Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Pohon Mangga


__ADS_3

Happy Reading❤


"Huh seenaknya saja dia melarangku pergi memngnya dia itu siapa."Sepanjang langkah Ayu terus menggerutu dan sesekali kakinya menendang yang dilewatinya untuk melampiaskan kekesalannya.


Setelah berhasil keluar dari ruangan kakek Bima gadis itu terus berjalan tak tau apa yang ditujunya hingga ia hanya berputar-putar.


"Kusumpahin dia kena sial."ucapnya dengan raut wajah kesalnya.


Tak..


"Sshh siapa sih ini ."


memegang kapalanya yang baru saja terkena timpukan ,Ayu mengambil batu kecil yang menjadi tersangka utama hingga tatapannya mengarah pada bocah laki-laki yang berdiri kaku tengah menggenggam batu.


"Hei anak kecil jangan kabur."Ayu mengejar bocah tadi yang terlihat ketakutan.


Hap.


Bocah itu tak bisa kemana-mana saat tangannya dicekal tatapannya mengiba minta dilepaskan.


"Kaka maaf aku tak sengaja ..tadi aku ingin mengambil mangga itu."ucapnya dengan tangan mengarahkan pada buah mangga yang mengantung di atas pohon.


"Kaka tolong lepaskan aku."Suaranya begitu terlihat jika anak itu begitu ketakutan dengan mata menatap awas sekitarnya.


Ayu berjongkok menyamakan tingginya dengan bocah yang semakin menunduk."Kenapa kau menunduk ?Apa aku terlihat sangat menakutkan hmm."bocah itu mengangkat kepalanya dan menggeleng.


"Tidak ,kakak cantik."ucapnya membuat Ayu tersenyum melihat kepolosan bocah yang kira-kira berumur lima tahun itu.Kekesalannya sekana menguap melihat bocah yang terlihat menggemaskan baginya.


"Lalu kenapa kau lari ,tenanglah kakak bukan orang jahat jadi kau tak perlu takut."Ayu mengacak gemas rambut bocah itu yang mulai tenang.


"Tapi kak nanti yang mulia raja akan menghukumku jika tau juga ibuku yang ....."


Belum selesai bocah itu bicara seorang wanita paruh baya nampak lari tergopoh menghampiri keduanya . "Nona maaf jika putraku berbuat salah denganmu saya akan menghukumnya agar tak melakukan kesalahan itu lagi."ucap wanita itu sedang bocah itu menunduk takut.

__ADS_1


"Dante minta maaf pada nona ini."bocah bernama Dante itu menatap Ayu yang melihat interaksi keduanya.


"Ibu tidak perlu marah padanya, aku hanya ingin bermain dengannya jadi santai saja."Ayu tersenyum pada wanita itu.


"Tapi anak saya tadi telah melukai anda nona."ucapnya takut ,ibu itu yang tengah bekerja dikagetkan oleh temannya yang mengatakan jika putranya tengah membuat ulah dengan gadis yang mereka tau milik raja mereka.Wanita itu tentu panik takut jika putranya akan terkena hukuman dari raja yang terkenal akan kekejamannya.


"Saya tidak apa-apa bu ,saya ingin bermain dengannya apa boleh."Wanita itu mentap Ayu yang menatapnya dengan senyum membuatnya sedikit lega.


"Oh iya nona anda tak perlu meminta izin soal itu."


Setelah pembicaraan itu Ayu kini tengah duduk di sebuah ayunan di bawah pohon besar dengan bocah kecil yang juga duduk didekatnya.


"Jadi kenapa kau setakut itu tadi? Tak usah takut kakak juga tak suka makan dagingmu."


Dante yang tadinya melirik kini menatap kakak cantik di sampingnya. "Ibu bilang kakak cantik itu calon ratu kami jadi ..."


"Uhukk.."Ayu tersedak air liurnya mendengar ucapan itu , apa katanya tadi ratu.


"Apa maksudmu?"


