
Samuel terus melihati jam tangannya. ia menunggu jefan yang memaksanya untuk bertemu di sebuah cafe
" kenapa tidak bertemu di rumah saja "ucap Samuel setelah Jefan duduk di depannya
" ada hal penting yang ingin aku tanyakan pada mu "
" tapi bisa di rumahkan, kau tahu aku harus menjaga istriku yang sedang hamil "
" hmm...itu "
" hal penting apa? "jawab samuel santai
" hmm...berapa kali kau melakukan nya"
" melakukan? melakukan apa?? "sahut Samuel tak mengerti
" yang kalian lakukan sampai dia bisa hamil "
Samuel diam sejenak, mencoba memahami pertanyaan sahabatnya itu
" ohh... itu "Samuel mengisyaratkan dengan kedua tangannya
" ha-ha-ha...kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal seperti itu "Samuel malah meledeknya
" sudah jawab saja "
" yah, kita melakukan itu hanya sekali "
" sungguh kau tidak melakukannya lagi, kenapa dia bisa langsung hamil "
" mana ku tahu!! tanyakan saja sana pada Nicole kenapa hal itu bisa terjadi. kau kira aku ini laki-laki brengsek yang sembarangan berkali-kali tidur dengan wanita!! "Samuel kesal
Jefan terdiam. itu berarti ada kemungkinan Anna juga bisa hamil atas perbuatannya kemaren
" kenapa kau menanyakan itu, apa Anna hamil?? "
" aku cuma ingin memastikan nya saja "
" berapa kali kalian sudah melakukannya?? "goda Samuel
" sama, hanya sekali. karena itu aku menanyakannya pada mu, apa mungkin dia juga bisa hamil seperti istri mu itu "
" hmm...bisa juga, tapi tidak semua itu terjadi di setiap perempuan. apa dia sudah ada tanda-tanda "
" tanda-tanda?? "
" Iyah, tanda-tanda kalau Anna sedang hamil "
" memangnya tanda-tandanya bagaimana "tanya Jefan yang sama sekali tidak faham masalah seperti itu
"kalo yg lumrah sih seperti mual, mudah lelah atau suasana hatinya yang berubah-ubah. apa Anna merasakan itu "
" aku tidak begitu memperhatikan nya "
" kenapa tidak bawa saja langsung ke dokter kandungan "
" bagaimana caranya aku mengatakan itu "
" ck, begitu saja masih bertanya! ternyata kau ini bukan orang cerdas dalam segala hal "
" terus saja meledekku sampai kau puas "
" apa kalian melakukan saat Nicole memasukkan obat perangsang itu "Samuel mencoba mengorek lebih dalam
Jefan mengangguk
" dasar brengsek kau!! jadi kau tidak akan berterima kasih pada kita semua "Samuel tertawa sinis
" cih!! kenapa aku harus berterima kasih "
" kau bisa tidur dengannya kan karena kita-kita "
" sudah diam lah, aku pusing sekarang "Jefan mengacak-acak rambutnya
" kenapa kau pusing? bukankah senang kalau Anna benar-benar hamil "
" itu tidak bisa terjadi, semuanya masih terlalu rumit "
" kawan...jangan terlalu memperumit keadaan sendiri. apa kamu tidak senang menjadi seorang ayah "
" masalahnya pernikahan ini hanya sebatas kontrak. aku juga masih berharap suatu hari Adelle kembali pada ku dan Anna....ini tidak adil untuk nya "
" terus!! apa yang akan kau lakukan jika Anna benar-benar hamil dan Adelle kembali pada mu.
apa kau akan meninggalkan nya dan menyuruh nya menggugurkan anak yang di kandung nya, agar kau bisa kembali bersama Adelle!!
