Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
gadis jembatan


__ADS_3

Dor..Dor...Dor..


suara berisik itu terdengar tambah menggelegar di telinga gadis yang masih terlelap bersama mimpinya


"Anna...Anna..."


Teriakan itu terus semakin keras ,membuat nama yang di panggil mau tak mau harus bangun


" iya ,ada Bu "jawabnya santai , sedang yang di depan pintu terus menunjukkan mimik yang tidak suka


" Eh...mana janjimu sekarang bayar kos-kosan "


" Hmm..nanti saya Carikan dulu ya Bu ,sepulang bekerja saya pasti akan membayarnya " pinta nya memelas


" bukan hanya membayarnya tapi segera melunasinya selama 3 bulan "


" Tapi Bu bisakah di kurangin sedikit saja , saya masih butuh buat bayar kuliah sedikit " pintanya lagi


" Eh ..Bukan hanya situ aja yang butuh uang , anak-anak saya juga butuh bayar SPP juga , kalo kamu gak sanggup bayarnya , masih banyak yang mau ngekos di tempat ini "


" Baiklah akan saya usahakan Bu "


Dialah Anna Callista , gadis yang nasib nya kurang beruntung karena Ayah nya yang kaya raya meninggal dalam kecelakaan , usaha keluarga yang di kelola ayahnya dalam kebangkrutan membuat dirinya tak bisa mempertahankan rumah besar yang sedari kecil di tempatinya


keluarga dari pihak sang Ayah kurang begitu menyukai nya, sehingga mau tak mau Anna pergi dari keluarga kerabatnya karena terus-terusan mendapat Sindiran keras , sedang keluarga dari pihak sang Ibu berada di luar pulau sehingga Anna harus membuat keputusan hidup seorang diri karena tidak mau memutuskan kuliahnya



Anna berjalan lunglai di koridor kampus sembari terus memandangi kertas yang di pegangnya


" Ma'af ya Ann.. aku tidak bisa membantu mu saat ini , adik ku sedang di rawat jadi aku mengirimkannya ke kampung " ucap seseorang mengalihkan pandangan Anna


" it's ok nay , aku baik-baik saja " jawab Anna tersenyum " tapi hati ku sedang tidak baik-baik saja Nayla " gumam Anna dalam hati


" Bagaimana kalau pinjam pada pak Daniel " usul Nayla


" Bisa gak ya , apakah dia mau ngasih "


" Coba aja dulu , siapa tau rejeki kan ,lagian kayaknya dia suka sama kamu deh " goda Nayla


" ah gila kamu ya , mana mungkin manager kayak dia suka sama aku yang buluk ini "


" Tapi bisa aja kan , coba deh kamu ingat-ingat mana pernah kamu di omelin sama dia " Nayla masih menerka-nerka


" Ah sudahlah , semoga aja dia membantu seperti yang aku harapkan "


" Aku pergi dulu ya , si Tian udah nunggu di depan " ucap Nayla sambil menunjukkan handphone nya " sampai ketemu di Resto ya "


pamit Nayla lagi


Nayla adalah sahabat satu-satunya , saat semua tak mau berteman dengannya karena dia miskin ,Nayla lah yang mau di repotkan Anna , segala masalah dan adaptasinya sebagai orang miskin baru


Teman-teman SMA satu geng nya dulu , tak mau tahu dengan keadaan Anna saat itu bahkan Telfon nya dulu di blok


yah , mungkin itu persahabatan para serigala berbulu domba . pikir Anna saat itu


Anna berhenti di kelas , perutnya sedari pagi belum di isi sarapan terus berbunyi , Anna mengambil sebungkus Roti dari tasnya tapi masih dua gigitan langsung berhenti , masalah sedari pagi membuatnya stres hingga membuatnya terlelap di meja kelas


Drt...Drt...Drt...


getaran handphone itu mengusiknya


"Hallo..Ann kamu di man..."belum selesai yang di sebrang menuntaskan kalimat nya ,Anna terbelalak kaget


