundang untuk segera menerkamnya.
" Aku akan menjadikanmu budak untuk memuaskanku." ucap pria itu lagi saat melihat gadis di depannya bungkam namun terlihat tubuh mungil itu bergetar.
Ayu melebarkan bola matanya , ia mengerti arti dari ucapan itu membuatnya berlutut dan memohon untuk tak melakukan itu padanya.
"Tu-tuan hisk hiks ja-jangan lakukan itu kumohon , aku akan lakukan apapun asal jangan itu." mohon Ayu dengan isak tangisnya.
"Tapi aku tertarik pada tubuhmu."
" Tolong ja-jangan lakukan itu ,tuan
...tuan bisa mendapatkan yang lebih dari saya."
Pria itu diam masih dengan menatap datar gadis di depannya.Baru pertama ia melakukan ini membiarkan seorang budak masuk ke kamarnya dan memberinya nafas sampai saat ini. Juga apa katanya tadi , gadis kecil ini menolaknya. Ck cari mati.
" Baiklah mulai sekarang kau akan menjadi budaku dan kau harus menuruti semua perintahku."
"Terima kasih tuan ." Ayu merasa lega setidaknya ia tak harus menyerahkan dirinya pada pria di depannya.
"Keluar dari kamarku!"
"Apa kau tak memdengar , keluar dan mereka tak akan menyentuhmu ! Atau kau mau ....." Ayu segera berdiri kala melihat senyum pembawa petaka baginya.
Ayu keluar dari ruangan itu dengan rasa takut , takut para prajurit itu akan menangkapnya kembali namun saat ia membuka pintu ia dapat melihat pria paruh baya yanh berdiri dan menyambutnya.
Pria itu membawa Ayu pada sebuah ruangan sederhana yang letaknya lumayan jauh dari kamar pria itu.
Setelah memgucapkan terima kasih , Ayu segera masuk dan melihat dua orang pelayan yang menununggu dengan beberapa macam obat.
"Siapa kalian?" Ayu menatap kedua wanita dengan pakaian pelayan yang juga menatapnya.
"Kami di perintahkan untuk mengobati luka nona." ucap salah satu pelayan.
"Aku tak perlu..."
"Kami harus melakukannya dan nona tak bisa menolak."Tanpa banyak bicara kedua pelayan itu mengarahkan Ayu agar tidur tengkurap di atas ranjang dan membuka helai benang yang menutupi kulit penuh luka itu.
__ADS_1
"Shhhss..." Perih di rasakan Ayu saat pelayan mulai membersihkan lukanya dan memberinya obat.
"Tahanlah nona , ini tak akan lama."
Semua bagian tubuh Ayu yang terluka di baluri obat ,saat ini ia hanya memakai sebuah jarik untuk menutupi tubuhnya. Ia juga diminta untuk berendam di bak air yang sudah di masukan beberapa rempah agar luka itu cepat mengering walau kulitnya rasanya mau melepuh tapi ia tahan.
" Apa masih ada yang anda butuhkan nona?" tanya pelayan tadi yang juga memgobati luka Ayu.
Ayu menatap makanan di depannya , nampan berisikan nasi beserta lauk pauk juga buah-buhan segar tersaji di depannya.
" Tidak ada , terima kasih sudah mau mengobati lukaku." ucap Ayu tersenyum ramah.
"Ini sudah menjadi tugas saya nona, silahkan dimakan dan istirahat agar lekas sembuh."
Pelayan itu keluar dan menutup pintu , Ayu menatap kesegala arah . Keinginannya untuk kabur sepertinya harus tertunda mengingat bangunan yang sangat luas dengan penjagaan ketat dimana-mana , ia merasa seperti berda di sebuah istana.
"Akan ku pikirkan nanti soal itu ." gumamnya lalu mulai menyantap makanan di depannya.
......
Sedang di sebuah ruangan yang hanya di terangi lampu temaram , tampak seorang wanita yang tengah memuaskan pria yang hanya diam membiarkan wanita itu melakukan tugasnya.
Tangan wanita itu terus menyentuh area sensitif dan mulutnya yang sibuk memuaskan senjata pria itu.
" Kenapa baginda mengambil budak lagi , apa aku tak cukup untukmu baginda?" tanya wanita tak berbusana yang kini tengah duduk dengan mencondongkan tubuhnya memggoda pria yang masih setia dengan wajah datarnya.
"Tak ada uruannya denganmu ! jangan pernah mencampuri urusanku atau kepalamu yang akan menjadi imbasnya."
Pria itu bangkit dan memakai kembali pakaiannya meninggalkn wanita yang mengeram di atas ranjang sana.
" Tidak , kau hanya untuku . Apa yang kurang dariku Ken .."
......
Mohon dukungannya ya manteman
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1
Salam Luky