Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Takdir


__ADS_3

Jangan lupa tinggalin likenya ya guys gak susah kok tinggal tekan ting kan gampang,dukungan kalian semangat Bunda😄😄


Happy Reading❤


Kehancuran yang datang tanpa diduga dan penyesalan yang sudah tiada guna begitulah yang kini dirasakan oleh mereka yang berani bermain api dengan penguasa kegelapan.


Cus lah kita lanjut.


Ayu menunduk menghindari tatapan tajam dari pria sejuta pesona namun begitu datar dan kejam. "Yaampun kakiku sampai kesemutan begini ."batinnya menggerutu karna sedari tadi Ayu hanya berdiri dan tak dipersilahkan duduk sama sekali.Sungguh pria yang sangat menyebalkan.


"Tuan kenapa membawaku kesini."Ayu membuka suara karna sudah tak tahan dengan kebisuan juga kakinya yang sudah pegal kesemutan.


"Kenapa kau kesini?"Ayu menatap Keenan. "Hah pertanyaan macam apa itu,suka-sukaku lah mau kemana."batinnya memutar bola matanya jengah.


"Kenapa kau diam."Suara dingin itu kembali berdengung.


"Saya juga tidak tau tapi kalung ini mengarahkan saya untuk kesini."jelas Ayu apa adanya memang itu yang ia rasakan sesaat setelah liontinnya bercahaya.


Keenan terdiam menatap gadis yang semakin diperhatikan semakin terlihat aura kecantikan dalam dirinya.


"Maaf tuan jika tidak ada yang ingin dibicarakan saya undur diri."Ayu hendak melangkah namun pergerakannya terhenti saat merasakan tangan kekar mencekal pergelangan tangannya cukup kuat hingga ia membalikan tubuh.


Ayu memgehela nafas ,harus menyediakan stok kesabaran menghadari pria datar yang dianggapnya hanya membuang-buang waktunya karna sedari tadi hanya diam namun tatapan matanya begitu mengintimidasi. "Ada apa lagi tuan, saya ingin pergi."Suaranya sudah erdengar kesal.

__ADS_1


"Mau kemana kau budak kecil."Ingin sekali Ayu menonjok wajah mulus itu yang selalu saja menyebutnya budak ya walaupun emang awalnya iya sih.


"Mau ke temanku."Ketusnya kembali membalikan tubuh . "Dan tuan ingat dengan janji tuan sekarang saya bebas jadi saya bukan lagi budak anda."ucapnya lagi dengan senyum kemenangan mengingat kebebasan yang ada didepan matanya.


Kenan tertenyum licik melihat gadis yang terlihat senang namun sepertinya ia berubah pikiran.


"Saya tidak merasa pernah menjanjikan itu padamu."Ayu yang semulanya tersenyum senang kini surut sudah setelah mendengar ucapan itu.


"Hei mana bisa begitu aku tidak mau tau lagian tuan sendiri yang menolak mengambil liontin mikil Wiliam lalu kenapa jadi begini."


"Kau sangat ingin terbebas rupanya."Ken mencoba menarik kembali pergelangan tangan itu namun Ayu dengan cepat menghindah dan menjauh. "Ck kau cukup lihai."


"Kau bisa pergi setelah menyelesaikan semua urusan disini."


Bima saat ini tengah duduk di ruangannya dengan posisi tapa hingga sebuah suara ia membuka matanya ,mata tua itu melihat sosok raja yang berdiri dengan tegapnya lalu pandangannya mengedar dan melihat tubuh mungil yang tertutupi oleh tubuh kekar Keenan.


Mengerti akan tatapan itu Keenan mengeser tubuhnya hingga gadis itu berdiri di hadapan kakek sepuh yang tersenyum padanya.Ayu mengerjapkan matanya mencoba mengingat kembali wajah yang menurutnya tak asing tapi dimana.


"Emm apa sebelumnya kita pernah bertemu kek?"Ayu mendekat pada pria sepuh yang berdiri dengan tongkat sakti miliknya.


"Gadis kecil kita bertemu lagi ."Bima menyambut hangat ia bisa merasakan aura positif dalam diri gadis itu.


"Apa kakek yang berbicara padaku saat di hutan tempo hari?"Bima menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Ayu dan Bima mengobrol cukup banyak bahkan gadis itu tak merasa canggung untuk menanyakan banyak hal dan kakek dengan senang hati menjawab pertanyaan gadis itu.


Bima tersenyum sampai sini ia mengerti kenapa benda pusaka yang menjelma dengan bentuk liontin itu memilih Ayu sebagai tuannya,pandangannya mengarah pada tuan muda kecilnya yang kini sudah tumbuh menjadi sosok pemuda tampan yang membangun kekuasaannya hingga gelar raja kegelapan didapatkannya.


"Takdir yang sudah membawamu kesini nak, kakek harap kau bisa bertahan dengan cobaan yang menghadangmu nantinya."ucap Bima menyentuh pucuk kepala Ayu yang hanya mendengarkan tanpa mau nerfikir terlalu jauh maksud dari ucapan si kakek.


"Ken kakek harap kau bisa menjaganya."Keenan mengangguk mengerti semakin membuat Ayu bingung ,setelah melihat kakek Bima pergi Ayu juga lekas pergi karna merasa urusannya telah selesai.


"Tempatmu disini gadis kecil."Keenan menatap seakan mengunci pandangan Ayu begitu dalam.


"Tidak aku lebih suka di tempat Wiliam."


Sringg..


Tatapan Keenan menjadi menggelap saat gadis kecil itu menyebut nama sangingannya apalagi wajah yang terkesan acuh .Ayu merinding dan lebih memilih mengambil jalur aman.


Brak...


Pintu ditutup kasar bersamaan dengan hilangnya bayangan tubuh gadis itu yang sudah ngacir menyelamatkan diri.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


Tinggalin jejak ea sayank😄


__ADS_2