aku tidak percaya manusia macam apa kau jika melakukan hal itu!! "ujar Samuel
" jujur aku masih tetap mencintai Adelle Sampai saat ini tapi aku juga tidak ingin menyakiti hati Anna "
" ku rasa kau harus mulai memantapkan hati mu. apakah akan terus menunggu wanita yang kau cintai yang tak ada kabar sama sekali atau belajar menerima Anna "
__ADS_1
Jefan menggeleng " kau hanya membuat beban pikiran ku bertambah rumit "
" karena kau tidak bisa memiliki kedua-duanya. terkadang kita harus merelakan sesuatu yang berharga bagi diri kita untuk keputusan yang lebih baik bagi masa depan kita "
mulailah pikirkan kebahagiaan mu. kalau kau memang menunggu Adelle, carilah alasan kenapa kau begitu mengharapkan nya. apakah dia juga benar-benar masih mengharapkan mu?? dan sampai kapan kau akan bertahan menunggu nya datang
tapi kalau dia tidak juga datang, kau yang akan menyesal karena telah meninggalkan orang baik seperti Anna "ujar lagi Samuel
drt..
drt..
drt..
sebuah panggilan menengahi obrolan mereka
" kenapa "Jefan mengangkat telfonnya
" orang-orang kita berhasil menemukan si brengsek itu "
" baguslah!! jebloskan dia ke penjara dan jangan sampai dia kabur lagi "
" siap bos "
" handle semua urusan kantor hari ini, aku masih ada urusan "
" baiklah ".klik. Jefan menutup telfonnya
" ada apa? sepertinya kau punya musuh "tanya Samuel
" aku menangkap orang yang mencelakai papi Anna "
" sekarang sudah tertangkap "
" yah, karena aku tidak akan membiarkan orang yang bermasalah dengan ku hidup dengan tenang "
" apa itu tidak cukup membuktikan kalau kau memang peduli padanyaa "
" aku hanya membantu orang-orang yang menyakiti keluarga ku "
" keluarga?? itu berarti kau sudah menganggap nya keluarga mu "Samuel tersenyum
" tentu saja. walaupun dia hanya istri kontrak tapi dia terkait dengan ku "
" ah!! aku berharap banyak kau dengan Anna "
" kenapa? karena dia sahabat istri mu "
" tidak, ini ku lihat dari diri ku pribadi sebagai seorang laki-laki dewasa, pertama dia pintar, cantik, humble, pintar memasak nyaris sempurna "
" sebagai lelaki normal bukan hanya aku saja yang akan tertarik kalau melihat Anna dan memang tidak menutup kemungkinan aku akan menyukainya mungkin sebelum dia lebih dulu bertemu dengan mu "
Jefan hanya tersenyum sinis menanggapi pernyataan Samuel
" syukuri saja apa yang sudah kita miliki sekarang, terkadang itu lebih baik dari apa yang kita harapkan "
" apa kau sudah mau beralih menjadi penasehat pernikahan?? "Jefan
" ternyata siapa yang lebih dulu menikah di antara kita tak menjadikan mu lebih dewasa dari ku "
🌺🌺🌺🌺
" dimana Anna "tanya Jefan yang baru memasuki rumah
" Nona belum keluar kamar tuan "
" hmm...gadis itu susah sekali di bujuk "gumam Jefan
" bawakan lemon tea ke kamar "
" baik tuan "
pandangan Jefan saat baru memasuki kamar tertuju pada Anna yang masih tetap berselimut ketika dia pergi tadi
" mungkinkah sekarang dia sedang hamil" batin Jefan
" bagaimana kalau kita keluar, mungkin kamu bisa mencari udara segar "bujuk Jefan menghampiri Anna
" tidak, aku hanya ingin di sini "
" apa kamu mau makan sesuatu, aku bisa menyuruh pelayan untuk membuatkan nya untuk mu "
Anna menggeleng
" tapi kamu belum makan "
" tolong jangan paksa aku Jef " mulai menutup matanya. lebih baik dia tidur untuk menghilangkan kesuntukan pikir Anna
selang beberapa menit perutnya tiba-tiba terasa aneh
" huueekk...huueekk..."Anna mual dan langsung berlari ke kamar mandi
sedang Jefan yang terduduk di sofa langsung mengikuti Anna dari belakang
__ADS_1
" kenapa?? "
" Huueekk..."