" Sial sudah jam 2 " dia langsung menutup handphone nya , menyambar sisa roti yang tak di habiskan nya tadi dan langsung bergegas pergi dari kampus


" kenapa harus tidur segala sih , kalo di pecat mampus kan " gerutunya dalam hati


Anna terus berlari mencari angkutan umum tapi tidak menemukannya juga


" pada kemana sih sopir angkot nih , ojek juga gak ada " Anna terus gusar , pandangannya terhenti pada Taxi yang tak jauh dari pandangannya


" Ah biarlah naik Taxi aja walaupun lebih mahal yang pentingkan tidak jadi pengangguran " ucapnya langsung berlari dan masuk kedalam Taxi


" Siapa kau berani-beraninya mengambil Taxi ku " Teriakan itu mengagetkan Anna


" Oh ,tapi ma'af tuan saya lagi buru-buru " jawab enteng Anna


" Cepat keluar !!!" Teriak lelaki itu lagi


" sudahlah cepat jalan pak , saya yang akan membayar Taxi nya " ucap Anna pada sopir Taxi di depannya


" Apa saya perlu menyeret kamu keluar " Lelaki itu mengurangi intonasi suaranya tapi tetap dalam pandangan yang menakutkan buat Anna


" Saya mohon Tuan , saya sedang terlambat bekerja , saya mohon mengertilah " Anna memohon tak berani menatap tajam pada lelaki itu


Bukan mengindahkan permohonan Anna ,Lelaki itu malah menarik Pergelangan tangan Anna.


Merasa ada yang menarik tangannya dengan kuat Anna terperanjat keluar dari duduknya di bangku Taxi


" Aish !!! KAU INI APA TIDAK TAHU SIAPA AKU INI ? HaH !!! " teriak lelaki itu setelah sadar apa yang terjerembab di kemeja putih nya


Anna yang ketakutan melirik sedikit ke arah lelaki kasar itu


" Mampus " ucapnya dalam hati


kemeja lelaki itu di penuhi selai strawberry dari roti yang di pegang Anna


" Tuan ma'afkan saya " Anna terus mendekapkan tangannya sembari terus meminta ma'af


"Aku tidak yakin kau akan mampu membayar kemeja mahal ini !! "


" PERGI !! " teriak lelaki itu kesekian kali

__ADS_1


" Dasar gadis Bodoh ! " geram lelaki itu langsung memasuki Taxi dan pergi


Anna meliriknya , dia dengar apa yang di ucapkan lelaki tadi


BODOH ! tak tau kenapa ucapan lelaki tadi membuatnya sakit hati


" Kenapa Dunia ini begitu kejam terhadap ku " Anna meneteskan air mata


25 menit Anna sampai di Restoran tempatnya bekerja


" Anna dari mana saja kamu , kamu sudah telat 35 menit " manager Resto itu memberhentikan langkah Anna


" Ma'af kan saya pak Daniel , saya ada sedikit masalah di jalan tadi " Anna menundukkan kepala


"cepatlah kembali ke dapur "


" Oh ya satu lagi , chef sedang tidak masuk hari ini , kamu ambil alih masakannya hari ini , Bos pemilik Resto ini sedang ada jamuan makan di sini bersama kolega nya "


" Baik pak "


Huff !! Anna menghela nafas panjang


Anna mengambil alih pekerjaan chef hari ini , ini bukan kali pertama dia memasak menggantikan chef yang tidak masuk ,masakannya yang lezat tak perlu di ragukan lagi


Anna terduduk lega setelah menyelesaikan pesanan di dapur


" Anna di panggil pak Daniel di depan "


Nayla mengagetkannya


" Ada apa "


" sepertinya Tamu Bos menyukai makan yang kau buat , siap-siap dapat hadiah dari Bos " seringai Nayla


" Benarkah ,semoga saja "jawab Anna semangat


" Tapi aku tak tau Bos kita ini yang mana " tambah Anna


" Serius !! kamu gak tau "


