Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
pertengkaran di Resto


__ADS_3

" senang bisa bertemu dengan anda tuan Axel Zander " Jackson menjabat tangan koleganya


" saya juga senang bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan Jackson group" sahut Axel Zander


" ini anak saya jefan " Jackson memperkenalkan putranya


" Jefan Jackson tuan " Jefan menjabat tangannya


" yah , saya sudah mendengar banyak tentang kamu , wajah kamu sudah berseliweran di majalah bisnis . senang rasanya bisa bertemu dengan mu . masih muda , sudah banyak mendapat prestasi dalam dunia bisnis " puji Axel


" saya juga beruntung sekali , anak satu-satunya saya ini bisa membanggakan saya sebagai ayah nya " sahut Jackson


" pasti beruntung juga nanti yang menjadi istrinya " goda Nino mencoba mencairkan suasana


" apakah sudah ada calon " tanya Axel


Jefan tersenyum" maaf tuan , sepertinya saya terlalu malu untuk menceritakan nya "


" kalau belum , bolehlah ku calonkan putri tunggal ku untuk dekat dengan mu " goda Axel Zander tertawa


" ah tuan bisa saja , saya merasa tidak pantas bersanding dengan putri kesayangan tuan Axel"


" haha...aku tidak tahu sihir apa yang di gunakan putra ku tapi sepertinya banyak sekali wanita yang terpesona dengan nya " jawab Jackson


" aku yakin suatu saat nanti kamu akan menjadi suami yang terbaik , seperti aku juga yang selalu berharap agar putri ku mendapat pendamping yang terbaik " Axel


" saya juga banyak mendengar tentang anda , pengusaha sukses yang setia terhadap istrinya yang sudah meninggal , saya salut dengan kesetiaan anda tuan " sahut Jefan


" tentu saja , karena aku mencintai hatinya . jadi walaupun raganya telah pergi , cintanya tetap ada sampai saat ini "


" maafkan kami tuan , sepertinya anak buah saya terlalu ikut campur dengan hidup anda" Jackson tidak enak hati karena pembicaraan mereka sudah ke ranah pribadi


" astaga maaf tuan , saya tidak menyadari kalau pertanyaan kami terlalu jauh . saya hanya salut dengan kehidupan anda " ujar Jefan menundukkan kepalanya


" ah tidak apa-apa , saya lebih suka dengan suasana yang tidak terlalu formal " jawab Axel


🌹🌹🌹🌹


" ada yang mencari mu , cepatlah kemari " Nayla menghubungi Anna


" siapa "


" Davin "


" APA!! " Anna terperanjat dari duduknya dan langsung berlari menghampiri Nayla


" kamu sedang apa di sini " tanya Anna yang kaget dengan keberadaan Davin di kampus


" aku hanya ingin bertemu dengan mu "


" kenapa di sini , aku tidak mau ada orang yang berfikiran buruk mengenai keluarga ku"


" kamu sangat menjaga sekali kehormatan keluarga Jackson"


" tentu saja , hanya ini yang bisa aku balas atas perlakuan baik mereka pada ku "


" ayo kita pergi " Davin menarik tangan Anna , masuk ke dalam mobilnya


" kita mau kemana Dav " tanya Anna yang sudah berada di dalam mobil


" kita akan kencan "


" kencan ! " ulang Anna


" Iyah , kencan . kenapa?? "


" tapi keadaannya sekarang sudah berbeda Dav"


Davin diam tak menjawab pernyataan Anna , hingga mobil terparkir di depan Restoran .


" kalau begini susahkan mengenali mu sebagai menantu keluarga Jackson "Davin memakaikan masker pada Anna


" aku hanya mau kamu menemani ku makan siang saja , akhir-akhir ini selera makan ku memburuk"



" Dev , kita tidak bisa sering-sering bertemu"


" kenapa "


" kamu tahu kan orang mengenaliku sebagai menantu keluarga Jackson"


" masa bodoh apa kata orang " jawab enteng Davin


" tapi aku masih menantu keluarga Jackson "


" ok baiklah , kita bisa bilang saudaraan , adek kakak , sudah beres . makanlah , aku hanya ingin bertemu dengan mu bukan bertengkar "


" aku tidak tahu apa yang ku lakukan ini benar"gumam Anna

__ADS_1


" aku masih mencintaimu Anna , dan akan tetap begitu "


" aku tidak tahu lagi bagaimana harus bersikap, hubungan kita ini bukankah buruk saat ini "


" kenapa " Davin menfokuskan tatapan Anna


" aku benar-benar tidak bisa menyakiti keluarga Jackson Dev , kontrak ini hanya satu tahun , biarkan lah semua berjalan begitu sampai tuan Jefan memutuskan nya "


" aku akan menunggu nya , aku tidak mau kehilangan mu lagi " Davin menggenggam tangan Anna erat


" aku minta maaf Dev , keadaan yang sulit ini tidak bisa membuat ku memilih "


" aku mengerti , aku akan menunggu sampai benar-benar kita bersama "


Drt..drt..drt..


pesan dari " Squidward "


" *dimana "


" lagi diluar bersama teman " .send Anna


" siapa "tanya Davin


" tuan Jefan , dia menanyakan ku lagi dimana "


" apakah dia khawatir "


" apa kamu cemburu "tanya balik Anna , tertawa melihat mimik wajah Davin


" tentu saja , aku sangat cemburu kamu dekat dengan lelaki lain "


" kamu tenang saja , dia tidak tertarik padaku "


" mana kamu tahu hatinya , apa dia berbuat buruk padamu , biar ku kasih pelajaran padanya "


" sudahlah jangan buat masalah padanya"


" kamu masih belum percaya kalau kekasih mu ini sudah punya pengaruh besar sekarang"


" iya iya aku percaya ... setidaknya jangan buat keributan "


" kamu membelanya "


" Dev , sudahlah memang tidak ada yang mengerti aku , semua yang ku katakan Sekarang tidak ada yg benar "


" habisnya kau tidak mau mendengarkan penjelasan ku , tuan Jefan itu sebenarnya sudah punya kekasih , orang nya cantik . mana mau dia sama aku "


" benarkah "


" tuh kan kamu masih tidak percaya "


" bukan , bukan itu . apa dia bilang kamu jelek dan lebih cantikan kekasihnya begitu "


plak!!


