
Sudah belum?"
"Sepuluh menit lagi."
"Dari tadi sepuluh menit terus ."gerutu Ayu yang saat ini tengah berdiri di atas lingkaran papan dengan ratusan hewan melata di bawah sana dengan satu kaki yang menopang tubuhnya di bawah terik matahari membuat kakinya terasa pegal dan teganya lagi ia tak di perbolehkan minum atau beristirahat barang sejenak.
Para perjurit hanya melihat gadis itu dengan Keenan yang duduk santai mengawasi gadis kecil yang terlihat kepayahan mempertahankan posisinya.
Keringat terus membasahi pelilisnya ia sungguh tak kuat namun melihat banyaknya hewan melata itu membuatnya urung dan semakin menatap kesal pria yang selalu ia panggil tuan itu tampak duduk santai,ia lebih suka jika Karen yang melatihnya tapi pria itu datang dan dengan seenak jidatnya mengambil alih membuatnya semakin sengsara saja.
"Jika kau terus mengeluh maka kau akan terus berdiri disitu."dalam sekejap mata Kenan telah berada di sampingnya membuat tubuh Ayu oleng dan ..
"Tuan tolong aku."dengan sisa tenaganya ia berpegangan pada papan kayu yang tadi di pijaknya namun pria itu sama sekali tak melakukan pergerakan hingga tangan itu tak kuat lagi untuk menahan bobotnya dan terjatuh.
Ayu berteriak meminta tolong dan berusaha menghindar dari kerubungan ular yang mencoba mendekatinya.
"Yang mulia apa tidak sebaiknya saya menolong nona?"tanya Karen namun Keenan tak menjawab dan teta membiarkan gadis itu ketakutan.
"Dia harus berani untuk masuk ke sarang musuh."
Setelah beberapa saat tubuh mungil itu terangkat dengan bagian pergelangan kaki yang terkena gigitan ular itu.
"Biar saya saja yang mulia."ucpa Karen yang ingin mengambil alih namun tak di indahkannya.
.....
Habiskan!"
Ayu menelan ludahnya kasar saat semua hidangan itu tersaji di depannya dan apa katanya tadi,habiskan oh tidak perutnya tak akan mampu untuk menampung semua makanan untuk sepuluh porsi orang dewasa.
"Jika kau membantah akan ku tambah lagi."ucap Keenan yang tau gelagat gadis itu yang ingin protes.
__ADS_1
"Huh andai saja aku bisa bertemu dengan raja aku akan melaporkan pria ini padanya."gerutu Ayu seraya mengunyah setiap makanan yang masuk kedalam mulutnya.
"Heh mau melaporkanku."batin Keenan saat ia mendengar gumaman kecil Ayu,namun indera pendengarannya bahkan dapat mendengar semua yang ada di fikiran Ayu.
"A-apa .. tidak mungkin dia mendengarnya kan." monolognya saat melihat jarak diantara mereka lumayam jauh.
"Hehe tuan seperti cenayang saja."ujar Ayu cengegesan tak jelas.
"Aku lebih dari itu.Cepat habiskan karna besok kau akan latihan lebih keras."
Ucapan Keenan membuat Ayu menjatuhkan rahangnya , "Oh yaampun lagiii."gadis itu berdecah kesal.
"Tuan tubuhku masih lemah apa tidak seb..."
"Berani membantah."Keenan menatap tajam gadis itu yang mulai kerakutan.
"Maaf tuan ,maafkan saya."ucap Ayu yang langsung memakan makanannya dengan lahap tanpa melihat kearah tuannya yang tengah menatapnya dengan intens dan hal itu semakin membuat gadis kecil itu merasa aneh dengan suasana ini.
"Gadis kecil ini,kau akan menjadi umpan yang pas."batin Keenan dengan seringai tipis.
....
"Haduh ini dari budak mau di jadiin tentara ya."gumamnya seraya mengepal-ngepal lengannya yang masih terasa pegal akibat latihan yang tak mengenal istirahat itu.
