
Anna membawa beberapa buku keluar rumah. menuju ke kolam renang, bersantai duduk di lounger menikmati keindahan langit sore hari
Anna membuka buku nya, mencoba mencerna isi yang ada di dalam buku
" silahkan Nona "Arum membawakannya beberapa minuman dan cemilan
" Terima kasih Arum.."
" sama-sama Nona. saya permisi dulu "
" tunggu. temani aku di sini "
" maaf Nona, tapi pekerjaannya belum selesai"
" kau berani menolak ku?? "
" maaf maaf, bukan begitu Nona "
" kenapa? kau takut di marahi pak Jim "
" maafkan saya Nona "Arum menunduk
" tidak apa-apa. aku yang menyuruh mu, duduklah "
" tapi Nona "
" aku butuh teman. sebentar saja "
Terpaksa Arum mengiyakan duduk di lounger samping Anna, yang melihat nona nya kesepian
" apa kau kuliah "
" tidak Nona "
" kenapa?? "
" orang seperti saya harus berfikir berulang kali untuk bersekolah tinggi nona "
" kenapa begitu "
" saya orang susah. cukup buat makan sehari hari sudah bersyukur nona "
" apa gaji yang di berikan Jefan pada mu kurang "
" tidak-tidak bukan begitu nona. gaji yang di berikan tuan Jefan sangat-sangat lah cukup. sekarang saya lebih memikirkan pendidikan kedua adik-adik saya biar tidak serendah saya "
" hmm...kau tulang punggung keluarga mu"
" begitulah Nona, saya tinggal dengan ibu dan dua adik saya "
" ya Tuhan....ternyata masih ada yang hidupnya lebih susah dari ku "Anna menghela nafas panjang. mendengar cerita Arum yang begitu susah
" sepertinya kau terlihat lebih tegar menjalani masalah hidup mu. tidak seperti diri ku yang pasti langsung berfikir untuk mengakhiri hidup ku "tukas Anna lagi
" karena saya harus bertanggung bukan hanya untuk hidup saya sendiri Nona tapi saya juga harus memikirkan bagaimana kehidupan orang tua dan adik saya sepeninggal saya "
" apa Jefan selalu menyusahkan mu. maksud ku menyusahkan kalian semua di sini. melihat sifatnya yang pemarah begitu, ku rasa kalian tertekan "
" tidak Nona jangan berfikir begitu. tuan muda Jefan sangatlah baik. asal kita tidak melakukan kesalahan. setelah saya bekerja di rumah ini saya tidak perlu repot-repot mengambil kerja sampingan lagi di tempat lain. karena gaji yang di berikan tuan sangatlah lebih dari cukup, malah saya bisa menabung juga "
" hmmm... begitu ya "
" tuan Jefan akhir-akhir ini jarang sekali marah setelah menikah dengan Nona muda. UPS!! maafkan saya Nona, maafkan saya "Arum beberapa kali meminta maaf karena tak sengaja menyebut Tuan nya pemarah
" ah tidak usah minta maaf. memang benar dia pemarah kan "sahut Anna tersenyum
" tidak usah terlalu kaku begitu pada ku. aku akan marah kalau kau bersikap begitu "tukas Anna lagi
" maaf Nona "
" kau sudah punya pacar?? "
Arum menggeleng
" benarkah, seusia begini dulu aku sudah punya pacar "
" orang seperti saya terlalu sibuk untuk memikirkan hal seperti itu Nona "Arum mulai lebih nyaman berbincang dengan Anna
" kalian tidak ada libur?? "
" kami libur bergantian satu hari setiap bulannya "
" kemana "
" maafkan saya Nona. saya kurang paham dengan maksud Nona "
" maksud ku kemana kamu biasanya pergi kalau hari libur. jalan-jalan?? "
Arum tersenyum " saya pulang Nona, mengunjungi keluarga di rumah "
" senang sekali pastinya. ada tempat untuk kau pulang. jadi rindu Papi Mami "
" ma'afkan saya Nona "ucap Arum karena membuat Nona nya sedih
" kau selalu minta maaf. sudah ku bilang aku tidak suka kau terlalu kaku. aku ingin mengobrol normal seperti seorang teman "
" ma'afkan saya Nona. tapi memang ada peraturan di rumah ini antara majikan dan pelayan agar tidak melampaui batas "
" siapa yang membuat peraturan, pak Jim "
Arum menunduk
__ADS_1
" sebenarnya aku tidak suka hal-hal seperti itu. kenapa harus ada batasan, dulu di tempat ku tidak seperti itu "
" kalau begitu saya pamit dulu Nona. masih ada pekerjaan yang belum saya selesaikan "
huff!! Anna menghela nafas. dia kesepian lagi, ia mengambil sebuah minuman yang di bawa Arum tadi
" hmm..minuman ini rasanya baru. Arum tahu sekali semua kesukaan ku "
Anna membuka buku nya kembali. mencoba berkonsentrasi tapi memang mood nya buruk sekali saat ini.
