Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
Sakit II


__ADS_3

Jefan perlahan membuka matanya . terdengar suara Anna yang sedang berbicara dengan seseorang di telfon


" aku hari ini tidak bisa masuk "


" iya . tuan Jefan sedang sakit , aku tidak bisa meninggalkan nya sendirian "


" dia kan suami ku jadi aku harus merawat nya dengan baik "


" makasih ya nay , Dah " Anna menutup telfonnya


Jefan menyusuri pandangannya . mencari asal suara Anna . ia mendapati Anna duduk di meja rias dengan menyisir rambutnya yang basah


" sudah bangun tuan " sapa Anna yang tersadar Jefan menatap nya


Hem...Jefan menatap takjub penampilan Anna di depannya . Jefan merasa penampilan Anna semakin hari semakin cantik , rambut basahnya yang terurai semakin membuat jiwa kelelakian Jefan bergairah


Jefan meraih gelas di atas nakas dan hampir terjatuh , dengan sigap Anna menahannya .


" tuan "


rambut basah Anna tercium Jefan . harum sekali , mata Jefan tertutup merasakan aroma rambut Anna . entah mengapa sekarang Jefan tidak hanya menyukai aroma tubuh Anna tapi juga aroma rambut nya


" sudah saya bilang kalau butuh sesuatu , anda bisa menyuruh saya " Anna membantu duduk Jefan


" aku mau mengambil minum " Anna mengambilkan minum Jefan


" kenapa tuan " tegur Anna mendapati Jefan menatap nya lekat


" tidak , tidak apa-apa " jawab gugup Jefan


" saya sudah bilang anda tidak perlu sungkan jika membutuhkan sesuatu "


" aku sudah tidak apa-apa , aku hanya ingin mandi sekarang "


" tidak apa-apa bagaimana tuan , anda saja barusan hampir jatuh "omel Anna


" aku benci sekali bau badan ku sekarang , rasanya lengket semua " gumam Jefan mengendus aroma tubuhnya


" biar ku lihat demamnya " Anna tak sungkan menyentuh kening Jefan


" lumayan sih , tapi saya rasa anda belum bisa mandi sekarang , takut anda terjatuh di kamar mandi " tambah nya lagi " saya akan lap saja tuan "


tak lama Anna datang dengan di ikuti pak Jim yang membawa wadah besar dan waslap


"terimakasih pak Jim " ucap Anna


" sama-sama Nona " pak Jim berlalu meninggalkan kamar


keduanya sejenak saling diam


" kau...mau apa " Jefan gugup saat Anna duduk tepat di hadapannya


" tentu saja membuka baju anda tuan , mungkinkah aku mengelap pakaian anda "


" apa dia mau menggoda ku " batin Jefan


" aku bisa melakukan nya sendiri "


" Ok , baiklah "


Jefan membuka kancing bajunya satu persatu . menanggalkan piyamanya di atas tempat tidurnya dan kini Jefan bertelanjang dada


Anna merendam waslap ke air hangat yang di bawa pak Jim tadi dan mulai mengelap wajah Jefan , membersihkan kotoran sisa-sisa tidurnya . mulai turun ke bagian leher Jefan . terasa jakun lelaki itu bergerak naik turun . yah Jefan menelan saliva nya , Jefan menahan jiwa kelelakiannya yang semakin bergairah menatap kemolekan tubuh Anna yang beraroma Peony , yang saat ini jarak keduanya sangat dekat


" apakah anda grogi dekat dengan saya tuan " Anna tersenyum menggoda lelaki yang dari tadi hanya diam itu


" tidak " jawab datar Jefan . mencoba menutupi kegugupannya


" benarkah ! . tapi mengapa jakun anda tidak bisa diam "


" Aish ! , kau sudah mulai berani sekarang pada ku ya , sepertinya kau mulai mau di nafkahi batin oleh ku HAH!! " Jefan mencoba bersikap tenang dan membalas menggoda Anna


AWWW !!!