" kau kenapa Ann..."'tanya Jefan sambil terus memijit leher belakang Anna
" ah..ah aku tidak apa-apa "ucap Anna lemas
" tapi kondisi mu tiba-tiba lemas begini, aku akan panggil Nicole "
" tidak, tidak usah ini mungkin hanya masuk angin biasa. Huueekk....."muntah lagi
" tuh kan kamu ini bandel sekali!! "
" percaya lah ini hanya mual biasa "Anna berlalu meninggalkan kamar mandi
" mual...." Jefan masih terdiam di tempat, mengingat apa yang di katakan Samuel tadi
kalo yg lumrah sih seperti mual, mudah lelah atau suasana hatinya yang berubah-ubah. apa Anna merasakan itu "
Jefan bergegas mendekati Anna yang duduk lemas di sofa
" aku akan memanggil dokter Stevi "
" sudah ku bilang aku tidak mau "Anna menarik tangan Jefan yang akan pergi
" tapi kondisi mu lemah begini "Jefan menyentuh kening Anna
" dokter Stevi!! "ucap Anna, baru menyadari Jefan menyebut dokter kandungan yang tempo hari dia memeriksakan kondisinya
" apa kamu mengira aku sedang hamil "ucap lagi Anna
" tidak tidak, ku kira kamu kurang nyaman dengan Nicole jadi ku rasa aku bisa memanggil dokter Stevi "
" oh, ku kira kau berfikir aku sedang hamil "
" ck, tentu saja tidak. kenapa aku bisa berfikir seperti itu "sahut Jefan datar mencoba menyembunyikan kecurigaan nya
" kenapa kamu tidak ke kantor?? "
" tidak apa-apa "
" apa karena kamu menghawatirkan ku, "
Jefan diam sejenak
" hmm...menurut mu?? "
" ck, kamu tidak perlu mengorbankan pekerjaan mu hanya untuk menghawatirkan kondisi ku. aku juga tidak akan melakukan hal aneh lagi"
" tapi aku tidak yakin kau tidak akan bunuh diri lagi "Jefan gemas mencubit hidung Anna
" aku sekarang cukup sadar kalau hidupku berharga, jadi tidak mungkin aku akan melakukan hal konyol seperti itu lagi "
" kalau begitu tidurlah "Jefan menyelimuti tubuh Anna dan reflek menyentuh perut Anna
" hemm..."melirik Jefan. " kalau begini kau ini seperti suami sungguhan "
" kau kira pernikahan ini hanya bercandaan "ucap Jefan mendekatkan wajahnya pada muka Anna
" ini kan cuma sebatas status "
" kau mau pernikahan ini serius?? normal seperti orang lain. ada anak-anak, apa kau benar-benar memikirkan ingin keluarga seperti itu "
Anna memalingkan tubuhnya karena wajah Jefan semakin mendekat " tapi bukan dengan mu "gumam Anna
" apa!!? "Jefan merentangkan kedua tangan Anna " kau bisa mengulangi perkataan mu barusan "
" maksud ku...kekasih anda sangatlah cantik jadi mana mungkin saya bisa merebut anda darinya "
" ck,..hah!! "Jefan tergelak melepas tangan Anna
" kenapa kamu tersenyum seperti itu "
" tapi aku ingin tahu bagaimana rasanya kau merebut diri ku dari Adelle. apa kau bisa membuatku jatuh cinta pada mu, apa kau sanggup?? "
" kenapa kau bilang begitu "Anna sedikit salah tingkah
" mau taruhan dengan ku?? "
" apa yang aku dapatkan?? "
" kamu bisa meminta semua yang kamu inginkan "
" benarkah! termasuk semua aset yang kamu miliki "Anna mencoba menantang nya juga
" tidak masalah. aku akan memberikannya pada orang yang ku cintai nanti...jika benar-benar kau bisa membuatku jatuh cinta pada mu"
" aku pegang janji mu "
" oke, kalau itu memang terjadi bukan hanya aset yang kamu bisa miliki tapi semua ...semua akan ku berikan pada mu sekalipun itu nyawa ku "bisik Jefan mesra tepat di telinga Anna
Anna menyesal telah menantang Jefan balik, sepertinya lelaki itu tak ada rasa ketakutan akan kehilangan semua kekayaan yang dia miliki saat ini.
__ADS_1
Anna menenggelamkan wajahnya pada bantal, mencoba bersikap masa bodoh dan mengistirahatkan pikiran-pikiran buruknya
bersambung.....