Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 50


__ADS_3

pagi ini sebelum Anna benar-benar menyadarkan dirinya ia enggan untuk membuka matanya, sadar ada kehangatan tubuh yang saat ini membuat kenyamanan.


perlahan ia membuka matanya berharap semua ini bukanlah hanya sebuah mimpi.


Anna mendongak kan kepalanya, benar saja ada sosok Jefan yang mendekap nya erat. Anna tersenyum menikmati keindahan wajah tampan sang suami yang kali ini masih terlelap


" bagaimana mungkin aku bisa tidak jatuh cinta padanya?? "Anna tersenyum terus memandangi wajah Jefan


" masih belum puas memandangi wajah tampan suami mu "ucap Jefan masih dengan mata terlelap membuat Anna gelagapan


" ah..eh..kau sudah bangun "Anna beranjak malu tapi Jefan menarik tangan nya membuat Anna terjatuh tepat di atas dada Jefan


" Jef ...aku ..."


" mau kemana?? "


" aku mau ke kamar mandi dulu "


" aku ingin melihat mu sebentar "


" ck, apa kau sekarang sedang tidak melihat ku?? aneh-aneh saja "


" semalam aku hanya bisa melihat mu saat tidur, dan itu masih belum membuat ku puas "


" apa!! "Anna baru menyadari bukankah ia semalam ketiduran di meja makan " jadi?? "


" jadi?? apa?? "Jefan tak mengerti


" sepertinya aku semalam tertidur di meja makan. apa kau yang menggendong ku kemari?? "


" tidak. semalam aku sudah melihat mu tidur di ranjang "


" yang benar Jef!! kau sedang menggoda ku kan "Anna mencubit dada Jefan


" hahahaha... memangnya kau kira siapa? menurut mu kau bisa terbang sendiri begitu "


" dasar Squidward!! "Anna memukul-mukul dada bidang Jefan


sesaat keduanya terdiam dan saling pandang


" Jef lepaskan aku sebentar "


" tapi aku masih belum puas melihat mu "


" apa kau mau aku terkencing di sini "


" coba saja "


" ish!! kau ini benar-benar ya membuat ku kesal"


" apa kau tidak ingin memberikan ciuman selamat pagi pada suami mu ini "Jefan menyentuh bibir merah sisa semalam Anna yang masih belum luntur


" kenapa "


" tapi aku mau mulai sekarang kau berikan ciuman selamat pagi setiap hari "


" hah!! perintah apa itu, mana ada peraturan seperti itu "


" kau lupa aku tidak suka di bantah "


" tapi aku belum ke kamar mandi. mulutku bau belum gosok gigi "


" tak apa, ayo lakukan. aku bisa menahan nafas sebentar "dengan wajah songong nya


" kau ini...."Anna kesal untuk beberapa kali membuatnya mau beranjak dari tubuh Jefan


" aku bilang berikan ciuman dulu "menarik tangan Anna


dengan malu-malu Anna mencium pipi Jefan dan langsung berlari menuju kamar mandi. tak lama terdengar suara gemericik air


Tok.....


Tok......


Tok.....


" Anna..bisakah kau berikan shaver yang ada di situ "Jefan mengetuk pintu kamar mandi


" dimana!!! "teriak Anna dari dalam kamar mandi


" aku lupa menaruh nya, bisakah kau mencarinya di situ "


tak lama Anna membuka pintu kamar mandi untuk memberikan shaver yang di pinta Jefan tapi malah dengan cepat Jefan mendorong tubuh nya masuk ke dalam, menggiring tubuh Anna ke bawah pancuran shower yang di biarkan hidup oleh Anna tadi


kini sekujur tubuh keduanya basah, bahkan dress yang belum sempat Anna lepas tadi


kedua tangan jefan menyentuh wajah ayu Anna yang saat ini terlihat sangat menawan, rambutnya yang basah membuat pesona sensual Anna terlihat sangat jelas.


