
Sore ini Anna memutuskan meminjam buku-buku yang berada di ruang kerja pribadi Jefan , untuk mencari bahan mata kuliah nya
" apa aku harus meminta izin dulu untuk masuk kesini " gumam Anna yang sudah di depan pintu ruang kerja jefan
" aku kan hanya ingin mencari buku , tidak untuk mencuri . kurasa tidak perlu " Anna memasuki ruangan itu
Anna menyusuri judul buku di rak satu persatu . dan terhenti di sampul warna biru bertuliskan J&A ,
" Ohh..apakah dia kekasih Squidward " Anna melihat foto Jefan dengan berbagai pose bersama seorang wanita cantik
" tipe nya Ok juga , tentu saja kenapa tidak , dia punya segalanya kenapa tidak bisa mempunyai pacar yang cantik"
" Jefan dan Adelle . Singapore " Anna membaca caption yang tertulis di bawah foto itu
"jadi namanya Adelle , nama yang cantik "
" apa yang kau lakukan di sini!!!"
BBUUKK!!!
Anna menjatuhkan album foto yang di pegangnya , kaget karena Jefan tiba-tiba muncul dari belakang
" anda mengagetkan saja tuan " ucap Anna sambil mengelus dadanya
Anna membungkuk mengambil album yang yang terbuka itu tapi Jefan dengan cepat memungutnya
" jangan pernah urusin kehidupan pribadiku!!!! "ucap Jefan terdengar meninggikan suaranya dan berbalik keluar dari ruangan itu
" tapi tuan...."
" kenapa dengan dia " ujar Nino saat berpapasan dengan Jefan
" ggrrttt....kenapa sih dia tuh langsung marah sebelum mendengar kan penjelasan ku" ujar Anna kesal
" memangnya ada apa dengan nya " tanya Nino
" entahlah si Squidward itu langsung marah-marah pada ku"
" Apa!! ....siapa Squidward "Nino tertawa memastikan siapa yang di maksud Anna
" siapa lagi kalau bukan Tuan pemarah tadi , aku ke sini cuma mau cari bahan buat tugas kuliah "
" Ha-ha-ha...si Jefan " Nino tidak bisa berhenti tertawa
" euhm....apa dia saat pacaran juga menyebalkan seperti itu " tanya Anna
" menurut mu ..." tanya balik Nino
" bentar...apa dia marah karena aku tadi menjatuhkan album foto tadi "
" album foto apa.."
" album foto Jefan dan Adelle , aku tadi tidak sengaja melihatnya "
" mungkin saja "
" oh ya , bukankah tuan Jefan mempunyai kekasih . kenapa tidak menikah saja dengannya . malah menikah dengan ku "
" maunya sih begitu . tapi dia tidak datang saat Jefan akan memperkenalkannya pada orangtuanya "
"kenapa , apa mereka putus "
" entahlah , sampai saat ini Adelle tak pernah datang lagi "
" kenapa dia tidak datang , apa mungkin dia menolaknya?? tapi bukankah Jefan Lelaki yang mapan , dia punya segalanya . kenapa dia menolak menikah dengan Tuan muda "
" Adelle itu tidak sama dengan wanita-wanita biasanya , saat wanita lain rela meninggalkan semua demi menikah dengan seorang Presdir seperti Jefan . tapi tidak dengan Adelle . dia lebih memilih mengejar prestasi nya "
"dia bukan orang susah seperti ku kan , kenapa harus capek-capek mengejar karir , toh tuan Jefan pasti memberikan semua untuk nya "
" itu pikiran kamu kan , bukan Adelle "
" mereka udah pacaran berapa tahun ??"
