Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Bertambah nya Kekayaan dan Ancaman Lewat Mimpi


__ADS_3

Happy Reading


......


Waktu dua bulan yang di janjikan oleh ibu dan bapak nya sudah habis , Ayu selalu menunggu kepulangan kedua orang tua nya dengan perasaan jenuh dengan di temani Coco yang selalu menemani tau itu.


" Bapak sama ibuk mana sih katanya hari ini mau pulang tapi mana ." dumel Ayu dengan Coco yang ada di pangkuan nya menatap majikan nya yang tengah kesal.


"Miauu ..." Coco mendusel-dusel kan kepala dengan bulu lebat kepada Ayu yang tersenyum melihat tingkah memggemaskan .


" Uuhh kamu imut sekali." ucap Ayu mencium Coco.


Saat asik bermain dengan Coco , dari arah luar Ayu dapat mendengar suara deru mobil di depan rumah , Ayu dengan gerakan cepat segera melihat dan benar saja kedua orang tua nya telah kembali dengan sebuah sedan mewah mentereng hingga mengundang rasa penasaran para warga yang ingin melihat nya.


Penampilan bu Emi terlihat lebih mencolok dengan banyak nya perhiasan yang memempeli tubuh nya seperti gelang , kalung dan cincin yang berkilau hampir memenuhi jari tangan nya.


" Ibu Bapak ." seru Ayu berlari memeluk kedua orang tua nya yang di sambut hangat oleh kedua nya.


" Wah , mobil baru lagi ya." Ayu sungguh takjub dengan desain mewah dan keren mobil dengan warna merah itu.


" Kamu suka Yu?" tanya bu Emi.


Ayu menganggukan kepala nya , " Iya buk , bagus banget."


" Mobil ini memang untuk kamu ! kamu suka kan ? tapi kalo kamu gak begitu suka sama model nya kamu bisa pilih yang lain sayang." ucap pak Sugi menimpali.


Keluarga itu masuk dengan para tetangga yang hanya bisa melihat dari luar karna pintu gerbang yang segera di tutup oleh para penjaga.


" Sukses ya sekarang , duh saya juga mau bisa kayak mereka."


"Iya buk , liat deh perhiasan nya aja banyak banget ."


" Halah paling kerjaan nya gak bener , makanya bisa kaya menddak kaya gitu ." ucap sinis bu Ningsih , orang terkaya sebelum pak Sugi menggeser posisi keluarganya hingga membuat nya begitu membenci keluarga pak Sugi.


....


Bulan ke bulan kekayaan pak Sugi semakin meroket pesat , para tetangga banyak yang mempertanyakan hasil kekayaan pak Sugi yang begitu berlimpah namun baik pak Sugi maupun istri nya tak berniat meladeni mereka dan lebih memilik menikmati kekayaan mereka yang tak akan habis tuju turunan.


" Pak liat deh tetangga itu lo mulut nya bocor amat , mereka tuh iri liat keluarga kita yang sekarang udah jadi kaya raya." gerutu bu Emi seraya melepaskan perhiasan dan di tata nya pada kotak-kotak khusus tempat perhiasan yang menympuk dengan harga fantastis.

__ADS_1


"Halah biari aja lah buk , yang penting sekarang kita udah bebas dari kemiskinan." pak Sugi membaringkan tubuh nya di ranjang empuk itu tak mau ambil pusing dengan omongan tetangga.


Bu Emi terdiam , ia teringat dengan perjanjian yang mereka lalukan pada makhluk itu. Mengingat semua itu membuat bu Emi takut. Takut akan kekayaan yang akan di renggut atau nyawa mereka yang akan menjadi taruhan nya.


" Pak gimana soal perjanjian itu , ibuk gak mau ya pak kalo mereka membawa salah satu dari kita." ucap bu Emi gelisah mendekat pada suami nya yang juga terdiam memikirkan semua nya.


Selama ini keluarga nya telah terbebas dari belenggu kemiskinan dan dapat merasakan kenikmatan surga dunia dengan harta berlimpah , tapi jika mengingat perjanjian itu membuat keduanya berfikir bagaimana cara nya bisa terlepas dari perjanjuan itu.


