
Jefan berlarian kecil ,Dia sudah berjanji untuk makan malam bersama kedua orang tuanya kali ini
moodnya kurang baik hari ini setelah beberapa kali bertemu dengan gadis menyebalkan menurut nya
di tambah chat dari sang kekasih yang mengatakan bahwa ia akan telat dalam penerbangan beberapa menit
Jefan memasuki ruang makan ,
"Malam pa...ma..."
Jefan memberikan salam cipika cipiki pada kedua orang tuanya
" Mana kekasih mu ..." Tanya sang mama ,Rosa mengedarkan pandangannya tak melihat seseorang datang bersama putranya
" Sebentar lagi ma...dalam perjalanan " ucap Jefan sedikit tegang
" Kenapa tidak kamu jemput tadi ...bersikaplah sedikit romantis sayang , pacaran saja tidak ada romantis-romantis nya apalagi kalau nanti sudah menikah... " goda sang mama
" Papa mu saja , sampai kamu Segede gini masih tetap saja romantis.... sikap romantis itu bisa menjadi keharmonisan rumah tangga mu nantinya " imbuh mama Jefan memberi wejangan
" bersiap-siaplah di kehidupan yang membosankan..." gantian sang papa menggoda
" Maksud papa...." Tanya Jefan melirik ke arah sang mama seperti mencari jawaban
sang mama tersenyum
" kamu harus siap berjam-jam menunggui istrimu ke salon , menemaninya belanja dan.... mengurusi nya saat ngidam "
" Ngidam...." Jefan mengulangi kata-kata sang papa tersenyum ,sedikit menggelitik perutnya
" ah papa belum apa-apa sudah bicara ngidam "
" Eits...sebentar ...mama sama papa gak mau ya kamu dan istri mu menunda kehamilan " tegas sang mama
" Tapi ma....kita kan masih muda ,dia juga masih mau fokus sama kuliahnya dulu " tolak Jefan
" Kalo begitu pa...batalkan pengangkatan Jefan sebagai Presdir tunggu sampai dia kasih cucu buat kita " Telak mama Jefan
" jelas-jelas itu akan di tolak Adelle nanti " gumam Jefan dalam hati
" Kenapa mama selalu mengancam semua keinginan mama sih..."Jefan mulai kesal
" Sayang... Mama sama papa hanya mau kamu meneruskan perusahaan keluarga kita , kamu menikah dan punya anak ,cukup itu aja...
bahkan mama menyerahkan semua keputusan pada pilihanmu , siapa yang kamu nikahi , cantik atau tidak , latar belakang keluarganya , budaya nya , mama tidak pernah menanyakan itu ...karena mama percaya kamu bisa memilih yang terbaik menjadi pendamping hidup mu..." mama Jefan sedikit terisak , selama ini memang Jefan tidak pernah mengenalkan teman wanitanya
" Ma...."Jefan meraih tangan sang mama
" Sayang ...kamu adalah anak satu-satunya mama dan papa , kamu tahu kenapa papa mau cepat kamu menggantikannya....." mama Jefan melirik sang suami , mungkin akan acting pikirnya
Jefan menunduk
" Papa mu sudah capek mengurus itu semua , usia nya sudah bertambah tua , sudah saatnya kami beristirahat , berkumpul dan bermain bersama cucu-cucu kita " ucapan mama Jefan sedikit Sahdu terdengar oleh nya
" Iya ma ..., Jefan pasti akan mewujudkan impian mama itu "
" Benarkah...." wajah mama Jefan seketika sumringah
" iya ma pasti.. "
" Kalo begitu papa mau punya cucu 10 " tiba-tiba sang papa membuyarkan kesyahduan anak dan mama tersebut
" Papa jangan dong...kasihan menantu kita " timpal sang istri sedang Jefan hanya bisa mengacak-acak rambutnya mendengar celotehan kedua orang tua nya
" Kalo begitu mama jadi tidak sabar untuk cepat bertemu dengan menantu mama..."
