
Pagi ini Anna dan Jefan sudah pindah ke Mansion yang di hadiahkan sang papa . Rumah itu sudah terlihat bersih dan Rapi . Jefan dan Anna memasuki Rumah , sudah berjajar sepuluh pelayan yang di kirim sang Mama untuk membantu menantu kesayangan nya . dan salah satunya adalah pak Jim kepala pelayan kepercayaan keluarga Jackson .
Setelah perkenalan para pelayan , Jefan pamit untuk pergi ke kantor lebih pagi
" Saya sudah siapkan sarapan Tuan muda "
" aku ada meeting pagi , jadi tidak bisa sarapan di rumah " jawab Jefan langsung pergi menuju pintu depan
" Dia tidak menoleh ku , heiii Tuan muda ...aku di sini , setidaknya menolehlah sedikit pada istrimu ini " batin Anna yang tak di hiraukan Jefan
" silahkan sarapan dulu Nona " pak Jim membuyarkan lamunan Anna
Anna mendudukkan dirinya di meja makan . menyantap perlahan makanan yang di siapkan para pelayan
" Aku jadi ingat Papi ,di rumah ini sesibuk apapun Papi tidak akan membiarkan ku sarapan sendirian " Anna menghentikan makannya
" Apakah makanannya tak enak Nona , Nona bisa meminta kami untuk membuat masakan sesuai keinginan Nona " pak Jim tak enak hati karena melihat Nona tuannya hanya makan beberapa suap saja
" oh , tidak kok pak Jim masakannya enak , hanya tidak berselera karena tak biasa sarapan sendiri saja "
" Nona bisa memilih menu masakan yang mau Nona makan setiap harinya "
" semua masakan pak Jim enak kok , oh ya pak Jim saya akan ke kampus , sudah bilang juga pada Jefan tadi . nanti suruh saja sopir jemput langsung ke kampus soalnya saya ada acara makan siang sama kolega kantor Jefan "
" Baik Nona " Pak Jim menunduk kan kepalanya
Anna melangkah ke lantai atas , memilih pakaian ganti untuk acara makan siang nanti , karena tidak mungkin Anna mengenakan setelan jeans yang di pakai nya sekarang .
sudah Dua Minggu Anna tidak masuk kampus . Ia merindukan sosok sahabatnya Nayla , mungkin Nayla akan membunuhnya karena sudah membuat sahabatnya itu khawatir , tak memberikan nya kabar apapun
Anna turun dari mobil . semua mata tertuju padanya saat ini , Anna menatap dirinya sendiri , apakah ada yang salah dengan penampilan nya .
" kenapa semua menatap aneh ke arah ku , ku rasa tak ada yang salah dengan pakaian ku seperti biasanya " Anna terus berjalan tak menghiraukan orang yang menatap nya
" ANNAAA CALISTA !!!" Teriak seseorang yang yang lari ke arahnya dan memukul-mukul Anna
AWWW....