" aku lupa kapan terakhir kali aku berenang? jadi pingin loncat. hmm..."Anna menatap kolam di depannya. ia menghampiri pak Jim yang sedang mengawasi pekerjaan para pelayan yang tak jauh dari tempatnya
" pak Jim "
" iya Nona. anda membutuhkan sesuatu "
" hmm...aku ingin berenang, bisa tidak hmm...pak Jim suruh semua pelayan keluar dari mansion "ucap Anna ragu-ragu
" bisa Nona. "
" tapi nanti saja tidak apa-apa. nunggu pelayan membereskan semua pekerjaan nya "
" itu tidak masalah Nona, kita bisa melanjutkan nya nanti "
" tapi pak Jim..."
" tidak apa-apa Nona. kenyamanan anda lebih utama "
" kalau begitu terima kasih "
" sama-sama Nona "
Anna masih risih berenang di ruang terbuka seperti ini. apalagi kalau harus di lihat oleh semua orang seisi rumah. memang dulu saat ia mau berenang, ia harus mengosongkan orang seisi rumah dulu
setelah memastikan orang seisi rumah kosong, ia mulai membuka bathrobe yang didalamnya sudah berganti setelan bikini
sedang di depan gerbang mansion, Jefan melihat pak Jim yang tak biasa bertempat di samping penjagaan rumah
Jefan memasuki rumah. Aneh!! tak seperti biasanya ia melihat pemandangan rumah yang lenggang. yang seharusnya para pelayan berlalu lalang mengerjakan tugasnya masing-masing
terdengar suara air dari kolam renang belakang. membuatnya penasaran siapa yang berenang di sore hari di kolam renang yang hampir tak pernah di pakai itu
" Anna..."gumam Jefan, menghampiri Anna ke kolam renang
" eheem..."Jefan berdehem. mengagetkan Anna yang sedang asyik melatih otot-ototnya
" Jefan!! kau..kau.."Anna terbata
" sedang apa kau di sini "
" aku bosan, jadi aku bermain di sini "
" iya ma'afkan aku. kalau kau tidak suka aku bisa pergi "spontan Anna naik ke pinggiran kolam tanpa sadar kalau dia sedang memakai bikini
" Agrrhh...kau merusak pandangan ku "ujar Jefan dengan senyuman nakalnya
" ish!! dasar...."Anna reflek kaget. dan akan meloncat ke kolam tapi kaki nya malah tergelincir dan menabrak tubuh Jefan
Byuuurrr....
keduanya jatuh ke air.
" ma'afkan aku. karena aku baju mu jadi basah semua "ucap Anna saat sudah ke permukaan
tapi Jefan hanya diam. tak ada jawaban darinya
" Jef kau tak mendengar ku "
" Jefan!! "teriak Anna kesekian kalinya sampai membuatnya kesal
" kau ingin main-main dengan ku "Anna mulai panik menghampiri. karena melihat tak ada gerakan dari Jefan
" Jefan please jawab aku "Anna menggoyang-goyangkan tubuh Jefan.
dengan susah payah Anna menariknya ke pinggiran kolam, menaikkan tubuh Jefan yang lumayan berat
" Jef.. bangunlah. Jefan kau pasti pura-pura"Anna menggoyang-goyangkan kembali tubuh Jefan . masih tak bergerak
" please jangan buat khawatir "
seketika wajah Anna memerah. sangat begitu mengkhawatir bahkan ada bendungan air di matanya. ia mencoba menekan-nekan dada jefan dengan sekuat tenaga nya. " bangun Jef "
" please Jef...bangunlah. jangan buat aku khawatir. aku tidak akan memaafkan diri ku jika terjadi sesuatu pada mu hu..hu.."tangisannya mulai pecah. ia menangis sejadi-jadinya di atas dada Jefan, tak tahu apalagi upaya yang akan di lakukan nya
" tolong... tolong...". tak ada yang menyahut nya. karena jarak mansion utama dari gerbang depan lumayan jauh
" ku mohon tolong siapa pun di sana!! "Teriaknya lagi
Anna terduduk terpuruk dengan kondisi Jefan di hadapannya. masih terus menangis.
