
Ayunda
Gadis manis dengan segala sikap ramahnya memiliki postur tubuh mungil dengan lekuk tubuh indah. Mata bulat dengan pipi yang sedikit cuby juga bulu mata lentik , ia selalu berbuat baik bahkan pada orang yang menyakitinya hingga setiap orang yang mengenalinya tak akan tersakiti dengan kata-kata yang keluar dari bibirnya.
Keenan
Raja dari bangsa demit ( kerajaan Avalor) , memiliki paras tampan dan tubuh yang begitu di gilai oleh kaum hawa. Namun semua itu tak sesuai dengan sikap perilakunya yang bagaikan iblis. Tak ada kata manis karna yang kekuar dari bibirnya , Keenan begitu di segani karena kekuasaan dan kekuatannya yang begitu besar. Sama seperti para bangsa lelembut lainnya ia juga pecinta **** dan memiliki beberapa pelayan yang khusus untuk melayaninya juga menjadikan budak-budak sebagai pemuas nafsunya.
Anggela
Wanita dari bangsa demit yang sedari dulu mengagumi ketampanan Keenan dan merupakan salah satu wanita yang menghangatkan ranjang Keenan juga putri dari petinggi kerajaan.
Wilson
Pria tampan juga memiliki kekuasaan yang hampir menyetarai kerajaan Keenan , musuh bebuyutan Keenan dan memiliki sifat bengis dan licik tak beda jauh dari pemimpin kerajaan Avalor.
.......
Ruangan yang sama saat ia terbangun pertama kali , setelah seharian ia pingsan gadis itu akhirnya membuka matanya dengan perlahan.
"Huftt.." Ayu memegangi kepalanya yang terasa berdenyut , ia mengehela nafas lelah saat ia terbangun di tempat yang sama untuk kesekian kalinya.
"Aku pingsan lagi." ucapnya lirih , ia meringis merasakan perih kala luka-luka itu bergesekan akibat pergerakannya.
Semua beban dan pernderitaan yang ia dapatkan membuatnya tak tahan dan berkeinginan untuk segera pergi dari tempat terkutuk itu , tanpa tau jika dunianya saat ini tak lagi sama.
Dengan tekad yang kuat Ayu berusaha sekuat mungkin menyeret kedua kakinya , melihat keadaan yang memungkinkannya untuk kabur membuatnya menghela nafas lega.
Ayu berjalan tanpa arah , bangunan ini tampak besar dengan pilar-pilar yang berdiri kokoh sebagai penopang , sudah banyak pintu yang berusaha ia buka namun tak satupun yang dapat ia lihat akibat terkunci.
"Dimana pintu keluarnya." Ayu rasanya begitu lelah karna setiap pintu yang ia temukan selalu terkunci seakan tak memberinya celah.
Tap tap tap ....
__ADS_1
Ayu terdiam saat mendengar suara langkah kaki , matanya tertuju pada sebuah guci besar di sudut lorong dengan tertatih-tatih ia segera menuju kesana , namun langkah kaki itu terus saja mendekat membuat tubuh Ayu gemetar ketakutan. Bayangan tubuhnya dicambuk membuatnya memilih ancang-ancang untuk kabur.
Srak..
Melihat pria berpakaian seragam prajurit lengah , Ayu dengn segera berlari menjauh hingga ia bisa keluar dari bangunan tadi namun saat ia lebih bibgung kala tak juga menemukan pintu keluar dan langkah lakinya mengarahkannya pada sebuah bangunan yang terlihat lebih besar dan megah dari sebelumnya . Prajurit di belakang sana yang telah menyadari kepergiannya terus mengejar namun mereka tiba-tiba menghentikan langkah kakinya saat sadar bahwa tak sembarang orang dapat memasuki bangunan luas nan megah itu.
"Bagaimana ini , kalau sampai budak itu berlari kesana kita semua bisa habis."
" Tapi kita tak bisa memasuki kawasan ini."
"Apa kita laporkan saja pada panglima Yash." usul prajurit lainnya.
"Apa kau mau panglima memenggal kepalamu karna itu."
Para perajurit itu tampak kebingungan dan mulai mencari solusi dari permasalahan ini.
.....
Sementara di tempat lain , Ayu terus berlari hingga ia melihat pintu besar berukiran naga emas dan tanpa pikir panjang ia segera masuk berharap prajurit tadi tak menemukannya di sini.
Dengan tergesa Ayu menutup pintu kamar dengan lapisan emas itu lalu menyandarkan tubuh ringkihnya masih dengan degupan jantung yang berpacu kencang setelah aksi kejar-kejaran hingga membuatnya terdampar di sebuah ruangan.
Setelah berhasil menguasai dirinya , ia mengedarkan pandangannya dan melihat ruangan luas dengan perpaduan warna merah dan hitam , tampak menyeramkan namun terlihat berkelas.
Wuss...
Gorden tampak melambai-lambai dari dekat jendela , minimnya penerangan membuat pergerakan Ayu terhambat namun ia mencoba memberanikan dirinya untuk mendekat.
Srak...
Gorden itu tiba-tiba saja menggeser dengan sendirinya membuat rasa takut melingkupi dirinya.
Klontang...
__ADS_1
Brugg..
"Siapa disana?" namun tak ada jawaban , Ayu menatap waspada kesegala arah ia berfikir jika ia sudah salah masuk ruangan.Keringat dingin memenuhi dahi Ayu yang dengan perlahan berjalan kearah pintu .
Ssssss..
Suara desisan semakin membuatnya tak karuan dan memutar knop pintu tapi .
"Terkunci." gumamnya , Ayu seketika membalikan badanya kala suara benda-benda itu kembali terdengar.
"Hiks hiks hiks ..Siapa kamu ?" Ayu terisak dengan menutup kedua telinganya dan menyembunyikan wajahnya pada kedua lututnya , saat ini ia tengah duduk di pojok ruangan.
Krett...
Slup...
Prank..
Pot berukuran sedang tiba-tiba saja hampir mengenai tubuh Ayu namun benda itu jatuh tepat di hadapan gadis itu seakan ada yang menahannya.
Ayu merasakan benda itu jatuh tepat di hadapannya juga suasanya yang tiba-tiba terasa hening tanpa ada suara-suara lagi.
Perlahan Ayu melepaskan tangannya yang menutup erat telinganya dan membuka matanya.
Degh...
Mata merah darah itu menatap dirinya seakan siap membakarnya hidup-hidup namun suaranya seakan terlelan di tenggorokan hingga ia tak bisa berteriak meminta tolong.
"Siapa kau?" Suara berat namun terdengar mengerikan keluar dari sosok yang berdiri namun wajahnya tak terlihat jelas.
....
Tinggalin jejaknya ya kawan.
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Salam Lucky