"sebentar ya ma...." pamit Jefan yang menyadari Adelle tak kunjung datang
Jefan terus mengubungi Adella tapi tetap tak ada jawaban
" tak apa jef... mungkin masih dalam perjalanan "
" kita makan saja dulu ma...mungkin sebentar lagi "
" Oh ya...papa punya hadiah untuk pernikahan mu nanti " Sang papa mengeluarkan beberapa kunci di atas meja
" Kunci apa ini pa.."
" papa mendapat lelangan rumah , yah sepadanlah dengan harganya karena rumah itu mewah sekali "
" Sebenarnya mama ingin tinggal bersama kalian ,tapi mama rasa kalian perlu lebih banyak waktu dulu beradaptasi berdua , sebagai pengantin baru.." goda sang mama mulai menggoda lagi
" baiklah terserah mama...." Jefan hanya mengiyakan
Jefan melirik jam tangannya lagi
" kau sudah berjanji tidak akan membuat ku kecewa Adelle ..." ucap Jefan dalam hati
melihat sang anak mulai gusar Rosa mencoba memaklumi nya
" tak apa sayang...mungkin dia sibuk atau ada hal penting yang tidak bisa di tinggalkannya "
" tidakkah ini penting buatnya juga ma... " gumam Jefan dalam hati
" berikan ini padanya ...." Rosa memberikan sebuah kotak kecil , berisikan cincin
" Mama tahu pasti kamu sudah melamarnya lebih dulu , tapi ini hadiah dari mama ...berikan padanya "
Jefan meraih kotak dan membukanya , cincin Berlian
" baiklah , walaupun kita tidak bisa bertemu saat ini , mama percaya pilihanmu itu yang terbaik , katakan pada nya mama sudah mempersiapkan segalanya ... mama sudah terlalu capek tadi berkeliling mencari kain untuk seragam keluarga , maaf ya mama masuk dulu ..."
Rosa beranjak dari tempat duduknya , hari ini memang terlalu padat aktifitas nya ,Rosa sendiri yang turun tangan mempersiap kan pernikahan ini , di tambah waktu yang cukup singkat , alasan keluarga Jackson mempercepat pernikahan hanya karena ingin memberikan kado yang terindah pada ulang tahun perusahaan Jackson Megah , yang sudah berdiri 25 tahun
saat itu juga lah Jackson akan mengumumkan pengangkatan ahli warisnya ke kedudukan tertinggi di perusahaan Dan mereka hanya punya waktu satu Minggu
jam sudah menunjukkan pukul 23:00 , Jefan terus mengumpat di dalam mobilnya , ia terus tak habis pikir bahwa Adelle benar-benar mengecewakannya ,
Jefan memberhentikan mobilnya di sebuah taman yang sepi , ia sadar diri , dalam keadaan semarah itu ia tak boleh melajukan kendaraan nya dan yang akan terjadi akan berimbas fatal dengan apa yang akan di alaminya nanti
" apakah selama 5 tahun ini gak cukup membuatmu sadar Adelle , betapa aku sangat mencintaimu ... menunggu ketidakpastian mu..
tak bisa kah sekali saja kau memproritaskan aku dalam hidup mu , aku tak butuh kau menunjukkan kehebatan mu ...aku hanya butuh kau ada di sampingku...' Jefan terus memandangi sungai yang berada di depannya
Jefan meraih benda di sakunya , sebuah kotak kecil yang di berikan mamanya tadi
"Aku muak dengan semua ini " Jefan melemparkan kotak itu berharap hanyut dengan derasnya arus sungai
AWWW...
terdengar teriakan seorang wanita , yah kotak itu mengenai jidat wanita itu ,Jefan tak sadar ada seorang gadis di jembatan itu
" Berdarah..." Terdengar gumamannya
Jefan bersembunyi di balik pohon , menghilang kan jejak dari pandangan gadis itu yang mencari siapa yang melemparkan kotak itu padanya
gadis itu mengambil benda silau yang ada persis di sebelah kakinya." Cincin...."