Keenan seperti biasa berdiri mengawasi langsung kegiatan Ayu terkadang ia tak segan untuk mengerjai gadis yang berstatus sebagai budaknya dan itu menjadi kesenangan tersendiri bagi pria berkuasa itu.
Tak terasa sebulan lebih lamamya Ayu menjalankan latihannya dengan begitu keras dan di bawah pengawasan langsung pemimpin kerajaan Avalor. Ayu yang terus di tempa membuatnya dengan cepat menguasai semua latihan yang di jalaninya dan semua berhasil membuat gadis itu senang namun semua itu belum usai saat Karen berkata masa latihannya masih dua minggu lagi.
Banyak kejadian yang begitu menjengkelkan namun tidak bagi Keenan yang justru sering merasa terhibur dengan gadis kecil itu.Ia merasa senang melihat Ayu yang kesusahan dalam menghadapi rintangan,pernah suatu hari saat Ayu di haruskan melewati kolam dengan seutas tali sebagai pijakan sedang di bawahnya buaya ganas seakan menanti tubuh mungil itu untuk menjadi santapan lezat mereka, dengan langkah pelan Ayu berjalan dan sebisa mungkin untuk tak melihat hewan predator dengn ukuran empat kali lipat ukuran tubuhnya.Kaki kecil itu terus berjalan dengan kedua tangan yang berpegangan pada seutas tali yang membentang hingga saat posisinya berada di tengah-tengah kolam entah muncul dari mana angin yang begitu keras menerpa hingga tubuhnya terhuyung dan terombang ambing sedang para buya itu semakin menatap lapar karna sudah seminggu tak mendapatkan jatah makanannya membuat mereka berontak dan mulai mengibaskan ekor bergeriginya. Ayu berusaha mempertahankan posisinya juga menghindari serangan buaya air dan mulai memfokuskan kembali langkahnya hingga saat akan sampai pada ujung kolam kakinya tiba-tiba saja terperosok dan hampir menyentuh permukaan air kolam.Melihat banyaknya buaya yang mulai mendekat Ayu dengan sisa tenaganya berpegangan pada tali dan berusaha naik kembali.
"Auhhh..."
__ADS_1
"Aku harus bisa naik."batinnya dengan tangan yang mulai kebas dan hap...
Buaya itu tampak berebutan dengan teman-temannya dan dapat dilihat jika mereka begitu buas.
Ayu memegang dadanya yang masih berdetak cepat dengan kaki yang tadi nyaris di terkam dan untungnya hanya sepatu yang mereka dapatkan .
"Wah..jantung semoga aja aman."gumamnya yang masih menatap sekumpulan buaya yang telihat marah dan menatap Ayu sedang Ayu yang di lihat seperti itu segera menjauh dari penangkaran peliharaan pria dingin itu.
...
"Apa lagi ini."
"Kami bertanggung jawab untuk mengajarkan ini semua sampai anda mahir nona."
Tampak tumpukan alat tempur wanita juga pakaian yang terpajang rapi dengan berbagai model di sana membuat.Ayu menatap ngeri semua itu pasalnya ia selalu tak suka dengan semua itu dan merasa risih jika makeup itu menempel di wajahnya,ia merasa seperti bukan dirinya.
"Maaf tapi saya tidak mau menggunakan ini semua."ucap Ayu menatap tiga wanita di depannya.
"Maaf tapi ini perintah dan kami harus melaksanakannya."singkat wanita itu sopan.
"Selalu saja itu, apa yang raja itu inginkan kenapa aku harus melakukan semua ini."batinnya yang masih enggan untuk mendekat.
"Nona santai saja, kami akan membantu anda untuk tampil sempurna."ucap salah satu wanita dengan gaya feminimnya.
"Tapi aku tak suka dengan semua ini."bantah Ayu yang masih bersikeras.
Salah satu wanita menunjukan sesuatu yang membuat Ayu membeku dan mau tak mau ia mengikuti semua tahap itu.
.....
Tinggalin jejaknya ya cinta.
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Salam Lucky.