Anna meringis sedikit kesakitan
" Aku hampir di buat gila mencari kamu tau gak ! " Nayla memarahi Anna
" eh ternyata orang yang aku cari melangsungkan pernikahan . gak ada undangan lagi , sinting banget kan " tambah Nayla masih sangat kesal dengan sahabatnya itu
Anna tertawa melihat tingkah Nayla
" yang aku gak habis pikir , kok bisa gitu Lo ..kamu kawin sama Tuan Jefan , padahal kalian kan ada dendam kusumat " Nayla memelankan suaranya agar tak terdengar oleh yang lain
" panjang ceritanya "
" pokoknya kamu harus cerita , ngeselin banget tau gak , aku tuh kepikiran kamu setelah kejadian di resto " Nayla menarik tangan Anna , menggiring nya ke tempat duduk
Anna menceritakan semua kisahnya bagaimana sampai dia bisa jadi istri seorang Tuan Jefan Jackson
" Tapi kenapa kamu bisa setuju menikah dengan Tuan Jefan "
" salah satu alasan nya karena dia menawarkan , menanggung semua kehidupan ku jadi tak perlu memikirkan bayar uang kuliah lagi , lagian kalau aku menolaknya dia pasti akan membuat hidupku tambah susah "
" kamu gak takut gitu "
Anna tersenyum " aku juga mempertimbangkan itu juga kali...., dia gak mungkin macam-macam , kamu tau sendiri kan gimana tidak sukanya dia padaku "
" syukur lah kalau gitu , pernikahan mu itu bikin heboh satu kampus tau gak "
" heboh ! kenapa "
" kenapa ! seorang Anna gitu , yang bukan siapa-siapa di nikahi pengusaha sukses , pewaris tunggal Jackson grup "
" jadi karna itu mereka dari tadi melihatku aneh " terjawab sudah alasan kenapa semua orang melihatnya aneh
" kenapa muka kamu terlihat kesal begitu "
" memangnya kenapa kalau aku menikah dengan Tuan Jefan , mereka tidak tau aja aku dulu juga orang kaya hanya nasib ku saja kurang baik kemaren "
" Terus kenapa handphone kamu tidak bisa di hubungi "
" handphone ku jatuh pas aku mau bunuh diri , belum sempet beli lagi "
" masuk dulu yuk " ajak Anna yang terus melihat jam tangannya , sudah waktunya masuk kelas
" tapi nanti cerita lagi ya , aku masih belum puas tau "
" ok siap Bos "
###
" Hallo ...Pak Jim apakah Anna sudah pulang dari kampusnya "
" tidak Tuan , tadi Nona berpesan agar langsung di jemput sopir dan langsung pergi ke acara makan siang "
" apa kamu sudah menghubungi nya "
" tidak Tuan , seperti nya Nona Anna tidak memiliki handphone "
Jefan tersenyum sinis
" kalau begitu , bilang pada sopir tidak usah menjemput nya , aku yang akan menjemput dan langsung pergi ke Resort "
klik . Jefan menutup handphone nya
" kenapa senyum mu licik begitu " Tanya Nino dengan sikap Jefan
" mana mungkin di era serba canggih begini ada orang yang tidak memegang handphone "
" siapa , Anna " tebak Nino
" ya itu salah kamu lah , masak suami tajir melintir istri gak di belikan handphone " tambah Nino
Drt...drt....drt...
ada notifikasi masuk di handphone Jefan
" kurasa gadis itu terlalu tau diri untuk menggunakan kartu ku "
" kenapa Jef "
" dia baru sekali ini saja memakai black card " Jefan menunjukkan notifikasi pembayaran semester kuliah Anna
" really !! " Nino kaget , mana mungkin ada wanita yang di pegangi kartu hitam itu tidak memakainya
Jefan menjawab dengan anggukan
" ku rasa dia hanya takut saja menghabiskan uang mu , kamu kan galak dia pasti berfikir berkali-kali karna memakai kartu itu "
Jefan menatap tajam ke arah Nino
__ADS_1
" apa kau sudah siap jadi pengangguran "
" ma' af Bos , becanda "
Jefan melihat jam tangannya
" kamu berangkat dulu saja , aku harus menjemput gadis itu dulu "
" apa perlu aku yang menjemput " Tawar Nino
" aku tidak mau ada yang membantah ku "
" apa tugas yang ku berikan pada mu sudah beres "
" sudah jam sepuluh tadi aku mengirimkan nya"
" nanti saja akan ku cek , sekarang beri tahu aku kampus Anna di mana "
