
" senang bisa bertemu dengan anda tuan Axel Zander " Jackson menjabat tangan koleganya
" saya juga senang bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan Jackson group" sahut Axel Zander
" ini anak saya jefan " Jackson memperkenalkan putranya
" Jefan Jackson tuan " Jefan menjabat tangannya
" yah , saya sudah mendengar banyak tentang kamu , wajah kamu sudah berseliweran di majalah bisnis . senang rasanya bisa bertemu dengan mu . masih muda , sudah banyak mendapat prestasi dalam dunia bisnis " puji Axel
" saya juga beruntung sekali , anak satu-satunya saya ini bisa membanggakan saya sebagai ayah nya " sahut Jackson
" pasti beruntung juga nanti yang menjadi istrinya " goda Nino mencoba mencairkan suasana
" apakah sudah ada calon " tanya Axel
Jefan tersenyum" maaf tuan , sepertinya saya terlalu malu untuk menceritakan nya "
" kalau belum , bolehlah ku calonkan putri tunggal ku untuk dekat dengan mu " goda Axel Zander tertawa
" ah tuan bisa saja , saya merasa tidak pantas bersanding dengan putri kesayangan tuan Axel"
" haha...aku tidak tahu sihir apa yang di gunakan putra ku tapi sepertinya banyak sekali wanita yang terpesona dengan nya " jawab Jackson
" aku yakin suatu saat nanti kamu akan menjadi suami yang terbaik , seperti aku juga yang selalu berharap agar putri ku mendapat pendamping yang terbaik " Axel
" saya juga banyak mendengar tentang anda , pengusaha sukses yang setia terhadap istrinya yang sudah meninggal , saya salut dengan kesetiaan anda tuan " sahut Jefan
" tentu saja , karena aku mencintai hatinya . jadi walaupun raganya telah pergi , cintanya tetap ada sampai saat ini "
" maafkan kami tuan , sepertinya anak buah saya terlalu ikut campur dengan hidup anda" Jackson tidak enak hati karena pembicaraan mereka sudah ke ranah pribadi
" astaga maaf tuan , saya tidak menyadari kalau pertanyaan kami terlalu jauh . saya hanya salut dengan kehidupan anda " ujar Jefan menundukkan kepalanya
" ah tidak apa-apa , saya lebih suka dengan suasana yang tidak terlalu formal " jawab Axel
🌹🌹🌹🌹
" ada yang mencari mu , cepatlah kemari " Nayla menghubungi Anna
" siapa "
" Davin "
" APA!! " Anna terperanjat dari duduknya dan langsung berlari menghampiri Nayla
" kamu sedang apa di sini " tanya Anna yang kaget dengan keberadaan Davin di kampus
" aku hanya ingin bertemu dengan mu "
" kenapa di sini , aku tidak mau ada orang yang berfikiran buruk mengenai keluarga ku"
" kamu sangat menjaga sekali kehormatan keluarga Jackson"
" tentu saja , hanya ini yang bisa aku balas atas perlakuan baik mereka pada ku "
" ayo kita pergi " Davin menarik tangan Anna , masuk ke dalam mobilnya
" kita mau kemana Dav " tanya Anna yang sudah berada di dalam mobil
" kita akan kencan "
" kencan ! " ulang Anna
" Iyah , kencan . kenapa?? "
" tapi keadaannya sekarang sudah berbeda Dav"
Davin diam tak menjawab pernyataan Anna , hingga mobil terparkir di depan Restoran .
" kalau begini susahkan mengenali mu sebagai menantu keluarga Jackson "Davin memakaikan masker pada Anna
" aku hanya mau kamu menemani ku makan siang saja , akhir-akhir ini selera makan ku memburuk"
" Dev , kita tidak bisa sering-sering bertemu"
" kenapa "
" kamu tahu kan orang mengenaliku sebagai menantu keluarga Jackson"
" masa bodoh apa kata orang " jawab enteng Davin
" tapi aku masih menantu keluarga Jackson "
" ok baiklah , kita bisa bilang saudaraan , adek kakak , sudah beres . makanlah , aku hanya ingin bertemu dengan mu bukan bertengkar "
" aku tidak tahu apa yang ku lakukan ini benar"gumam Anna
__ADS_1
" aku masih mencintaimu Anna , dan akan tetap begitu "
" aku tidak tahu lagi bagaimana harus bersikap, hubungan kita ini bukankah buruk saat ini "
" kenapa " Davin menfokuskan tatapan Anna
" aku benar-benar tidak bisa menyakiti keluarga Jackson Dev , kontrak ini hanya satu tahun , biarkan lah semua berjalan begitu sampai tuan Jefan memutuskan nya "
" aku akan menunggu nya , aku tidak mau kehilangan mu lagi " Davin menggenggam tangan Anna erat
" aku minta maaf Dev , keadaan yang sulit ini tidak bisa membuat ku memilih "
" aku mengerti , aku akan menunggu sampai benar-benar kita bersama "
Drt..drt..drt..
pesan dari " Squidward "
" *dimana "
" lagi diluar bersama teman " .send Anna
" siapa "tanya Davin
" tuan Jefan , dia menanyakan ku lagi dimana "
" apakah dia khawatir "
" apa kamu cemburu "tanya balik Anna , tertawa melihat mimik wajah Davin
" tentu saja , aku sangat cemburu kamu dekat dengan lelaki lain "
" kamu tenang saja , dia tidak tertarik padaku "
" mana kamu tahu hatinya , apa dia berbuat buruk padamu , biar ku kasih pelajaran padanya "
" sudahlah jangan buat masalah padanya"
" kamu masih belum percaya kalau kekasih mu ini sudah punya pengaruh besar sekarang"
" iya iya aku percaya ... setidaknya jangan buat keributan "
" kamu membelanya "
" Dev , sudahlah memang tidak ada yang mengerti aku , semua yang ku katakan Sekarang tidak ada yg benar "
" habisnya kau tidak mau mendengarkan penjelasan ku , tuan Jefan itu sebenarnya sudah punya kekasih , orang nya cantik . mana mau dia sama aku "
" benarkah "
" tuh kan kamu masih tidak percaya "
" bukan , bukan itu . apa dia bilang kamu jelek dan lebih cantikan kekasihnya begitu "
plak!!
