Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Perubahan kehidupan


__ADS_3

Happy Reading


.....


Satu tahun berlalu dengan cepat , kini kehidupan keluarga pak Sugi sudah berubah semenjak melakukan perjanjian dengan bagsa lelembut yang sangat memberi mereka keuntungan . Kekayaan pak Sugi begitu berlimpah hingga dapat membalik keadaan dari yang dulu nya di injak-injak kini malah di puja dan para tetangga yang mendekat dengan segala mulut manis nya.


Rumah yang mentereng di antara perumahan di sekitar , pak Sugi dan istrinya kini hidup makmur bergelimamgan harta .


Bu Emi terlihat berjaln mendekat kearah suami nya dengan perhiasan yang menempel di tubuh bu Emi seperti biasa


"Pak nanti jadi kan kita keluar kota ?" tanya bu Emi pada suami nya yang tengah menghitung uang di atas meja.


Pak Sugi tersenyum melihat istri nya , "Jadi dong bu , kita kan mau lihat perumahan di sana."


"Pokok nya ya pak , ibu mau beli rumah yang besar pak terus yang mewah."ucap bu Emi membayang kan rumah baru nya nanti.


"Tenang aja buk , uang kita gak akan habis jadi ibu mau minta apa aja bapak kasih."ucap pak Sugi.


"Ibu seneng deh pak , sekarang hidup kita jadi berubah drastis dan akan ada lagi yang akan injek-injek keluarga kita." ucap bu Emi dengan senyum nya.


"Iya buk , bahkan mereka dengan terang-terangan baikin kita."


Pak Sugi dan bu Emi asik berbincang tentang usaha yang akan mereka buat.


"Eh anak ibu ini mau kemana?" tanya bu Emi saat melihat Ayu yang baru saja keluar dari kamar nya dengan menenteng kantong plastik.


Ayunda mendekat kearah ibu dan bapak nya , "Ayu mau ke kebun buk , mau liat tanaman." jawab Ayu dengan senyum seperti biasa nya.


Pak Sugi dab bu Emi saling pandang , " Lho ngapain kamu ke kebun , ndok sekarang kehidupan kita itu udah berubah , jadi kamu gak perlu ke kekebun ."ucap bu Emi.


"Gak papa buk , Ayu ingin kesana." bu Emi menghela nafas dan membiarkan putri nya ini pergi.


"Yaudah kamu hati-hati." ucap pak Sugi .


Ayu pun pergi meninggalkan kedua orang tua nya yang heran dengan sikap anak semata wayang nya yang selau ingin hidup sederhana.


"Anak kamu itu pak , hidup udah enak ngapain juga dia keluyuran ke kebun , kan Ayu itu bisa pergi jalan-jalan belanja gitu." kesal bu Emi pada suami nya.


" Yaudah biarain aja buk." pak Sugi tak ambil pusing dengan tingkah putri nya yang seperti itu.


" Oh ya pak gimana sesembahan nya ? udah beres?" tanya bu Emi.


"Beres dong buk , oh ya nanti malam bapak akan pergi lagi ke tempat itu buk , bapak mau minta supaya kekayaan kita bertambah." ucap pak Sugi semangat.

__ADS_1


" Iya pak , duh makin kaya aja kita . Kenapa gak dari dulu aja ya pak."ucap bu Emi menimpali ucapan pak Sugi.


.....


Ayu melangkahkan kaki nya dengan sesekali bersenandung ria , pedesaan yang masih asri membuat udara begitu sejuk di pagi hari dan sangat nyaman.


"Pagi neng Ayu ." sapa warga yang berpapasan dengan Ayu.


"Pagi juga."Ayu tersenyum pada warga , baik yang dulu nya sering mencemooh nya sekalipun.


Ayu melanjutkan langkah kaki nya menuju kebun yang sudah di tanami oleh berbagai jenis sayur mayur dan pohon buah yang juga mulai tumbuh.


Hamparan luas kebun pak Sugi membuat nya menjadi juragan tanah di desa itu.


Ayu asik memetik sayur mayur yang tampak segar untuk di masak nya nanti.


Wuss...


Angin yang berhembus tiba-tiba membuat Ayu seketika menolehkan kepalanya hingga pandangan nya tertuju pada hutan rimbun tak jauh dari kebun milik bapak nya.