Anna mencubit ****** Jefan , lelaki itu menjerit kesakitan " maaf-maaf tuan , bercanda anda bisa saja "


" baiklah aku maafkan . kalau kau berani berbuat begitu lagi , aku akan mencium mu sebagai hukuman " Jefan mencengkeram lengan Anna


" tidak terima kasih Tuan . saya sangat menjaga aset saya "


tangan Anna turun membersihkan bagian Dada Jefan . Anna sedikit di buat takjub dengan dada bidang Jefan . tubuh lelaki itu terlihat sangat perfect dengan otot-otot yang tegang


sekarang berganti punggung Jefan yang di gosok lembut oleh tangan Anna


" apa perlu saya bersihkan yang lain "


" tidak . tidak perlu , aku akan ke kamar mandi" Jefan berdiri


" biar saya antar "


" tidak perlu "


" siapa yang akan bertanggung jawab kalau nanti anda jatuh , ujung-ujungnya saya yang akan di marahi pak Jim karena tidak merawat anda dengan baik " Anna memegangi lengan Jefan


" apa kau juga akan mengantar ku masuk ke dalam " goda Jefan saat mereka berada di depan pintu kamar mandi


" astaga !!!" Anna langsung melepas tangannya


setelah Jefan selesai aktivitas nya di dalam kamar mandi . Jefan keluar


" kau " Jefan kaget karena Anna masih menunggunya di depan pintu kamar mandi


" sudah selesai "


" Hmm ... "


" kalau begitu saya akan ke dapur dulu . apa anda mau makan sesuatu tuan , saya bisa membuat kan nya "


" terserah kau saja " Jefan menidurkan tubuhnya kembali di tempat tidur


" saya permisi dulu "


Anna membawakan Jefan sup ayam yang di pesannya pada pak Jim untuk sarapan Jefan


Anna menaruh nampan Baki di hadapan Jefan


" aku bisa makan sendiri " Jefan mengambil alih sendok dari tangan Anna " kenapa kau tidak pergi ke kampus "


" tidak apa-apa tuan . saya tidak bisa meninggalkan tuan sendirian "


" Hmm...aku kan bukan anak kecil lagi . di rumah ini juga banyak pelayan "


" benar . tapi tidak ada salahnya memang . seharusnya seorang istri merawat suami nya yang sedang sakit "

__ADS_1


Jefan menatap nya tapi Anna mengalihkan pandangannya


" apakah pak Jim sudah memberitahu mama kalau anda sedang sakit "


" tidak . aku melarang nya , aku tidak mau membuat nya khawatir "


" oh .." jawab singkat Anna


\#\#\#


Jefan pergi ke ruang kerja pribadinya . mencoba membereskan pekerjaan yang terbengkalai karena dirinya sudah dua hari tidak masuk ke kantor


"tuan saya membawakan teh hijau . apakah anda sudah baik-baik saja"


" Hmm..."


" kalau anda belum benar-benar fit . jangan begitu di paksakan tuan "


" tidak apa-apa "


" bolehkah saya membantu " Anna menawarkan dirinya


Jefan menoleh dan menatap tak percaya


" kalau cuma mengecek nya saja , itu tidak terlalu sulit "


" tenang saja tuan . selama kuliah aku belajar dengan keras masalah semua ini " tambah Anna lagi


" kau tadi bilang sangat bekerja keras tentang kuliah mu "


" Hmm..."


" kenapa "


" saya ini miskin tuan . saya ingin mengubah hidup saya "


" dan membalas semua orang yang telah membuat hidup papi saya berantakan sampai..." Anna menghentikan kalimat nya


" sudahlah . menurut tuan kan saya seorang pembual , mana mungkin anda percaya omongan saya "


Jefan merasa tidak enak hati telah menuduh Anna seorang pembual



" kenapa kau berbuat baik padaku "


Anna tersenyum menanggapi pertanyaan Jefan


" apakah butuh sebuah alasan mengapa kita berbuat baik pada orang lain " jawab Anna tanpa menoleh ke arah Jefan yang menatap nya


" tapi aku selalu kasar pada mu "


" Hmm...tidak semua perbuatan buruk orang harus di balas dengan keburukan juga . dan saya ini bukan orang baik tuan , saya orang pendendam , dendam kepada orang-orang yang telah mengusik kebahagiaan keluarga saya"


" Terimakasih sudah merawat ku " ujar datar Jefan


" tak perlu berterimakasih tuan . saya cukup tau diri kok apa yang harus saya lakukan"


" kau ini berani banyak bicara sekarang pada ku yah..."


