Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
51


__ADS_3

Happy Reading❤


Portal mulai terbuka memperlihatkan lubang dimensi yang menjadi pembatas dunia kegelapan dan dunia para roh.


Kilatan petir terdengar bergemuruh di langit dengan awan hitam yang mengelilingi area sekitarnya. Suara yang begitu keras juga mengundang makhluk-makhluk lain hingga Keen dapat merasakan jika mereka mulai berdatangan dan tentunya akan menganggu.


Raja Keenan menatap dingin potral di depannya,kedua kesatria yang ikut menyusul berusaha untuk menghentikan namun tak membuahkan hasil. Keen memejamkan matanya hingga tubuhnya tersedot masuk dan detik itu juga portal kembali tertutup.


Di dunia para roh,tampak para leluhur sudah berkumpul seolah tau akan kedatangannya ,bahkan suara gemuruh menggetarkan alam Roh saat Raja kegelapan itu datang berkunjung .Keen menyatukan kedua tangannya dan menunduk sebagai penghormatan. Para leluhur menatap sosok pria yang terlihat tenang dengan aura kuat di tubuhnya.


"Kalian pasti sudah tau akan kedatanganku kesini."


Tak ada yang bersuara selain hembusan angin yang memgantarkan aura mencekam di dalamnya.


"Aku tidak ingin kalian menganggu ratuku!"


"Kau tidak bisa melawan takdir dan dia harus mengorbankan dirinya."balas leluhur Roh.


Keen semakin menajamkan matanya ,kepalan tangannya menguat dengan kekuatan api merah miliknya.


"Kalau begitu aku akan menghabisi siapa saja yang berani melawanku."


Para roh leluhur menatap marah melihat Keenan seolah ingin menentang garis yang sudah di takdirkan.


"Kalaupun kau tak terima kau tak bisa melakukn apapun untuk menyelamatkannya.


Keen tersenyum smirk,wajahnya terlihat mengerikan dan tanpa aba-aba Keen mengarahkan bola api miliknya pada para roh itu yang langsung menghilang dalam kedipan mata.


Tubuh tegas itu tak goyah walau sejenak, Keen menatap tenang hingga bayangan dalam raganya keluar dan mulai bertarung dengan kaum para roh leluhur.


Kekuatan beradu sengit ,kedua kubu terus bertarung tanpa tau jika waktu sudah berlangsung lama.


Duarrrr


Ledakan besar berbunyi sangat keras.Tak ada yang tau siapa pemenang dari pertarungan itu hingga asap ledakan mulai hilang.


Keen masih berdiri kokoh di tempatnya dengan mata terpejam.


Sementara para roh itu kembali berkumpul menghadap pria dengan julukan raja kegelapn itu.

__ADS_1


Keen membuka mata dengan senyum penuh kemenangan menatap para roh leluhurnya.


"Ratumu bisa selamat namun harus ada yang menggantikannya sebagai tumbal."Ujar Roh leluhur.


Mereka mengakui kekuatan Raja kegelapan ,walau ini melanggar pantangan di kedua dunia , namun melihat pria itu yang berhasil mengalahkan para roh ,mereka memberitahukan cara lain untuk keselamatan ratu Ayunda.


"Apa maksud kalian?"Keen semakin menatap dingin.


"Tumbal itu harus tetap ada dan hanya yang berkaitan dengan wanitamu yang bisa menggantikan pertumbalan itu."


"Baik,kalian akan mendapatkannya."


Keen sedikit lega ,istrinya tak akan pergi. Portal kembali terbuka dengan lorong yang tadi memgantarkan Keen masuk kedalam dunia Roh.


🍒🍒


"Sambih aku takut."


"Sudah diamlah,lenyap pun aku tidak takut.Ingat! junjungan kita tewas itu semua karena wanita sialan itu."


Kedua pelayan tampak saling mengendap dan setelahnya Sambih tersenyum senang melihat makanan yang sudah di berikan taburan bubuk sianida di atasnya.


Sambih, pelayan setia Anggela itu mengajak rekannya yang terlihat raut cemas di wajahnya.


"Baiklah,semoga saja wanita itu tiada dan kita harus segera pergi dari sini atau kita akan tertangkap."


Kembali keduanya mengendap-endap dan segera bersembunyi saat melihat pelayan yang hendak mengantarkan makanan untuk sang Ratu.


Di kamarnya,Ayu tampak berbaring,wanita hamil itu merasa sangat bosan terlebih suaminya yang menghilang begitu saja.Hari ini Ayu tak ingin melakukan kegiatan apapun dan jadilah bumil itu hanya berbaring dan berbaring.


"Hah....sungguh membosankan, nak kira-kira ayahmu kemana ya?"Ayu mengelus perutnya mengajak bicara dan di respon dengan tendangan kecil.


Ayu terkekeh kecil ,anaknya begitu aktiv di dalam sana bahkan saat raja mengajak berbicara anak dalam kandungnnya selalu mendendang cukup kuat membuatnya meringis oleh ulah calon anaknya.


"Baik-baik di sana ya."


"Yang mulia kami datang membawakan makanan untuk ratu."


Suara dari luar membuat Ayu mendongakkan pandangannya,wanita hamil itu mengelus perutnya yang terasa lapar.

__ADS_1


"Akhirnya makanan kita datang juga."ucap Ayu betseru semang.


Pelayan masuk menghidangkan makanan di atas meja semakin membuat bumil yang sudah merasa lapar itu tak ingin membuang waktu lagi.


"Ratu, biarkan kami membersihkan tangan anda."Ayu yang hendak mengulurkan tangannya pun mengangguk mengiyakan.


"Emm.... Ratu."


"Hais sudahlah aku sudah sangat lapar."Ayu kesal juga lama-lama.


Melihat para pelayan yang menunduk membuat Ayu kembali mengulurkan tangannya hendak mengambil makanan.


"Ratuku."


"Oh ya ampun ,apa lagi sih."Ayu menggerutu kesal hingga ia kembali membeo seperti memgenali suara yang memanggilnya.


"Eh bukannya itu suara suamiku?"Pelayan yang ditanya mengangguk dan menatap kedepan.


Ayu mengikuti arah tatapan pelayannya hingga raut wajah kesalnya berubah dengan senyum sumringah saat melihat prianya tengah berdiri tepat di depannya.


Para pelayan undur diri dan sekarang tinggalah pasangan suami istri itu.


"Kenapa kau pergi tak memberitahuku?"


Keenan tersenyum kecil melihat wanitanya merajuk ,Keen mendekat dan duduk bersebelahan dengan ratunya.


"Aku sedang ada urusan istana diluar." Keenan mengelus lembut kepala lalu turun pada perut buncit ratunya. "Ratuku sedang lapar rupanya."Keen melirik hidangan di atas meja dengan kekehan,ia tau persis jika semenjak hamil ratunya sangat hobi makan.


Ayu menyengir memerlihakan deretan giginya. "Anakmu minta makan jadi aku sebagai calon ibu yang baik tentu harus memenuhi keinginannya bukan?"ucap Ayu menunjuk perutnya.


"Ada apa dengan tatapanmu itu?"Ayu menatap suaminya yang menatap makananya dengan alis mengerut juga tangan kekar itu yang langsung mencekal pergelangan tangannya.


"Jangan memakannya!"


Keen mengepalkan kedua tangannya, ia tak akan membiarkan siapapun yang berniat untuk mencelakai ratu dan calon anaknya.


....


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!

__ADS_1


__ADS_2