dan tanpa meminta persetujuan dari Anna, Jefan mencium bibir merah yang selama ini di inginkan nya


perlahan Jefan melepas dress panjang yang di pakai Anna dan mulai menikmati permainan bibir

__ADS_1


Jefan membalik tubuh Anna dan memeluk tubuh yang saat ini tanpa busana itu dari belakang


Anna merintih. kenikmatan yang di rasakan nya saat Jefan mencengkram kedua gunung kembarnya. kecupan demi kecupan yang di sematkan Jefan membekas merah di berbagai tubuh Anna sebagai tanda kepemilikan nya


Anna hanya pasrah, mengikuti alur permainan Jefan yang semakin geram melihat kemolekan tubuh istrinya itu


terdengar suara erangan yang tak beraturan dari keduanya saat melepas puncak kenikmatan dari keduanya


setelah permainan selesai


Anna berdiri di depan kaca melihati dirinya yang kurang yakin memakai kemeja gombor milik Jefan


" haruskah aku memakai ini "


" kenapa?? itu terlihat seksi "goda Jefan


" seksi!! mana ada kemeja kebesaran gini seksi. seksi dari mananya coba "


" tapi kalau kamu tidak memakai apa-apa itu lebih seksi. aku lebih suka "Jefan mendekati dan memeluknya dari belakang


" ish!! dasar pikiran mesum "


" bukankah kita sudah berbuat mesum "


"kenapa begitu?? kita kan sudah menikah "


" jadi yang kita lakukan ini sah-sah saja begitu "


Anna diam, bingung dengan apa yang ingin ia jawab atas pernyataan Jefan


" duduklah "Jefan mendudukkannya di ranjang " apa sudah tidak sakit lagi "


"apanya "jawab Anna canggung


" sini biar ku lihat langsung "Jefan menyingkap kemeja bawah Anna tapi spontan Anna menepisnya


" apa yang mau kau lakukan Jef!! "


" aku cuma mau memastikan kau tidak kesakitan seperti pertama kali kita melakukan nya waktu itu."


" tidak!! tidak perlu "


" tapi aku cuma ingin memastikannya saja. kenapa?? lagian aku juga sudah melihat semuanya "


" ihh...kenapa kamu berkata begitu. aku malu tahu "gumam Anna menghindari tatapan Jefan


" kenapa malu nya baru sekarang. ku rasa kau sudah lebih berani sekarang pada ku "Jefan merangkulnya


" Ah tidak. aku masih ingin di sini "Jefan membaringkan tubuhnya


" tapi Jef ..."


" ini weekend. kemaren aku sudah bekerja keras seharian. apa tidak boleh aku beristirahat dan liburan "


"ma'af, bukan begitu maksudku "


" aku ma'afkan tapi sini temani aku "Jefan menarik paksa tangan Anna


" aku tidak bisa begini Jef "Anna mencoba menutup paha atasnya yang tertarik karena posisinya terlentang " aku akan meminta pelayan untuk mengantar pakaian ku "


" tidak perlu, aku lebih suka melihat mu begini "


" ish dasar!! aku juga tidak bisa keluar hanya dengan berpakaian seperti ini "


" kita tidak perlu keluar "


" dan terus aku pulang nanti "


" kita tidak perlu pulang "


" Jefan!!!! "Anna mulai kesal


" kenapa? kau tidak suka ku perlakukan baik begini "Jefan menatapnya tajam


" sudah ku bilang jangan tatap aku seperti itu "Anna berbalik membelakangi Jefan


tapi suaminya itu malah mendekat dan memeluknya dari belakang


" jangan begini juga "Anna berbalik menghadap Jefan, karena masih belum terbiasa dengan perlakuan-perlakuan Jefan yang berubah drastis


" lalu begini , muachh....."Jefan mencium bibirnya


" Ah...tidak..."


