
"Ma-mau apa kau...."Ayu menyodorkan obor di tangannya pada makhluk di depannya.
Sedang sosok yang hanya kepala dengan isian perut itu tanpak menjulurkan lidahnya dengan mata yang terbuka lebar.
"Pergi hiks pergi dari sini."Ayu terus berteriak dan berusaha menggerakan kakinya hingga beberapa saat berlalu kakinya dapat di gerakkan dan ia segera lari dari makhluk menyeramkan itu.
Barkkk...
Pintu luar tiba-tiba tertutup dan terkunci membuat Ayu semakin panik , ia menoleh kebelakang dan melihat sosok itu mengikutunya hingga ia berlari kearah dapur dengan gerakan gesit menghindari makhluk itu.
Prankkk...
Klonteng...
Barang-barang berjatuhan , Ayu terus menghindar hingga ia tersudut di dinding gubuk itu sedang makhluk itu tertawa mengerikan.
Tangan mungilnya meraba-raba lemari samping berharap bisa menemukan senjata untuk melawan bangsa itu namun ia terkejut saat tangannya merasakan sebuah kerangka dan tepat saat itu ia menolehkan kepalanya , sebuah kerangka manusia yang sudah terlihat seperti tengkorak terlihat di dalam lemari namun saat akan menarik tanganya jemari tengkorak itu menahan dengan kepala berputar membuat Ayu semakin histeris dan dengan seluat tenaga ia menyentak kasar tangannya dan kembali berlari.
Dari arah sampingnya ia melihat pintu lainnya dan tanpa pikir panjang ia segera mendobrak pintu itu hingga ia bisa lolos dari kedua makhluk menyeramkan itu.
Hus hah hah hah...
"Akhirnya bisa bebas juga."gumamnya dengan kedua tangan memegang lutut seraya mengatur nafasnya yang terputus-putus.
Kini Ayu telah terbebas dari gubuk tadi dan malam semakin larut dengan malam yang kian menggelap , sang rembulan tampak bersembunyi di balik awan membuat Ayu mendesah berat.
"Mau kemana lagi aku." kaki mungilnya menyusuri setapak jalan tanpa arah , ia hanya berfikir secepat mungkin bisa keluar dari dalam hutan berhantu ini.
Bayangan-bayangan putih kerap kali terlihat membuat Ayu semakin tak karuan , namun setiap ia menajamkan pandangannya bayangan itu seakan menjauh dan menghilang tertiup angin.
......
Wuss..
"Aku seperti mencium aroma manusia tak jauh dari sini!"
__ADS_1
"Benar panglima ,apa ingin saya membawa manusia itu?"tanyanya.
"Tak usah,aku juga tak yakin dia bisa keluar dengan selamat dari hutan ini !" ucapnya dingin.
Kedua pria itu melanjutkn perjalanannya dengan kuda yang membawa kemana tuannya akan pergi.
.....
Ayu yang sudah begitu lelah memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon besar mengabaikan penampakan-penampakan yang membuatnya terbiasa dengan keadaan itu. Tak lama Ayu terlelap,dalam mimpinya ia merasakan sesuatu yang membelainya namun ia abaikn hingga menjelang pagi,mentari mulai menyinari pepohonan melalui celah ranting dan dedaunan lebat di hutan itu.
Hoammm.
Ayu mengerjapkan matamya perlahan dengan kedua tangan yang di regangkan,rasanya tubuhnya begitu sakit akibat tidur dengan posisi duduk semalaman.
"Apa ini." mengerutkan keningnya saat ia meraba lehernya yang telah dilingkari oleh sebuah kalung dengan permata biru laut.Sangat indah
"Perasaan aku gak pernah punya kalung kayak gini,terus ini punya siapa? Kenapa bisa ada di aku?"gumamnya
Namun saat akan melepaskan kalung lionton itu ia tak bisa,Ayu melihat lagi bentuk kalung yang begiu unik dan membiarkan kalung itu melingkari leher jenjangnya.
Pagi itu juga Ayu melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan insting ia berharap dapat menemukan jalan keluar hingga suara-suara dari dalam perutnya membuatnya berhenti saat alaram dari dalam tubuhnya itu berbunyi.
