Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Tiga Puluh Tiga


__ADS_3

Happy Readingā¤


Hutan yang menjadi saksi peperangan ratusan tahun silam kini kembali terulang.


Kedua kubu bersiap ditempatnya lengkap dengan senjata juga ambisi haus akan darah,kini mereka akan kembali pada masa lalu kelam.


Kedua pemimpin berdiri digaris depan memandang sengit dengan sorot mata tajam menembus hingga ketulang.


Baik Wilson maupun Keenan tampak tenang dengan jarak beberapa meter sedang para prajurit berdiri jauh di belakang keduanya.


"Kita akan mengakhiri semua dalam peperangan ini,dan aku pastikan kau akan menyesal telah berani menentangku."Keenan berucap dengan senyum miring mengintimidasi lawannya.


"Ck aku pikir kau hanya seorang pecundang yang hanya bisa menggunakan gadis kecil sebagai umpan, kau sudah mengirimnya dan aku akan membuat gadis itu bersamaku."Wilson menatap remeh musuhnya tanpa rasa takut.


Keenan menatap datar. "Kau cukup pintar namun sayang gadis bodoh itu tak bisa menjalankan tugasnya dengan baik."


"Ck kau sudah tau jika kau berada jauh dibawahku,sikapmu ini sungguh ingin membuatku tertawa."ucap Keenan memancing emosi Wilson yang mengepalkan kedua tangannya erat.Pria itu menyadari jika lawannya mempunyai kekuatan lebih tinggi namun mengingat semua puingan masa kelam itu kembali mengobarkan api dendam dalam dirinya.


Keduanya kembali bertatapan sengit hingga entah siapa yang memulai kedua belah pihak berseru dengan dentingan pedang yang beradu nyaring menyerang dengan ganas tanpa ampun.


Trangg


Trangg


Srangg


Slurpp


Jleb

__ADS_1


Mereka terus mengayunkan senjata namun kedua pria itu masih tak bergeming berdiri kokoh di tengah-tengah pertempuran.


Hiyakkk..


Wilson menyerang dengan pedang panjang dan satu kali ayunan Keenan dengan sigap mengelak.Keduanya bertarung tanpa henti terlihat Wilson terkuras tenaganya namun tidak dengan Keenan yang tampak santai menangkis serangan bahkan menggoreskan luka cukup parah pada lengan dan punggung Wison.


Pertempuran terus terjadi hingga matahari tenggelam tak membuat mereka menghentikannya,para prajurit banyak yang sudah tewas dan menjadi abu dalam sekejap.


....


Jika di perbatasan tengah terjadi peperangan maka lain dengan seorang gadis yang tampak kebingungan mencari teman yang semalam menemaninya namun di pagi hari ia menghilang begiu saja meninggalkan dirinya,gadis itu terus mencari sampai ketengah hutan namun pikirannya seakan linglung hingga ia berputar dan selalu lembali ketempat semla.Suasana malam semakin mencekam dengan kilatan mata hewan yang menyala di malam hari semakin membuatnya mengeratkan pelukan pada tubuhnya.Pandangannya awas mengawasi sekeliling namun ia tatap melanjutkan perjalanannya tanpa arah.


Huh huh huh..


Kepalanya mendongak menatap kedepan saat ia merasakan seseorang memanggilnya dan memyerunya untuk mendekat kearahnya.Ayu mengikuti dan terus berjalan pikiranya kosong hingga tubuhnya menghilang seiring dengan kabut tebal yang mulai menghilang.


Sosok pria paruh baya menatap gadis yang masih tak sadarkan diri,ia tersenyum saat melihat sebuah kalung yang di pakai gadis itu.


Mata Ayu mengerjap seiring cahaya yang masuk hingga bisa melihat dengan jelas bayangan sosok pria sepuh yang tengah tersenyum padanya.


"Akhh...siapa kau?"Ayu terkejut dan terduduk seketika dengan raut wajah panik.


"Apa yang kau lakukan padaku?"tanyanya lagi dengan menatap liar sekelilingnya dan kewaspadaan yang mulai on.


"Akhirnya kau bangun setelah beberapa hari."ucapnya


"Tenanglah nak kakek tidak akan menyakitimu,kakek ingin kamu agar segera menghentikan peperangan antar kedua kerajaan."ucap pria paruh baya itu yang menimbulkan kerutan di kening Ayu,bingung dengan maksud pria itu.


"Apa maksud kakek? Kenapa meminta aku untuk menghentikan."

__ADS_1


"Kau memiliki kalung jelmaan dari pusaka kerajaan kami dan dengan itu kau memiliki kuasa untuk melakukannya juga gelang ditanganmu itu akan melindungimu,pergilah kemana kalung itu mengarahkanmu dan abaikan suara-suara yang memanggilmu ! Waktumu tidak banyak."Kakek itu mulai menghilang.


Ayu tak bergeming menatap sosok itu menghilang secara perlahan.


"Apa ini mimpi ?Auu..sakit."gumamnya saat mencubit lengannya memastikan.


"Apa ? Astaga Kedua pria itu,aku harus cepat."Ayu menyadari sesuatu dan langsung bangkit ia memandang hutan rimbun dan mulai memejamkan matanya seraya menggenggam kalung biru yang mulai mengeluarkan cahaya dan menuntunnya untuk menuju tempat tujuannya ,dalam perjalanan Ayu selalu mendengar suara-suara yang memanggil namanya samar dan semakin jelas begitu seterusnya.Ayu memfokuskan pikirannya mengabaikan gangguan-gangguan ilusi yang bisa saja dapat menyesatkannya jika ia goyah.Gadis itu teringat akan pesan kakek.


"Jangan sekalipun menengok kebelang,abaikan mereka!"


.....


Di perbatasan peperangan masih berlanjut hampir satu minggu lamanya dan mereka tak merasakan istirahat barang sejenak ,banyak dari para prajurit yang tewas namun kedua pemimpin itu masih terus beradu pedang,pemandangan hutan yang tampak sangat hancur bahkn bunga-bunga yang semula tumbuh cantik kini tak terlihat lagi keindahan pada mereka.


Trangg..


Wuss...


Sringg..


Brughh..


Wilson masih mempertahankan pertarungannya walau tenaganya sudah terkuras cukup banyak akibat luka lebar dari senjata pedang perak milik Keenan.


Wilson memegang sesuatu yang tersembunyi di balik jubahnya,ia sudah menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya begitupun dengan Keenan yang sama-sama tersenyum mulai merapalkan mantra abadi pada musuhnya.


Awan di atas langit mulai berubah menghitam dengan gemuruh yang terdengar riuh,semua prajurit menghentikan peperangan dan saling menatap perubahan cuaca yang begitu tiba-tiba pertanda sesuatu akan terjadi.


....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Sumak kelanjutan cerita. Apakah kedua pemimpin itu akan saling menghancurkan ?


__ADS_2