
Happy Readingā¤
Tatapan kedua pria tampan saling beradu seolah mengalirkan arus listrik untuk membakar lawannya.
"Mau apa kau kesini,dasar penganggu."Keenan menatap sinis Wilson.
"Kenapa kau menikahi gadis kecil itu,Apa kau tak bisa mencari wanita lain heh."Wilson berucap pada intinya,ia sudah gatal rasanya ingin memberi bogem mentah pada Keenan yang tetap mempertahankan wajah arogannya.
"Ada yang salah? sedari awal dia memang sudah di takdirkan untuku."
Wilson berdecak sinis. "Heh benarkah?bukankah kau menginginkan seorang keturunan dari gadis itu dan apa yang kau pikirkan hah gadis itu akan kehilangan nyawanya."
"Itu juga sudah menjadi takdirnya."jawab Keenan yang membuat Wilson naik pitam.
"Sialan kau,akan ku pastikan gadis itu lepas darimu."ancamnya.
"Kau tau betul kemampuanku dan kau tak akan mungkin bisa mengalahkanku,lagian kenapa kau begitu perduli dengan gadis itu?Apa kau menyukainya?"
"Itu bukan urusanmu dan lagi apa yang akan kau lakukan jika gadis itu tau jika orang tuanya menjadi budak di kerajaanmu." seringai Wilson penuh kemenangan.
"Aku sudah menghapus ingatannya."
"Dasar licik."Kenan meminum cawan berisi darah segar.
__ADS_1
"Kak Wilson kau disini?"suara pekikan cukup keras membuat kedua pria itu mengalihkan perhatiannya pada Ayu yang muncul dengan pakaian keratuannya namun terlihat santai dengan rambut indahnya tergerai.
Wilson tersenyum menatap gadis kecilnya yang terlihat cantik dan imut dengan mata bulatnya. "Hmm kaka merindukanmu jadi mampir kesini untuk menengokmu."Wilson memgulurkan kedua tangannya bermaksud Ayu menyambut namun tepisan keras dari pria arogant membuat Wilson mendengus kesal menahan sakit.
"Jangan lupakan tata kramamu."Keen dengan sikap arogannya memeluk posesif pinggang Ayu yang tak bisa mengelak atau berusaha melepaskan diri.
"Ck apa ini yang di namakan cinta tapi gengsi,lihatlah raja satu ini Ck kau membuatku mual saja."
"Dia istriku dan ya dia bukan lagi seorang gadis jika kau ingin tau."ucap Keen tersenyum pogah dan langsung memdapatkan cubitan kepiting dari Ayu yang malu dengan yang di dengarnya barusan.
"Sial sekali kau Keen."batin Wilson
"Kau tak akan bisa melawanku dan jangan pernah kau berfikir untuk merebut ratuku."batin Keen yang seolah membalas kebatinan Wilson.
"Emm ....kaka tanya dulu pada pria itu."Keenan mendengus mendengarnya sedang Wilson terkekeh geli.
"Apa kau tak menganggap pria di sampingmu itu suamimu?"
"Waktu bicaramu lima menit dari sekarang!"Kenan memotong ucapan Ayu yang hendak berbicara ia tak mau mendengar kalimat menyebalkan yang keluar dari bibir mungil itu.
"Aku hanya ingin bicara berdu...."
"Waktumu sudah berkuarang."
__ADS_1
"Hais kenaan kau sangat menyebalkan."gerutu Wilson namun ia tetap melanjutkan pembicaraanya yang di dengar dengan serius oleh Ayu sedang Keenan tak memperdulikannya,pria itu asik menghirup aroma memabukan yang menguar dari tubub Ayu.
Ayu sesekali mengeliat saat Keenan yang tak tau tempat mengendus dan memgecup leher dan bahunya yang masih tertutup kain.
"Emm ....apa kaka yakin aku bisa membantumu ?"Ayu tampak ragu.
"Kaka yakin kau bisa membantu jadi kau mau kan?"Ayu mengamgguk ragu.
"Awww ...."Ayu meringis saat daun telinganya di gigit gemas oleh Keen.
"Waktumu habis dan silahkan kau angkat kaki dai sini."ucap Keen sekenaknya lalu mengendong Ayu pergi dari sana.
"Dasar iblis mesum."gerutu Wilson.
"Tuan yang mulia ratu meminta saya untuk mewakili pertemuan dengan tuan Albert."Wilson menatap wanita dengan perawakan tegas di belakangnya.Karen yang mendapatkan perintah dadakan mengharuskannya untuk bertatap muka dengan mantan musuh rajanya.
"Siapa kau?"
"Karen."jawabnya singkat.
...
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1