Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Latihan


__ADS_3

Di sebuah ruaangan dengan lampu temaram terlihat seorang wanita dan pria yang tengah melakukan kegiatan panas seperti biasa.


"Aku dengar kau mengambil budak lagi?"


"Akhh...pelan-pelan sayang."ucap manja Anggela saat pria dengan wajah tegas dan datar itu menyentak kasar.


"Diam dan jangan pernah kau ikut campur dalam urusanku." ucapnya yang semakin mempercepat gerakannya hingga keduanya tumbang setelah berjam-jam melakukannya.


Kenan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang dengan Anggela yang masih tergolek lemah,tubuh polosnya terpampang nyata karna tak tertutupi sehelai benangpun namun seperti biasa tak ada rasa malu sama sekali yang ada hanya kepuasan setelah melakukan itu dan semakin berbangga dengan bentuk tubuhnya yang memiliki tonjolan berlebih di beberapa bagian.


"Ken kita sudah lama seperti ini,Raja terdahulu juga sudah menjodohkan kita sedari dulu dan mengingkan kau memiliki ratu ap..."


"Asss..sakit."Anggela tak meneruskan ucapannya saat tangan kekar itu meremas kasar benda kenyal itu hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Jaga batasanmu Anggela !Kau tau aku tak pernah berniat untuk itu."


"Maaf Ken bukan maksudku ."


Keenan memakai kembali pakaiannya setelah berhasil menyalurkan hasratnya dan keluar dengan dari ruangan itu meninggalkan wanita yang terus menatap kearahnya,saat ini yang ia pikirkan secepat mungkin mengirim budak lugunya pada sarang musuh.


"Siall...Sampai kapan aku akan menjadi alat pemusmu Ken."Anggela menatap geram pada pria yang sudah menghilang di balik pintu kokoh itu.


"Aku tidak ingin seperti ini terus , yah aku akan minta ayah agar aku segera meraih gelar itu."Anggela yang memiliki obsesu yang besar saat menginginkan sesuatu membuatnya melakukan berbagai macam cara unuk mendapatkannya.


.......


Ayu gadis belia itu menghembuskan nafas lelah berlang kali saat wanita dengan perawakan dan cara berpakaian menyerupai laki-laki itu terus memberinya instruksi latihan yang biasa di lakukan oleh para prajurit, ia sudah lelah namun wanita berambut pendek itu terus menyuruhnya untuk latihan dan latihan.


"Aku lelah boleh istirahat sebentar?"kaki mungilnya terseok dan nafasnya tersendat-sendat.


"Selesaikan latihanmu dan jangan banyak mengeluh." tegas wanita bernama Karen.


Karen menatap gadis yang menjadi tanggungannya setelah Rajanya memberi perintah untuk melatih gadis kecil itu.Ia awalnya ragu namun ia sama sekali tak bisa membantah perintah rajanya.


Seharian Ayu berlatih hingga tenaganya terkuras habis dan tumbang dengan terlungkup di atas tanah.


"A..aku lelah."gumam Ayu lirih.

__ADS_1


"Hais begini saja kau sudah lelah."Karen memperhatikan gadis kecil itu.


Segera ia angkat tubuh mungil itu dan membawanya ke ruang perawatan, ini akan mejadi awal dari latihan dan nantinya akan lebih berat lagi melihat fikis gadis itu berbeda dan terbilang cukup lemah membuatnya harus sabar dalam mengajarkan semua keterampilan bela diri pada Ayu.


....


Bangunan menjulang tinggi menjadi tempat yang sunyi dengan pencahayaan yang berasal dari lubang di dinding sana.


"Berapa lama agar dia bisa menguasai semuanya?"


Karen menatap pria gagah yang tengah berdiri menatap hamparan pepohonan dari atas ketinggian.


"Kurang lebih dua bulan yang mulia,saya juga tidak bisa memaksakan gadis itu dengan kondisi fisik yang lemah."jelas Karen.


Keenan terdiam ia memasukan salah satu tangannya kedalam saku celana sedang satunya memegang cawan berisi darah segar dan meneguknya sekaligus.


"Apa tidak bisa di percepat."


Karen masih diam di posisinya saat melihat suasana yang tak menguntungkan.


"Akan saya usahakan yang mulia."hanya itu yang bisa di ucapkannya.


Karen keluar dari atas menara dengan menunduk hormat pada pimpinannya.


"Yang mulia ."Bayangan hitam tiba-tiba saja muncul memberi salam pada pimpinannya.


"Apa yang kau dapat Hito."


"Kerajaan Betet sudah mulai menjalanlan rencananya dan mereka juga menghasut ketua-ketua di perbatasan yang selama ini menjadi tempat rawan di kerajaan kita yang mulia."ucap Hito yang memberikan informasi yang ia dapatkan.


"Ck dia sudah memulainya, biarkan saja dia bergerak dan panggil panglima Yash!"


"Baik yang mulia."


"Kau sepertinya belum puas Wilson , akan ku lihat sampai mana kau bisa melawanku."sinis Keenan dengn bola mata yang berubah menggelap.


....

__ADS_1


Hari-hari di lalui dengan latihan dan latihan,gadis itu mulai sedikit demi sedikit mulai terbiasa dengan latihan keras yang di ajarkan Karen.Saat ini ia tengah menatap fokus membidik benda dengan titik-titik menggunakan panah,berulang kali ia membidik namun selalu meleset dan ...


Tsakk...


Jlebb...


Ayu terdiam dengan bola mata membulat hingga sedetik kemudian gadis itu berteriak girang saat anak panahnya tepat mengenai titik tengah pada papan panahnya.


"Woahhhh.... berhasil!! Karen lihatlah aku berhasil membidiknya kau lihat kan."teriak Ayu antusias dan mendekati papan itu.


"Itu masih belum ada apa-apanya."Seorang pria berucap dengan santai tepat di belakang tubuh Ayu membuat gadis itu terjingkat dan melihat pria yang mengambilnya sebagai budak.


"Tuan ."ucap Ayu dengan kepala mencari pelatihnya yang sudah tidak ada batang hidungnya. "Dimana Karen tadi dia di sini kan."beonya.


"Tuan kenapa kesini?"tanya Ayu melihat pria dengan pakaian serba hitam elegan.


"Apa tuan ingin aku bekerja?"Ayu berfikir tuannya ini ingin dia mulai bekerja seperti budak lainnya.


"Aku aku salah jika melihatmu latihan,kemampuanmu masih jauh sekali."ucap Keenan dengan nada merendahkan.


"Saya juga malas tuan tapi kata Karen ini perintah dari Raja,kenapa Raja memintaku untuk latihan seperti ini ya?"tanya Ayu dengan wajah bingungnya,mata bulat itu mengerjap-ngerjap terlihat lucu.


Tak...


"Awww..tuan kenapa kau memukul kepalaku?"Ayu mengusap keningnya yang tadi di ketuk oleh jari besar pria di depannya tanpa perasaan.


"Kenapa kau bertanya padaku,sekarang kau coba bidik lagi aku mau lihat kemampuanmu!"titah Keenan.


"Tapi Karen...."


"Aku yang akan melatihmu mulai sekarng."tegas Keenan tak mau di bantah.


Ayu ingin menjawab namun tatapan tajam itu membungkam bibir mungilnya dan ia melakukan latihan itu dengan pengawasan pria yang sedari tadi memerintah ini dan itu sesuka hati.


........


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


Salam Lucky.


__ADS_2