
"Apa yang tuan lakukan tadi?Apa tidak melihat jika nona Anggela terlihat marah."ucap Ayu menatap pria yang menjadi tuannya.
Keenan tampak santai tak ambil pusing dengan gerutuan budak kecilnya yang semakin berani saja sejak kepergiannya . "Heh untuk apa aku memikirkannya, yang kau tau tugasmu tak akan lama lagi dan saat itu tiba aku harap kau tak akan mengecewakanku."ucap Keenan menatap tajam gadis di depannya yang seketika menciut.
"Baiklah aku tak akan mengecewakanmu tuan,anda tenang saja."ucap Ayu
Ayu menatap pria dingin itu yang beranjak pergi padahal masih banyak yang ingin ditanyakannya tapi seperti biasa tuannya ini sama sekali tak bisa jika diajak bicara panjang lebar. "Huh,dia suka sekali main pergi begitu saja,"Ayu yang juga hendak pergi dan berbalik dikejutkan dengan keberadaan nona Anggela yang berdiri menatap tajam dirinya dan jangan lupakan dua pelayan setianya yang juga menatapnya remeh.
"Ck mau apalagi mereka,tidak tau apa jika aku sudah sangat mengantuk."bantin Ayu menggerutu dan melengos begitu saja tanpa menghiraukan keberadaan mereka yang semakin geram.
Grett..
"Mau kemana kau? Urusan kita belum selesai."
__ADS_1
Ayu menatap pergelangan tangannya yang di cekal oleh nona Anggela bahkan cekalan itu terasa semakin menguat hingga ia meringis dan menyentak kasar tangannya.
"Berni kau lakukan itu padaku."desisnya menatap penuh amarah pada gadis yang dianggapnya tak ada apa-apanya di bandingkan dirinya yang terlihat sempurna dari setiap sudut.
"Maaf nona,tapi saya rasa kita tak memiliki urusan dan saya sedamg terburu-buru."ucap Ayu yang kembali membalikan tubuhnya namun kembali kedua pelayan itu menghalangi langkahnya membuat Ayu kesal dan pertarungan antar mereka tak dapat terhindarkan sedang Anggela menonton pertunjukan dimana ledua pelayannya tengah menyerang gadis kecil yang dianggapnya sebagai hama. "Ck kau tak mungkin bisa melawan kedua pelayanku.Anggela tersenyum sini kala melihat Ayu tampak kepayahan menghadapi kedua pelayannya.
Brughh..
Tubuh gadis itu terpental dan kedua pelayan tertawa senang
"Baiklah mari kita mulai."Ayu untuk sesaat mengamati setiap gerakan mereka dan setelah mengerti ia mulai menyusun strategi dan mulai menyerang keduanya hingga beberapa waktu Ayu berhasil mengalahkan keduanya dan pergi dari sana tanpa menghiraukan umpatan dari seorang nona yang selalu mencari masalah dengannya dengan alasan yang tak masuk akal menurutnya.
....
__ADS_1
"Huh dasar nenek lampir ,kenapa dia suka sekali memcari masalah denganku.Lagian tak mungkin aku merebut raja,ketemu aja belum."
Sepanjang jalan Ayu terus menggerutu dan melampiaskan kekesalannya dengan menendang segala yang dilewatinya.
Bugh..
"Astaga bunyi apa itu."gumam Ayu saat telinganya mendengar sesuatu berbunyi tak jauh darinya.
"Ah mungkin aku salah dengar."Ayu kembali melangkah namun beberapa saat ia merasakan kakinya sulit digerakan dan menjadikannya seperti patung.
"Apa ini,kenapa dengan tubuhku?"Ayu terus berusaha menggerakan tubuhnya namun tak bisa.
"Kau yang melakukannya."Seorang pria berwajah datar dengan rambut putih menatap tajam gadis didepannya dengan balik kayu kecil ditangannya.
__ADS_1
Ayu menatap pria yang tak asing , "Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana?"Ayu berusaha mengingat namun kembali suara dingin itu menghentikannya.
....