Terjerat Raja Kegelapan

Terjerat Raja Kegelapan
Emam belas


__ADS_3

"Tuan memanggil saya."Panglima Yash menunduk hormat pada pria yang tengah berdiri menghadap jendela dengan jubah kebesarannya yang semakin membuatnya terlihat gagah.


Pria berkuasa itu tampak termenung tak seperti biasanya, akhir-akhir ini juga ia tak lagi melihat budak kecilnya yang masih dalam tahap pelatihan.Belum selesai urusannya dengan raja Wilson, kini ia harus di pusingkan oleh permintaan Berry yang mengingatkannya kembali dengan perjodohan yang di janjikan oleh raja terdahulu, memikirkan itu membuat kepalanya terasa pening . Keenan bisa saja melenyapkan Berry dan Anggela namun jika itu ia lakukan maka akan terjadi pemberontakan mengingat pengaruh kekuasaan Berry yang juga merupakan salah satu petinggi di kerajaan Avalor begitu kuat.


"Aku ingin kau memantau pergerakan Berry, jika dia berbuat hal yang tak diinginkan maka hancurkan!"


Pria tampan berambut putih itu mengangguk.


"Tuan kenapa tidak hancurkan saja mereka saat ini ,akan sangat merepotkan jika terus di biarkan."Panglima Yash memberi saran, ia berbicara begitu karena sudah mengenal watak rakus pria tua yang begitu ambisius untuk memperluas wilayah dan juga sudah mulai mempengaruhi para petinggi lannya untuk melakukan pemberontakkan pada raja.


"Biarkan saja dulu, aku mau lihat siapa saja yang ingin bermain dibelakangku."seringai licik terbit membuat panglima Yash bergidik jika mengingat kekejaman rajanya yang membantai habis para penghianat maupun musuh namun bodohnya masih saja ada yang berani menyerahkan kematiannya dengan bermain di belakang penguasa ini.


"Tuan tadi saya berpapasan dengan nona Anggela dan dia memaksa untuk masuk ke ruangan anda."ucap Panglima Yash yang teringat saat tadi akan masuk keruangan rajanya ia berpapasan dengan wanita yang selalu mencari celah untuk menempeli rajanya.


"Biarkan saja, kumpulkan semua bukti untuk mengakhiri mereka!"


"Dan untuk gadis itu persiapkan kepergiannya dalam waktu dekat ini."lanjutnya lagi


"Baik tuan."


Panglima Yash keluar menyiksakan pria dengan wajah datar yang tersenyum tipis kala mengingat semua tingkah laku budak kecilnya,mengingat itu membuatnya segera ingin melihatnya. Segala tingkah gadis itu begitu melekat di memorinya juga hukuman-hukuman yang sering ia berikan dan membuat budak kecilnya kesusahan begitu menyenangkan dan ia seperi mendapatkan mainan baru pada gadis kecil yang di jadikannya budak.


.....


"Nona kami mohon anda menurut untuk kali ini."ucap seorang yang bertanggung jawab untuk mengajarkan gadis itu agar mahir menggunakan alat tempur wanita namun sedari tadi selalu saja di protes.


"Tapi lihatlah, aku sudah seperti ondel-ondel."gerutunya saat melihat makeup itu menempel di wajahnya.


Pelayan wanita itu menghela nafas berat, bahkan itu masih belum seberapa namun gadis di depannya ini berkata jika itu berlebihan, ingin rasanya ia hilangkan saja cermin itu agar tak di protes terus.


"Nona ini masih terlihat natural, nanti juga nona akan terbiasa dengan semua ini jadi kami mohon menurutlah atau kepala kami yang akan di penggal oleh yang mulia raja."jelas pelayan satunya selembut mungkin.


Ayu menolehlan kepalanya kesaping, melihat raut ketakutan dari para pelayan itu membuatnya mengerti jika mereka begitu takut dengan raja yang sering ia dengar akan kekejamannya dan tak menerima kesalahan sekecil apapun.


"Apa raja kalia itu sebegitu kejamnya?"tanya Ayu yang begitu penasaran akan sosok raja itu.

__ADS_1


"Yah, yang mulia tak menerima kesalahan dan akan memeberi hukuman bagi siapapun yang membangkang perintahnya."jawab pelayan mengedarkan pengelihatannya kesetiap sudut ruangan takut-takut jika mata-mata mendengar dan akan menjadi akhir dari hidup mereka karena telah lancang membicarakan penguasa di kerajaan ini.


"Hmmm...aku ingin melihat rupa raja itu,apa dia sekejam seperti yang sering aku dengar."gumam Ayu yang masih dapat di dengar oleh mereka.


Mereka menatap satu sama lain. "Bahkan anda sudah sering berbicara dengan raja itu sendiri nona."batin mereka yang tak berani berkata yang sejujurnya pada gadis lugu namun ternyata begitu cerewet dan banyak bertanya.


"Nanti juga nona akan bertemu dengan raja."


"Yah aku mau lihat apa dia itu tampan seperti para raja yang sering aku lihat."gumam Ayu tersenyum saat membayangkan wajah rupawan para raja dalam film yang sering di tontonnya.


