
Happy Reading
.......
Suara seram yang terdengar membuat bu Emi menunduk takut tak berani menatap bentuk makhluk menyeramkan yang ada di depan nya ini.
" Kedatangan kami ke sini untuk meminta agar kekayaan kami semakin berlimpah lagi." ucap pak Sugi pada makhluk di depan nya.
Sosok bertubuh besar itu tertawa terbahak-bahak dengan orang yang mendengarkan akan bergidik ngeri.
" Akan ada harga untuk itu , apa kalian sanggup memenuhinya ?"
" Akan kami lakukan , asal kekayaan kami bertambah banyak." ucap pak Sugi mantab tanpa memikirkan akibat yang akan mereka dapatkan di kemudian hari.
" Baiklah keinginanmu akan segera terpenuhi dan kami akan akan mengambil sesuatu yang berbarga dari kalian hahahaha." ucap Sosok yang mulai menghilang di telan asap.
" Pak ayo kita pulang." ajak bu Emi.
" Iya buk sebentar ." pak sugi dan istri nya kembali ke rumah dengan perasaan bahagia , memikirkan kekayaan mereka yang akan semakin berlimpah ruah membuat keduanya buta akan nasip apa yang akan terjadi pada putri nya yang tak tau apapun.
Malam semakin larut saat keduanya sampai di rumah , lampu yang di padamkan menandakn anak mereka telah terlelap dalam mimpi.
Pagi menyapa dengan kilauan sinar matahari yang masuk melalui celah jendela kamar mikik gadis manis nan ayu , sesuai naman nya Ayunda memliki paras yang cantik dengan lekuk tubuh yang di idam-idamkan oleh para gadis di desa tempat tinggal nya maupun desa sebrang . Bahkan karena kecantikan nya pula banyak para pemuda yang berniat mempersunting Ayunda untuk di jadikan sebagai istri mereka , namun harapan mereka tinggalah harapan kala Ayu dengan halus menolak lamaran mereka.
" Pagi Coco." Ayu memeluk gemas hewan piaraan nya yang tengah tertidur di samping nya.
"Pagi ini enak nya ngapain ya." Ayu mengetukkan jari telunjuk nya pada dagu dengan otak yang berfikir keras .
" Sekolah masih libur , bosen banget." Ayu berjalan membuka jendela dan melihat dedaunan yang masih terdapat jejak tetesan air hujan.
Menghirup udara pagi dengan merentangkan kedua tangan nya , Ayu berfikir jika ia akan pergi ke bukit dengan kamera ponsel milik nya. Entahlah disaat gadis seusian nya lebih memilih bermain dan bersenang-senang bersama teman-teman nya tapi tidak dengan Ayu yang lebih menyukai kesendirian dan menggunakan banyak waktu nya untuk mengunjungi tempat-tempt dengan pemandangan indah yang ada di desanya , kesunyian dan ketenanagn memberikan rasa tersendiri bagi Ayu.
Setelah siap Ayu keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur , di sana para pekerja menyapa Ayu ramah seperti biasa nya. Mereka juga merasa senang karna anak majikan merek begitu ramah dan sanagt baik hingga membuat mereka tak canggung jika berbicara dengan Ayu.
" Pagi teh , lagi buat apa." Ayu yang melihat teh Ani pun mendekat.
__ADS_1
" Eh neng Ayu , ini teteh lagi bikin sup iga neng." jawab teh Ani dengan tangan yang sibuk meracik bumbu.
Ayu ber oh ria , ia juga ikut turun tangan untuk memasak makanan yang dia inginkan."
"Neng biar teteh aja , neng duduk aja di situ." cegah teh Ani pada Ayu yang akan memulai memasak.
" Ih tetah mah kaya apa aja , Ayu mau masak dan gak akan ganggu teteh kok." ucap Ayu yang tetap melanjutkan kegiatan memasak nya .
Setelah cukup lama berkutat dengan panci dan spatula akhirnya masakan apa Ayu pun siap , tampak nikmat dan menggugah selera.
" Yey jadi." girang Ayu meletakan masakan nya.
" Wah kayak nya enak neng , dari bau nya aja udah wangi banget." ucap teh Ani yang ikutan ngiler melihat hasil masakan Ayu.
" Teteh bisa aja , kalo teteh mau bisa coba kok."
" Iya neng makasi , yaudah neng teteh mau susun makan nya dulu ya ." teh Ani dan beberapa pembantu lain nya seperti biasa menyajikan makanan di atas meja makan dengan bermacam-macam menu , dan buah-buahan sebagai pencuci mulut juga tak lupa di sajikan.
