Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Delapan belas


__ADS_3

"Calon suamimu."


Ayu terkejut saat melihat ada orang lain selain dirinya di sini terlebih ucapan yang pria itu ucapkan membuatnya membeku.


Menatap sosok pria dari ujung kepala hingga ujung kaki dan tak ada kekurangan bahkan bisa di bilang pria itu begitu tampan namun tatapan itu tak setajam mata milik pria dingin menyebalkan yang ada di istana.


"Hei kenapa kau diam? Apa kau terpesona padaku."ucapnya narsis seraya menyisir rambutnya menggunakan jari tangannya.


Setelah sadar Ayu segera mengedarkan pandangannya dan tak melihat siapapun selain dirinya dan juga pria itu.


"Aku."tunjuknya pada dirinya sendiri dengan wajah bingung.


Pria itu terkekeh geli menatap gadis manis yang tengah terbengong dan itu terlihat sangat menggemaskan baginya.


"Tentu saja kau,memang ada siapa lagi disini selain kita berdua."


"Kau menyukainya."tunjuknya pada bunga tulip.


"Eh.. iya ."ucap Ayu tersenyum canggung, ia masih terpaku menatap pria tampan yang tiba-tiba muncul itu.


"Berbeda sekali sifatnya dengan dia."entah mengapa ia jadi membandingkan kedua pria itu.


"Apa kau yang menanamnya?"tanya Ayu membuat pria itu tertawa kecil.


"Apa kau berfikir begitu? Emm ..kalau kau suka aku masih punya tempat yang lebih indah dari ini. Kau mau melihatnya?"


Binar cerah terlihat di mata gadis itu, dan tanpa pikir panjang ia mengiyakan ajakan itu, toh tak akan jadi masalah jika ia pergi sebentar kan.


"Baiklah mari pegang tanganku."pria itu mengulurkan tangannya dan Ayu menyambutnya, dapat ia lihat pria tampan ini memejamkan matanya.


.....


Langkah kaki lebar seorang pria dengan menguarkan aura menakutkan hingga mereka semua tak ada yang berani untuk menatap langsung wajah rajanya.


Keenan memasuki ruangan dengan para pelayan dan penjaga yang terlihat gemeteran juga keringat yang terus menetes takut akan tatapan intimidasi dari pemimpin mereka. Mereka yang ada di sana merapalkan doa berharap kepala mereka masih utuh tanpa terpisah dari raga.


"Jelaskan!"


Hening tak ada sepatah kata yang keluar dari bibir mereka,membuat pria berwajah dingin itu kian mengobarkan api yang siap menghanguskan para abdinya.


"Kalian bisu!!"


Lutut mereka terasa lemas saat teriakan itu menggema memecah gendang telinga mereka.


"Ma-maaf yang mulia.."


"Kami tidak tau jika nona pergi."

__ADS_1


Prankk..


"Lalu bagaimana dia bisa tak ada hah?!"


Pelayan yang tadi bersama menceritakan kejadian sebelum gadis tuannya ini menghilang dengan takut-takut tanpa di kurangi atu di lebihkan. Keenan terdiam ia juga berfikir tak mungkin jika budak kecilnya dapat keluar dari istananya begitu saja.


"Cari dia dan jangan harap kepala kalian akan selamat jika tak menemukannya!"


Keenan keluar dari sana membuat mereka menghirup udara sebanyak-banyaknya akibat pasokan udara yang tadi serasa mencekik leher mereka.


Bergegas mereka mencari keberadaan gadis manis itu kesetiap penjuru istana hingga setiap kawasan yang memungkinkan jika gadis itu berada di sana.


Prajurit berlalu lalang mencari sedang Keenan terdiam sesaat seletah mendengarkan informasi dari pengawal bayangannya yang mengatakan keberadaan budak kecilnya. Perasaannya berkecamuk namun dapat di tutupi oleh raut wajahnya yang selalu datar, harusnya ia senang bukan jika gadis itu tanpa sadar telah masuk kedalam misinya dan musuhnyalah yang membuka tangan lebar-lebar untuk menyambutnya.


"Apa ini dapat di percaya?"


"Benar tuan, awalnya saya juga ragu jika raja Wilson untuk pertama kalinya bersikap ramah pada penyusup yang melewati batas wilayah kerajaannya."