" ma'af Tuan , setidaknya kan kita harus sesekali berdamai "


" berdamai " ulang Jefan " kau kira ini perang dunia ke dua " Jefan tertawa


" dulu bosan sekali berada di ruangan seperti ini . tapi sepertinya aku akan mulai membiasakan diri " gumam Anna pada dirinya sendiri


" yah . ruangan ini memang membosan sekali "


" apa ! tuan mendengar kan saya "


" aku tidak tuli . tentu saja aku mendengar ocehan mu itu !!!! "


" saya hanya bergumam pada diri sendiri "


" kalau hasil kerja mu hari ini bagus . kau harus membiasakan membantu ku disini "


" dulu Papi selalu meminta di temani di ruang kerjanya , supaya bisa melihat bagaimana mengerjakan berkas-berkas tumpukan itu jadi sedih ingatnya"


Drt....drt....drt....


" Hallo " Jefan mengangkat telfonnya meninggalkan Anna


" aku sudah menyelesaikannya . datanglah "


" ambilah sekarang . aku tunggu di ruang kerja "


Jefan kembali ke meja kerjanya . terlihat Anna sudah tertidur , berbantal lengan yang di selonjorkannya di atas meja kerja


" Anna , kau tidur "


tak ada jawaban dari Anna . Jefan menghampiri terduduk di depan Anna


" kau tidur . hei kenapa tidur disini " Jefan menatap Anna sebentar . mengamati wajah cantik Anna


" dia imut sekali kalau tidur " gumam Jefan .


tak perlu berfikir panjang Jefan menggendong Anna . menidurkan nya di sofa ruangan itu . Jefan mengangkat kepala Anna dengan hati-hati dan meletakkan nya di pangkuan Jefan


Jefan menelan saliva nya saat bersentuhan dengan paha putih mulus Anna yang bertelanjang , karena Anna memakai rok di atas lutut


" tidak bisakah dia memakai celana panjang saat-saat seperti ini " Jefan mencoba menutupi paha mulus itu yang tersingkap


" dia ini tidur apa pingsan . kenapa tidak bergerak " Jefan melirik wajah Anna yang pulas


" hallo ...pak Jim bisa ambilkan bantal sama selimut . antar ke ruang kerja " klik. Jefan menutup handphone nya


tak lama pak Jim datang dengan membawa barang-barang yang di pinta Jefan


" ini tuan " Jefan meraih selimut dari tangan pak Jim dan langsung menyelimuti tubuh Anna


" apa tuan mau saya pindahkan Nona ke kamar"


" tidak . biarkan saja dia di sini "


" saya rasa Nona Anna kelelahan tuan . semalam Nona beberapa kali ke dapur untuk mengganti air kompresan yang sudah dingin"


" sendiri "


" iya Tuan . Nona merawat anda dengan baik , dia juga bangun sangat pagi untuk membuatkan sarapan Anda sendiri "


Jefan menatap lekat wanita di pangkuannya itu dan menyingkapkan rambut yang menutupi wajahnya


" oh ya pak Jim kalau Nino datang suruh langsung ke sini "

__ADS_1


" baik tuan " pak Jim meninggalkan ruang kerja


ceklek!!


" Wah wah wah....." Nino menggeleng kan kepalanya atas apa yang di lihatnya


" Sssttt...." Jefan mengisyaratkan agar Nino tak berisik


" bisa pelan kan suara mu . nanti dia bisa terbangun "


" kau apakan dia hah!!! "


" memang kau lihat aku sedang apa " jawab datar Jefan


" kenapa dia bisa tidur di pangkuan mu "


" entahlah . sepertinya dia sudah terpesona dengan ketampanan ku "


Nino tergelak" kau sudah mulai menyukai nya " tebak Nino


" diam dan mulai bereskan berkas di meja itu "


" tidak bisakah kau jawab iya begitu saja " Nino jeles sambil membereskan berkas di atas meja


" oh ya Jef , tuan Billy menerima hubungan kerjasama dengan kita jauh lebih mudah dari apa yang ku kira "


" bagus lah "


" tapi dia mau langsung bertemu dengan kau dan istri mu saat penandatanganan kontrak"


" baik . tidak masalah "


" lihatlah , tidur nya saja manis begini . bagaimana bisa kau tidak tertarik padanya " Nino berjongkok tepat di depan Anna


" hei kau mau apa " Jefan menyenggol dengan kakinya " cepatlah kembali ke kantor sana "