" Tuhan...Apakah kau juga akan menunjukkan kepada ku betapa tidak beruntung nya aku dalam segala hal ...tidak juga dalam percintaan
" Kau mengirimkan sebuah cincin tapi tidak dengan pemilik nya ..." Ucap gadis itu lirih tapi bisa terdengar jelas di telinga jefan
" Tuhan...Mengapa kau terus menerus memberikan kesialan ini padaku...
Apakah kau berfikir aku ini kuat....
__ADS_1
Tidak , Tuhan... Aku sungguh tidak kuat menjalaninya...
Apakah belum cukup kau ambil mama saat aku masih benar-benar membutuhkan kasih sayang nya....
Dan satu-satu nya Papa yang ku punya...kau jatuhkan dia dan pergi meninggalkan aku sendirian
Tuhan..... Aku juga masih membutuhkan seseorang sebagai sandaran dalam hidup ku...
Tidak bisakah aku hidup normal seperti kebanyakan orang , Aku tak meminta hidup ku kembali seperti dulu tapi aku hanya ingin hidup yang normal tanpa harus memikirkan tinggal dimana...makan apa...
Jefan terus memandangi gadis itu dari balik pohon
" dan sekarang Kau kirimkan aku lelaki kasar dan menyebalkan itu untuk menguji ku...
Tuan sombong itu menghancurkan semuanya hari ini...
Aku bahkan tak punya tempat tinggal sekarang
ibu kos pasti akan langsung mengusir ku karena tak membayar tunggakan...
dan besok.....
Jefan tak mengalihkan pandangannya , tak tahu sejak kapan ia peduli mendengarkan keluh kesah seseorang
Aku tak bisa kuliah lagi " ucap gadis itu lirih sambil terus menangis
Jadi buat apa aku hidup lagi....
DAN YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEMATIAN KU NANTINYA ADALAH KAU TUAN JAHAT , JEFAN JACKSON....
Jefan terperanjat kaget saat namanya di sebut gadis yang tak di kenalnya itu
" siapakah dia ,apakah aku mengenalnya ...kenapa dia menyebut namaku ...tunggu ...dia bilang aku tuan yang jahat " Jefan terus bergumam dalam hatinya dan melotot kan matanya tak terima di bilang jahat
HEI JEFAN YANG JELEK...
TAK BISAKAH KAU TAK MEMECAT ORANG SEMBARANGAN...
APAKAH KAU TAU HARI KU INI BEGITU MENYEBALKAN BERTEMU DENGAN MU..
BERSIAPLAH AKAN KU HANTUI KAU SETIAP MALAM DAN JANGAN BERHARAP TIDUR DENGAN NYENYAK !!! " gadis itu terus berteriak , suaranya seperti akan meledak , tidak tapi memang sudah meledak
" sebentar...bukankah itu gadis menyebalkan yang ku temui seharian ini " Jefan tersenyum sinis bukan hanya menyebalkan tapi juga gadis gila menurut jefan
belum selesai rasa kaget dengan keanehan gadis yang di temuinya , Jefan berlari menghampiri gadis itu dan menahan tangan gadis yang bergelantungan di atas sungai
yah ! ,gadis itu mau melakukan bunuh diri dan Jefan datang dengan cepat , Jefan menarik tangan gadis itu dengan sekuat tenaga , mengangkatnya ke atas jembatan lagi
Brukk...