" muachh...."ciuman kedua


" Jefan..ti..."


" muachh..." ciuman ketiga " semakin kau larang aku akan semakin mencium mu "


Anna diam

__ADS_1


" kenapa banyak sekali larangan mu. yang Bos di sini masih aku, jangan karena kau bisa menggoda ku terus kau bisa seenaknya terhadap ku "


" kenapa jadi kamu yang marah, di sini aku yang ternista kan, harusnya aku yang marah pada mu "Anna mulai kesal dan bangun dari rebahan nya


" hahahaha...muka mu jelek begitu kalau marah. sudah ku bilang temani aku di sini "


" ini sudah hampir siang tapi kamu belum sarapan pagi "


" aku tidak lapar "


" tapi aku yang lapar "mencoba menghindari kontak mata dengan Jefan


" sebentar lagi juga pelayan akan mengantar sarapan nya "


" bukankah kau sekarang sedikit bermasalah dengan selera makan mu selain masakan ku. mau ku buat kan sesuatu "


" memangnya kau mau memasak apa? di sini kau tidak akan menemukan sesuatu yang bisa kau masak "


" kan aku bisa meminta pelayan membawakan nya ke sini "


" tapi aku sedang tidak mau makan sesuatu sekarang jadi kau tidak usah repot-repot memasak. sebentar lagi pelayan akan membawakan sesuatu untuk mu "


" Huff!! baiklah "Anna pasrah. dia mengambil sebuah remote TV di dalam nakas dan menghidupkan nya


Anna mencari channel progam kartun favoritnya yang biasanya sudah tayang di jam segini


Ha-ha-ha....


terdengar suara gelak tawa Anna yang begitu menggelegar dan membuat Jefan yang dari tadi sibuk dengan handphone nya teralihkan


" lagi nonton apa "


" Squidward lucu banget hahaha.."Anna belum bisa mengontrol tawa nya


" Squidward?? "mata Jefan langsung teralihkan pada TV " yang mana si Squidward "


" itu yang hidungnya besar. gurita yang sangat menyebalkan "sahut Anna tanpa beralih dari Televisi


UPS!!! Anna reflek menoleh ke arah Jefan


" jadi aku seperti Squidward, si hidung besar dan sangat menyebalkan begitu!! "


" tidak. bukan begitu, kau tahu ini adalah kartun favorit ku "


" apa aku percaya padamu "Jefan menyudutkan tatapan nya


" ini cuma sebuah panggilan saja. bukan berarti aku menyamakan mu dengannya, tentu saja tidak "


" begitu ya "


" he'em "Anna mengangguk cepat


" kalau begitu panggil aku sayang, "Jefan mendekatkan wajahnya sangat dekat


" ck, kenapa tiba-tiba..."


" kau bilang ini cuma sekedar panggilan saja kan, kenapa kamu keberatan "


" tapi..."


" ini perintah dan di larang membantah "


" kenapa semakin hari perintah mu semakin aneh saja "


" di sini Bos nya siapa? "


" kamu "


" jadi terserah pada ku kan !! "


" hah!! yah yah... terserah pada mu lah "ucap datar Anna


" apa ini, kenapa leher mu merah-merah semua" terlihat jelas sangat dekat


" apa-apaan sih "Anna menutupi dengan kedua tangannya


" apa leher mu di gigit semut, sini coba ku lihat, ku rasa bukan hanya di situ saja "


" kau semut nya "gumam Anna kesal


" serius aku semut nya!! boleh ku coba lagi "


" Jefan!! "


" kenapa?? bukankah kau bilang ini sah-sah saja di lakukan sepasang suami istri "Jefan menangkap kedua tangan Anna ke atas


" aku lupa pernah mengatakan nya "


" aku akan mengingatkan nya "Jefan mencium bibir Anna lagi dan melakukan hal-hal yang yang biasa di lakukan sepasang suami istri kembali


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2