
Happy Reding❤
Sinar matahari yang mulai terbit mengusik tidur gadis kecil akibat kilauan cahayanya yang masuk melalui celah hingga gadis manis itu terbangun dengan meregangkan otot-otot tangannya,ia mulai mengedarkan pandangannya menyapu seisi ruangan namun tak menemukan pria itu ada disana dan yang membuatnya merasa aneh saat ia tiba-tiba saja sudah berada di atas ranjang sedang semalam ia masih ingat jika ia tertidur di lantai beralaskan tikar tipis.
"Kemana dia? eh aku kok udah ada di sini aja, masa iya aku ngelindur tapi gak mungkin juga kan dia yang mindahin."Ayu masih terduduk di atas ranjang dengan segala pertanyaan untuknya sendiri.
Memilih abai gadis itu lekas bangun dan keluar dari tenda menghirup udara pagi yang begitu menyegarkan dan baik untuk kesehtan,Ayu berkeliling sekitaran tenda suara hewan dalam hutan terdengar bersahutan seperti kicauan burung yang mulai terbang mencari makanan.
"Hmm hutannya masih asri banget kaya pernah ngeliat hutan kaya gini ya tapi dimana?."gumamnya saat pepohonan yang menjulang tinggi itu samar-samar ada di gambaran otaknya,ia tidak tau saja jika ingatan mengenai masa-masa dirinya di dunia nyata telah dihilangkan oleh pria dingin itu namun kemungkinan ingatan itu pulih juga ada mengingat Keenan tak berniat untuk membuat gadis itu hilang ingatan selamanya,ia hanya ingin tujuannya tercapai dan bisa memperalat budak kecilnya.
Puas berkeliling pagi Ayu kembali ketenda dan melihat pria yang tadi menghilang kini tengah duduk di depan tenda dengan kayu bakar yang menyala,ditangannya pria itu memegang sebuah kayu yang di tusukan pada ikan cukup besar.Ayu seketika memegang perutnya saat aroma khas ikan bakar mengusik indera penciumannya,ia berdiri di dekat pria itu yang menatapnya kilas dan tetap melanjutkan kegiatannya membakar ikan.
"Apa yang kau lihat?"Ayu terjingkat,suara pria itu sebelas dua belas dengan suara bom yang selalu membuatnya jantungan.Ayu melirik rajanya dengan senyum kaku sedang pria itu masih dengan wajah datarnya membuat Ayu kesal bingung harus bersikap dengan pria berkuasa itu.
"Emm tuan apa boleh saya meminta sesikit ikan itu."ragu-ragu Ayu berbicara namun pria itu tak merespon membuat gadis itu keki setengah mampus.
Ayu hendak membalikan tubuhnya berniat mencari makanan lain yang bisa mengganjal perutnya yang mulai berdemo ria di dalam sana sebelum pria itu memanggil namamya.
"Makanlah jika kau mau."Keenan menyodorkan ikan bakar yang tampak lezat pada gadis di depannya yang terlihat berbinar cerah secerah langit di pagi hari.
"Wah benarkah tuan,ini untuk saya."Ayu mengulurkan tangannya untuk mengambil ikan itu namun Keenan melemparkannya di atas meja seperti enggan untuk bersentuhan dengan gadis itu,Ayu terdiam sejenak kesal seolah ia bagai bakteri menjijikan namun ia tetap mengambilnya dan memakan dengan lahap.Peduli dengan kata jaim gadis itu makan tanpa memperdulikn sekitarnya termasuk pria di depannya.
"Setelah makan mandilah tubuhmu sangat bau."ucapan tak berfilter itu terdengar dingin dan setelahnya pria itu pergi meninggalkan gadis yang terbengong dam mulai mencium bau tubuhnya namun ia merasa jika dia tak bau. "Dasar pria aneh, mungkin hidungnya kesumbat kali ya, aku gak bau kok."kesalnya
...
__ADS_1
Derasnya aliran sungai dan dinginnya suhu membuat Ayu enggan untuk membersihan tubuhnya,namun apa dikata setelah berjalan cukup jauh untuk menemukan sungai ia cukup berkeringat dan merasa tubuhnya lengket membuatnya mau tak mau harus membersihan tubuhnya,Ayu menengok kanan kiri memastikan tak ada orang disana selain dirinya.
"Aman nih kayaknya."Ayu mulai memasukan kakinya dan memilih duduk di atas batu ia mulai melepaskan pakaiannya dan memulai ritual mandinya dengan tenang dan damai.Suara gemercik air begitu menenangkan bagi siapapun yang tengah dilanda kejenuhan.
Gadis itu tampak asik bermain air dan sesekali melempar batu kecil hingga puas dengan kegiatannya ia mulai naik namun ia terkejut sat tak menemukan pakaian yang tadi dikenakannya.Gadis itu mulai panik dan mengedarkan pandangannya. "Duh kok bisa ngilang gini sih,masa ia bisa terbang."Ayu tak bisa bergerak leluasa mengingat kedaan dirinya yang masih tak mengenakan pakaian dan untungnya air sungai cukup mampu untuk menutupi tubuh mungilnya.