Anna menjiplak kepala Davin dengan sendok yang di pegangnya
" sakit tau " Davin mengelus kepalanya
" kamu sih ada ada aja , aku ke Toilet dulu" Anna langsung meninggalkan Davin
🌹🌹🌹🌹
" Terimakasih atas kerjasama nya tuan " Jefan menjabat tangan koleganya yang pamit undur diri
" akhirnya , selesai juga . aku lapar sekali dari tadi "ujar Nino
" Jef , kamu mau makan apa " tanya Nino yang melihat daftar menu di restoran , tempat meeting nya bersama klien barusan
" samakan saja " jawab Jefan datar
" apa itu Anna " Jefan melihat dari kejauhan Anna bersama seorang lelaki
Jefan mengambil ponselnya , mencoba mencari tahu
" dimana " Jefan berkirim pesan
Drt...drt..drt.. Anna membalas
" lagi diluar bersama teman "
" apakah itu benar Anna " tanya Jefan pada Nino
" hah !!" Nino menutup mulutnya " itu benar-benar Anna , dia kan ..." Nino tak melanjutkan kalimatnya
" dia kekasih Anna "
" Apa !! jadi kau tahu dia kekasih Anna "
__ADS_1
" yah , kita pernah bertemu di malam Reuni sekolah Anna "
" lalu " tanya Nino
" lalu..." Jefan mengulang kata-kata Nino
" lalu kamu diam saja , melihat istri mu dengan lelaki lain "
" aku , aku tidak peduli "
" benarkah kau tidak peduli "
" yah , aku tidak menyukai nya , kenapa aku peduli . tidak ada yang bisa menggantikan posisi Adelle "
" Adelle...Adelle...Adelle..., buanglah pikiran mu tentang Adelle , kamu pikirkan mama kamu yang menunggu kehadiran cucu dan berhenti memikirkan Adelle "
" berhentilah mengoceh "
" kemarin Tante Rosa menghampiri Nicole , dia minta di Carikan dokter kandungan yang bagus untuk Anna"
" kapan " sahut Jefan , masih tetap curi pandang ke arah Anna dan Davin
" kemarin Nicole menghubungi ku dan menceritakan semuanya , kalau Tante Rosa benar-benar mendambakan cucu "
Jefan melihat Anna berdiri ,pergi ke arah Toilet
" aku ke Toilet dulu "
" eh , Jef aku belum selesai bicara nya "
Jefan mengikuti Anna , dan menunggunya di depan pintu Toilet
" tuan..." ucap Anna kaget , siapa yang di temuinya sekarang
Jefan tak menjawab , langsung menyambar tangan Anna , menarik nya keluar mencari tempat sepi
" kau sudah berani berbohong " Jefan menghentakkan tangan Anna kasar
" bohong apa tuan "
" kau bilang sedang keluar bersama temanmu!"
" saya tidak berbohong , saya memang di luar bersama teman "
" lelaki itu teman mu " tunjuk Jefan kedalam restauran
" Iyah , bukankah Anda pernah bertemu dengan nya . kenapa anda marah? , saya cuma makan siang dan tidak berbuat macam-macam "
" aku tidak suka ada orang berbohong padaku "
" saya benar-benar tidak berbohong tuan"
" kamu sedang kencan dengan pacar mu kan" Jefan meraih dagu Anna dengan kasar , terlihat Anna meringis sedikit kesakitan
" saya...saya..."
" jangan berani-berani berbohong padaku " Jefan melepas dagu Anna dengan kasar
" yah , kami memang berkencan ! , kenapa ? , apa anda cemburu " jawab lantang Anna , jengah dengan perlakuan kasar Jefan
" Ck , cemburu ! , kau sudah gila , kenapa aku harus cemburu pada orang gila seperti dia "
" kalau begitu kenapa anda marah "
" terserah lakukan apa yang kamu mau , aku tidak peduli "
" yah , jangan pedulikan saya! . saya tidak akan pernah mencampuri urusan anda, sama seperti tuan yang tidak mau di campuri urusannya oleh saya , bukankah ini adil , anda dengan urusan anda dan saya dengan urusan saya , jadi kita urus urusan kita masing-masing tanpa ikut campur " sahut Anna lantang . Anna pergi meninggalkan Jefan sendirian yang masih terdiam
" ayo kita pergi dari sini " Anna menarik paksa tangan Davin
" kenapa? ada apa ? " tanya Davin bingung
Davin hanya menurut sampai ke luar Restauran
" ada apa Ann "
" tidak apa-apa "
" apa ada masalah "
" tiba-tiba saja kepala ku pusing , aku ingin pulang sekarang " Anna memasuki mobil
" aku antar ke rumah sakit " ucap Davin memasuki mobil juga
" tidak usah , aku baik-baik saja . aku mau istirahat saja "
" baiklah " Davin mengelus kepala Anna
Davin mengantarkan Anna sampai di depan gerbang luar mansion , dia menolak Davin yang terus-terusan akan mengantarkan nya sampai depan pintu rumah
__ADS_1