" Bapak juga takut buk , tapi tenang aja kita akan cari orang pintar untuk bantu kita." ucap pak Sugi menenangkan istri nya yang terlihat gelisah.


"Sekarang kita tidur dan untuk masalah ini kita pikirin lagi besok."


Keduanya pun tertidur melepaskan beban pikiran yang hampir membuat isi kepala pecah.


....


Gelap nya malam dengan suasana hutan yang mencekam membuat pria paruh baya tampak ketakutan dan berlari tanpa arah , suara lolongan serigala bersahut-sahutan semakin membuat rasa takut yang kian menjalar.


Aauuuuuu...


Auuuuu..


Hah hah hah..


Wusss...


Bayangan hitam menyeramkan dengan kepulan asap dan aroma tak mengenakan begitu terasa di sekitar nya. Makhluk itu mentap murka pada manusia yang yengah berdiri ketakutan di hadapan nya.


" Mau kemana kau hah ?!" suara menakutkan yang menggema membuat tubuh pria paruh baya itu bergetar ketakutan.


" Kau tak akan bisa lari dari ku , semua kekayaan yang kalian nikmati ada harga nya dan kami akan mengambil timbal balik dari itu semua ." ucap makhluk menyeramkan itu lagi dengan kemarahan yang terpancar.


" Sa-saya mohon , jangan ambil nyawa saya dan anak istriku . Kami akan memberikan sesembahan yang lain nya." mohon pria tua itu yang sudah terlihat mengenaskan dengan luka di sekujur tubuh nya juga pakaian yang terlihat kumuh menjijikan.


Makhluk besar itu tertawa terbahak-bahak , ia suka melihat manusia yang merendah sepertu ini di bawah kaki nya.


" Aku akan mengambil putrimu sebagai ganti dari kekayaan yang telah kalian nikmati." ucap makhluk itu lagi.


" Ti-tidak ! jangan ambil putriku ! jangan ambil dia !" perkataan nya seakan tertelan ketika melihat asap hitam menyelubungi nya dan seakan menghisap tubuh nya hingga terikan pria paruh baya itu begitu memilukan di iringi tawa kepuasan dari makhluk itu menyeramkan itu.

__ADS_1


" Tidakkkkk !"


" Jangan ambil putriku!"


Pak Sugi terbangun dari tidur nya saat mimpi menyeramkan itu datang kembali menghantuinya.


Hah hah hah...


Deru nafas yang tak beraturan juga dengan keringat yang membasahi dahi pria pruh baya itu , membuat bu Emi yang juga ikut terbangun segera mengambilkan segelas air untuk suami nya.


" Minum dulu pak." pak Sugi meminum air hingga tandas.


"Bapak kenapa ? mimpi buruk lagi ?"tanya bu Emi setelah meletakkan gelas di atas meja.


" Buk kita harus secepatnya mencari orang pintar itu."ucap pak Sugi masih dengan deru nafas yang tak beraturan.


" Besok kita akan cari pak , bapak tenang aja."ucap bu Emi.


Pagi menjelang , terlihat pak Sugi dan bu Emi sudah siap akan pergi , Ayu yang menuruni tangga pun mendekat.


" Bapak sama ibuk mau pergi lagi ?" tanya Ayu.


"Iya nak , kamu baik-baik ya di rumah." ucap bu Emi.


" Hmm ya." Ayu hanya tersenyum pada ibu dan bapak nya hingga tubuh kedua orang tua nya hilang di balik pintu.


" Bapak sama ibu pergi terus ." gumam Ayu yang merasa ibu dan bapak nya sering kali menghabiskan waktu di luar.


Ayu dengan lesu melangkahkan kaki nya menuju dapur karna tenggorokan nya terasa kering namun sayup-sayup ia mendengar para pekerja sedang membahas soal hutan yang di katakan amgker itu.


Ayu memunum air dingin dengan rasa penasaran nya pada cerita mengenai hutan itu.


"Ada apa di sana ? jadi pengen tau ." gumam nya lirih.


.....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Salam Lucky

__ADS_1


__ADS_2