Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 48


__ADS_3

kali ini sang fotografer meminta Anna melingkarkan tangannya di leher suaminya itu dan mencondongkan tubuhnya ke bawah agar setengah bergelantungan


" kau bisa menahannya kan "ucap pelan Anna


" memangnya aku setega itu membuat mu terjatuh. tenang saja, aku bahkan tidak akan membuat rambut mu menyentuh lantai sekalipun "


Agrhh!! lagi-lagi Anna di buat kikuk ...


" apa aku berat "ucap Anna saat fotografer mengarahkan gaya untuk menggendong Anna


" hmm...masih lumayan "


" lumayan tidak begitu berat!! "


" lumayan sangat berat, sudah ku bilang kan jangan banyak ngemil "Jefan tersenyum tipis


" tapi walau begitu masih banyak yang mau menjadikan ku model "


" tapi aku dukung ngemil mu yang banyak, biar tambah berkembang tubuh mu ini dan tidak ada yang mau bekerja sama lagi dengan mu. karena aku tidak suka kamu pemotretan dengan laki-laki apalagi sampai bersentuhan dengan nya!! "


" Ya Tuhan... kenapa semakin kesini dia memperlakukan ku seolah aku spesial bagi nya dan ini membuatku tambah nyaman berada di sampingnya...


perlakuannya ini membuat perasaanku berubah semakin menginginkan lebih dari sekedar teman atau hubungan kontrak


karena alur yang setiap hari semakin mendekatkan hubungan ini menjadi semakin lebih dekat dengan perasaan hati


bolehkah aku mengakuinya, kalau aku bukan hanya sekedar kagum melainkan aku sudah jatuh hati padanya ...


sepertinya perasaan ku sudah terbawa arus cukup jauh dan lupa diri kalau tempatnya hanyalah sebuah pengganti


Anna menatap lekat laki-laki yang tepat berada di hadapannya ini. ia tidak bisa memalingkan wajahnya walau sang fotografer beberapa kali memanggil nama nya


" hey...Anna!! "Jefan mengeraskan panggilannya


" oh maafkan aku "Anna tersipu malu


" kenapa harus meminta maaf karena menatap wajah suami mu "Jefan tertawa, menyadari Anna telah menikmati pandangan nya tadi


" itu..ah, kau ini "wajah Anna semakin memerah


"agrh!! jangan tatap aku seperti itu "Anna melepas tangannya, salah tingkah


" hahahaha...kenapa? kau terbawa perasaan "


" ish!!.." melirik kesal Jefan karena terus-menerus menggodanya


" Terimakasih kasih untuk hari ini Nona "Renata membuyarkan perselisihan keduanya


" sama-sama. aku sangat menyukai semua, gaunnya indah-indah sekali tapi sepertinya aku lebih suka yang ini "ucap Anna sambil terus melihati dirinya di depan kaca


" kalau suka beli saja "ucap Jefan tiba-tiba datang di sampingnya


" semua gaun memang cocok dipakai anda Nona tapi memang gaun yang ini lebih spesial "Renata mengacungkan jempolnya


" iya, tapi buat apa aku membelinya. aku juga sudah menikah "gumam Anna pada Jefan


" menikahlah lagi dengan ku "celetuk Jefan


" apa!! kita sudah menikah, kenapa harus menikah lagi "


"simpan saja dulu. siapa tahu kita memang nanti akan benar-benar membutuhkan Untuk pernikahan sungguhan kita "bisik Jefan tepat di telinga Anna


Anna tidak bisa berkomentar apapun atas ucapan Jefan barusan. dia benar-benar kaget, pernyataan Jefan tadi membuatnya speechless tidak bisa berkata apa-apa


" aku akan membeli gaun yang ini dan jas ini juga. sekretaris ku akan mengurus nya nanti "ucap Jefan langsung menarik tangan Anna keluar ruangan


" tunggu tuan, kita..."seorang pegawai mengejarnya


" sudah ku bilang sekretaris ku akan mengurus nya. pemotretan nya sudah selesaikan jadi ini sudah waktunya beristirahat dan pulang!! "ucap datar Jefan membuat pegawai itu diam tak berani menatap nya


" tapi Jef, mungkin Ibu Renata masih mau membicarakan tentang pekerjaan "


" apa fungsinya ada handphone !! "


" tapi tidak juga aku pulang mengenakan pakaian seperti ini "ujar Anna yang sedikit kerepotan masuk ke dalam mobil karena beratnya gaun pengantin


" anggap saja kita sedang mengulang adegan setelah pernikahan kita "


" hah!! itu mimpi buruk "


" mimpi buruk!! "ulang Jefan yang sudah duduk di sebelah Anna


" Iyah, semoga mimpi buruk yang tidak akan pernah terulang lagi di pernikahan sungguhan ku nanti "