gadis itu pingsan di bahu Jefan
" kau ini bukan hanya menyebalkan , tapi menyusahkan ku juga ..." Jefan menggendongnya ke dalam mobil
Tentu saja Jefan menolongnya , ia tak mau mengotori matanya dan melihat kejadian bunuh diri itu yang akan membuat mentalnya sedikit bersalah karena tak bisa menyelamatkan gadis itu
Jefan memarkirkan mobil mewahnya tepat di depan pintu , dia membawa gadis itu ke rumah yang di hadiahkan papanya tadi waktu makan malam . Tentu saja , Jefan tidak mungkin membuat kehebohan dengan membawa nya pulang ke rumah dan ke hotel ...tentu saja sangat tidak mungkin karena itu mungkin akan mencemarkan nama baiknya sebagai orang yang cukup terpandang
Jefan menidurkan gadis itu di sofa tengah ruang keluarga , ia terlalu terhormat untuk membawa seorang gadis masuk ke dalam kamar
" aku akan pikirkan apa yang akan ku perbuat besok ,karena kau telah mengatai ku tuan yang jahat " Jefan tersenyum sinis
Jefan memandangi sekeliling rumah mewah itu , benar-benar punya selera yang bagus pemilik lama rumah ini ,pikir Jefan
Jefan memutuskan melangkah ke dapur , mengambil sebotol minuman dan berjalan menuju teras belakang , sungguh pemandangan yang indah dengan kolam renang yang sejuk , arsitektur bangunan rumah itu begitu menawan membuat Jefan betah berlama-lama di halaman itu
pikirannya yang kacau hari ini membuatnya kelelahan dan tertidur di tempat duduk samping kolam renang
lampu ruangan yang begitu terang di tambah pantulan cahaya matahari begitu menyilaukan penglihatan Anna , mengingat rumah mewah itu 80% dari kaca
Anna terus memandangi plafon ruangan itu , lampu nya , sofa yang di tidurinya dan menoleh ke arah sekitarnya...
" apakah aku sedang bermimpi..., apa selama ini aku bermimpi buruk..." Anna terperanjat , memandangi sekitarnya
" kenapa aku tiba-tiba ada di sini..." Anna mulai mengingat-ingat apa yang sedang terjadi padanya tadi malam
" bukankah aku tadi malam....." Anna menutup mulut dengan kedua tangannya , mengingat apa yang terjadi padanya semalam
" Apakah aku sudah di surga... , " Anna celingak celinguk , mencari-cari orang di sekitar nya
BYUURR...
Anna berlari ke arah kolam di belakang rumah itu dan menceburkan dirinya , setidaknya air dingin kolam di pagi hari ini akan menyadarkan Anna , situasi apakah yang sedang di alaminya pagi ini
Jefan yang sedari malam tertidur di luar terperanjat saat tubuhnya basah terkena cipratan air yang diperbuat Anna
" KAU....." Teriak Jefan melihat tingkah menyebalkan Anna
" tidak bisakah kau sepagi ini tidak membuat masalah " Tambah Jefan , mulai menurunkan intonasi suaranya
sedang Anna yang tak menyadari bahwa lelaki yang meneriakinya itu adalah Jefan , membuat gelagapan di dalam air
" Tuhan...jadi ini di alam surga apa masih di alam manusia sih " Anna bergumam sendiri tapi terdengar jelas di telinga jefan
"cepat naiklah...aku hitung sampe tiga , kalo kamu tidak naik ,aku akan menyeretmu ke kantor polisi.,." Ancam Jefan , menakuti Anna
" Cih ! ,atas dasar apa polisi mau menangkap saya..."