Melihat respon tuannya pengawal itu mengundurkan diri dan keluar ruangan.


Tak ada yang tau apa yang tengah dipikirkan oleh penguasa Avalor itu, Keenan meremat kertas di genggamannya dengn sorot mata tajam.


Setelah beberapa saat Keenan pergi dan saat ini ia berda di kawasan dimana para budak bekerja untuk mereka,kekejaman begitu terlihat di sana .Pemandangan ini sudah biasa bagi Keenan bahkan para prajurit tak segan untuk menjadikan budak wanita tempat pelampiasan walu tubuh mereka sudah terlihat seperti mayat hidup.


Melihat para budak itu mengingatkan akan sosok gadis kecil yang menjadi budaknya.


"CK kenapa aku memikirkanmu."gumamnya.


Seorang pria memberi salam pada rajanya yang tiba-tiba saja datang setelah sekian lama tak mnginjakan kakinya ketempat rendahan ini.


"Semua berjalan lancar?"


"Iya yang mulia, nona Anggela yang kini mengambil alih mengenai para budak dan juga banyak yang menginginkan budak-budak baru agar segera dikirim."jelas pria itu.


Keenan mengerutkan kening lalu menatap bawahannya seakan meminta penjelasan lebih detail.


"Tuan Berry yang meminta ini tuan, maaf jika saya belum memberitahukan ini pada anda karna tuan Berry sendiri yang akan memberitahukannya.


"Dia menjual para budak."


"Berani sekali mereka."Keenan segera pergi tanpa sepatah kata dari tempat itu.


.......


Lekukan indah seakan tak pernah pudar dari wajah seorang gadis yang begitu antusias berkeliling mengitari taman bunga di istana pria yang baru di kenalnya.


Muncul dalam fikiran jika ia tak mau kembali kekerajaan yang beberapa bulan kemarin menampungnya namun ia tak bisa melakukan itu karna sudah terikat dengan pria yang mendaji tuannya.

__ADS_1


"Wah aku baru melihat taman secantik ini."gumam Ayu memetik mawar merah dan menghirup wangi dari bunga cantik itu.


"Kau menyukainnya hmm?"tanya pria asing itu.


Ayu mengnggukan kepalanya antusias membuat senyum itu menukar pada pria tampan yang sedari tadi mengikuti langkah kaki kecilnya berpijak.


"Oh ya namamu siapa?


Ayu menatap pria itu saat sadar mereka belum mengetahui nama masing-masing.


"Wilson ."


"Ohh nama yang bagus, namaku Ayu."ucapnya.


"Apa aku bisa memetik beberapa bunga ini?"


"Kenapa hanya beberapa, kau bisa memiliki semuanya."Wilson tersenyum dengan tangan yang menepuk pelan kepala Ayu.


"Iss kau bersikap seolah kau ini pemilik dari bunga ini."


"Kenyataannya memang begitu,apa kau tak melihat mereka begitu menghormatiku."Wilson berucap bangga sedang Ayu memutar bola matanya jengah akan pria satu ini.


"Baiklah-baiklah terserah kau saja, aku mau melihat jenis tanaman lain disini, apa boleh?"


"Silahkan ratuku."


"Dasar gila."gerutu gadis itu.


Wilson menatap kepergian gadis itu dengan debaran aneh namun terasa begitu menyenangkan.


"Apa aku terlihat gila?"tanya Wilson pada pria yang baru saja muncul di belakangnya.


"Anda tidak gila tapi kurang waras tuan."


"Apa? Hei berani seai kau.


Sedang pria itu hanya terkekeh saat melihat tatapan tajam tuannya.


"Berani kau mengatai aku tak waras hah."ucapnya pada orang kepercayaannya sekaligus sepupunya itu.


"Astaga baginda semua orang pun dapat menilainya jika kau mulai tak waras karna gadis kecil itu."


"Baiklah aku juga akan membuatmu menjadi tak waras dengan menikahkanmu pada putri Mahesa."seringainya kala melihat raut terkejut sekaligus pias sepupunya.


"Oh ayolah baginda apa kau serius ? gadis gendut itu mau kau jodohkan denganku , hah yang benar saja."keluhnya saat membayangkan putri dari Mahesa yang selalu mengejarnya.


......

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Salam Lucky


__ADS_2