Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
model catwalk


__ADS_3

hari ini Anna tergopoh memakan sarapannya, mulutnya penuh dengan sandwich


" apa kau akan ketinggalan kereta " melihat tingkah aneh Anna


" ma'af aku ada acara hari ini "


" kalau mau jadi orang sukses itu, harus konsisten dalam bekerja "


" ini juga konsisten, makanya aku keburu biar tidak telat "


" konsisten tapi tidak bisa mengatur waktu "


" aku jalan dulu " ucap Anna dengan mulut masih penuh dengan makanan


" hah! lucu sekali wajahnya, seperti badut "gumam Jefan sambil menggeleng kan kepalanya


baru saja Anna mendudukkan dirinya di dalam mobil, telfonnya berbunyi


" iya ini sudah di jalan " . klik, Anna menutup percakapan nya dengan panitia penyelenggara


dia penuh percaya diri, karena dunia mode sangat di sukai nya. bahkan dia bisa menghandle semuanya tapi make up nya kali ini akan di bantu make up artist


kampus Anna mengadakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana tsunami.


karya-karya mode yang di pamerkan dari hasil tangan para mahasiswa yang menggeluti fashion designer, tak hanya di hadiri kalangan dalam tapi kalangan elite petinggi perusahaan di kota ini juga mendapat undangan VIP


" Anna " menoleh


" perfect " Nayla mengacungkan jempolnya


" apa sudah seperti istri mafia " Anna memutar tubuhnya


" no " Nayla menggeleng " tapi seperti istri pewaris tunggal Jackson group "


" bisa saja kamu " malu


" oh ya, aku dengar akan banyak perusahaan besar yang hadir, apa tuan muda salah satu nya " tanya Nayla


" sepertinya tidak, dia tidak menyinggung tadi di rumah, tapi bagus deh. aku akan risih jika melihatnya nanti "


" ok semuanya , ayo bersiap. Lima menit lagi kita mulai " seorang panitia berteriak


🌺🌺🌺


"pagi Bos " sapa Nino membuka pintu ruangan Jefan


" ada jadwal kemana saja hari ini "


" pagi ini ada undangan dari Universitas pelita Bangsa, tapi kalau kamu tidak mau menghadiri nya tidak apa-apa "


" pelita Bangsa, bukankah itu kampus Anna"


" Hmm " Nino berfikir keras " sepertinya begitu, apa kau mau menghadiri nya "


" yah, aku ingin melihatnya sebagai apa, ku lihat tadi dia tergopoh-gopoh di rumah karena mau ada acara "


" baiklah, tapi periksa berkas ini dulu " Nino menyodorkan berkas


" masih ada sedikit waktu "


hanya perlu waktu dua puluh menit saja Jefan sampai di tempat undangan.


Jefan dan Nino menempati tempat VIP sesuai undangan. Jefan mengarahkan pandangannya ke semua tempat, mencari sosok istrinya. pasti sibuk di belakang panggung, pikirnya


acara sudah mulai di buka dan lampu sudah di matikan. para model sudah mulai berjalan di catwalk, memamerkan gaun yang di kenakannya


" membosankan " gumam jefan, memijit pelipisnya


" Jef lihatlah, " menyenggol lengan Jefan


" apaa!!! "



Anna berjalan dengan elegan bak model profesional, bukan bidangnya memang tapi dia menguasainya.