" Lima tahun "
" lama juga yah "
" kalau kamu "tanya balik Nino
" aku!! aku sedang tidak punya pacar tapi hati ku masih di isi seseorang yang tidak bisa aku miliki "
" pasti dia "
" jangan sok tahu "
" tau lah , kenapa hati mu rela ber-lelah lelah menunggu seseorang yang tidak pasti , kenapa tidak buka saja untuk orang lain . misalnya aku !! "
" hahaha...kau selalu punya celah menggoda ku... , tapi hatiku belum terasa lelah . akan ada masanya nanti aku berpaling jika hati ini sudah menemukan seseorang yang lebih pantas memiliki nya "
" apa orang seperti ku kurang pantas "
" entahlah , mungkin saja . tidak menutup kemungkinan aku bisa menyukai mu juga tapi tidak untuk sekarang . hati ku seperti nya masih belum berdebar saat di samping mu "
" begitu...jadi apa boleh aku mengejar mu "
" mengejar ku!! itu pasti capek sekali , aku tidak suka lomba lari "
" lomba lari !! maksud mu " Ulang Nino bingung
" kau akan mengejar ku kan , aku tidak suka berlarian . itu hanya akan membuat badan ku kurus wkwkwk...." Anna terbahak menjahili Nino dan meninggalkan nya sendiri di ruangan itu
Anna melewati kamarnya , dia masih sedikit kesal bertemu Jefan yang tiba-tiba marah tanpa alasan . Anna memutuskan pergi ke ruangan bawah melihat aktivitas sekitarnya
" Nona ada surat untuk anda "
" surat apa Jim "
" sepertinya undangan reuni sekolah anda Nona "
" Oh, makasih pak Jim " Anna membawa undangan itu ke kamarnya
" Huff! aku terlalu malu untuk datang , mereka pasti akan membully ku " gumam Anna sambil berjalan menuju kamarnya
Anna meletakkan undangan itu di atas nakas dan memperhatikan sekelilingnya , tak ada tanda-tanda Jefan di tempat itu . dirinya memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi
Ceklek!!!
Jefan memasuki kamar , matanya menyusuri kamar . tak terlihat Anna . Jefan memikirkan kejadian tadi sore di ruang kerja pribadinya , sikapnya yang keterlaluan pada Anna membuat dirinya tidak enak hati
__ADS_1
terdengar gemericik air dari kamar mandi , membuat Jefan salah tingkah
" Reuni sekolah ××××" Jefan memegang undangan di atas nakas
bukan Jefan kalau dia tidak membuat Anna kesal . dia berpura-pura tak menghiraukan Anna yang keluar dari kamar mandi tapi malah gadis itu yang mendiami nya tanpa bicara
" Kau mendapat undangan Reuni sekolah mu"
" Hem..." jawab singkat Anna
" apa kau akan pergi "
" tidak "
" kenapa "
" tidak kenapa-kenapa "
" bisakah kau tidak menjawab seperti itu" Jefan mulai kesal dengan jawaban Anna
" tidak "
" pergilah " tambah Jefan
" saya tidak tertarik pergi" ucap Anna duduk di depan meja rias
" kenapa "
" haruskah saya punya alasan "
" beri aku satu alasan "
Anna menoleh ke arah Jefan " saya tahu diri untuk datang , mereka pasti sudah menjadi orang sukses . pantaskah Upik abu seperti saya berada di tengah-tengah mereka "
" tak cukupkah kau menjadi istri Presdir Jefan Jackson untuk membuat mereka segan pada mu " suara Jefan meninggi
" apakah anda akan datang "
" aku akan datang bersama mu "
Anna terdiam " kenapa anda memaksa sekali tuan "
" ini perintah dan aku tidak mau ada yang menolak perintah ku "
" ada apa dengan nya , tadi dia marah-marah pada ku . sekarang dia memaksa ku untuk datang bersama nya . dasar Squidward tidak bisa di tebak "
" saya akan ke bawah menyiapkan makan malam " pamit Anna . tapi tak di respon Jefan yang sedang asyik dengan handphone nya
Jefan teringat profil biografi Anna yang di kirimkan Nino tempo hari
"Anna Zander " tulis Jefan di pencarian sosial media nya
terlihat postingan terakhir dua tahun yang lalu , Anna bersama Sang Papi Axel Zander bergandengan tangan dengan caption :
" *Terasa sesak di dalam dada yang tak bisa ku tahan saat rindu tak terbalaskan
Papi....
tak akan ada lagi tempat untuk ku untuk bersandar..
tak akan ada tempat seperti Papi untuk ku berbagi keluh kesah yang ku hadapi..
