Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
Sendal jepit couple


__ADS_3

" tidak ke kampus hari ini " tanya Jefan melihat Anna begitu santai


Anna menggeleng "tapi aku akan pergi untuk belanja bulanan " jawab Anna sambil mengunyah sarapannya


" pak Jim apa sopir ku sudah siap "


" sudah Nona "


" kalau sudah selesai pergilah, tidak usah menunggu ku, aku juga masih menunggu Nino"


" apa tidak apa-apa " tanya Anna, tak enak hati meninggalkan Jefan yang belum selesai sarapan


" hmm, pergilah "


" kalau begitu aku jalan dulu, hati-hati Tuan " pamit Anna, menggoda dengan memanggil nya tuan


Hari ini Anna berniat berbelanja keperluan rumah dan dapurnya. memang ada banyak pelayan dirumahnya tapi ini adalah sedikit impian Anna setelah bersuami, bisa menghabiskan waktu berbelanja dan mencari barang rumah tangga


" kenapa berhenti pak "


sopir tiba-tiba menghentikan mobilnya


" sepertinya ban mobilnya pecah Nona" sopir turun untuk melihat keadaan


" bagaimana pak " Anna turun dari mobil


" ma'af Nona, ban nya pecah. saya akan meminta sopir lainnya untuk mengantarkan nona "


sebuah mobil berhenti tepat di sebelah Anna


" ada apa, kenapa berhenti di pinggir jalan "


" Ban mobilnya bocor Tuan tapi saya sudah menelfon sopir yang lain untuk mengantar Nona "


" Ehm..." Jefan berkecak pinggang


" biar aku yang mengantar nya, Nino kau berangkat dulu saja " perintah Jefan


" kau yang akan mengemudikan sendiri " tanya Nino


" Iyah, hari ini tidak ada meeting kan"


" kau yang akan mengantar " ucap Nino lagi kurang percaya ia suka rela mengantar Anna


"Ayo " Jefan menarik tangan Anna


" masuk " membukakan pintu


" mau di Antar ke supermarket mana "


aku kerjain kamu ha-ha-ha


" siapa yang mau ke supermarket, aku memang mau belanja tapi tidak ke supermarket melainkan ke Pasar tradisional"


" Hahaha...kau bercanda ya " jefan menoleh kesal


" siapa juga yang bercanda, aku memang mau ke pasar "


dengan terpaksa Jefan mengantarkan Anna ke tempat yang di mau Anna


" kau benar mau belanja di tempat ini "


" Iyah, kau tunggu saja di sini tidak usah mengikuti ku " Anna membuka pintu mobil


Jefan melihat Anna yang mulai berjalan ke arah pintu masuk pasar, Jefan melihat sekitarnya, melirik ke arah orang-orang yang berpenampilan seperti preman pasar menurut Jefan


pria itu mulai mengikuti Anna dari belakang, Jefan yang was was mempercepat langkahnya, mendekati Anna


" sayang " jefan menggandeng tangan Anna dengan tiba-tiba, membuat Anna terkejut


" Hah " Anna masih tercengang "sayang" katanya


" apa kamu mengenal istri ku " bertanya pada orang yang mengikuti Anna


" oh tidak, " pria itu pergi


" aku tidak suka kamu belanja di tempat ini, banyak orang-orang aneh di sini "


" kamu saja yang terlalu negatif thinking "


" ayo kita pergi, akan ku antar ke supermarket saja " memaksa tangan Anna


" oke, bentar aku ingin membeli sesuatu "


" apa di supermarket tidak ada "


" tapi aku mau yang di sini " meninggalkan jefan di tempat


" Dasar wanita....huff " kesal Jefan


dengan terpaksa Jefan mengikuti Anna, hawatir preman tadi mengikuti nya lagi

__ADS_1


" shitt!! " Jefan semakin kesal, sepatu mahalnya menginjak tanah becek di tempat ikan


ha-ha-ha.... Anna mencoba menahan tawanya, melihat wajah kesal Jefan


" senang kamu melihat ku menderita "


" ha-ha-ha menderita, apa itu bisa di katakan menderita "


" kamu lihat sepatu mahal ku, kotor semua gara-gara kamu "


" siapa juga yang suruh ke pasar memakai pakaian seperti itu "


" aku tidak akan pernah kesini lagi "gumam Jefan masih kesal


" bukankah kamu orang kaya dan punya banyak kenalan orang pemerintahan atau bisa juga di masukkan ke perencanaan kegiatan sosial mu "


Jefan melihati sepatunya sebelum masuk ke mobil


" sebentar jangan masuk " Jefan memperhatikan sekitar nya,


" ayo ikut aku " menarik Tangan Anna


" kemana "


Jefan berhenti di depan orang yang berjualan sendal dan sepatu


" berikan itu " menunjuk sebuah sendal jepit


" nenek jualan sendiri " tanya Anna prihatin melihat si penjual, seorang nenek yang sudah lanjut usia


" Iyah, biasanya dengan cucu " jawabnya


" apa yang ini tidak ada yang warna yang sama" tanya Jefan


" ini Tuan " memberikan sendal dengan warna yang sama


" ganti sepatu mu " menyerahkan sebuah sendal jepit


" kenapa "


" aku tidak mau mobil ku kotor, jadi ganti sepatu mu dengan sendal ini "


Anna langsung menerima dan memakai nya


apa ini, apa dia pikir ini barang couple


melihat warna sendalnya yang sama


" tapi ini banyak sekali Tuan "


" ambil saja dan ini ambilah " menyerahkan sepatu nya dan sepatu Anna


" kamu bisa cuci dan menjualnya kembali, harganya masih lumayan lah untuk di jual lagi"


" Terima kasih Tuan, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian dan segera memberi kalian momongan "