" lihatlah, dia sama cantik nya saat menjadi pengantin mu kemarin "


" Jef ...Jefan apa kau mendengar ku " panggil nino


Jefan gelagapan " ada apa "


" apa dia cantik " goda Nino. " kalau tidak mengakui nya aku yang akan mengajaknya kencan malam ini "


" heem " jawab pendek Jefan


" apa itu bisa di jadikan jawaban "


Anna terus berjalan hingga ke ujung. matanya berpapasan dengan mata Jefan, sedikit kaget memang. tapi Anna bisa mengendalikannya dengan bersikap profesional


ini memang kali pertama Anna menjadi model catwalk, dari kemarin dia mulai nervous harus berjalan dengan bergaya di depan orang banyak bukan hanya para teman kuliahnya tapi para undangan yang nantinya akan berdonasi dengan cara membeli gaun yang di pakainya

__ADS_1


di tambah di depan Jefan, Aagrhh!! rasanya kakinya membeku


para model sudah berganti beberapa gaun, Anna menghela nafas lega. akhirnya acara ini berjalan dengan sukses


acara selesai. seseorang telah menunggunya di belakang pentas


" sukses untuk acaranya nona "


" Terima kasih, anda siapa ya "


" ini kartu nama saya " memberi sebuah kartu nama " senang rasanya bisa bertemu dengan istri tuan muda Jefan "


" terima kasih "


" mungkin menjadi model sudah menjadi keahlian anda, anda terlihat sangat profesional sekali. kalau anda berminat, saya ingin menawarkan anda menjadi model baju baju rancangan saya. saya akan membayar berapa pun yang Anda ajukan "


" hmm nanti saya coba pikirkan dulu ya "


" baiklah nona, saya akan menunggu kabar baik dari nona, senang bisa bertemu dengan anda " menjabat tangan Anna


" siapa " tanya Nayla setelah orang itu cukup jauh


" dia menawarkan ku menjadi model baju rancangan nya "


" Renata Gunawan... bukan kah itu designer kondang, kesempatan bagus dong Ann "


" kesempatan."


" iyah kesempatan, bukankah ini bisa menjadi pekerjaan mu, kamu bisa menjadi model profesional setelah berpisah dari tuan muda. jadi tak perlu susah-susah lagi "


" betul juga ya " Anna berfikir keras


" silahkan " seseorang mendekati keduanya


" ada apa "


" hai...berikan " meminta buket bunga di tangan Nino


" selamat istri ku, acaranya sukses " memberikan bunga


" Terima kasih " ucap Anna canggung


Jefan merentangkan kedua tangannya


apa dia mau mengerjai ku, meminta ku memeluknya


" apa kamu tidak mau memelukku "


" terima kasih " terpaksa berhambur ke pelukan jefan karena keadaan orang-orang melihatnya


" aku hanya ingin kamu terlihat menjadi istri yang baik di depan mereka, jadi berterima kasihlah pada ku " bisik jefan


Ish !!


" terima kasih " ujar lagi Anna


" aku juga sudah memesan beberapa untuk di pakai model iklan perusahaan "


" Terima kasih tuan sudah berpartisipasi " sahut beberapa


" ayo kita pulang " Jefan menarik pergelangan tangan Anna


" tapi aku mau ganti baju dulu "


" tidak usah, Nino yang akan membereskan nya dengan yang lainnya " terus menarik, memaksa Anna mengekor di belakangnya


" ribet tahu memakai pakaian seperti ini, aku pakai heels" Anna melepas tangan Jefan


" ku lihat tadi kau tidak serepot ini "


" jalanannya juga tidak rata, ya tentu beda " Anna melewati nya dengan kesal, mempercepat jalannya


Aagrhhhhh....


Anna tergelincir, dengan sigap Jefan menangkapnya " apa kau tidak bisa berjalan dengan benar "


" terima kasih " bangun, membenarkan dirinya


" Ayo " Jefan menggandeng tangan Anna


" kamu mau jatuh lagi di tertawa kan banyak orang " ucap Jefan yang melihat Anna tak mau menggandeng tangan Jefan


" hadeuh, jalan mu sudah seperti nenek nenek, kalau begini kapan sampainya "


" kalau aku bisa terbang, aku sudah terbang dari tadi "


" apa aku harus menggendong mu "


" ish!! sudah gila apa "


" sudah berani kau mengatai ku gila, apa mau ku cium supaya bisa membungkam mulut mu itu "