tak akan ada tempat seperti Papi untuk ku bermanja-manja dengan segala keinginananku
Love you Dad❤️*
"Aishh ...kenapa dia bisa menulis sesedih ini" ucap Jefan mengiba atas Anna
" postingan dua tahun yang lalu . apa selama ini dia benar-benar tidak pernah lagi membuka medsosnya "
Jefan terus men scroll postingan Anna ke bawah
" kenapa post fotonya menggoda begitu , apakah dia benar-benar sudah sedewasa ini " komentar Jefan . dia terus menelusuri setiap post foto serta caption Anna dan terhenti di postingan Anna bersama seorang lelaki
" ternyata dia punya pacar juga "
caption ; " hal sederhana yang bisa buat kita bahagia luar biasa " Tulis Anna
" apa ini " Jefan mengernyit kan dahinya
" bisa-bisanya dia bersikap manis seperti ini tapi buruk pada ku "
" bukankah wajah tampan ku lebih baik darinya . masih kalah jauh " ujar Jefan terlalu percaya diri
" sepertinya wajah dia familiar , tapi dimana ya aku bertemu " Jefan mencoba mengingat
" melihat mu seperti ini , aku jadi tidak percaya kalau kau berfikir untuk bunuh diri saat itu " Jefan terus bergumam sendiri
Tok tok tok!!!
" Tuan ..Nona menunggu untuk makan malam di bawah " Panggil seorang pelayan dari balik pintu kamar
" Hemm "jawab singkat Jefan , langsung turun ke bawah
Jefan duduk di sebelah Anna yang tak menoleh ke arahnya . Anna menyajikan makanan Jefan , mengambilkan nya hidangan yang tertata rapi di depan nya
" aku tidak mau itu "
Anna mengembalikan makanan itu ke tempat asalnya karena penolakan Jefan
" tapi tunggu ...apa itu " ujar lagi Jefan
" jamur tiram "
" kenapa penampakan nya begitu "
" ini di masak dengan saus gochujang " Anna sedikit menjelaskan
" apakah enak " tanya lagi Jefan . Anna menoleh tajam pada Jefan di hadapannya mulai kesal
" anda bisa mencobanya kalau tidak suka anda tak perlu memakannya " Anna menggantungkan tangannya . menunggu perintah Jefan selanjutnya
" begitu "
__ADS_1
" bagaimana apakah anda mau "
" hmm...boleh sedikit saja "
" hmm... lezat , apakah kau yang memasak pak Jim "
" bukan tuan , Nona Anna yang memasak nya " jawab pak Jim
" oh " jawab singkat Jefan
" kenapa dia cuma jawab singkat begitu , saat tahu aku yang memasak " batin Anna
" tambahkan lagi " Jefan menyodorkan piring nya kembali . Anna menambahkan yang di pinta Jefan
" apakah masakannya lezat tuan " goda Anna
" hmm...aku hanya lapar "
" cih!! lapar katanya , tinggi sekali gengsi mu tuan , akui saja kalau kau memang menyukai masakan ku " gerutu Anna dalam hati
" besok Nino akan mengantar mu ke butik langganan mama "
" untuk apa " tanya Anna sambil terus menyuap makanan
" beli gaun untuk pergi ke acara Reuni sekolah mu "
" hah...tidak perlu , gaun ku masih layak pakai jadi tak perlu membelinya "
" ini perintah "
" tak bisakah anda tidak membuat hal yang tidak penting ini sebagai perintah "
" apakah kau sudah memikirkan hukuman bagi orang yang telah melanggar perintah ku!!"
" tuannn...." Anna mulai geregetan
Jefan berdiri . meninggalkan Anna yang masih berwajah kesal
" aku tunggu di kamar . tugas mu masih belum selesai " Jefan pergi ke kamarnya
" kenapa seharian orang ini membuatku kesal "
Anna memasuki kamar . terlihat Jefan sudah bertelanjang dada
" bersihkan dulu tangan mu , aku tidak mau kuman menempel ranjang ku yang bersih ini "
" saya sudah cuci tangan tadi di bawah "
" cuci lagi pake sabun , bukankah kau tadi memasak di dapur . tangan mu itu pasti sudah terkontaminasi dengan bawang "
" Huff!! baik tuan muda " dengan wajah kesal Anna menuruti perintah Jefan
Braakkk!!!
