Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Kemusnahan Berry


__ADS_3

Happy Readingā¤


"Keluar!!Siapa yang berani mengacaukan upacara ini."Berry menatap sekelilingnya dengan rahang mengeras.


Srett...


"Sial !Siapa kau."Berry menyentak kasar lengan jubahnya yang tertancap anak panah hingga membuat tubuhnya terbentur tembok di belakangnya.


Brakkk...


Pintu terbuka kasar ,sosok pria dengan julukan dewa perang itu berdiri menatap semua yang ada di ruangan .Mereka terdiam seakan memembeku ditempatnya melihat pria berkuasa dengan segala kekejamannya tengah berdiri dengan tegapnya ,langkah kaki tegas itu berjalan samakin mendekat pada pria paruh baya yang mulai berkeringat dingin namun ditutupinya dengan sikap angkuh seakan tak merasa terintimidasi oleh pria tampan yang sialnya adalah rajanya sendiri.


Keenan menyeringai menatap pria yang tadi berkoar-koar kini terlihat diam ,terlihat jelas baginya jika sedang ketakutan tapi masih saja mau melawan.


"Tak ingin bicara sesuatu hmm."Keenan berucap santai tapi percayalah jika setiap kata yang keluar membuat bulu kuduk Berry berdiri.


"Kau terlalu banyak membual Berry ,ini saatnya kau merasakan akibat dari penghianatan yang kau lakukan."


Semakin pucatlah wajah pria paruh baya itu , ia tau betul sepak terjang pria di hadapannya jika menyangkut soal para penghianat atu para perusuh di kerajaan namun ia sekan menutup telinga hingga terus saja melancarkan aksinya untuk merebut tahta kerajaan.


"Pengawalll!"


Suara menggelegar penguasa Avaalor begitu mengerikan ,para pengawal yang menjaga di pintu bergetar menahan takut sedang kondisi didalam ruangan tak jauh berbeda mereka tak ada yang berani bersuara sedikitpun bahkan bernafaspun seakan sulit.


Para pejabat maupun bangsawan yang berpihak pada Berry tak dapat dijelaskan lagi raut wajahnya yang pucat pasih ,menyesal pun sudah tidak ada gunanya lagi mereka hanya menunggu hukuman yang akan diberikan dari raja.Sungguh sial sekali nasip mereka.


"Keen apa-apaan ini lepaskan aku ! Apa kau lupa jika aku ini orang kepercayaan ayahmu dan apa ini kau sungguh keterlaluan." Berry geram dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan kedua tangan pengawal yang memegangnya erat.

__ADS_1


"Sialan apa yang terjadi ?kenapa aku tak bisa menggunakan kekuatanku."batinnya mengeram dengan gigi beradu sorot matanya menatap tajam Keenan yang terlihar datar.


"Ck , hingga dengan beraninya kau menghianati ayahku yang telah berbuat baik menampungmu di istana ini ,kau itu sangat menjijikan."Keenan meludah tepat disamping pria paruh baya yang semakin terlihat emosi mendengar Keen sekan merendahkannya.Benar begitu bukan ia dulunya memang bukan siapa-siapa yang selalu di pandang rendah para warga.


Berry merasa terhina dan di injak-injak oleh pria yang dianggapnya anak kemaren sore itu.


"Kau masih bisa tertawa."Ken menatap sinis Berry yang tertawa lirih entah tengah mentertawakan apa tapi wajah pria paruh baya itu terlihat tengah mengejeknya.


"Kau tidak memiliki bukti untuk itu semua dan kau tak bisa menghukumku dengan ini."Berry masih berusaha menyangkal segala perbuatannya.


"Bawa dia kesini."Pengawal dengan pakaian hitam itu membawa seorang wanita yang entah rupanya sudah seperti apa,tubuh dengan beberapa koyakan dan wajah hancur dengan darah memenuhi tubuhnya membuat mereka membatu.


Brughh..


Beery terjatuh berlutut dengan matanya yang seakan tak percaya melihat wanita mengenaskan di hadapannya,mata wanita itu hanya terbuka satu karna satunya sudah tak ada.


"Brengsek sialan!! Apa yang telah kau lakukan pada putriku hah! Keenan tak menanggapi dan semakin menatap remeh kedua manusia yang selama ini menjadi parasit di istananya.