" dia kuliah di universitas Pelita Bangsa "
Jefan memakai jas nya bergegas pergi . mempercepat kecepatan mobil mewahnya agar tak terlambat bertemu dengan rekan bisnisnya
Jefan turun dari mobilnya , dia lupa menanyakan Anna berada di fakultas mana , tapi bukan Jefan namanya kalau urusan begitu saja sulit baginya
mahasiswa yang berlalu lalang menatap Bos muda itu takjub , menjadikan Jefan pusat perhatian
" permisi , apa bisa panggil kan istri saya " pinta Jefan pada mahasiswi yang dari tadi tercengang melihatnya
" maksud saya , Anna , apa anda mengenalnya " Tanya Jefan pada mahasiswi yang masih tak bergerak itu
" Tentu , tentu saja Tuan " mahasiswi itu langsung berlari mencari keberadaan Anna
Tak perlu banyak menit Anna sudah di hadapan Jefan
" apa dia benar-benar menjemput ku , kenapa begitu heboh sekali di sini " Anna melirik sekitarnya , banyak mata sekarang menatap ke arah mereka
Jefan membukakan pintu mobil
" ma'af Tuan tapi saya belum ganti baju , saya tidak mungkin berpakaian seperti ini " bisik Anna
" apa kau yakin mau ganti baju di sini " Jefan melirik orang sekitar
" maksud saya bukan di sini juga , kan ada kamar mandi di sini "
" apa kau yakin di sini aman , ganti baju mu di hotel " Jefan memaksa Anna masuk mobil
Jefan melajukan mobilnya menuju tempat pertemuan di Hotel & Resort Jackson , yang tak lain adalah Hotel miliknya sendiri . tak ada perbincangan sama sekali antara mereka berdua di dalam mobil . Jefan fokus dengan kemudinya sedang Anna mengarahkan pandangannya keluar jendela
mobil berhenti tepat di depan Hotel & Resort mewah itu
" antar Nona muda ke kamar " ucap Jefan pada pelayan yang menyambut mereka
" aku hanya mau ganti baju ,apa harus check in kamar dulu "
" mari Nona ikut saya "
Anna mengikuti pelayan itu menuju sebuah kamar
" silahkan Nona " Pelayan membukakan pintu
" terima kasih "
Anna memasuki kamar hotel takjub , ruangan itu bagus sekali
" kenapa gaya nya begitu , dia pikir itu terlihat keren apa " Anna tertawa sendiri
Anna mengganti pakaiannya dengan Dress di padankan dengan kaca mata . style-nya kali ini pantaslah dengan tema makan siang saat ini
" kau benar-benar tidak akan jatuh hati pada wanita itu " Nino menyenggol lengan Jefan , mengarahkan pada pandangannya
" wah wah wah ...aku jadi semakin ingin mengincarnya " tambah Nino tanpa mengalihkan pandangan Anna yang berjalan semakin dekat ke arah Jefan
Jefan sedikit terpaku dengan dandanan Anna saat ini , tak seperti biasanya yang sering memakai celana jeans tapi terlalu gengsi buat Jefan untuk memandanginya lebih lama
" apakah saya terlambat Tuan "
" silahkan duduklah " Nino menarik kursi untuk di duduki Anna
" selamat siang Tuan " Anna membungkuk kan tubuhnya , memberi hormat pada Nino
" ah , jangan bersikap begitu . panggil saja aku Nino "
" tak perlu hormat padanya , dia hanya bawahan ku saja " ucap Jefan
" Selamat siang Tuan Jefan " sapa seseorang yang dari tadi sudah di tunggu Jefan
" selamat siang Tuan Liong " Jefan berdiri dan menjabat Tangan rekan bisnisnya
" Selamat siang Tuan Liong " sapa Anna membungkuk kan tubuhnya . ini bukan kali pertama Anna menghadiri pertemuan-pertemuan penting , Sang Papi sering mengajaknya ikut serta menghadiri jamuan penting perusahaan
" Selamat siang Nona , selamat atas pernikahan kalian " balas Tuan Liong
" Terimakasih Tuan , kami sangat senang atas kehadiran Tuan dan istri di pernikahan kami " Anna membalas dengan senyuman
Jefan hanya melirik Anna yang memberi sambutan hangat
" mari silahkan duduk " Jefan mempersilahkan Tuan Liong beserta staf duduk
" Dari hasil meeting yang telah di sepakati , apakah tidak ada yang perlu ditanyakan lagi Tuan Liong "
