Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Tiga Puluh Empat


__ADS_3

Hapy Readingā¤


Ayu terus melompat dari dahan pohon dengan cepat ,jarak yang cukup jauh membuatnya semakin kelut takut hal buruk akan terjadi pada kedua pria yang saat ini tengah bertarung sengit. Pesan kakek misterius terus saja terngiang-ngiang dikepalanya membuatnya semakin resah.


"Semoga belum terlambat."gumamnya dengan pandangan lurus kedepan mengikuti cahaya biru yang melesat cepat didepannya,Bunyi pertarungan mulai terdengar jelas menandakan jika tempat itu tak jauh hingga ledakan besar Ayu membulatkan matanya melihat dua cahaya yang saling memacu hingga suasana seketika sunyi dengan kepulan debu membuat pengeligatan mereka buram,kedua belah pihak menerka-nerka apa yang terjadi berharap kemenangan ada di pihak masing-masing.


"Ayu!" Gumam kedua pria saat melihat tubuh mungil yang mengambang dengan sinar biru juga bayangan naga emas yang mengelilingi tubuhnya ,mata gadis itu terpejam hingga silau biru keemasan semakin melingkarinya membuat mereka yang melihat memejamkan mata. Ayu membuka kedua matanya perlahan dengan warna biru laut senada dengan gaun yang berubah membuatnya terlihat seperti seorang putri raja,prajurit maupun panglima perang menatap tak berkedip sosok gadis yang muncul tiba-tiba. Mereka seakan terhipnotis melihat gadis dengan pesona membayangnya.


Ayu memejamkan kedua matanya dan perlahan turun dengan cahaya yang perlahan mulai menghilang dari tubuhnya.


Kedua raja masih terpaku tak membuka suara. "Ayu ini benar kau?"Wilson bertanya dengan tampang bodohnya menatap secara keseluruhan gadis kecil yang kini terlihat anggun menawan.


"Hmm dan aku kesini untuk menghentikan peperangan kalian."jawabnya tenang menatap kedua pria dengan raut wajah berbeda.


"Apa kau sadar dengan yang kau lakukan ,itu bisa membahayakan nyawamu."Wilson menatap tajam Ayu yang tampak santai ,gadis itu menatap pria dengan wajah datar yang juga menatapnya.


"Pergilah !"Keen berucap dingin. Keheningan begitu terasa dengan perajurit yang terdiam menjadi penonton kedua pimpinannya dengan seorang gadis cantik di tengah-tengah mereka.


"Aku tidak akan pergi ,peperangan ini tak bisa diteruskan !akan ada banyak korban."ucap Ayu.

__ADS_1


Wilson menatap tajam pria yang menjadi rivalnya dengan tangan mengepal erat ia tak terima dengan ucapan Ayu yang ingin peperangan dihentikan,ia sudah menunggu begitu lama untuk membalaskan dendamnya dan inilah saatnya.


"Peperangan ini tak bisa dihentikan sebelum salah satu diantara kita lenyap."Ucap Wilson berapi-api.


"Maaf sebaiknya kau mundur Ayu."Ayu mentap Wilson yang terlihat menahan amarah berbeda dengan Keen yang tanpak tenang entah apa yang dipikikannya saat ini.


"Kalian sudah cukup bertarung tak ada yang akan kalian dapatkan dengan ini,aku akan menunjukan sesuatu pada kalian."


Ayu terus saja menjawab ucapan kedua pria itu hingga kedua pria itu memilih ikut ,kini ketiganya tengah berada di hutan,kedua pria itu menunggu apa yang akan ditunjukan oleh Ayu.


Ayu mentap dua pria itu bergantian ."Aku harap dengan melihat ini kalin dapat melupakan dendam beratus tahun silam dan kembali rukun seperti sedia kala."


Ayu memusatkan fikirannya hingga sebuah cahaya dengan gambaran ratusan tahun silam terlihat jelas penyebab peperangan terjadi juga percakapan seorang pria yang menginginkan kedua raja hancur mereka dapat melihat dan mendengarnya.


Hos hos hos


Ayu mengatur nafasnya saat merasa energi dalam tubuhnya di tarik,keringat tampak menetes membasahi pelipis. Kedua pria itu terdiam setelah melihat gambaran dan dengan jelas tau siapa dalang dari semua ini.Kertas yang berisi bukti transaksi kejahatan dan semua rencana penghianat itu di remas kuat oleh Keen.


"Bedebah sialan."geremnya ,sorot matanya tajam namun tatapanya kemudian beralih pada gadis yang dengan beraninya menghentikan peperangan yang bisa saja menghilangkan nyawanya namun itu tak terjadi dengan adanya perlindungan kuat dari kedua benda pusaka itu.

__ADS_1


Wilson menunduk memegang liontin dengan permata merah yang ia tau menjadi incaran Keenan selama ini lalu ia lepas.


"Kau mengincar ini kan."Keen dan Ayu menoleh menatap Wilson yang menggenggam kalung.


"Jika kau berfikir kalung ini bagian dari pusaka kerajaanmu maka kau salah, ini milik mendiang ibuku tapi jika kau menginginkannya akan ku berikan asal kau melepas Ayu untuku."ucap Wilson menatap Keen yang semakin terlihat dingin.


"Ck hanya dalam mimpimu."Keen menatap Ayu sedang yang di tatap merasa awas karna Keenan seperti tengah mengintai buruan.


"A-Apa yang kau lihat?"keberanian yang semula membumbung tinggi entah hilang kemana saat merasa tatapan itu begitu mengintimidasi dirinya.


Perlahan langkah kaki Keen mendekat hingga jarak satu langkah. "Kau tak akan bisa keluar dari kerajaanku."ucap Keenan , tangannya terjulur untuk menyentuh liontin milik Ayu namun gadis itu dengan sigap menghindar dan menatap awas pada Keen.


"Hei tuan kau sudah berjanji untuk membebaskanku tapi kenapa sekarang berubah."ucap Ayu tak terima.


"Dari pada mengurusiku lebih baik kau urus saja si biang rusuh itu."ucap Ayu lagi yang tak mengizinkan Ken menyela.


Keen menatap gadis yang dikenalnya penakut namun memikili cukup keberanian untuk membantah ucapannya ,ingin ia ringkus namun masih ada yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.


"Aku tak membutuhkannya."Keen pergi tanpa mengambil liontin milik Wilson ,ia melangkah pergi dengan tujuan yang sudah pasti untuk mengurus penghianat berkedok malaikat yang selama ini menampung di istananya bahkan hidup sangat terjamin hingga membuat ketamakan semakin menjadi.

__ADS_1


...


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2