"Bagaimana bisa mereka mengira aku ini calon ratu ,apa mereka berfikir jika aku dekat demgan raja angkuh itu hih amit-amit."batin Ayu kesal dengan pemikiran para penghuni di istana ini


"Eh tunggu-tunggu kenapa mereka bisa menyimpulkan begitu ? aku merasa tak pernah mendengar pemgumuman soal ini sebelumnya."batinnya lagi yang merasa bingung.


"Kak ,kenapa kakak melamun ? apa kakak cantik merindukan raja."Ayu mendengus ,bocah kecil ini ternyata cabe rawit juga.


"Hei bocah kakak itu tidak memiliki hubungan apa-apa dengan rajamu itu jadi jangan bicara soal itu lagi lagian kau ini masih sangat kecil jadi berhenti memikirkan soal itu hmm."


"Hmm baiklah ,aku tak akan membicarakannya lagi."Dante mengangkat dua jarinya membentuk huruf V dengan cengiran kudanya.


"Uhh kau lucu sekali sih."Ayu menguyel-nguyel pipi bakpau Dante yang pasrah saja di perlakukan sepertu itu.


"Oh ya tadi kau bilang ingin mangga kan ,mari kita ambil buang mangga itu."Ayu merik tangan Date menuju pohon mangga tadi ,mereka melihat buah yang menggantung sungguh menggoda selera dengan kulit berwarna kuning keemasan. Mangga goib ya guys😄

__ADS_1


"Duh jadi ngiler."gumam Ayu . " Hei apa yang kau lakukan?" Dante yang tengah memunguti batu terhenti saat mendengar Ayu menegurnya.


"Dante sedang mengumpulkan batu unuk melempar mangga itu."ucapnya polos.


Ayu menggelengkan kepalanya. "Jangan pakai itu bisa-bisa kepala orang benjol nanti kena batu milikmu."


Dante melepaskan batu-batu itu . "Terus gimana cara ambilnya."


"Kau tenanglah kakak akan mengambilnya kau tinggal menunggu di bawah ok."Ayu mendekat pada batang pohon maangga dan tersenyum ,gdis itu mulai memanjat tanpa perduli jika aksinya itu dilihat oleh para pelayan maupun pejabat istana yang ia perdulikan saat ini bagaimana caranya buah mangga segar itu berda di tngannya dan membayangkan itu semakin membuatnya bersemangat untuk menjat lebih tinggi.


"Untung aja ada pijakan ,duh banyak banget. "Ayu mulai menjatuhkan buah mangga dan dengan antusial bocah kecil itu memunguti dibawah sana.


Setelah dirasa cukup Ayu hendak turun dari atas namun pikakan yang salah membuatnya tak bisa menyeimbangkan tubuhnya hingga kakinya terpeleset dan ...


Aaaa...


HAP


Ayu yang tadi memejamkan matanya perlahan membuka kelopak matanya hingga netra indah miliknya bertubrukan dengan netra elang yang sangat di kenalnya.


"Aaaaa tuan ."Ayu yang sadar akan posisinya ingin segera turun namun kedua tangan kekar itu semakin menguat membuat gadis itu kesulitan untuk bisa lepas dari pria arogant itu.


"Tuan tolong lepaskan aku."Ayu memohon namun tak diindahkan oleh Keen.


"Gadis ceroboh ,turun saja jika ingin kakimu kupatahkan ."Keenan berjalan dengan Ayu yang berada digendongan pria itu ,sepanjang jalan para pelayan maupun pekerja melihat kearah mereka mmebuat Ayu malu namun tak bisa berbuat apa-apa.


"Tuan ,aku ingin turun dan bocah kecil itu..."


"Diamlah kau kecil tapi cerewet selaki."Suranya datr seperti biasa membuat Ayu semakin tak betah berlama-lama.


"Yatuhan mau dibawa kemana aku ini."batinya berdoa dalam hati agar pria itu tak berbuat macam-macam padanya.


.....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


Like komen Votenya ya man teman😄


__ADS_2