"Itu pantas didapatkannya begitupun kau akan mendapatkan hadiah dariku."Senyum iblis Keenan membuat mereka ciut.


"Bawa semua bukti-bukti kejahatan mereka."Para orang kepercayaan Keenan memperlihatkan semua bukti kejahatan yang dilakukan oleh ayah dan anak itu yang sudah dilakukan begitu lama ,transaksi senjata ,manipulasi dokumen juga rahasia besar yang disembunyikan Berry selama ini terkuak sudah dengan kemunculan pria dengan rambut putih dan mereka mengenalnya sebagai sesepuh kerajaan Avaalor dan masih banyak lagi kejahatan mereka yang sangat merugikan bahkan mereka juga merencanakan untuk melakukan pemberontakan dengan terlebih dahulu menghasut para baangsawan yang memiliki kuasa wilayah di kerajaan Avaalor tentunya dengan keahlian Anggela hingga mereka dapat tunduk dengan kemampuannya menakhlukan pria.


"Masih mau mengelak hmm."Berry mengeraskan wajahnya , semua rencana yang sudah disusun hancur sudah hingga berkeping-keping. Melihat keadaan putrinya Berry berusaha tenang memunjukan wajah seakan ia sudah kalah.


"Bawa para penghianat itu siksa mereka dan tinggalkan nyawanya sepuluh persen unuk diarak ! Semua keluarganya masukan kedalam penjara!" Perintah Keen yang langsung di jalankan oleh para pengawal ,mereka berusaha memberontak saat prajurit menyeret paksa.Perintah raja mutlak bagi mereka.


Keenan kembali melihat ayah dan anak yang tengah terduduk dilantai ,melihat situasi yang dirasa pas Berry dengan nekat berusaha menancapkan sebilah pisau perak pada tubuh yang tengah membelakanginya namun sialnya Keenan mengetahui rencana murah hingga Berry jatuh terperosok di lantai ,tampak menyedihkan melihatnya sososk yang biasanya berwibaya namun saat ini tak ubahnya seonggok sampah yang harus dilenyapkan.

__ADS_1


Kembali Pria itu bangkit dan hendak melemparkan pisau itu namun..


Srettt..


Pisau itu melesat menancap pada tubuh wanita yang perlahan mulai menjadi abu ,Berry berteriak dan berlari menuju putriya yang kini sudah lenyap .Putri yang sangat diharapkannya mampu mewujudkan impiannya namun kesabarannya yang sudah habis membuatnya berani mengambil tindakan untuk melakukannya secara terang-terangan.


Keenan yang berhasil mengelak hingga pisau itu tertancap pada tubu tak berbentuk Anggela yang berdiri tepat di belakang Keen tadi.


"Anggela tidak!! Jangam tinggalkan ayah.....Tidak ..kembalilah ..."Berry sudah seperti orang gila menatap abu dan menggenggamnya erat.


"Drama yang sangat bagus,aku mengantuk melihatnya."ucap Keen.


Hiyaaa....


Swusss..


Berry yang masih nekat tak bisa berkutik saat tubuhnya membeku dengan kekuatan liontin bermata biru milik seorang gadis yang muncul tiba-tiba.Ia mengarahkan kekuatan itu hingga secara perlahan tubuh pria paruh baya itu hancur namun masih menyisakan kepala yang nantinya akan digantung di tengah kota agar menjadi pelajaran untuk yang lainnya.Selama ini tak ada yang berani mengusik ,mereka tau kekejaman raja tak diragukan tapi ambisi yang begitu kuat membuat sorang buta hingga membuatnya harus menyerahkan nyawanya secaa cuma-cuma.


"Hufttt..."Ayu menggela nafas setelah menguras tenaganya untuk mengeluarkan kekuatan dari liontin itu.


"Kenapa melihatku seperti itu?"Ayu merasa risih dengan tatapan pria dengan julukan pria kejam yang selalu menindasnya seenak jidatnya.


Tatapan Keen mentap para petinggi dan semua yang ada di ruangan . "Bereskan kekacauan ini !dan kau ikut aku."Keenan berjalan keluar ,mereka semua dapat bernafas lega dan menghirup udara sebanyak-banyaknya setelah ketegangan yang membuat mereka seakan lupa hanya untuk bernafas.


....


Si Berry sama anaknya dimatiin aja ya guys.

__ADS_1


Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!


__ADS_2