
Happy Reading
............
Dingin nya malam dengan suasana memcekam begitu terasa bagi gadis mungil yang tengah bergelung dengan selimut yang membungkus habis seluruh tubuh nya. Ayu yang sedari tadi tak bisa memejamkan kedua mata nya dengan perasaan gelisah yang terus menggantuinya.
Menatap langit-langit kamar nya , pikiran Ayu tertuju pada kedua orang tua nya , entah mengapa ia merasakan firasat buruk walau berulang kali di tepis nya tetap saja membuat nya tak tenang.
" Ibu sama bapak kok gak bisa di hubungi sih dari tadi , semoga aja mereka baik-baik di sana." gumam Ayu menutup wajah nya menggunakan bantal dan membukanya lagi.
" Nak kalo kamu dalam keadaan gelisah , kamu bisa menghilangkan nya dengan shalat." ucapan yang masih terngiang di telinga Ayu ketika tadi berpapasan dengan salah satu tokoh agama di desanya.
" Shalat." gumam Ayu , ia sadar jika ia dan keluarga nya begitu jauh dari agama nya. Agama yang di sandang dengan sebutan lain Islam KTP. Ayu terdiam dan menghela nafas berat , "Apa Ayu masih bisa ya." gumam nya.
Setelah bergelut dengan pikiran nya , Ayu memutuskan untuk mulai mengambil air wudhu dan mulai menjalankan kewajiban nya sudah lama ia tinggalkan.
Setiap gerakan ia hayati dengan setetes bening kristal yang luruh mengingat kelalaian nya dalam menjalankan kewajiban nya sebagi muslim.
__ADS_1
" Ya Allah maaf kan Ayu jika selama ini Ayu lupa akan kewajiban yang seharus nya di jalankan." Ayu menegadahkan kedua tangan nya , air mata nya luruh dengan permohonan yang di panjatkan. Ia juga memohon perlindungan untuk kedua orang tua nya.
Sementara itu di luar rumah Makhluk menyeramkan tampak meraung kepanasan juga makhluk-makhluk yang ada di dalam rumah besar itu yang seakan murka namun tak bisa menyentuh tubuh mungil gadis yang masih setia dengan panjatan doa nya.
....
Keesokan hari nya satu desa di buat gempar oleh berita kematian pak Sugi dan istrinya yang mengalami tabrakan tunggal. Sirine Ambulance terdengar nyaring hingga menarik perhatian para warga hingga mobil yang membawa jenazah pasangan suami istri itu sampai di pelataran rumah besar menjulang .
Ayu keluar dengan bingung melihat mobil yang biasanya mengangkut mayat itu ada di depan rumah nya , " Kenapa ada mobil ambulance di sini ? Siapa yang meninggal?" .
" Bapak Ibuk...."
Air mata nya luruh saat melihat kedua jasad bapak dan ibu nya terbujur kaku , Ayu menangis histeris seraya mengguncang tubuh keduanya . Para wanita di sana berusaha menenagkan Ayu yah sudah lemas dengan tangisan yang tak juga berhenti.
Tubuh gadis mungil itu seketika jatuh tak sadarkan diri membuat mereka yang ada di sana segera mengangkat tubuh Ayu ke kamar nya. Mata itu masih terpejam di saat pemakaman kedua orang tua nya akan di langsungkan.
"Pak Ustadz kenapa?" tanya salah satu warga yang sedari tadi melihat pria paruh baya yang di kenal sebagai ustadz Arman itu terdiam menatap dua jenazah di depan nya dengan linglung.
__ADS_1
Ustadz Arman seketika tersadar dan menatap warga dengan semyum ramah , "Saya tidak apa-apa , sebaik nya segera kita makamkan." ucap ustadz Arman yang di angguki oleh para warga.
Para warga mengangkat keranda menuju TPU dan melangsungkan pemakaman kedua nya walau hujan begitu deras.
......
"Ruangan apaan nih."
"Gak tau tapi liatnya aja udah serem banget ." ucap salah satu teman nya yang merasa meriding.
"Pergi aja , mending kita nyusulin ke pemakaman."ucap rekan nya lagi .
Klontang..
Brakk...
Saat kedua orang itu hendak pergi mereka di kagetkan oleh sebuah suara hingga mereka membalikan badan nya dan kedua pria itu terpaku dengan sesuatu yang di lihat nya
__ADS_1
......