Anna menjiplak kepala Davin dengan sendok yang di pegangnya


" sakit tau " Davin mengelus kepalanya


" kamu sih ada ada aja , aku ke Toilet dulu" Anna langsung meninggalkan Davin


🌹🌹🌹🌹


" Terimakasih atas kerjasama nya tuan " Jefan menjabat tangan koleganya yang pamit undur diri


" akhirnya , selesai juga . aku lapar sekali dari tadi "ujar Nino


" Jef , kamu mau makan apa " tanya Nino yang melihat daftar menu di restoran , tempat meeting nya bersama klien barusan


" samakan saja " jawab Jefan datar


" apa itu Anna " Jefan melihat dari kejauhan Anna bersama seorang lelaki


Jefan mengambil ponselnya , mencoba mencari tahu


" dimana " Jefan berkirim pesan


Drt...drt..drt.. Anna membalas


" lagi diluar bersama teman "


" apakah itu benar Anna " tanya Jefan pada Nino


" hah !!" Nino menutup mulutnya " itu benar-benar Anna , dia kan ..." Nino tak melanjutkan kalimatnya


" dia kekasih Anna "


" Apa !! jadi kau tahu dia kekasih Anna "

__ADS_1


" yah , kita pernah bertemu di malam Reuni sekolah Anna "


" lalu " tanya Nino


" lalu..." Jefan mengulang kata-kata Nino


" lalu kamu diam saja , melihat istri mu dengan lelaki lain "


" aku , aku tidak peduli "


" benarkah kau tidak peduli "


" yah , aku tidak menyukai nya , kenapa aku peduli . tidak ada yang bisa menggantikan posisi Adelle "


" Adelle...Adelle...Adelle..., buanglah pikiran mu tentang Adelle , kamu pikirkan mama kamu yang menunggu kehadiran cucu dan berhenti memikirkan Adelle "


" berhentilah mengoceh "


" kemarin Tante Rosa menghampiri Nicole , dia minta di Carikan dokter kandungan yang bagus untuk Anna"


" kapan " sahut Jefan , masih tetap curi pandang ke arah Anna dan Davin


" kemarin Nicole menghubungi ku dan menceritakan semuanya , kalau Tante Rosa benar-benar mendambakan cucu "


Jefan melihat Anna berdiri ,pergi ke arah Toilet


" aku ke Toilet dulu "


" eh , Jef aku belum selesai bicara nya "


Jefan mengikuti Anna , dan menunggunya di depan pintu Toilet


" tuan..." ucap Anna kaget , siapa yang di temuinya sekarang


Jefan tak menjawab , langsung menyambar tangan Anna , menarik nya keluar mencari tempat sepi


" kau sudah berani berbohong " Jefan menghentakkan tangan Anna kasar


" bohong apa tuan "


" kau bilang sedang keluar bersama temanmu!"


" saya tidak berbohong , saya memang di luar bersama teman "


" lelaki itu teman mu " tunjuk Jefan kedalam restauran


" Iyah , bukankah Anda pernah bertemu dengan nya . kenapa anda marah? , saya cuma makan siang dan tidak berbuat macam-macam "


" aku tidak suka ada orang berbohong padaku "


" saya benar-benar tidak berbohong tuan"


" kamu sedang kencan dengan pacar mu kan" Jefan meraih dagu Anna dengan kasar , terlihat Anna meringis sedikit kesakitan


" saya...saya..."


" jangan berani-berani berbohong padaku " Jefan melepas dagu Anna dengan kasar


" yah , kami memang berkencan ! , kenapa ? , apa anda cemburu " jawab lantang Anna , jengah dengan perlakuan kasar Jefan


" Ck , cemburu ! , kau sudah gila , kenapa aku harus cemburu pada orang gila seperti dia "


" kalau begitu kenapa anda marah "


" terserah lakukan apa yang kamu mau , aku tidak peduli "


" yah , jangan pedulikan saya! . saya tidak akan pernah mencampuri urusan anda, sama seperti tuan yang tidak mau di campuri urusannya oleh saya , bukankah ini adil , anda dengan urusan anda dan saya dengan urusan saya , jadi kita urus urusan kita masing-masing tanpa ikut campur " sahut Anna lantang . Anna pergi meninggalkan Jefan sendirian yang masih terdiam


" ayo kita pergi dari sini " Anna menarik paksa tangan Davin


" kenapa? ada apa ? " tanya Davin bingung


Davin hanya menurut sampai ke luar Restauran


" ada apa Ann "


" tidak apa-apa "


" apa ada masalah "


" tiba-tiba saja kepala ku pusing , aku ingin pulang sekarang " Anna memasuki mobil


" aku antar ke rumah sakit " ucap Davin memasuki mobil juga


" tidak usah , aku baik-baik saja . aku mau istirahat saja "


" baiklah " Davin mengelus kepala Anna


Davin mengantarkan Anna sampai di depan gerbang luar mansion , dia menolak Davin yang terus-terusan akan mengantarkan nya sampai depan pintu rumah

__ADS_1


__ADS_2