" yah, semoga saja " melirik Anna


" kalau begitu ini juga ambilah " Anna memberikan ikan yang di belinya tadi


" tapi anda sudah membeli nya Nona "


" aku bisa membelinya lagi nanti "


" Ayo, aku tidak mau kamu kembali lagi ke tempat kotor tadi " menarik paksa Tangan Anna


" masuk "


" kau sungguh akan mengantar ku ke supermarket dengan dandanan seperti ini "


" ke..Napa "


" Astaga!! ternyata orang tampan seperti mu tidak tahu fashion, mana ada orang berjas pakai sendal jepit "


" apa, bisa di ulang "


" kamu tidak tahu fashion "


" bukan, bukan itu "


" apa, sendal jepit " Anna mulai kesal


" bukan, kau bilang aku tampan? "ucap Jefan dengan begitu pe-de nya


" ternyata kau sudah menyadarinya, akhirnya kau mengakui ketampanan suami mu ini"


" jadi selama ini kau menunggu pengakuan dari ku "


" Tentu saja, aku ini suami mu, semenjak kita menikah aku tidak pernah mendengar mu memuji ku, kau tahu ada banyak wanita di luar sana yang mengagumi wajah ku ini "


" hah!! ck ck "

__ADS_1


Jefan berhenti di depan butik


" kenapa kesini "


" turunlah "


" baju ku sudah banyak, aku masih belum membutuhkan baju baru "


Jefan memilih baju santai dan bergegas ke ruang ganti


" apa kamu mau berganti pakaian"


Jefan tak menjawab. tak lama dia keluar sudah berganti pakaian santai


" hah! kamu benar-benar mengganti pakaian mu, kenapa repot sekali "ledek Anna


" apa kamu mau juga mengganti pakaian mu "


" tidak, fashion ku masih sedikit nyambung kok dan aku sudah nyaman dengan sendal ini" menggerakkan kedua kakinya


Jefan melanjutkan perjalanan ke supermarket


setibanya di supermarket Anna mengambil dua troli dan mendorongnya dengan sedikit kerepotan


" biar ku telfon pak Jim " ucap Jefan yang melihat Anna kerepotan


" kenapa tidak kamu saja yang mendorong nya, maksud ku, aku sudah menelfon pelayan tadi untuk membantu ku, mungkin sudah di perjalanan "


aku akan sedikit mengerjainya....



Jefan memakai Topi dan maskernya


" apa dengan mendorong Troli akan menurunkan derajat mu " protes Anna


" kalau kamu malu, sini biar aku yang mendorongnya " Anna mengambil alih Troli


" sudah jalan " Jefan mengambil nya lagi


Jefan mengikuti Anna dari belakang, Anna mengisi Troli dengan barang-barang yang sudah di list nya dari rumah


" apa kamu mau sesuatu "ujar Anna berhenti di depan rak makanan ringan


" Chiki kurang baik buat kesehatan, tidak takut kulit wajah mu berjerawat "


" aku tidak mungkin menghabiskannya dalam sekali makan"


" ya sudah terserah, nanti kalau berjerawat dan tidak ada yang mau menjadikan mu model lagi baru tahu rasa "


" ish!! jahat sekali " gumam Anna kesal " mana ada makan Chiki berjerawat "


Anna mengambil Chiki kesukaannya dan Jefan hanya bisa melihat istrinya seperti anak kecil yang senang di belikan jajanan


Dua Troli dorong itu sudah full, Anna berhasil membuat Jefan kesal dengan menyuruhnya mendorong Troli belanjaan. Anna hanya bisa menahan tawanya mendengar umpatan Jefan dari tadi di belakangnya


setelah selesai membayar, Anna masih ingin menikmati pemandangan wajah kesal Jefan


" Tunggu di sini, aku haus ingin membeli sesuatu " meninggalkan Jefan sendiri



Anna memang berniat mengulur waktu, biar lelaki itu bertambah kesal. Anna melihatnya dari kejauhan, menikmati wajah kesal Jefan sambil menikmati minumannya


" minumlah dulu " Anna memberi minuman yang di belinya untuk Jefan


" Terimakasih " langsung menghabiskan minuman nya


" biar ku pecat mereka semua nanti " Jefan berdumel sambil terus mendorong Troli menuju mobilnya


mampus!! dia marah beneran bagaimana ini...


" tadi mereka sudah di perjalanan, tapi aku malah menyuruh mereka kembali, aku menyuruh mereka menyiapkan makan siang, ku pikir kamu mau makan di rumah "


" apa pelayan di rumah hanya ada satu atau dua orang saja hah! "


" bisa tidak kalau kamu marah tidak usah sedikit-sedikit mau pecat orang, kamu tidak tahu betapa pentingnya pekerjaan itu untuk mereka!! "Anna meninggikan suaranya


" apa kamu sedang mengerjai ku " menatap Anna tajam


" hah! aku kenapa, ini kan bisa jadi pembelajaran untuk mu setelah menikah nanti dengan kekasih mu itu supaya kehidupan rumah tangga mu nanti tidak membosankan "


" membosankan " ulang Jefan


" Iyah membosankan, sekali saja menjadi manusia yang wajar, belajar jadi suami yang baik seperti mengantar istrinya berbelanja, ke salon, mengantar anaknya sekolah atau belajar menjadi suami siaga saat menjadi seorang ayah "


" jadi kamu bilang rumah tangga kita ini membosankan "


" aku bilang kan nanti kalau kamu sudah menikah dengan orang yang kamu cintai, siapa yang bilang rumah tangga kita, pernikahan ini kan hanya di atas kertas jadi tenang saja aku tidak akan meminta di luar batas " Anna memasuki mobil


" kamu yang mengerjai ku kenapa kamu yang marah " kesal

__ADS_1


__ADS_2