
Happy Reading
.........
Sudah satu minggu lamanya Ayu menjadi budak pria yang tak ia ketahui siapa dia , luka-luka ditubuhnya juga sudah menghilang tanpa jejak dengan pengobatan rutin yang ia jalani.
Saat ini ia tengah berdiri di depan pintu besar nan kokoh , setelah cukup menimbang dan mengumpulkan keberaniannya ia melangkahkan kakinya dan memutar gagang pintu dengan dada berdebar. Pintu terbuka hingga ia bisa melihat ruangan itu , ia mengedarkan pandangannya namun hal tak terduga ia lihat saat kepala seorang pria di penggal dalam satu kali tebasan hingga menggelinding sampai dekat kakinya.
"Ck dasar manusia tak berguna."Keenan menatap sinis tubuh pria berbadan gempal yang sudah tak bernyawa seraya berjalan mendekat kearah gadis yang terlihat membatu di depan sana.
Tungkai kakinya terasa lemas menyaksikan itu , ia dapat melihat dengan jelas lidah yang terjulur terdapat darah akibat terpotong juga kedua bola mata yang diambil membuat gejolak di perutnya berputar dan ingin segera mengeluarkan isi di dalamnya.
"Kau sudah datang." suara bariton yang menyadarkan dirinya dari keterkejutannya , Ayu melihat pria itu tengah mengelap sisa darah yang menempel di pedang tajam mengkilat itu dan langsung memasukannya kedalam sarungnya.
Ayu mendekat dan melihat ceeran darah di lantai dan tak lama seorang pengawal masuk dan membersihkan kekacauan yang ada diruangan itu.
"Tu-tuan Memanggilku?" Ayu menunduk tak berani menatap lama wajah datar pria rupawan yang juga tengah menatapnya. Ia masih mengedarkan arah pandangnya pada sisa noda darah itu.
"Apa yang kau lihat? Apa kau mau bernasib sama dengannya?"tanya Keenan.
"Ma-maaf tuan..."
"Ken."ucap pria itu memotong ucapan Ayu.
"Ck kau selalu mengucapkan kata itu."ucapnya berdecak sinis.
"Aku memanggilmu kesini untuk menugaskanmu menjaga hewan peliharaanku Zigo.
Ayu mengerutkan keningnya bingung namun ia tak bisa membantah atau nasibnya akan sama denga pria tadi.
"Tapi tuan..."
Ayu menghentukan ucapannya saat melihat kilatan setajam pisau itu menghunusnya.
Keen mengambil sebuah pemantik dan memberikannya pada Ayu , "Bawa ini." Ayu yang tak mengeri tanpa pikir panjang mengambilnya dan memasukannya kedalam saku gaunnya.
"Baik tuan akan saya lakukan."
__ADS_1
"Hmmm Baron akan membawamu ketempat hewan peliharaanku berada ."ucap Keen.
Tak lama munculah sosok pria dengan wajah aspal sebelas dua belas dengan Keenan.
"Kau bawa perempuan ini !"
"Baik tuan."Ayu yang mendengar itu segera melihat pria dengan jubah hitam berdiri satu langkah di belakangnya , "Kapan dia datang dan siapa lagi ini."
"Patuhlah selagi kau masih menyayangi nyawamu."peringat Keenan dan dalam sekejap tubuh Ayu menghilang saat sosok pria itu membawanya menghilang dengan kekuatan supra naturalnya.
"Akan ku lihat bagaimana kau bisanerhan di hutan itu."seringai licik tersungging kala membayangkan wajah gadis muda itu menjerit ketakuan.
......
Brukk
Ayu memekik kala tubuhnya terjatuh entah dari mana , ia melihat sekeliling dan tak mendapati sosok pria yang tadi membawanya.