"Kok Ayu ngerasa aneh ya."monolog nya masih tetap menatap hutan yang terlihat rimbun dengan pepohonan yang menjulang tinggi besar hingga terlihat gelap dan menyeramkan.


"Neng Ayu."sapa seorang pekerja di kebun.


" Eh iya mang." seketika tersadar dari objek yang sedari tadi di lihat nya.


"Ngak mang , cuma hutan nya aneh hitu mana serem lagi."ucap Ayu.


" Iya neng , makanya neng Ayu jangan pernah pergi ke sana ! bahaya ."ucap mang Ali lagi.


Ayu mengerutkan kening nya bingung , "Emang ada apa di sana mang?" tanya Ayu mulai penasaran.


"Hutan itu terkenal angker neng , makanya para warga gak berani masuk kesana."terang mang Ali , "Yaudah neng mamang lanjut kerja lagi ya."


Ayu mengangguk dengan senyum manis nya.


"Jadi penasaran sama hutan nya." monolog nya lirih.


Ayu kembali melakukan aktivitas nya dengan perasaan tak tenang karna sedari tadi ia merasa jika diri nya tengah di intai oleh sesuatu yang membuat bulu kuduk nya berdiri.


" Pulang aja deh , suasananya kok jadi berubah sih ."Ayu mulai membereskan hasil kebun nya dan segera pulang ke rumah.


....

__ADS_1


Hari sudah menjelang senja dengan matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat , para warga kembali ke rumah nya setelah seharian bekerja keras mencari sesuap nasi , tapi tidak dengan pasangan suami istri yang tengah sibuk mempersiapkan segala ritual sesembahan untuk melakukan pesugihan sebagaimana biasa mereka lakukan.


Di sebuah kamar dengan aura magic dan tak lupa benda-benda untuk ritual dan wewangian kemenyan menyeruak di dalam ruangan khusus itu.


" Pak udah semua kan?" tanya bu Emi memastikan.


" Udah semua buk , yaudah sekarang kita siap-siap ke hutan." ucap pak Sugi dengan sesembahan di tangan nya.


" Tapi Ayu gimana pak ? ibu bingung mau jawab nya , anak itu pasti akan tanya-tanya nanti." ucap bu Emi khawatir.


"Gampang itu mah , nanti kita bilang aja kalo kita mau ke luar desa seperti biasa." ucap pak Sugi.


Bu Emi menganggukan kepala nya , "Iy pak.


Ayu sudah pulang ke rumah nya dan melihat keadaan rumah yang sepi , Ayu memanggil ibu dan bapak nya.


" Buk pak..Ayu pulang."


Tak lama ibu dan bapak nya keluar dari kamar mereka menghampiri putri nya.


" Kamu udah pulang ndok.. mandi dulu sana terus makan." ucap bu Emi pada anak nya.


Ayu memperhatikan pakaian ibu dan bapak nya , "Ibu sama bapak mau kemana?" tanya Ayu


" Oh ibu sama bapak kamu mau ke luar desa , mau ngecek toko di sana ." jelas bu Emi.


" Yaudah ibu sama bapak hati-hati ya." ucap Ayu lalu melangkahkan kaki kecil nya menuju kamar nya.


Dalam pikiran Ayu iamerasa heran dengan bapak dan ibu nya yang sering keluar pada saat matahati akan terbenam dan juga pada hari-hari tertentu berurutan. Tapi semua pikiran itu di tepis nya dan mulai melakukan ritual mandi nya dengan tenang.


....


Sepasang suami istri yang haus akan kekayaan itu tak lagi memperdulikan rasa takut saat memasuki kawasan hutan yang di kenal angker oleh para warga .


" Gelap banget pak." ucap bu Emi saat penerangan hanya berasal dari senter yang mereka bawa.


" Nama nya juga hutan , ya pasti gelap buk. Udah sebentar lagi juga kita sampe." ucap pak Sugi yang terus berjalan melewati pepohonan rimbun dan mereka mulai mencium wewangian yang sangat di sukai kaum lelembut.


Mereka melakukan tapa dengan mantra memanggil makhluk halus hingga sosok yang di tunggu itu pun muncul dengan rupa yang tak bisa di jelaskan.


" Apa lagi yang kau inginkan ." Suara makhluk bertubuh besar menggema di telinga kedua pasangan suami istri itu.


.....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membca!


Salam Lucky


__ADS_2