Bugg..
Ayu melihat buah apel hutan jatuh tepat di hadapannya,warna merah darah begitu menggugah selera tak lama buah-buah itu berjatuhan dan berserakan di tanah .Ayu mendongakkan kepalanya dan melihat banyaknya buah apel hutan memgantung di atas sana.
Ayu memakan buah itu hingga dirasa sudah cukup kenyang dan membawa beberapa untuk bekal perjalanannya. Sesekali gadis itu bersenandung kecil dan ia sudah tak begitu merasa takut saat bayangan-bayangan itu berkeliaran di sekitarnya,semua itu ia abaikan dan melanjutkan langkah kakinya cukup jauh hingga ia menemukan padang yang hanya di tumbuhi rumput ilalang.Begtu indah hamparan luas yang membentang juga dengan langit cerah semakin membuat padang rumput ini terlihat cantik.
Memghirup udara segar dengan kedua tangan di rentangkan dan mata terpejam,Ayu menyambut angin yang menerpa tubuhnya memberikan kesejukan dan ketenangan.
"Coba aja bawa hp pasti bisa foto."gumamnya dengan senyum yang semakin melengkung indah.
.....
Seokor ular besar terus mengejar dengan lidah yang terjulur,Ayu berlari meski berulang kali tersungkur dan luka lecet di lutut juga tangannya namun ia terus berlari.
__ADS_1
Sesssshss...
"Tolong lindungi Ayu."
Sejenak Ayu melihat kebelakang dan hewan melata itu terus mengejar dengan lidah yang terjulur seakan mendapatkan mangsa empuk.
Aaaa..!
Brukkk...
Karna tak melihat Ayu tersandung tunggak pepohonan hingga membuatnya terjatuh,tubuh kecilnya meringsut mundur menjauh dari ular yang semakin mendekat hingga kepala hewan itu hanya berjarak sepuluh centi namun seperti biasa Ayu secara spontan tak bisa menggerakan kakinya hingga ia hanya mematung.
"Kumohon jangan makan aku dagingku pahit tak enak."ucap Ayu yang mencoba meraih ranting tak jauh dari tubuhnya.
Aaa....!"
Ayu menutup matanya kala kepala hewan itu terangkat dan hendak menggigitnya namun gigitan itu tak ia rasakan,ia hanya mendengar suara auman hewan liar namun ia tak berani untuk membuka matanya.
Auuuu..
Gerrr....
Hewan berbulu lebat dengan tubuh besar itu kian mendekat hingga tepat di hadapan gadis mungil yang menatapnya berbinar,Ayu melihat hewan melata yang tadi hendak menggigitnya telah terlempar jauh dari tubuhnya.Tatapan gadis itu kembali menelisik hewan buas berbulu di hadapannya, walaupun hewan berbulu itu terlihat begitu menyeramkan namun di hadapan Ayu hewan itu terlihat menggemaskan dan sangat manis.
Ayu mengulurkan tangannya dengan buah apel yang tadi di bawanya pada hewan yang terlihat buas itu,kedua mata itu saling bertatapan dan tanpa di duga hewan berbulu itu mendekat dan mengendus buah dan memakannya.Ayu tampak senang dan mengelus kepala dengan bulu halus membuatnya betah berlama-lama memegang hewan serigala itu.
"Hei siapa namamu?"Hewan itu tampak menggeliat minta di elus.
Ayu yang melihat tingkah menggemaskan serigala itupun memberikan gelitikan juga megelus lembut,ia seakan memiliki teman dan setelah puas bermain dengan hewan itu, serigala itu tampak menuntun Ayu untuk mengikuti langkah kakinya. Ayu mengikuti hingga ia memandang tak berkedip saat matanya mematap bangunan yang sama dengan tempat yang ia tinggali berada di depan matanya.
Kepalanya serasa berputar saat ia dengan serigala itu masih berada di padang rumput dan sekarang ia merasa seperi berteleportasi .
Serigala itu menduselkan kepalanya pada betis Ayu yang kemudian tersenyum pada hewan menggemaskan itu.
....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Thanks yanh udah baca dan kasih komen cantiknya manteman.