
Happy Reding❤
"Apa?!"Ayu berteriak nyaring mendengar penuturan kakek Bima yang mengatakan jika ia harus menjadi ratu kerajaan mereka.
"Tapi kenapa saya kek? Masih banyak gadis lain yang lebih pantas dari saya ,saya juga tak mau menikahi pria arogan itu."ucap Ayu yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Keen yang merasa terhina dengan penolakan Ayu.
"Gadis ini, dia pikir siapa dia bisa berkata seperti itu . Ckk."batin Keen kesal menatap Ayu yang juga berwajah masam sedang kakek Bima hanya tersenyum menatap keduanya.
"Heh kau pikir aku mau dengan gadis sspertimu hah?"Ayu menatap sengit pada Keen.
"Yasudah ,pernikahannya di batalkam saja lagian kami juga sama-sama tak menginginkannya."Ayu kembali menatap kakek Bima yang menghela nafas lelah ,diusianya yang setua ini kakek Bima masih harus memastikan kebahagiaan junjungannya ini.
"Kau lihat liontin itu?"Ayu menatap liontin yang di kenakannya lalu beralih menatap kakek Bima dengan tatapan bingung.Memang apa hubungannya dengan liontin yang di kenakannya dan pernikahan ini.Pikir Ayu.
"Liontin yang kamu gunakan itu merupakan jelmaan dari pusaka kerajaan kami dan dia telah memilihmu untuk menjadi ratu kami."Kakek Bima menatap Ayu yang melongo mendengar penjelasannya. " Itu sudah menjadi takdir yang harus kau jalankan nak dan kau harus menerima itu."lanjutnya lagi.
"Tapi kek,bagaimana bisa kami menikah hanya karna itu , jika ini berkaitan dengan liontin ini mungkin ada cara untuk melepaskannya."Ayu memegang rantai liontin dan berusaha untuk melepaskannya.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa melepaskan apa yang memang sudah seharusnya menjadi milikmu."
🍒🍒
Setelah pembicaraan soal pernikahan ,baik Ayu maupun Keen tak saling berbicara bahkan Ayu selalu menghindar dan mengguakan seribu alasan saat Keen memintanya untuk menemuinya.
Malam hari ini terasa begitu berbeda ,langit tampak mendung dengan kilatan petir yang menyala-nyala membuat suasanya terasa mencekam.
"Hais ,dibgin banget ya."Ayu yang sudah siap menuju peraduan tampak menggosokan kedua tanganya untuk memberikan rasa hangat ,lilin sebagai penerang membuat ruangan terlihat remang-remang.
Hoammmm...
Saat tengah malam ,Ayu semakin melesakkan tubuhnya mencari kehangatan yang membuat tidurnya terasa nyaman.Dalam mimpi Ayu merasa tengah memeluk sebuah guling yang terasa hangat.
Euammm..
"Kena kau gadis nakal."seringai pria menatap wajah damai Ayu yang tengah menjelajah kealam mimpi tanpa terusik sedikitpun dengan sekitarnya.
__ADS_1
Pria yang malam-malam menyusup kekamar Ayu tak lain dan tak bukan ialah Keen yang sudah menumpuk sejuta kekesakan dengan sikap Ayu yang di rasa begitu angkuh menurutnya.
"Akan ku lihat sampai mana kau bisa mengangkat wajahmu."bisiknya mengecup kilas daun telinga Ayu yang menggeliat karenanya.
Keen terus saja menatap wajah gadis polos yang kini berubah ketus ,Keen berfikir sedikit menyesal telah mengajari banyak hal soal bela diri hingga membuat gadis itu merasa tak takut lagi padanya terlebih saat ingatannya yang sebagian di hapus membuatnya tak melihat sosok lemah yang pertama kali di lihatnya.
Seakan ada daya tarik yang seolah menyeru untuk melakukan lebih jauh ,Ken dengan perlahan mulai mendekatkan wajahnya dengan bibir yang mulai menelusuri wajah polos tanpa riasan dengan begitu nikmat, tak puas dengan itu Keen semakin menurunkan sentuhan dan kecupannya hingga kini wajahnya berada tepat pada buah kenyal yang nampak menyembul saat tangan nakalnya tanpa terasa melepaskan ikatan jubah tidur Ayu.
"Oh Shitt..."Keen kembali menatap wajah Ayu yang masih pulas tertidur walau tubuhnya tengah di permainkan. "Dasar ,apa dia tak sadar bahkan ia tak membuka matanya."Keen tersenyum kecil saat melihat wajah demgan mata terpejam namun bibir sedikit terbuka membuat birahinya seketika naik. "Ck ,gadis ini. Bagaimana jika ada yang berniat jahat padanya ."gumamnya yang membuat kepalanya memanas ,pria itu tak sadar jika dirinya sendiri yang ingin berniat jahat pada gadis itu.
Keen mengecup kilas kedua benda kenyal itu lalu membaa tubuh mungil Ayu kedalam dekapannya yang tak menolak bahkan terlihat gadis itu begitu nyaman dengan wajah yang semakin di telusupkan pada dada bidang Keen.
Keen tak menolak ,senyum tipis tersungging di bibirnya namun tidak ada yang tau jika di saat yang bersamaan pria yang biasa menggunakan wanita seperti pakaian itu tengah menahan hasrat kelelakiannya terlebih dengan keadaan keduanya yang menempel seperti itu.
....
Kira-kira apa yang selanjutnya terjadi?
__ADS_1
Typo berebaran harap bijak dalam membaca!