"Dimana ini ,kenapa aku tiba-tiba bisa ada disini."bingung Ayu yang melihat sekitarnya namun hanya pepohonan besar yang sudah di tumbuhi oleh lumut yang ia lihat. Suasana yang hening mencekam seketika membuat buku kuduknya meremang ,ia tak melihat makhluk bernyawa dan hewan peliharaan yang dimaksud oleh tuannya tadi.
Ayu berjengit kaget dan ia hanya dapat mengelus dadanya saat menyadari bunyi itu berasal dari ranting kering yang ia injak.
"Ku kira apa , sumpah tempatnya serem banget mana gak ada orang lagi."ucap Ayu memperhatikan sekeliling , gadis itu terus berjalan namun hingga hari mulai gelap , ia harus secepatnya keluar atau paling tidak menemukan sebuah tempat untuk beristirahat .
"Mana ada tempat peristirahatan di tempat kayak gini ,dah mau gelap lagi."
Tap tap tap...
Matany berbinar kala ia melihat sebuah gubuh tak jauh dari tempatnya berdiri , namun ia sedikit ragu melihat kebut asap mengelilingi gubuk itu , dengan perasaan was was ia memberanikan dirinya untuk mendekat dan melihat lebih jelas gubuh berbahan bambu dan alang-alang itu.
"Aman gak ya." Tangan mungil itu perlahan mendorong pelan pintu yang terlihat rapuh.
Kreeeeattt...
Bunyi pintu yang di buka semakin lebar seiring dengan langkah kaki yang semakin mendekat.
"Hufttt..."
__ADS_1
Ayu memasuki gubuk dan melihat banya sekali sarang laba-laba yang menempel , ia melangkah semakin dalam melihat beberapa pintu dan sebuah ruangan dengan kursi dan meja yang tergeletak dan beberapa yang terkikis dimakan dimakan rayap.
Ayu melihat ada sebuah lampu minyak disana , ia dengan segera menyalakannya dengan pemntik di saku gaunnya.
"Kok kayak berasa ada yang aneh ya." guman Ayu memegang tengkuk lehernya , jantungnya seakan dipacu dengan mata menatap liar kesembarang arah.
"Kreeetttt..
Saah satu pintu terbuka membuat Ayu seketika menolehkan pandangannya.
"Itu apa? perasaan gak ada angin ."gumam Ayu yang semakin merasa tak nyaman berlama-lama di gubuk itu namun rasa penasaran juga gelapnya malam membuatnya tak punya pilihan lain selain bertahan di sini semalaman.
Ruangan dengan kegelapan membuat Ayu tak bisa melihat isi dari ruanagn itu , ia segera kembali dan mengambil obor dan menyalakannya lalu kembali lagi untuk melihat ruangan itu.
Ayu dapat melihat isi ruangan yang terdapat sebuah ranjang kecil dan lemari , ia bernafas lega kala fikirannya dapat mengistirahatkan tubuh lelahnya akan segera ia gapai.
Srakkk..
Shhsss...
Ayu yang tengah membersihkan ranjang kecil itu pun kini menatap lemari usang yang terus mengeluarkan suara.
"Huh bunyi apaan lagi coba." Ayu berusaha mengabaikan suara itu karna takut akan dugaannya yang akan terjadi tapi suara itu begitu bising hingga membuatnya mendekat dan dengan perlahan membuka gagang pintu.
Deghh...
Tubuhnya seketika terhuyung kebelakang dengan mata tak mengalihkan dari apa yang ia lihat di dalam lemari tua ini.
Sebuah kepala denga mata terbuka lebar menatapnya intems seakan ia adalah santapan lezat , makhluk yang hanya kepala itu menjulurkan lidahnya dan keluar dari tempat peristirahatannya dan semakin mendekat pada gadis muda yang ketakukan setengah mati namun untuk menggerakkan kakinya begitu sulit hingga Ayu hanya bisa berdiri kaku di tempatnya.
......
Typo bertebaran harap bijak dalam membaca!
Makasi yanv udah mau kasi like komennya cinta.
Salam Lucky salam cinta salam .....
__ADS_1