"Raja itu pria yang tampan namun bagai malaikat maut jika nerhadapan dengan para musuhnya."pikir mereka dengan gerakan tangan cekatan dalam memoleskan setiap makeup dan lihatlah mereka berhasil menyulap gadis manis nan lugu ini sekarang terlihat layaknya nona bangsawan yang mempesona.


Terlihat elegan namun masih terlihat natural membuat tampilan Ayu menjadi lebih dewasa.


"Woahh ini beneran aku."Ayu menatap pantulan dirinya dengan tatapan tak percaya, selama ini ia tak begitu memperdulikan soal penampilan dan membiarkan semua alat tempur wanita itu teronggok tak tersentuh olehnya.


"Anda terlihat sangat cantik nona."puji mereka.


Ayu menyentuh kuas makeup,muncul sedikit rasa ketertarikan pada benda-benda itu.


.....


Gadis manis itu saat ini tengah berlatih tata cara bertingkah laku bak nona bangsawan yang elegan, berulang kali Ayu terjatuh saat ia diharuskan berjalan dengan elegan dengan setumpuk buku tebal di atas kepalanya.Keluhan kadang terdengar dari bibir mungil itu namun para pelayan itu dengan sabar terus mengajarkan pada Ayu dan menyemangatinya.


"Gini amat sih, kapan bisanya coba."Ayu ngedumel kala untuk keseratus kalinya ia terjatuh.


"Aku kasihan mereka pasti tertekan menjadi seorang nona bangsawan."


"Apa tidak bisa diganti saja latihannya,sungguh membosankan sekali."


Ayu terus menggerutu pada pelayan namun dari tadi tak ada sahutan membuatnya mengerutkan kening,tak biasanya mereka tak menyahut.


"Kenapa kalian diam,kalian ini seperti takut seakan raja kalian yang katanya kejam itu berada disini, huh mana mungkin seorang raja seperti dia mau kemari."gerutu Ayu yang belum menadari bahwa mereka sudah tak ada dan masih fokus pada buku panduan yang membuat otaknya ingin keluar dan meledak.


"Raja kalian itu begitu menyusahkan."gerutunya lagi namun seketika ia terdiam saat merasakan aura mencekam,dengan spontan ia menolehkan pandangannya dan ia melihat pria yang kemarin-kemarin menyiksanya dengan latihan begitu keras berdiri dengan tatapan menghunus tajam.Ayu tersenyum kikuk mentap tuannya.

__ADS_1


"Sudah mulai berani rupanya."


"I Itu maaf tuan saya tadi hanya berbicara asal, tolong jangan laporkan pada raja."mohon Ayu memelas,bayangan akan hukuman membuatnya takut.Ia pernah melihat secara live bagaimana pria di depannya ini tanpa ampun menebas kepala seorang pria hingga menggelinding apalagi Raja yang kekejamannya sudah sering berdengung di telinganya.


"Kau harus mendapatkan hukuman bukan atau kau akan mendapatkan hukuman itu langsung dari raja."ucap Keenan penuh tekanan semakin membuat gadis di depannya pias.


"Tuan saya mohon jangan lakukan itu,tuan bisa menghukum saya tapi jangan laporkan pada raja yaa."bujuk Ayu.


Keenan terdiam untuk sesaat menatap wajah yang biasanya polos kini terlihat sedikit berbeda dengan balutan makeup natural yang semakin membuat wajah manis itu terlihat makin terpancar,gaun tanpa lengan yanb di kenakannya juga semakin membuat tampilan Ayu terlihat feminim hingga tak menampik jika siapapun akam terpesona saat melihatnya.


"Ck budak kecil ini."Keenan mengusir fikiran mesumnya saat membayangkan gadis lugu ini berada di bawah kungkungannya dan mengeluarkan suara dan ******* erotis.


"Tuan."Ayu menatap tuannya yang sejak tadi terdiam mematap dirinya membuatnya takut akan tatapan itu yang tak bisa di tebak sama sekali.


"Ehem...Bagaimana latihanmu?"tanya Keenan mengalihkan pembicaraan dan membuang pandangannya dari gadis kecil ini.


"Baik tuan, saya akan berusaha sebaik mungkin."


"Dengan begitu kau akan segera kukirim untuk menjalankan misimu."batin Keenan yang tak sabar menunggu hari itu tiba.


"Kau akan dapatkan hukumanmu tapi tidak sekarang." ucap Keenan.


"Hmm Lusa akan ada acara pesta dan saya mau kau tak mempermalukan saya di acara itu."


Setelah berkata demikian, Keenan pergi meninggalkan Ayu yang terbengong dengan ucapannya barusan.


"Yang benar saja, lusa.Bagamana bisa aku menguasai semuanya dalam waktu sesingkat itu ."monolongnya menatap kepergian pria itu dengan sebal.


"Eh ...tapi kemana perginya mereka? kenapa menghilang seperti habis melihat hantu saja."


Ayu yang tak mau ambil pusing memilih untuk mengulang latihannya agar cepat menguasai dan segera terbebas dari latihan membosankan ini.


........


Typo bertebaran harap bikak dalam membaca!

__ADS_1


Salam Lucky


__ADS_2