__ADS_1


Dengan sigap Anna melepas tangannya dan mengangkat gaunnya lebih tinggi " tidak usah, aku bisa mempercepat jalannya " kembali menggandeng lengan Jefan, tambah erat


walaupun dengan jalan yang berantakan, Anna mencoba untuk lebih mempercepat jalannya


" huh!! akhirnya " gumam Anna setelah sampai di mobil


" ada apa " Jefan menjawab seseorang yang menelfon nya


" ok aku kesana sekarang " jawabnya lagi.klik


" kenapa arahnya kesini, ini kan ke arah kantor "tanya Anna karena mobil tidak menuju arah pulang


" aku ada Tamu penting "


" turunkan saja aku di sini, aku bisa pulang naik taxi "


" kau mau ada orang yang menggoda mu dengan memakai pakaian seperti itu di pinggir jalan " menatap Anna tajam


Anna melirik pakaiannya, " baiklah, aku bisa meminta sopir mengantar ku pulang nanti "


" kau itu selalu mambantah ku "


mobil terhenti di depan pintu kantor, Jefan melepas jas yang di pakainya " pakailah, kalau tidak mau semua orang dikantor melihatmu aneh dengan berpakaian seperti itu ke kantor "


Anna langsung memakai nya tanpa berkomentar


" kau sudah bisa berjalan dengan baik kan"


" Iyah, " mengekor di belakang Jefan


kenapa juga aku ikut kesini, kenapa tidak langsung pulang saja tadi


" istirahatlah dulu, aku akan menemui klien " jefan membukakan pintu ruang pribadi di ruangan itu


" aku bisa pulang dulu, tidak apa-apa "


" kau tahu aku tidak suka di bantah!! "dengan tatapan tajam


Anna menutup mulutnya dan langsung masuk ke dalam


membosankan!!


Anna melempar tas nya ke tempat tidur, melepas jas dan menidurkan tubuhnya " capek sekali "


hari yang melelahkan buat Anna, ia tertidur dengan pulas dengan masih mengenakan gaunnya tadi


jam sudah menunjukkan waktu pulang kantor, Jefan memasuki kamar di ruangan itu


" dia tidur seperti bocah "


" hei bangunlah sudah waktunya pulang "


" tidak perlu teriak, aku mendengar mu " Anna bangun dengan sedikit sempoyongan


" kalau begitu cuci muka mu dulu, wajahmu berantakan sekali "


Anna bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya,


Jefan menyandarkan dirinya di tempat tidur, menunggu Anna yang tak kunjung keluar dari kamar mandi dan memainkan handphone nya


" apa di sini tidak ada baju ganti " Anna keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sama dan rambut yang dililit handuk


Jefan mendongak, melihat gadis itu lebih segar dari tadi " kau kira ini butik "


" mungkin saja kan, di sini ada kamar. mungkin saja fasilitas nya lengkap "


" kalau pun ada itu pakaian ku, ini ruangan ku. kau kira aku memakai baju perempuan hah !!"


" mungkin saja " gumam Anna sedikit meledek


" apa kamu bilang!! " menghampiri Anna dengan Savage, mendorong dengan tubuhnya ke tembok hingga handuk di kepala Anna terjatuh


rambut basah Anna berantakan, sedikit menutupi wajah cantiknya


" apa kamu mau aku membungkam mulut mu "


merapikan rambut Anna


Anna menggeleng cepat, dan menarik bibirnya ke dalam


" kalau begitu jangan suka membuatku marah" melepas cengkraman nya


" Ayo kita pulang "


" tapi aku harus mengeringkan rambut ku dulu, aku tidak bisa keluar dengan rambut basah seperti ini "


huff!!!


Jefan menghela nafas panjang dan mendudukkan dirinya lagi di ranjang


" keringkan saja dulu "

__ADS_1


Anna mengeringkan rambut dengan handuk, mengibaskan rambutnya. Jefan terlihat sesekali tertangkap basah telah memandang ke arah Anna, terlihat seksi


__ADS_2