Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Tiga Puluh


__ADS_3

Happy Readingā¤


Seorang gadis tampak terus memantau menatap tenda besar dari atas pohon dengn jenuh,sedari sore ia memulai misinya namun sepertinya ia nasih tak mendapatkan kesempatan itu.Matanya mulai redup dengan tangan kecilnya yang terus menutup mulutnya yang sedari tadi terus saja menguap.


Ayu mencebikan bibirnya kesal dengan wajah yang di topangkan pada tangan kecilnya. "Duh dari tadi kok berhenti sih gimana mau masuk coba."gumamnya ia berfikir jika menghabisi para prajurit maka itu akan mengundang perhatian dan akan membuatnya berda dalam masalah.


"Aiss kok gak kepikiran sih,hmm dia bilang kalung ini bisa ngebantu."Ayu memukul pelan kepalanya yang baru saja terpikirkan soal kalung ajaibnya.Dengan pelan ia mulai memejamkan matanya dan mengucapkan keinginannya.


....


Gelap,itulah kata yang muncul dalam otaknya saat ia tak bisa melihat sekelilingnya,gadis itu melangkah dengan pelan tangannya meraba keseluruh benda yang dilewatinya dengan sangat perlahan hingga sesuatu yang membuat tubuhnya menegang saat ia merasa bukan benda mati yang ia sentuh,Ayu dengan keberaniannya terus menggerakan tangannya dan semakin yakin dengan apa yang dipikirkan.


"Tamat sudah."bantinnya mengumpat kesal dengan mata memejam.


Tak.


"Kau datang."suara bariton seorang pria namun terdengar lembut membuat Ayu membuka matanya perlahan menatap pria dengan tubuh kokok berdiri dihadapannya tak lupa senyum menawan yang selalu menghiasi saat bersama dengannya.

__ADS_1


"Kau terkejut."Wilson bertanya melihat wajah gadis didepannya yang terlihat gelisah dengan bola mata yang berputar kesegala arah mencari alasan yang tepat.Sial sekali ia merutuki dirinya yang terlalu menganggap remeh pria yang selama ini terlihat santai membuatnya yakin jika ia bisa menyelesaikan misi dalam satu malam saja.


Wilson tersenyum menatap gemas pada gadis kecil ia dapat menebak apa yang ada di dalam otak kecilnya membuatnya ingin sekali tertawa dengan semua rencananya. "Ck gadis kecil kau selalu saja terlihat menggemaskan,aku tak tau kenapa Keenan mengirimu jika itu aku,tak akan kubiarkan di memasuki wilayah musuh dan sekarang aku sangat menginginkannya."batinnya


"A-Aku ..aku tak sengaja masuk ketempatmu,sepertinya aku tersesat."ucapnya dengan senyum canggung dan jangan lupakan otaknya yang berusaha berbutar mencari jalan keluar.


"Gadis bodoh kenapa dengan wajahmu?Apa aku semenyeramkan itu hmm."Pria tampan itu tersenyum dan memdudukan tubuhnya pada kursi tak jauh darinya.Ayu menatap bingung pada pria yang tak marah sama sekali walau ia tau pria dihadapannya memiliki sikap hangat saat pertemuan mereka terakhir kali namun kini ia merasa tengah menjadi penjahat bagi pria itu namun nyatanya ia sama sekali tak merasa terusik dan tetap terlihat santai. "Apa ini,kenapa dia masih saja terlihat baik padaku.Apa yang diucapkan raja sialan itu bohong."batinnya saat memgingat semua cerita keburukan yang kelur dari bibir pria yang selalu memerintahkan padanya.


"Sudah lama sekali,kau akhirnya kembali lagi."ucap Wilson,tangannya sibuk menuang minuman dan menyerahkan pada gadis cantik itu.


Ayu menerima cawan dan muali bersikap santai pada pria yang ia tau sebagai seorang raja dan baik padanya.


"Ck untuk apa aku marah bahkan aku sudah menunggu terlalu lama sejak kau hilang begitu saja.Apa telah terjadi sesuatu padamu?" tanya Wilson.


"Hmm maaf,aku juka tak tau kenapa aku bisa menghilang begitu saja,oh ya boleh kutau kenapa kau membangun tenda disini?"Ayu bertanya untuk memgalihakn pertanyaan pria itu.


"Baiklah itu tak penting sekarang,kau sudah kembali dan aku senang akan hal itu."

__ADS_1


Keduanya terlihat mengobrol santai seperti saat pertama kali mereka bertemu sesekali gadis itu tertawa saat merasa lucu dengan cerita pria tampan itu hingga malam benar-benar larut dan gadis itu kembali menguap.Bahkan ia sekan lupa dengan rencara awal ia datang ketempat itu.


"Istirahatlah,aku tau kau sudah sangat mengantuk sejak tadi."Wilson menunjuk ranjang miliknya dan menatap wajah gadis kecil itu yang terlihat ragu namun matanya sudah hampir meredup untuk terbuka.


"Tapi.."


"Aku tak akan berbuat macam-macam padamu,kau bisa mempercayaiku."potong Wilson yang berusaha meyakinkan.


Ayu yang sudah tak kuat untuk menahan kantuk lebih lama pun dengan perhalan mulai membaringkan tubuhnya di ranjang empuk dengan selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya di tengah rasa dingin,gadis itu memejamkan matanya seakan telah berdamai dengan mimpi indahnya.


Wilson mendekat menatap lekat wajah yang selalu terbayang,disentuhnya lembut helai rambut yang menutupi wajah manisnya.


"Kau sangat kelelahan sepertinya,tidurlah."sebuah kecupan singkat ia berikan di kening dan kembali merapikan selimut gadis kecil itu.


Cukup lama Wilson berdiri dengan mata tak berpindah. "Ck kau mengirim seorang gadis kecil untuk melancarkan aksimu."desisnya dengan kepalan tangan yang menguat seiring dengan puingan dendam yang kembali berkobar.


.....

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2