Anna sedikit membanting pintu kamar mandi membuat Jefan sedikit kaget
" apa dia marah . lucu sekali " Jefan membuka kembali sosial media Anna , dia sangat tertarik melihat gadis itu memakai perona bibir berwarna merah di bibir mungilnya , sangat menggoda . pikir Jefan , ia teringat saat mencium bibir wanita itu di pelaminan . seperti punya magnet yang menarik Jefan untuk lebih dari sekedar bersentuhan
" sangat bertolak belakang dengan Anna yang ada di rumah ini "
ceklek !!!
Anna keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya
" mau kemana " tanya Jefan saat Anna mengambil bantal di samping Jefan
" saya mau tidur tuan " Anna menyiapkan bantal di Sofanya
" kenapa tidur di situ "
" tidak apa-apa tuan , saya hanya ingin tidur di sofa "
" ke sini " Jefan menepuk ranjang
" kenapa lagi tuan "
" kau tidak boleh tidur di situ "
" tapi saya mau tuan " Anna tak menghiraukan Jefan dan langsung menutupi tubuhnya
" Kau!!!" Jefan beranjak . menindih tubuh Anna
" tuan apa yang...."
" kau sudah berani menolak perintah ku " Jefan menatap Anna tajam . teringat bibir merah sensual itu . tanpa persetujuan Anna , lelaki itu melahap bibir Anna , ********** lembut walaupun ada tolakan dari Anna tapi tetap saja tak di lepaskan oleh Jefan . sesekali Jefan menggigit nakal tak membiarkan bibir gadis yang dari tadi memukul-mukul dadanya itu leluasa bernapas , terasa nafas Anna tersengal saat Jefan dengan lambat melepaskan sentuhan bibirnya
" apa yang anda lakukan tuan!! " Anna mengusap bibirnya , membersihkan dengan tangannya
Jefan tak menjawab . lagi-lagi tanpa persetujuan Anna , Jefan langsung menggendong Anna dan membawanya ke tempat tidur
" itu hukuman karena kau menolak perintah ku , apa kurang cukup lama " Jefan masih dengan posisi membaringkan Anna
" apa mau aku ambilkan kaca . lihatlah bibir mu jadi merah , kau menyukainya " goda Jefan
Anna mendorong tubuh suaminya " anda tidak boleh semena-mena seperti itu terhadap ku tuan "
" kenapa ?? kau istri ku , jadi apapun bisa aku lakukan terhadap mu . kalau aku mau bisa saja aku melakukan lebih dari itu ...tapi sayangnya aku masih belum tertarik "
" belum tertarik!! dia sudah mencium ku dan dia bilang belum tertarik "
Jefan berbaring di samping Anna " kalau kau berani pindah dari sini , aku akan mencium mu lebih lama dari tadi " ucap Jefan sambil mematikan lampu
" seperti itukah lelaki . dia bisa tidur nyenyak setelah mencium ku tadi "
Anna menggulingkan tubuhnya , entah mengapa rasa kantuknya hilang setelah kejadian tadi . Anna menghadap kan tubuhnya ke hadapan Jefan yang di rasa sudah terlelap
" apa dia benar-benar tertidur . dasar Squidward brengsek , bisa-bisanya tidur nyenyak setelah mencium ku " ucap lirih Anna menatap wajah Jefan dekat
" apa belum puas memandangi wajah tampan ku " ujar Jefan sambil menarik Anna ke dalam pelukannya
" a..pa.." jawab Anna terbata
" kau berani sekali mengatai ku ya.... seperti nya aku akan mulai memikirkan malam pertama kita " gumam Jefan tepat di telinga Anna , masih dengan mata tertutup
" lepaskan tuan "
" kalau kau tidak bisa diam juga , aku akan melakukan nya sekarang "
Hening......
__ADS_1
Anna tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perintah Jefan . dia takut Jefan benar-benar melakukan hal gila itu padanya . lelaki itu sepertinya sudah tertidur , terdengar nafasnya yang beraturan
Anna masih bertahan , matanya masih belum bisa terlelap.. malam ini benar-benar dia tidak bisa tidur , walaupun beberapa kali mencoba untuk membebaskan diri dari pelukan hangat Jefan , lelaki itu masih punya kekuatan walaupun sudah tertidur pulas