
Happy Readingā¤
Seharian gadis itu menghabiskan waktunya dengan ditemani oleh Wilson keduanya tampak berjalan-jalan di pasar tradisional dan membeli berbagai macam makanan yang dilihat Ayu menarik.
Mereka begitu lepas seakan tak memikirkan keesokan harinya akan terjadi perang antar kedua kerajaan.
"Hei tuan tampan kau tampak bagus dengan pakaian ini."ucap Ayu memeperhatikan penampilan keduanya yang memakai pakaian rakyat biasa.
Wilson menoleh dan tersenyum. "Jangan banyak bicara dan fokus saja pada cemilanmu itu."Ayu terus saja memasukan bola-bola yang di tusuk dan memakannya dengan antusias sedang tangan satunya juga terisi penuh plastik makanan.
"Emm kau mau ini sangat enak,kenapa tidak dari dulu saja aku pergi kesini ya."gumamnya yang baru pertama kali melihat pasar dengan jajanan di jual sepanjang jalan juga bola lampion yang di gantung semakin membuat susana sangat menyenangkan.
"Sekarang kau sudah menikmatinya lebih baik kita kembali atau kita akan terjebak di malam hari."
"Eh kita pesan makanan itu dulu ya."pintanya dengan wajah memelas menunjuk kue dengan aneka warna dengan harum yang sedari tadi terasa menggoda.
Wilson menatap tak percaya pada gadis di sampingnya yang tak merasa puas mencicipi makanan. "Lagi?Hei nona apa kau akan mencoba semua makanan ini,lihatlah kau sudah banyak membelinya."Wilson menunjukaan kedua tangannya yang juga tengah menenteng bungkusan makanan dan tentunya itu milik gadis itu.
Ayu melipat bibirnya namun matanya mengerjap-ngerjap lucu pertanda keinginannya harus dituruti,Wilson memghembuskan nafas lelah dan hanya menganggukan kepala.Ayu tersenyum senang dan segera berjalan cepat menuju penjual kue itu,Wilson mengikuti layaknya pengawal setia untuk si nyonya kecil yang terlihat seperti anak kecil namun itu membuat pria itu senang dapat melihat senyum dan keceriaan gadis itu.
"Aku selalu berharap kau terus tersenyum seperti itu."batinnya entah mengapa ia selaku merasa nyaman dan ingin melindungi gadis itu setiap saat.
Beberapa saat setelah Ayu menuntaskan keinginannya untuk menjajah semua jenis makanan tanpa sadar jika matahari sudah tenggelam berganti dengan rembulan.
"Hari sudah gelap."ucapnya melihat sekelilingnya.
"Hmm dan itu semua karenamu nona kecil,kita akan mencari penginapan di sekitar sini."ucap Wilson pria itu menatap malas Ayu yang hanya menyengir tanpa dosa,memang ini salahnya yang begitu keasikan hingga lupa waktu.
__ADS_1
"Baiklah maafkan aku tuan raja aku tak akan memgulanginya lagi."ucap Ayu lesu.
"Hmm jika ada lain kali."
"Apa maksudmu? Hei tenanglah lain kali aku yang akan mentraktirmu sebagai tanda maafku, bagaimana?"
Keduanya mulai mencari penginapan dan mereka mendapatkannya denga dua kamar terbaik.
.....
Diistana,ruang kerja tuan Berry.
"Tuan sebagian para mentri berpihak pada kita namun sebagian lagi mereka menolak."lapor seorang bawahan pada pria paruh baya yang terdiam dengan dokumen yang baru saja di berikan padanya.
Pria paruh baya itu tersenyum sinis membayangkan tujuannya sudah ada didepan mata.
Setelahnya Berry tertawa,ia tertawa pada kebodohan raja yang mereka anggap hebat namun mampu ia kelabui hingga selama ini. "Ck dasar bodoh,setelah aku mendapatkan semuanya aku akan menunjukan padamu di mana tempat seharusnya kau berda."