" memangnya kau mimpi buruk apa "


" nasib baik memang tidak berpihak pada ku, kau lupa? kau meninggalkanku sendirian saat malam pernikahan, bahkan kau mengguyur gaun pengantin ku. sangat jahat bukan!! "


" memangnya kau mau kita melakukan apa malam itu "Jefan tertawa


" setidaknya kan jangan tinggalkan diriku sendirian, itu tempat baru bagiku. aku juga butuh beradaptasi. kau tahu hati ku saat itu benar-benar hancur tak ada seorang pun yang bisa ku bagi kesedihan ku"

__ADS_1


Jefan mencoba menjadi pendengar yang baik, ia mendengarkan keluhan Anna yang di sadari nya betapa bergulat nya batin Anna waktu itu


" maafkan aku ya, aku tidak sadar memang kalau aku sejahat itu pada mu "Jefan mendekap Anna kedalam pelukannya


" aku masih sedih tahu mengingat hal itu.."ucap Anna manyun menikmati dekapan Jefan


" lagian kau juga membuatku kesal "Jefan melepas pelukannya


" memangnya apa yang ku perbuat, perasaan dulu aku selalu mematuhi peraturan yang kau buat !! "Anna tak terima


" wajahmu itu yang ngeselin "


" hah apa!! wajah imut begini kau bilang ngeselin "Anna berkecak pinggang, tambah bersitegang


muuaacchh...


Jefan tiba-tiba mencium bibir mungil Anna.


" bukan imut tapi cantik.."gumam Jefan membersihkan bibir yang dicium nya tadi dengan jari nya


" Jef...apa yang kau lakukan?? "


" mencium bibir istriku, kau tidak tahu?? apa mau aku ulangi sekali lagi "


" ah tidak bukan itu maksudku, apa kau tidak malu dilihat pak sopir "


" kenapa? tidak usah sungkan mereka sudah mengetahui kapan harus menjadi buta dan tuli "


" maksudnya?? "Anna tak mengerti


" pak apa kau mendengar suara yang begitu vulgar barusan "


" tidak tuan "jawab sang sopir


" atau kau melihat kami sedang berciuman tadi" ucap Jefan lagi memastikan maksudnya


" tidak tuan "


" kau sudah mengerti "ujarnya pada Anna


" ck, apa kau juga membayar semua pelayan dengan peraturan aneh mu itu? tapi tetap saja mereka melihatnya "gumam Anna


" aku di sini Bos nya, jadi terserah aku mau melakukan apapun "


" pak sopir kau pasti saksi bisu kalau Jefan banyak melakukan hal-hal aneh dengan wanita-wanita nya "tanya Anna pada sang sopir


" tidak Nona "sahut sopir


" ish!! siapa juga yang cemburu, aku bahkan belum mengetahui mantan-mantan kekasih mu"


hari ini cukup melelahkan buat Jefan, walaupun dia tipe lelaki pekerja keras tapi tidak dengan pekerjaan barunya ini. hanya beberapa jam Jefan mengikuti pemotretan tapi terasa lebih berat dari pekerjaan yang biasa di kerjakan nya di kantor


" huff!! ini gara-gara Jefan aku susah memasuki rumah "kesal Anna secara susah payah turun dari mobil


" kenapa tidak bilang, aku kan bisa menggendong mu "tanpa aba-aba Jefan langsung menggendong nya


" Jef..Jef apa yang kau lakukan, turunkan aku. aku malu di lihat para pelayan "


" diamlah. kalau kau terus bergerak-gerak begini aku malah akan melempar mu ke kolam renang "ucap Jefan savage


Agrrhh!! Jefan melempar tubuh Anna ke ranjang


" bukankah ini seperti adegan pengantin di film-film "ujar Jefan


" aku sudah amnesia, tak mengingat malam pengantin kita "


" ck, kau tidak mengingat malam pertama kita begitu "


" ish!! pikiran mu kotor sekali "muka Anna merah padam. malu


" hahahaha...kenapa muka mu malu begitu, kita kan tidak melakukan apa-apa di malam pengantin kita "


" aku tidak mengingatnya, aku hanya mengingat kau mengguyur air ke kepala ku, aku bahkan mengingat nya sampai saat ini tapi malah kau secepat itu melupakan "ujar Anna sewot


" benarkah, maafkan aku "Jefan membelai lembut rambut Anna


" jangan bersikap seperti ini "Anna menghindari tangan Jefan yang masih menyentuh rambutnya


" kenapa? aku suami mu, apa menyentuh istrinya sendiri itu di larang "


" bukan begitu, aku bukan anak kecil lagi "


" anak kecil?? "


" kau seperti ini seolah aku ini anak kecil saja "


" tapi aku suka begini "Jefan malah menarik tangan Anna agar tidur di pangkuannya