" Tidak ada sekertaris Nino , saya telah menyetujui semuanya . semoga kerjasama ini bisa banyak menguntungkan satu sama lain " jawab Tuan Liong puas
" kalau begitu Deal " Jefan menjabat Tangan rekan bisnisnya itu
" semoga kerjasama ini bisa berjalan dan terus berlanjut dengan baik " Jefan mempersilahkan rekan bisnisnya menyantap hidangan yang telah di sediakan
Setelah Tuan Liong dan rekannya pergi , kini tinggal Jefan dan Nino yang masih membahas soal pekerjaan
" saya permisi dulu " pamit Anna
" mau kemana Ann , kalau mau aku bisa mengantarmu jalan-jalan di sekitar sini " Nino menawarkan diri
" urusanmu belum kelar dengan ku " sahut Jefan tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang ia pegang
" tidak usah , saya hanya ingin melihat-lihat " Anna langsung bergegas pergi
Anna menyusuri Resort yang indah itu . Jefan telah sukses mengelola tempat ini begitu baik , di lihat dari banyak nya orang yang singgah di tempat itu
Anna terus melangkahkan kakinya tanpa arah karna ia baru pertama kali ke Resort ini tapi bukan kali pertama untuk Anna datang ke tempat mewah seperti sekarang . hanya saja sekarang sedikit terganggu saja . semua staf dan karyawan hotel mengenalnya sebagai istri Bos pemilik Hotel tempat mereka bekerja , ada rasa risih karena mereka terlalu berlebih menghormati Anna
Anna memutuskan kembali ke private room Jefan karna ketidaknyamanan ini
__ADS_1
" pelayan tadi bilang Door Lock nya hari ulang tahun Tuan muda , mana aku tahu " Anna berada di depan pintu kamar berfikir keras
" ma'af " Anna memanggil pelayan yang mengantarnya tadi
" ma'af bisakah bantu saya membuka Door Lock nya " pinta Anna
pelayan itu mengangguk kan kepalanya . Anna melirik number yang ditekan pelayan
" Terimakasih ya "
" ok , sekarang aku tahu 19 July ..." Anna menghentikan ucapannya
" itu kan bulan depan , jadi sebentar lagi dia ulang tahun " Anna memasuki private room
"HAHHH ...." Anna kaget . ternyata di atas tempat tidur Jefan telah tertidur tengkurap dengan badan setengah telanjang
" kenapa dia membuka bajunya " Anna bergumam sendiri
" apa sudah selesai jalan-jalannya " ucap Jefan masih dengan posisi tubuh tertelungkup
" ku kira dia sudah tertidur " Anna bergumam lagi
" kau itu senang sekali mengata-ngatai ku ya "
" Tidak , tidak kok Tuan , saya kira anda sudah tidur "
" bisa tolong pijatkan pundak ku " Ucap Jefan masih dengan mata terpejam
" Apa ! pijat , saya bisa panggilkan orang terlatih ahli spa di bawah Tuan "
" apa kau membantahku , kau lupa isi perjanjian kalau aku ini tidak boleh di bantah "
" Baik Tuan , tapi maaf kalau pijatannya kurang nyaman " Anna masih diam di tempat
" kenapa bengong di situ , naiklah " pinta Jefan
" naik ...kemana Tuan " sahut grogi Anna
" ke tempat tidurlah , kau kira kau bisa memijat jarak jauh begitu "
Anna menaikkan dirinya ke tempat tidur
" kalau dia Sampai macam-macam , aku akan menendang selangkangannya " batin Anna
" Tuan ma'af ... seperti nya suasana ini sedikit kurang nyaman " Anna ingin menjelaskan kalau keadaan ini tidak benar
" kenapa , aku tidak akan macam-macam kepada mu "
" Tapi , Tuan ini tidak benar ...saya.." Anna menghentikan ucapan nya karna di sahut oleh jefan
" Lagian kalau kita macam-macam itu juga tidak apa-apa , kita kan sudah menikah jadi halal-halal saja atas apa yang kita mau perbuat " Jefan mendudukkan dirinya , membelakangi Anna
" Apa dia sudah tertarik pada ku , jangan ..jangan sampai terjadi " Pe-de Anna
" sudah pijatlah , akhir-akhir ini badan ku rasanya pegal semua " pinta Jefan
Anna perlahan memegang pundak Jefan , memijatnya dengan lembut
" kenapa sentuhan nya nyaman begini ya " batin Jefan
Hening...