" aku tidak bisa membiarkan mu seperti ini "gumam Anna, beranjak. ia harus mencari pertolongan sebelum terlambat
"ha-ha-ha....."terdengar tawa pecah dari Jefan. menahan tangan Anna dengan tertawa terbahak
" kau..."Anna terperanjat kaget
" ha-ha-ha...kau menghawatirkan ku "Jefan masih tidak bisa menghentikan tawanya
Anna terdiam. air matanya masih mengalir
__ADS_1
" muka mu tadi terlihat lucu sekali "
" ini tidak lucu!! "Anna berbalik dan melangkah ingin pergi tapi Jefan menghentikan nya
" kau marah, aku hanya ingin bercanda dengan mu "Jefan masih tersenyum melihat tingkah Anna
" kau kira ini bisa di buat bercandaan hah!! kau pikir aku tak khawatir pada keadaan mu. jantung ku bahkan seperti berhenti berdetak melihat mu tidak bergerak!!! "Anna mendorong nya kasar
" maafkan aku "Jefan menariknya ke dalam pelukannya " maafkan aku. aku hanya ingin bercanda dengan mu. tolong jangan marah lagi"
" lepaskan!! kamu jahat!! "Anna mendorong nya lagi
" tolong maafkan aku." Jefan mendekapnya lagi, tidak membiarkan Anna lepas
" aku takut Jef.... aku trauma kehilangan orang-orang disekitar ku "Masih tidak bisa menghentikan tangisannya
" aku benar-benar minta maaf karena telah membuatmu khawatir "
" aku tidak tahu lagi bagaimana kalau hal itu terjadi pada mu. "
" tenanglah ..aku tidak apa-apa. maafkan aku, aku tidak akan membuat mu merasakan kehilangan lagi "
Jefan mengambil bathrobe dan memakaikan pada tubuh Anna yang masih mengenakan bikini
" jangan menangis lagi "Jefan mengusap air matanya dan membawanya masuk kedalam rumah
setelah mengganti pakaiannya, Anna berdiri melihati pemandangan dari teras kamarnya. mencoba melupakan kejadian tadi
" sedang melihat apa "Jefan datang dan melingkarkan tangannya dari belakang " masih marah pada ku "menempelkan kepalanya di pundak Anna
Anna masih enggan menjawab
" aku masih hidup tapi kau mengacuhkan ku, apa aku harus mati saja. setidaknya kau menangis menghawatirkan ku "
sontak Anna berbalik dan menyentil mulut Jefan
" ugh!! kau mulai berani pada ku "
" ma'af ma'af, habisnya kau sembarangan kalau bicara "Anna menyentuh bibir Jefan memastikan tidak ada luka
" aghrr....sakit sekali "Jefan mulai melebih-lebihkan karena tentu saja tidak sakit sama sekali
" masa begitu saja sakit "
" kalau tidak percaya lihatlah lebih dekat. sepertinya ada yang luka, rasanya perih sekali "
Anna mendekatkan wajahnya, melihat dengan seksama
" tidak ada "
Muachh....
Jefan mencium bibir Anna, sebelum wanita itu menarik wajahnya menjauh
" Jefan!! "
" kenapa, mau lagi ".
Anna melihat sekeliling, sadar yang mereka lakukan di luar ruangan.
dan tentu saja ada sepasang mata yang tak sengaja lewat, melihat pemandangan romantis barusan.
" Arum melihatnya "
" Arum siapa?? "
" dia sudah kabur setelah melihat adegan barusan "
" sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengan pelayan "
" kenapa?? "
" aku tidak mau mereka malah memanfaatkan kebaikan mu dan bertindak tidak sopan "
" itu tidak mungkin. aku memang bersikap seperti itu pada semua pelayan di rumah ku dulu "
Jefan menggeleng kan kepalanya " kau itu terlalu baik "
" jangan memuji ku "
" ck, apa itu terdengar seperti pujian "
" sepertinya begitu "
Jefan menarik pinggang Anna mendekat " apa kau bosan tidak ada teman di rumah ini "
Anna mengangguk pelan
" kalau begitu kau harus bekerja di kantor dengan ku, setidaknya aku bisa menjadi teman mu supaya kau tidak bosan "
" hah!! aku dulu membawa teman ku ke rumah ini agar tidak bosan. kenapa kau malah memperkerjakan ku agar aku tidak bosan di rumah "
" kau tahu...aku tidak suka banyak orang lain di tempat ku kecuali para pekerja ku kan "
" yah, karena kau berbeda dengan orang lain "
" maksud kau?? sudah berani banyak bertingkah sekarang ya...mau ku cium di sini lagi "
Seketika Anna menarik bibirnya. takut serangan tiba-tiba Jefan
" kenapa begitu..."Jefan menggelitik Anna
__ADS_1
" Jefan...aku tidak suka "Anna mencoba menghindar tapi Jefan tidak membiarkan nya begitu saja. dia terus menggelitik Anna hingga terjerembab di atas ranjang