Anna terdiam, dan Jefan malah memainkan rambutnya


" bukannya wanita suka di manja seperti ini"

__ADS_1


" memang wanita suka di manja dengan seseorang yang bisa membuat nya nyaman "


" apa kau sudah nyaman sekarang berada di samping ku "


" aku akan mengganti pakaian ku dulu "Anna beranjak dan meninggalkan Jefan dengan salah tingkah


Anna mencoba menghindar dari suasana yang bisa membuatnya terjebak itu. dia mengganti gaunnya cukup lama berada di walk-in closet, mencoba menahan perasaannya agar tak begitu larut


" bisa tolong ambilkan pakaian ganti untuk ku juga "ucap Jefan saat melihat Anna baru keluar


" Iyah "berbalik, mengambil setelan piyama tidur untuk Jefan


" ini pakaiannya "Anna menghampiri Jefan dan menyerahkan piyamanya


Aagrhh!!


tapi malah Jefan menarik keras tangan Anna hingga terjatuh tepat di sebelah Jefan


tak ada ucapan sepatah kata pun dari Jefan hanya tatapan tajam Jefan yang tak sama sekali berpaling dari mata Anna


dengan perlahan Jefan mendekatkan wajahnya pada wajah Anna, dan lebih mendekatkan bibirnya pada bibir Anna


dan bukan hanya sentuhan, tapi malah lebih agresif Jefan menikmati permainan peraduan mulutnya



entah kenapa tak ada penolakan dari Anna, ia terbawa perasaan oleh sikap nyaman yang di berikan Jefan


tak lama Jefan melepas ciumannya. ia melihat Anna menikmati kecupan yang di berikan nya. gadis itu menerima serangan Jefan tanpa berontak seperti yang sudah-sudah


" cantik "Jefan merapikan rambut Anna yang berantakan sedikit menutupi wajahnya


Jefan mengulangi ciumannya lagi, entah mengapa bibir lembut Anna membuatnya candu. dan membuatnya semakin ingin yang lebih


tanpa di sadari Jefan perlahan membuka kancing kemeja tidur Anna dan lagi-lagi Anna diam pasrah menikmati alur yang berjalan


tapi...


Tok...Tok...Tok...


" Jef.. Jefan "suara seseorang yang tak asing memanggil Jefan


sedang yang di panggil masih menikmati alur romansa yang di buat nya


" Jef...aku tahu kau belum tidur. apa perlu aku mendobrak pintu kamar ini "


masih tak ada jawaban oleh Jefan maupun Anna


" Anna...apa kau masih belum tidur. bisakah bangunkan Jefan sepertinya dia sudah mati tidak bisa mendengar suara ku!!! "Teriak Nino


dengan terpaksa Jefan melepas tautan bibir Anna


"ish!! orang ini.."Jefan geram


" aku akan menemui Nino sebentar, sepertinya dia tidak bisa diam "ucap Jefan salah tingkah meninggalkan ranjang nya


" hmm...iya "


Agrrhh!! Anna cukup malu atas perbuatannya barusan bersama Jefan karena cukup menikmati permainan tadi. ia menutupi wajahnya dengan selimut. entah apa yang akan dia katakan saat Jefan kembali ke kamar nanti, pikirnya


" ada apa?? mengganggu saja "dengan kesal membuka pintu


" memangnya apa yang sedang kau lakukan."Nino celingak-celinguk mencari jawaban di dalam kamar


Brraakk...


Jefan menutup pintu kamarnya keras


" sudah katakan ada apa kemari "


" kau itu dari mana seharian tidak kembali ke kantor. tugas mu menumpuk dan sekarang pak Jim sudah menaruhnya ke ruang kerja mu "


" Aku malas hari ini, bawa kembali aku akan mengerjakan nya besok di kantor "


" tidak bisa Jef, harus di selesaikan sekarang juga karena besok itu harus di serahkan "


dengan terpaksa Jefan mengekor mengikuti Nino menuju ruang kerja pribadinya


pukul 00:15 Jefan baru bisa menyelesaikan pekerjaannya yang ia tinggalkan seharian karena menemani Anna pemotretan


" akhirnya selesai juga "Jefan menggeliat,


" sudah pulang sana "ujar lagi Jefan


" aku masih mau di sini. kau tidak menyuruh ku makan malam?? "


" terserah kau lah, minta saja sana pada pak Jim. aku mau tidur dulu "Jefan meninggalkan nya sendiri


" hey Jef ...temani aku sebentar di sini. tidak biasanya dia tidur di jam segini "Nino melihat jam tangannya, UPS!! sudah tengah malam


Jefan perlahan membuka pintu kamar. terlihat Anna yang sudah tertidur pulas. Jefan menatap wanita yang tertidur itu dan tersenyum mengingat hal bodoh yang ia lakukan.tadi

__ADS_1


bersambung....,


__ADS_2