
Jangan lupa like , komen and Vote ya manteman untuk medukung cerita ini.Thanks.
Happy Reading
......
Flashback on
" Aki ada apa ini ki?" tanya bu Emi panik saat melihat dukun yang di mintai bantuan untuk lepas dari jerat perjanjian malah tergeletak kejang-kejang di lantai juga lumuran darah yang keluar dari mulut sang dukun , pak Sugi juga tak kalah paniknya kala angin berhembus kencang menghancurkan setiap barang yang ada di ruangan hingga memporak-porandakan seisi ruangan.
"Aki ti-tidak bisa membantu." ucap aki dengan terbata-bata .
Yah setelah cukup lama aki mengerahkan kekuatan nya ia tetap tak bisa mengalahkan kekuatan gaib yang begitu besar.
" Tapi ki , bagaimana dengan kami ? " tanya Bu Emi histeris , ia tak mau mati . Ia masih ingin menikmati harta kekayaan yang sudah melekat dalam hidupnya selama ini.
"Pak gimana ini pak , ibu gak mau pak." bu Emi mengguncang lengan pak Sugi yang juga mersa kelut dan buntu , disaat seperti ini ia hanya mengingat nama anak gadisnya . Bagaimna nasib putrinya setelah ini ? ia berharap semoga fikiran buruk nya tak akan pernah terjadi pada putri semata wayangnya itu.
" Kalian bawa keris ini dan pergi dari sini." Aki memberikan keris saktinya , ia memegang dadanya yang mulai terasa sesak.
" Cepat pergi." ucap aki lemah .
"Makasi ki." pak Sugi dan bu Emi segera pergi dengan mengendari mobil .
Perasaan was-was begitu menghantui keduanya namun pak Sugi tetap menjalankan mobilnya menjauh dari rumah aki Darman , ketika mobil terus melaju entah mengapa pengelihatan pak Sugi terus berputar pada makhluk menyeramkan , kedua tangan dan kakinya tak bisa ia kendalikan hingga mobil yang di kemudikannya menabrak pembatas jalan hingga terguling dan berakhir di sungai yang curam.
"Ayu." lirih pak Sugi sedang bu Emi yang lukanya sangat parah bahkan wajah yang seperti sudah tak dapat di kenali lagi telah tewas seketika.
Flashbck Of
....
"A-apa itu."
__ADS_1
Bayangan menyeramkan juga suara-suara aneh membuat kedua pria itu ketakutan dan lari terbirit-birit .
"Setann .. ada setan di sana." teriak mereka.
Sedang di salah satu ruangan di rumah besar itu tampak gadis cantik masih setia memejmkan matanya , dalam mimpi ia melihat kedua orang tuanya namun yang membuatnya menangis histeris saat melihat keduanya di siksa dengan pakain compang-camping dan luka di selujur tubuh mereka.
Ayu dengan sekuat tenaga berusaha berlari dan menggapai namun seakan ada benda tak kasap mata yang membuat mereka terpisah dan tak bisa bersama.
"Ibu kalian mau kemana? Ayu ikut." isak tangis Ayu tak tertahan.
" Nak pergi dari sini , ini bukan tempatmu , maafkan kami nak." ucap mereka seiring dengan bayangan tubuh yang menghilang dengan raga yang terlihat lemas dan kuyu.
"Tidak jangan tinggalin Ayu.."
"Tidakkk!!"
Dengan nafas berlomba-lomba Ayu terbangun dari tidurnya.
" Aku mau ketemu bapak sama ibuk , mereka gak mungkin ninggalin Ayu sendiri kan ?"
....
Saat sampai di pemakaman terlihat semua orang yang tengah membacakan doa untuk kedua mayat yang baru saja di kuburkan , Ayu berlari memndekat dan melihat nisan atas nama kedua orang tuanya membuatnya tak tahan untuk menumpahkan tangisnya.
Para warga ada yang merasa iba tapi tak sedikit pula yang memandang sinis , mereka senang karna tak akan ada lagi yang mampu menyaingi kekayaan mereka juga sikap sombong dan perkataan pedas orang kaya baru itu kadang membuat mereka merasa terhina dan semakin menaruh benci kepada dua manusia yang baru saja di kebumikam.
"Nak , kamu harus kuat . Ikhlaskanlah kepergian kedu orang tuamu." Nasehat ustadz kepada gadis belia yang tampak sangat tak rela , Ayu terus memeluk bergantian nisan kedua orang tuanya tanpa memperdulikan orang-orang yang mengerumuninya.
" Iya ndok , ini ujiam bagi kamu , yang sabar ya." seorang ibu berucap ramah seraya menepuk lembut pundak Ayu yang masih sesegukan.
Proses pemakaman berjalan lancar dengan para warga yang mulai pergi satu-persatu meninggalkan dirinya yang masih betah memandangi gundukan tanah bertabur bunga dengan pilu.
Setelah puas , Ayu dengan langkah berat melangkahkan kakinya menuju tempat peristirhatan , langit yang tampak mendung juga tak memungkinknnya untuk lebih lama lagi berada di area pemakaman seolah langit ikut bersedih untuknya.
__ADS_1
" Kenapa bapak dan ibuk pergi dengan cepat ." Ayu bergumam lirih berjalan menyusuri jalan tanpa memperdulikn guyuran hujan yang menerpa tubuh ringkihnya.
....
Keesokan harinya Ayu termenung dengan tatapan kosong , entah apa yang akan ia lakukan . Semua terasa berbeda dan seakan semangat hidupnya di cabut paksa dan tak menyiksakan secuilpun .
Tok tok tok...
Ketuakan pintu membuyarkan lamunan Ayu , dengan langkah pelan Ayu berjalan membuka pintu dan melihat wajah panik mbok Jum .
" Non sebaiknya non segera pergi dari sini non." Mbok Jum berbicara cepat dengan raut wajah takut panik campur aduk menjadi satu.
" Ada apa mbok? tanya Ayu.
" Non para warga mengamuk dan hendak kemari , non saat ini dalam bahaya jadi non harus segera pergi dari sini.
" Tapi kenapa mbok ? Kenapa mereka marah?" tanya Ayu tak mengerti , apa ujian ini belum berakhir . pikirnya.
" Mbok juga gak tau pastinya , yang terpenting sekarang non harus menyelmatkan diri . Ingat !non harus pergi sejauhnya agar warga gak nemuin keberadaan non."
Mbok Jum dengan cepat menyiapkan bekal secukupnya untuk Ayu dan mengarahkan gadis itu untuk keluar dari pintu belakang , riuh para warga terdengar membuat Ayu dengan cepat pergi walau ada drama haru dan tak tega meninggalkan mbok Jum sendiri namun mbok Jum dengan memohon meminta Ayu untuk pergi hingga Ayu pun pergi dengan prasaan berkecamuk di dadanya.
" Selamat tinggal ." lirih Ayu dengan kaki yang terus berlari sekuat tenaga menjauh dari kejaran para warga yang tadi sempat melihatnya. Tubuh mulusnya terdapat luka akibat lemparan batu yang mengenainya.
" Hei , dasar penganut sesat ." teriak warga dengan amarah yang membuncah.
" Kau juga harus mati."
" Jangan lari kau."
Berbagai teriakan yang semakin membuat Ayu ketakutan hingga arah pandangnya tertuju pada hutan rimbun dengan sejuta misteri , Ayu dengan memberanikan diri segera memasuki hutan larangan yang tak akan ada warga yang berani memasukinya .
.......
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Salam Lucky