" Atas dasar mengganggu ketertiban dan membuat gaduh di kediaman ku ..." balas Jefan merasa alasannya tak bisa di tolak Anna
"APA !!!" Anna kaget tak percaya
" Kenapa kamu kaget seperti itu , bukan hal mustahil aku mempunyai rumah mewah seperti ini...., yang mustahil kalo kamu ngaku-ngaku mempunyai rumah ini " ucap sinis Jefan
" ini memang bekas rumah ku , tuan Jefan yang jelek "Gerutu Anna dalam hati
Anna keluar dari dalam kolam dengan pakaian basah kuyup
" apakah yang kulihat semalam itu tuan Jefan...ah mana mungkin dia peduli menolong ku yang mau bunuh diri , .." Anna masih tak percaya dengan siapa yang berdiri di hadapannya kini
Jefan meraih telfonnya dari dalam sakunya
" Nino..apa sudah selesai apa yang ku suruh buat semalam "
" sudah Jef ,ini aku sudah di depan rumah " ucap seseorang di sebrang telfon ,yang tak lain adalah Nino sekertaris plus sahabatnya
" Ok , masuklah cepat ,aku ada di teras belakang " Tutup Jefan
" kenapa aku sekarang jadi merinding ya... ,apa yang akan di perbuat tuan kasar ini padaku..." Anna mulai bergidik menatap ke arah Jefan
Nino datang dengan membawa beberapa lembar kertas dan menyerahkan nya pada Anna
"apa ini tuan...." Anna memberanikan melirik ke arah Jefan
" Duduk dan bacalah...." perintah Jefan
Anna duduk menuruti perintah Jefan
SURAT PERJANJIAN PRA NIKAH
Anna mengernyitkan dahi , tak mengerti maksud dari lembaran yang di bacanya
" kau akan menikah dengan ku " ucap Jefan dengan wajah datar
" Kau gila ya ...."Anna langsung menutup mulutnya yang keceplosan
__ADS_1
"mampus...."
"Apa kau mengatai ku gila , rupanya senang sekali kau mengata-ngatai ku dari kemaren " Jefan mendekatkan dirinya pada Anna
"apa ! , jadi benar dia yang menyelamatkan ku tadi malam..." Anna masih tak percaya
" maaf tuan , bukan maksud saya untuk mengatai tuan tapi saya hanya terkejut dengan apa yang di ucapkan tuan barusan..."
" bacalah semua isi perjanjian itu dan tanda tangani .."
" Maaf tuan..., hidup saya ini sudah begitu sulit jadi saya mohon jangan lebih mempersulit kehidupan saya..lagi." Entah dari mana datang nya keberanian Anna
" hah mempersulit....isi perjanjian itu banyak menguntungkan diri mu..."
" Tapi maaf sekali lagi tuan..., saya tidak berminat bermain-main dengan anda " Anna meletakkan kertas itu di sampingnya dan beranjak pergi
" Kau tenang saja , aku akan menjamin hidup mu selama kontrak ini masih berlaku...,kau tak perlu susah payah memikirkan membayar kos an ataupun membayar kuliah mu.."
langkah Anna terhenti
"kau pikir aku akan tergoda..."Batin Anna
" Dan ini ambillah...." Jefan menyodorkan sebuah black card " kau bisa memakainya untuk kebutuhan mu , itu hak nafkah dari ku selama kau jadi istri ku ... gunakanlah dengan baik , sewaktu-waktu aku akan meminta pertanggungjawaban ..."
"hah ! saya saja belum menyetujui perjanjian ini tapi kedengarannya anda terlalu percaya diri tuan , "ucap sinis Anna
" Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan , ini hanya hal mudah buat ku.."Jefan tersenyum licik
"dan saya menolak..." telak Anna
"Jef , ku rasa dia terlalu baik untuk menjadi permainanmu..." bisik Nino yang sedari tadi hanya menonton perbincangan sengit itu
" dan kau tak bisa menolak ku , aku akan telfon polisi bahwa ada kegaduhan di kediaman tuan Jefan Jackson dan satu lagi..."Jefan terdiam
" pencemaran nama baik , aku sudah mendengar semua ucapan kasar mu tadi malam , rupanya kau berani sekali berurusan dengan ku yah..."
" ah sial ! dia mendengar semuanya...."
" hanya dengan satu panggilan , polisi akan datang dan memenjarakan mu , kau tahu...koneksi ku banyak sekali di kota ini.."
" licik sekali orang ini...,aku ingin sekali menendang selangkangannya dan kabur dari sini..."batin Anna
tak kunjung mengindahkan permintaan Jefan, Nino menjelaskan singkat isi dari kertas itu
"kalian akan tidur di kamar terpisah...jadi jangan kwatir bos akan menyentuh mu..."
" Cih ! siapa juga yang mengharap hal itu terjadi.."