" iya iya Bos . kau takut sekali terganggu oleh ku " Nino berdiri dan langsung kembali ke kantor


sudah dua jam Jefan masih sama dalam posisinya . Anna juga tidak bergerak saking pulasnya dia tertidur . Jefan tidak tega untuk membangunkan nya karena gadis itu telah bekerja keras merawat nya yang sedang sakit


" kenapa dia belum bangun juga , kaki ku mulai kesemutan tidak bisa di gerakkan "


" kenapa bantal ini mulai tidak nyaman " gumam Anna masih dengan mata tertutup dan masih tidak sadar . dia menggerakkan kepalanya sebelum tangannya meraba-raba paha Jefan


"oh " Jefan yang mendapat sentuhan tiba-tiba Anna , menggeliat tegang


merasa ada yang bergerak Anna memutuskan bangun dari tidur nya


" tuan " Anna terperanjat setelah siapa yang dia lihat di atasnya


" apa yang anda lakukan tuan " tanya Anna gugup


" harusnya aku yang tanya kenapa kau dari tadi tidur di pangkuan ku " Jefan mencoba bersikap biasa


" sa..ya ., kenapa saya bisa di situ . sepertinya saya tertidur di meja kerja tadi " Anna melirik sekitarnya


Anna melangkah kan kakinya , malu atas apa yang terjadi padanya


" mama " ucap kaget Anna . Rosa tiba-tiba muncul


" Jef kau sakit . kenapa tidak memberi tahu mama " Rosa menoleh ke arah Anna


" ma'af ma , jefan melarang Anna untuk memberi tahu mama karena mama pasti akan cemas " Anna menenangkan mama mertua nya yang terlihat sangat gelisah


" aku sudah tidak apa-apa kok ma . ini yang aku khawatir kan karena mama pasti cemas "


" tapi ini tidak lucu Jef , kau sakit dan tidak ada yang mengabari mama "


" aku sudah baik-baik saja . Anna merawat ku dengan baik ma "


" makasih ya sayang " Rosa menggenggam tangan Anna erat


" sudah kewajiban Anna merawat suami dengan baik ma "


" apa kau benar-benar sudah sehat "


" iya ma " Jefan meyakinkan sang mama " besok juga harus menghadiri pertemuan penting "


" kan bisa di wakilkan Nino atau papa nanti , biar mama yang bicara "


" tidak bisa ma . dia clien penting dari Singapura yg yang selama ini aku tunggu"


" sepenting itu kah "


" iya ma , dia meminta agar langsung aku dan Anna menghadiri jamuan makan malam "


" Ok . kalau sama Anna mama lega "


Rosa menggeser duduknya , mendekati Anna


" sayang , apa kamu tidak merasa ada yang aneh pada mu akhir-akhir ini "


" tidak ma " Anna menggeleng kurang paham


" mungkin mood booster mu berubah-ubah"


" tidak juga ma , Anna baik-baik saja"


" benarkah . kalau datang bulan mu "


" lancar kok ma seperti biasanya , Anna kurang paham deh maksud mama "


" mama hanya mau tanya , apa kamu sudah punya tanda-tanda kehamilan "


Huk Huk Huk.....


Jefan kaget dengan apa yang di obrolkan mamanya dengan Anna


" kenapa aku harus hamil ibu mertua , tidak terjadi apa-apa pada kita berdua. bagaimana aku bisa hamil " batin Anna


" ayo jawab sayang "


" sepertinya belum ma " Jawab Anna sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" tidak perlu buru-buru juga ma... Anna kan masih harus menyelesaikan kuliahnya" Jefan menengahi


" kenapa tidak , tak ada larangan juga . lagian Anna seperti nya pasrah saja . kenapa kamu yang repot " omel Rosa


" pokoknya kalian harus jaga kesehatan . kalau perlu ikut program hamil , mama akan konsultasi pada Nicole dan memintanya mencarikan dokter yang bagus di kota ini "


" mama ingin sekali punya cucu " tanya Anna dengan wajah polos


" sayang...tentu saja . mama jadi tidak sabar menunggu anak-anak kalian lahir ke dunia ini"

__ADS_1


Anna dan Jefan saling pandang . tak mengerti antusias Rosa begitu besar untuk mempunyai cucu


__ADS_2