Jefan mengambil ponselnya , mencoba menyibukkan diri dari kecanggungan nya bersama Anna
Jefan mengangkat handphone nya . ada pantulan wajah cantik Anna di layar depan handphone itu . gadis itu memalingkan wajah nya dari punggung Jefan
Jefan tersenyum , melihat mimik ketidaksukaan wajah Anna
" apa kau pernah ikut kelas memijat atau bekerja di panti pijat "
" Tidak " jawab singkat Anna
" sepertinya aku akan setiap hari membutuhkan pijatan mu , pijatan mu enak sekali " puji Jefan
" kenapa dia malah menyukainya , aku kan hanya meremas-remas nya saja "
" kenapa kau tidak pernah memakai blackcard yang ku berikan "
" saya sudah memakainya tadi untuk membayar kuliah Tuan "
" gunakan kartu itu untuk berbelanja , jangan permalukan aku " ucap datar Jefan
" apa maksud Tuan style yang ku pakai sekarang jelek " Anna menghentikan pijatan Tangannya , tersinggung
" perbanyak beli Dress ketimbang jeans , kau akan sering memakainya di pertemuan-pertemuan berikutnya "
" apa ini artinya Tuan lebih suka aku memakai Dress " Anna melanjutkan pijatan di bahu Jefan lagi . sedang Jefan kikuk dengan perkataan Anna barusan
" Apa ini berarti aku boleh memakainya untuk hidup normal seperti dulu " gumam Anna , tapi terdengar cukup jelas di telinga Jefan karena posisi mereka terlalu dekat
" Normal , apa maksud mu dengan hidup mu normal " Jefan mendadak menoleh ke arah Anna , mencari maksud gumaman Anna
" Ah ...itu..maksud ...saya...." Anna gelagapan
" aku tidak menikah dengan orang gila kan " sahut Jefan spontan
AAGGRRHH....
Jefan spontan berdiri , Anna mengeraskan pijatannya
" Maaf Tuan " Anna terperanjat , kenapa bisa berani melakukan hal sebodoh ini
" kau sudah berani ya..." Jefan mengeraskan suaranya
" kalau begitu pakailah black card itu untuk mengubah hidup normal mu kembali , aku ingin tahu seperti apa maksud hidup normal mu itu "
" tidak , tidak usah Tuan " Tolak Anna
" ini perintah , dan aku tidak suka ada yang menolak perintah ku " Tegas Jefan
" bersiaplah , kita akan langsung pulang " Tambah Jefan sambil memakai kemeja lagi
Anna mengikuti Jefan di belakangnya
Bruukkk
Anna menubruk tubuh Jefan yang tiba-tiba berhenti
" Bersikaplah seperti istri Bos di sini , kau mau semua staf meng- gibahiku.."
Anna kurang paham dengan maksud Jefan
" kau itu seperti pelayan yang membuntuti ku , berjalanlah di samping ku , begitu saja tidak mengerti " Jefan berkecak pinggang
" ma' af Tuan "
__ADS_1
Anna berjalan berjajar di samping Jefan . meninggalkan Resort . Jefan memutuskan untuk tidak kembali ke kantor dan memilih beristirahat di rumah