" Nona harus bersikap hormat dan romantis di depan kedua orang tua bos Jefan..."
" dan yang paling penting , patuhi semua yang aku perintahkan kan dan jangan membantah.." tambah Jefan
"pernikahan akan di langsung kan 6 hari dari sekarang..."
" APA !!
Anna terbelalak kaget , kenapa semuanya serba mendadak buatnya
" maaf tuan , berapa bulan pernikahan ini akan berlangsung.."
" isi dalam perjanjian itu cuma satu tahun , tapi akan bertambah jika aku tidak punya alasan untuk menceraikan mu..."
" ok tak masalah ,cuma satu tahun , saya yang akan memikirkan alasan nya nanti...'
"setidaknya aku akan rajin menabung , untuk memikirkan hidup ku selanjutnya.."pikir Anna
" Nino ambilkan kemeja ku di mobil..."perintah Jefan , ia tidak mungkin membiarkan gadis itu menggigil sampai pakaiannya kering
" pakailah...ganti bajumu yang basah itu ,aku tidak mau kesehatan mu memburuk menjelang pernikahan " Jefan melemparkan kemeja ke arah Anna
Anna memandangi dirinya di kaca
" apakah aku benar-benar harus pakai ini...jelek sekali"pakaian itu terlihat sangat besar di tubuhnya
Anna keluar dari kamar mandi , ia melihat Jefan dan Nino berada di ruang tengah yang sibuk dengan laptopnya
Anna berjalan dengan tidak nyaman , yah..tubuhnya hanya di balut kemeja di atas lututnya , terlebih lagi tanpa pakaian dalam hanya real kemeja saja
Jefan melirik Anna , sedikit terperangah dengan gadis yang memiliki kaki jenjang dan mulus itu , rambutnya terurai basah dan begitu menggoda
"Hhemm.."
Nino berdehem membuyarkan pandangan Jefan
"JEFAN !!.."
belum sempat memaki Nino , terdengar suara yang tak asing meneriaki namanya
" Mama " Jefan terperanjat dari duduknya
" apa yang kau lakukan padanya " Rosa berhambur ke arah Anna
" mama kenapa datang kesini .." Jefan gelagapan
Rosa menghampiri Jefan dan menjewer telinga anak nya
" Sakit ma..."
" apa yang kau perbuat pada menantu mama , tak sabarkah dulu sampai kamu sah menikah dengannya..."
Anna yang melihat pemandangan itu , tersenyum bahagia melihat tuannya kesakitan
"maksud mama apa..."
"kenapa dia memakai kemeja kamu.."
" lepaskan dulu ma..sakit " Rosa melepaskan tangannya
" pakaiannya basah , tadi dia terjatuh di kolam belakang " jelas Jefan
" bener.." Rosa melirik Nino , mencari jawaban
" benar kok Tan... Disini kan gak ada baju ganti cewek ,terpaksalah dia harus pake baju Jefan " Nino menjelaskan detail supaya tak ada kesalahpahaman
Rosa menghampiri Anna
" kemari duduklah nak..."
"siapa namamu...Jef sangat tertutup padaku , dia bahkan tidak mau memberi tahu nama calon pengantin nya "
Jefan dan Anna saling lirik , Jefan sendiri lupa tidak menanyakan siapa nama gadis di depannya itu
" Anna Tante...Anna Callista "
" ah ! jangan panggil Tante dong sayang, 6 hari lagi kan kamu jadi istrinya Jefan , jadi panggil lah mama mulai sekarang.."
" ii..ya...mama.." ucap Anna canggung
" sepertinya pakaian ini tidak cocok untukmu , mama takut akan ada seseorang yang tergoda dengan pakaian mu seperti ini..." Rosa melirik Anaknya
" mama akan mengajak dia untuk mencari perlengkapan dan perabot rumah ini.."
" terserah mama saja , Jefan masih banyak pekerjaan "
" ok baiklah , kamu mau kan Anna .."
" bisa kok ma..."
__ADS_1