"Ank ibuk dah cantik aja." bu Emi yang keluar bersama suami nya menghampiri putri nya yang sudah duduk manis di meja makan menunggu kedatangan kedua orang tuanya untuk makan bersama.
"Buk pak ayo makan , Ayu dah leper banget nih." mengerucutkan bibir nya dengan mengelus perut datar nya membuat para pekerja begitu gemas dengan tingkah anak majikan mereka.
" Ayu cuma masak cumi saus jagung manis sama sambel teri petai buk yang lain nya teh Ani yang masak."ucap Ayu seraya memgunyah makanan di mulut nya dengan nikmat.
" Oh ya nak , ibuk sama bapak mau pergi keluar kota untuk dua bulan ini , kamu gak papa kan di tinggal." ucap pak Sugi di tengah-tengah acara makan mereka.
Ayu menghentikan suapan nya dan menatap kedua orang tua nya bergantian , "lama banget pak ." Ayu menghembuskan nafas nya berat dengan wajah lesu nya. Ia selalu merasa kesepian saat kedua orang tua nya pergi entah keluar desa atu kota dengan waktu yang cukup lama.
" Nak kami ingin mengecek bisnis-bisnis kita yang ada di kota , nanti bapak bawain oleh-oleh yang banyak buat anak bapak yang paling cantik ini." ucap pak Sugi memberi semangat pada putri nya.
" Hmm , tapi Ayu kesepian di rumah." keluh Ayu. Pasal nya para pejerja di rumh ini hanya bekerja dari pagi hingga sore dan malam nya rumh besar ini hanya ia dan Coco yang menghuni nya.
" Yaudah nanti di temani sama teh Ani ya biar Ayu ada teman nya di rumah." ucap bu Emi.
" Iya deh , jangan lupa bawain oleh-oleh yang banyak buat Ayu." ucap Ayu dengan kedua tangan yang di rentangkan membuat kedua orang tuaya tersenyum.
__ADS_1
........
Tak terasa satu bulan berlalu dengan cepat , Ayu yang saat ini tengah memetik sayur di kebun seperti biasa dengan riang juga para pekerja yang melakukan pekerjaan nya seperti biasa.
Ayu spontan menolehkan kepala nya kala panggilan halus menyapa telinganya .
"Kaya ad yang manggil Ayu." lirih nya pelan. Ayu menatap sekeliling nya dengan para pekerja yang berada cukup jauh dari posisinya saat ini , tapi entah nya ia merasakan perasaan tak menentu.
Wusss...
Terpaan angin menerpa wajah bening hingga membuat rambut hitam sebahu itu melambai dengan begitu indah.
" Hais.. kok kaya ada yang aneh ya." Ayu kembali memperhatikan sekeliling nya namun tak ada siapapun di sana.
" Mang teteh , Ayu pulang dulu ya." ucap nya pada pekerja di kebun luas itu.
" Iya neng hati-hati di jalan." ucap para pekerja ramah .
Melihat matahari yang mulai berjalan ke ufuk barat , Ayu memutuskan untuk pulang . Di sore hari biasa waktu nya bagi kaum ibu-ib untuk berkumpul di satu tempat dan melakukan kegiatan seperti bergosip dan curhatan lain nya , hal itu sudah biasa di desanya yang kadang membuat nya risih akan tatapan aneh yang di berikan kepada nya.
Seperti saat ini Ayu tengah melewati rumah salah satu warga dengan kumpulan para ibu-ibu rumpi yang bergembol bak lebah.
" Eh neng Ayu habis dari kebun ya." sapa salah sati wanita .
" Iya bu , mari." ramah Ayu pada mereka.
Ayu melngkahkan kaki nya dengan cepat dengan tatapan paa mama-mama yang seakan menjadikan nya objek untuk bahan gibah selanjut nya.
" Eh ibu-ibu , saya nih ya sampai sekarang masih gak percaya loh kalu keluarga pak Sugi itu jadi kaya mendadak kaya begitu." ucap ibu yang dulu nya menjadi tempat berhutang bu Emi.
" Iya padahal dulu mereka itu hidup nya meparat , tapi sekarang udah berubah gitu." timpal yang lain nya.
" Udah deh bu , mungkin itu udah keberuntungan keluarga mereka kali , lagian sekarang usaha pak Sugi udah merembet kemana-mana , jadi wajar aja kalo pak sugi makin kaya." ucap ibu lain nya yang mendapatkan tatapan tak suka dari bu-ibu lain nya.
.....
__ADS_1
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Salam Lucky