"Oh yaampun masa iya aku bugil kayak gini, iya sih sepi tapi kan.."Ayu berdecak kesal namun sedetik kemudian matanya melotot tajam saat melihat pakaiannya yang tersangkut diantara bebatuan agak jauh dari tempatnya saat ini.
Ayu ragu untuk mengambilnya namun mau bagaimana lagi dari pada dirinya terus berendam di air.
Pelan-pelan ia melangkah dengan pandangan mata awas takut-takut ada orang lain disana dan benar saja Ayu seperti mendengar seorang yang datang dan ia segera bersembunyi di balik batu besar, hening tak lagi ada suara namun gadis itu tak juga keluar.
Pria tampan yang tengah berdiri di atas batu sungai itu tersenyum dengan pakaian yang sudah di kenali milik siapa,dan ekor matanya melirik batu besar yang saat ini menjadi tempat persembunyian gadis kecilnya.
Keenan terdiam memegang pakaian basah kuyup namun gadis itu tak juga menampakkan batang hidungnya. "Ck dasar gadis ceroboh."gumamnya yang melangkahkan kakinya mendekat ketempat gadis itu sedang Ayu sendiri semakin gugup saat mendengar suara yang semakin mendekat kearahnya,berbagai fikiran buruk singgah di otaknya yang semakin membuatnya panik tak karuan.
"Jangan mendekattt!"Teriak Ayu cepat berharap orang itu tak melihatnya dalam keadaan seperti ini."
"Siapapun kau tolong jangan kesini."ucapnya lagi namun pria itu tak menjawab.Keenan melepas jubahnya dan melemparkannya ke batu besar agar gadis itu memakainya berhubung pakainnya basah akibat terhanyut tadi.
"Pakailah."Keenan berseru namun masih tetap berdiri disana. Ayu yang melihat jubah itu segera menarik dan mengenakannya terasa nyaman dan kebesaran untuk ukuran tubuhnya yang mungil.Selesai dengan itu Ayu perlahan keluar dan benar saja pria yang suka memerintah itu tengah berdiri dan tanpa aba-aba melemparkan pakaian basah pada Ayu yang dengan sigap di tangkapnya.
"Lain kali jangan ceroboh, kau ikut denganku."Keenan membalik tubuhnya dengan Ayu yang berjalan dengan perasaan aneh karna tak mengenakan dalaman dan hanya jubah besar itu yang menutupi dirinya.
"Bodo dengan ini yang penting ketutup, tapi emang dasar ceroboh sih sampe kehanyut gitu. Eh tapi kan pakian dalamku berarti dia tadi pegang dong."pikir Ayu malu bercampur kesal, langkahnya tergesa mengikuti tuannya yang berjalan cukup jauh didepannya tanpa perduli dirinya yang kekusahan mengimbangi langkah kaki lebarnya. "Huh dasar seenaknya saja mentang-mentang raja,kapan coba aku bisa nindas dia balik aku mulu yang di tindas."batinnya.
__ADS_1
....
Hos hos hos ....
Ayu meraup nafas sebanyak-banyaknya akibat berjalan jauh namun pria itu tampak santai duduk seraya menatap dirinya dari ujung kepala hingga kaki membuat gadis itu merinding seketika.
"Tu-Tuan mau apa?"Ayu bertanya tanpa menyadari jika jubah bagian atasnya tersingkap hingga bagian yang tersembunyi itu mengintip di baliknya.
"Ganti pakaianmu ,apa kau sangat berniat untuk menggodaku."Ayu tak mengerti dengan ucapan pria itu namun setelahnya ia meneliti dirinya dan kembali bersikap waspaa dengan kedua tangan menyilang gadis itu segera menyambar pakaian yang entah sejak kapan berada di samping pria dingin itu.
"Ck apa yang ingin kau sembunyikan aku sudah melihat semuanya."gumamnya dengan sudut bibir tertarik menatap tenda yang baru saja dimasuki oleh gadis itu.
"Ayolah Ken apa yang kau fikirkan, dia hanya alat dan ...."Keenan tak melanjutkan ucapannya saat pengawal bayangannya muncuk di balik kepulan asap hitam dan memberi salam hormat padanya.
Keenan mendengrkan informasi dari pengawalnya hingga pengawal itu kembali menghilang.
Srekk..
Kain tenda tersingkap dengan seorang gadis yang baru saja mengenakan pakainnya keluar dari sana,tersenyum kikuk saat sosok raja itu menatpnya dirinya dengan tatapan aneh.
Ayu bagai buah segar manis dengan pakaian yang membuatnya terlihat imut,hiasan di kepalanya dengan jepit bulu dan rambut terurai semakin membuatnya terlihat berbeda.
....
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
__ADS_1
Salam Lucky.