Anna menggeleng cepat


" Ah.. semua wanita mau mempunyai urusan dengan Bos Tampan kita ,tapi malah kamu tak mau tau "


" Ah sudahlah , Aku males berurusan sama yang Tampan-tampan " Anna berlalu


Anna berjalan menyusuri ruangan sekitar Resto


" Semoga saja yang di ucapakan Nayla benar , aku sudah terlalu capek memikirkan tunggakan kos sama semester " gumam Anna terus berjalan mencari tempat tamu itu


Anna menghentikan langkahnya .


ia begitu kaget siapa yang di lihatnya saat ini


Tentu saja , kemejanya tadi begitu kotor dengan roti Anna


" Mampus !! kenapa harus ketemu di sini "


gumam Anna dalam hati


" Dia adalah yang memasak sajian ini Tuan , Namanya Anna pengganti chef yang tidak masuk hari ini " Daniel membuyarkan lamunan Anna


" masakannya enak Nona Anna , Tamu kita sangat menyukainya " sanjung seseorang yang duduk berada di sampingnya


Anna menunduk kepalanya , dia tak berani melirik seseorang yang terus menatap tajam ke depan itu ,


" kembalilah ke dalam " perintah lelaki dingin itu tanpa melirik ke arah Anna


" semoga saja laki-laki kasar itu tidak menambah masalah hidup ku saat ini " Anna menghela nafas dan mengikuti manager Daniel


Entah mengapa pikiran Anna hari ini bukan hanya kacau , lelah , tubuh nya terasa nyeri semua , pikirannya hari ini cukup membuatnya meledak


Anna berbalik badan , ketidak fokuskan nya saat membersihkan sisa-sisa makanan di meja membuat tubuhnya menabrak seseorang


byurr...PRANK....


sisa minuman yang di pegangnya tumpah pada Bos pemilik Resto dan gelas itu pecah


" Ma'af tuan " Anna terus menunduk kan kepalanya


" KAU LAGI !!! ..."bentak lelaki itu


Anna yang tak asing mendengar teriakan itu mendongakkan kepalanya


" HAHH !!! "


Anna menutup mulut dengan kedua tangannya , dia kaget menyadari siapa yang dia tabrak kali ini


"Tuan muda Jefan ....Lagi.,"


Anna melirik tubuh lelaki itu dari atas ke bawah,


bukan hanya kemejanya saja yang saat ini basah tapi setelan jas dan celananya yang basah terguyur minuman bersoda itu


" ma'afkan atas keteledoran pelayan ini Tuan muda " Daniel cepat meminta ma'af pada Tuan mudanya , ia tahu bahwa ini tidak akan baik-baik saja


" PECAT DIA SEKARANG ..." Bentak Jefan pada Daniel tanpa mengalihkan pandangannya dari Anna


Anna menutup mata nya lekat , ia tak berani menatap sosok Bos di depannya itu ,Anna hanya bisa meremas pakaiannya ,ia ingin sekali berteriak pada lelaki kasar itu tapi Anna tahu itu akan tambah mempersulit hidup nya ke depan


" Anna kau baik-baik saja " Nayla berhambur memeluk Anna setelah Jefan pergi meninggal ruangan itu


Anna tersenyum sinis

__ADS_1


" Tak apa-apa kok Nay , aku bisa cari kerja di tempat lain kok "


entah mengapa Anna tak lagi bisa mengeluarkan air matanya itu , apa dia kini sudah sekuat baja , tahan banting atau karena dia tak mau memperlihatkan keadaannya yang semakin memprihatinkan


" saya akan mengantar mu pulang " pinta Daniel


" Terima kasih pak ,tapi saya masih ada urusan lain "


manager Anna itu memang diam-diam menyukainya


" ini pesangon mu , ambilah..."