Berry kembali melirik dokumen yang tadi di berikan pada putrinya membuatnya memincing dan melempar kembali dokumen itu hingga berhamburan.
"Ck Anggela masih tak bisa menjalankan tugasnya,aku akan lihat sampai mana kalian akan berpihak pada pria angkuh itu."gumamnya dengan seringai licik.
"Bima sialan itu entah bagaimana caranya agar dia mau membuka mulut,aku muak dengannya."Berry berbicara dengan wajah mendongak menatap langit seakan melihat wajah-wajah musuhnya.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka dengan keras,Berry tau siapa yang datang dengan cara seperti itu siapa lagi jika bukan putri manjanya yang selalu mengadu ini dan itu.
"Ayah..!"Anggela berjalan ddngan mengehentakkan kakinya kesal juga wajah masamnya.
__ADS_1
"Apa lagi hmm?"Berry mendekat melihat wajah putrinya ditekuk,entah apa lagi yang akan putrinya adukan kali ini.
"Apa ini soal Ken?"Tanya Berry dengan mengerutkan kening dan Anggela mengangguk masi dengan wajah kesalnya.
"Ayah beberapa hari terakhir aku tak melihatnya berada diistana,kemana perginya dia juga budak sialan itu menghilang di waktu yang bersamaan aku tak mau tau ayah harus membantuku untuk menemukan mereka."ucap Anggela.
"Putriku kau tau kerajaan sedang ada konflik dan pasti raja sedang mencari jalan keluar sedang budak itu kenapa kau begitu takut hanya karna seorang budak,tenanglah kau lebih dari dia dan jangan lupakan jika kau dan Ken sudah dijodohkan sedari kecil."ucapnya mencoba menenagkan putrinya.
"Tapi tetap saja ayah,apa ayah tau sikap Ken semakin dingn dan itu pasti karna gadis sialan itu,ayah apa aku bisa memintamu untuk melenyapkan budak itu?"Anggela menatap penuh harap pada pria yang selama ini selalu memberikan apa yang ia mau tanpa penolakan.
Berry menatap putrinya. "Kenapa kau meminta ayah untuk melakukannya bukankah kau sendiri cukup mampu untuk itu?"Angela berdecak mendengarnya.
"Aku sudah sering mencobanya ayah tapi entah mengapa kekuatanku tak bisa menembusnya seperti ada yang melindunginya."jelasnya,Anggela kembali mengingat dan menceritakan semua usahanya yang ingin melenyapkan Ayu bahkan ia semakin gencar melakukan itu saat gadis itu kembali setelah beberapa hari menghilang namun ia selalu gagal dan itu membuatnya semakin benci pada Ayu.Tak sampai disitu saat Ayu tengah terlelap di malam hari ia memerintahkan orang bayaran untuk membunuhnya dengan meletakkan asap beracun namun saat di pagi hari ia mendapati gadis itu dalam keadaan bugar dan selalu saja begitu.
Berry menganggukan kepalanya mendengar cerita putrinya dan ia bisa menyimpulkan jika gadis yang dimaksud itu ada yang melindungi.
"Hmm apa kau tak merasa jika gadis itu memiliki sesuatu? Dia itu manusia biasa dan pasti tak akan bisa jika melawan kekuatan bangsa kita."Berry bertanya setelah mendengar cerita putrinya dan ia juga penasaran akan gadis itu.
"Entahlah ayah aku hanya ingin dia lenyap."ucap Anggela.
"Akan ayah pikirkan sebaiknya kau keluar dari sini akan sangat berbahaya jika mereka mengetahui kau sering kesini."ucap Berry memperingatkan putrinya pasalnya ia merasa seseorang tengah mengawasinya dan itu bisa berakibat fatal jika semua rencana yang sudah ia susun hancur berantakan.
Anggela mengangguk dan keluar dengan santai seperti biasanya.
......
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1