Anna mengambil Amplop berwarna coklat itu


" Terima kasih banyak pak Daniel ,senang bisa mengenal anda " Pamit Anna


Manager itu hanya bisa membalas dengan anggukan dan terus menatap kepergian Anna


###


Anna sudah duduk berjam-jam di Taman kota itu , hiruk pikuk pengunjung satu persatu tak terlihat ,tempat itu lenggang bahkan sekarang tak ada satupun orang selain dirinya


Anna berjalan ke arah jembatan panjang yang berada di sebelah barat Taman kota , Anna menatap sungai yang cukup deras itu dan mengamatinya


" Sakit tidak ya jatuh dari sini " gumam gadis itu dengan terus menyeka air mata yang tak kunjung reda


DUGGH....


AWWW....


Anna terperanjat dari lamunannya setelah sebuah benda menghantam keningnya


" Berdarah..." Anna mengusap kening nya yang begitu nyilu , dia mengedarkan pandangannya.


tak ada siapapun...


Anna mengambil benda silau yang ada persis di sebelah kakinya." Cincin...."


" Tuhan...Apakah kau juga akan menunjukkan kepada ku betapa tidak beruntung nya aku dalam segala hal ...tidak juga dalam percintaan " Anna terus berkata dan memandang langit


" Kau mengirimkan sebuah cincin tapi tidak dengan pemilik nya ..." Ucap Anna lirih


Anna terdiam


" Tuhan...Mengapa kau terus menerus memberikan kesialan ini padaku...


Apakah kau berfikir aku ini kuat....


Tidak , Tuhan... Aku sungguh tidak kuat menjalaninya...


Apakah belum cukup kau ambil mama saat aku masih benar-benar membutuhkan kasih sayang nya....


Dan satu-satu nya Papa yang ku punya...kau jatuhkan dia dan pergi meninggalkan aku sendirian


Tuhan..... Aku juga masih membutuhkan seseorang sebagai sandaran dalam hidup ku...


Tidak bisakah aku hidup normal seperti kebanyakan orang , Aku tak meminta hidup ku kembali seperti dulu tapi aku hanya ingin hidup yang normal tanpa harus memikirkan tinggal dimana...makan apa...


Dan sekarang Kau kirimkan aku lelaki kasar dan menyebalkan itu untuk menguji ku...


Tuan sombong itu menghancurkan semuanya hari ini...


Aku bahkan tak punya tempat tinggal sekarang


ibu kos pasti akan langsung mengusir ku karena tak membayar tunggakan...


dan besok.....


Anna terdiam...


Aku tak bisa kuliah lagi " ucapnya lirih sambil terus menangis


Jadi buat apa aku hidup lagi....


DAN YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEMATIAN KU NANTINYA ADALAH KAU TUAN JAHAT , JEFAN Jackson....


teriak Anna semakin menggebu...


HEI JEFAN YANG JELEK...


TAK BISAKAH KAU TAK MEMECAT ORANG SEMBARANGAN...


APAKAH KAU TAU HARI KU INI BEGITU MENYEBALKAN BERTEMU DENGAN MU..


BERSIAPLAH AKAN KU HANTUI KAU SETIAP MALAM DAN JANGAN BERHARAP TIDUR DENGAN NYENYAK !!!


Anna menghela nafas panjang ,dia merasa lega meneriaki lelaki itu walaupun tak langsung berhadapan dengan orangnya ,


Anna menaiki tali pegangan jembatan gantung itu dan kini sudah berada di sisi luar pinggiran jembatan


Anna menutup matanya


" Aku akan berkumpul dengan kalian pa...ma.."


Anna merentangkan kedua tangannya


ia menjatuhkan tubuhnya ke udara


beberapa Detik terdiam , Anna merasa tubuhnya melayang dan .....ada yang memegangi tangannya


Anna membuka matanya perlahan tapi pandangannya nampak buram


"Malaikat..." gumamnya lirih

__ADS_1


Anna terus memandangi sesosok makhluk itu tapi pandangannya semakin berat dan perlahan menutup matanya


__ADS_2