
malam ini Jefan pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri, ia menuju club' malam terbesar di kota ini untuk merayakan pesta kecil ulang tahun nya bersama para sahabatnya
" hai bro..." sapa Jefan dengan ciri khas mereka saat bertemu
" mana kakak ipar, kau tidak mengajak nya "sahut Nicole yang melihat Jefan datang sendirian
" ah! jangan memikirkan yang di rumah, nanti kita lupa berpesta kalau mengingat yang di rumah "ujar Samuel
" minumlah, aku sudah memesankan juga untuk mu "Samuel menaruh minuman di depan Jefan
" kemana Nino, tidak biasanya telat "mencari keberadaan sekertaris nya itu
" tadi dia ketiduran, sebentar lagi juga menyusul"
" hei Jef, di usia mu yang sudah tua ini apa masih tidak mau mengabulkan permintaan mama mu "ucap Nicole sambil meneguk wine yang di pesannya
" ck, "jefan tersenyum tipis dan meminum wine di hadapannya "apa aku sudah terlihat sangat tua "
" bukan tua lagi, wajah mu itu sudah seperti orang beranak dua ha..ha.." Nicole dan Samuel tertawa berbarengan
" lagian apa susahnya sih permintaan mama mu itu, kau hanya perlu tidur dengannya. sudah selesai " celetuk Nicole
" yah, memang segampang itu " sahut Samuel
"apa kau masih belum mencintai nya"
" apa kalian benar-benar belum pernah bersentuhan "Tanya Nicole antusias
" bersentuhan maksud nya "ulang Jefan
" seperti bercumbu atau berciuman begitu" Nicole mempraktekkan dengan kedua tangannya
" ha.ha..ha.. " Jefan tertawa sambil menyentuh bibir nya
" cih! sudah ku kira, mana percaya aku dengan spesies seperti Jefan " ledek Nicole
" hanya itu, tak ada sentuhan yang lain" tambah Samuel
Jefan hanya tersenyum sambil terus meneguk wine di tangannya
" kenapa kalian tiba-tiba ingin tahu masalah rumah tangga ku "
" ayolah Jef, kita kita pandai menjaga rahasia "Nicole menaikkan kedua alisnya
" hah!! ini kan hanya pernikahan kontrak jadi semua sudah di atur " jawab Jefan
" tapi kalau kau menginginkan lebih juga tidak apa-apa, dia kan istri sah mu "
" ish!! begini rasanya kalau berkumpul dengan para jomblo, pada kepo sama kehidupan orang"
" ku kira kau bukan laki-laki polos yang tak ada hasrat dengan lawan jenis, jadi tidak mungkin tak ada perasaan di antara kalian " sahut Nicole
" tapi inilah kenyataan nya, dia punya kekasih dan aku juga punya Adelle jadi kita punya kehidupan masing-masing " Jefan
" what!!! ,sudah gila kau Jef " timpal Samuel
" tidak tahu lagi bagaimana caranya menasehati sahabat yang satu ini, " Nicole menggeleng kan kepalanya
" kenapa jadi tiba-tiba panas di sini, apa kau mematikan AC nya "tanya Jefan pada Nicole
__ADS_1
" tidak, tapi memang cuaca nya sedikit panas walaupun ini sudah larut malam "sahut Nicole saling tatap dengan Samuel
Jefan melepas jaket dan melepas dua kancing atas kemeja nya, membiarkan setengah dada nya terbuka
" hai..aku tidak terlalu telat kan " Nino datang dan berhambur duduk di samping Jefan
" wah wah... kau terlihat seksi Jef, sudah berapa botol yang kau minum "Nino meledeknya
" ku rasa belum banyak yang ku minum tapi kenapa kepala ku berat sekali " Jefan memegang kepalanya
" ck, mana ada orang mabuk yang ingat botol wine yang di minumnya "sahut Nicole
" tapi rasanya lain, seperti ada yang aneh" Jefan membuka semua kancing baju nya
" Woy..woy...apa yang kau lakukan Jef, bisa-bisa orang mengira kita pasangan homo "sahut Nino merasa ada yang tidak beres pada Jefan
" aku curiga pada kalian berdua " Nino menatap Samuel dan Nicole bergantian
" kenapa dia yang mabuk, kita yang di salahkan lagian dia dari tadi memang banyak menghabiskan minum nya"ujar Nicole tak terima
" ah!! kau merepotkan saja Jef, baru juga aku datang tapi sudah membebaniku "Nino
" itulah tugas mu mengapa dia menggaji mu kawan, sudah antarkan saja dia pulang"
" lagian sepertinya dia tadi kurang enak badan, tapi memaksa datang kemari "ucap Samuel
" kenapa kau memaksa kalau tidak enak badan Jef, kita juga akan terus berpesta walaupun kau tidak bisa hadir "Nino memarahinya seperti anak kecil
" sudah sana antarkan pulang dia "Nicole memaksanya
" kenapa tidak kau periksa saja keadaannya dulu "sahut Nino
" dasar!! makan gaji buta kau "Nino memapah Jefan yang sudah mulai tepar
di Villa keluarga Jackson
Anna memandangi kue tart yang dia bikin. dia terus melihati jam di dinding, haruskah dia menunggu Jefan sampai dia pulang
tapi Nino mengatakan dia tidak usah menunggu Jefan yang biasanya berpesta sampai pagi
Anna memang di buat bingung dari kemarin, hadiah apa yang akan dia berikan pada Jefan sebagai kado ulang tahun nya. Jefan sudah memiliki semuanya, mungkin kalau dia memberikan sebuah Tas, atau pakaian bermerk sekalipun seperti nya Jefan akan menerima biasa-biasa saja
tapi Anna berfikir kalau dia akan memberikan sesuatu yang mungkin Jefan akan bisa mengingatnya tanpa ada unsur dari uang
" mungkin benar dia akan pulang pagi, sebaiknya aku simpan saja dulu kue nya "Anna beranjak, mengangkat kue ulang tahun itu
Ting tong..
Ting tong...
Anna menaruh kembali kue tadi ke tempat semula dan bergegas melihat siapa yang datang di larut malam seperti ini
" Jefan!!! " ucap Anna kaget, melihat Jefan di papah Nino
" apa dia mabuk " tanya Anna lagi
" sudah pergi sana..." Jefan mendorong Nino yang membantu nya berjalan
" ambil jaket mu ..." Jefan melepas jaket yang ia kenakan menutupi tubuhnya
__ADS_1
" hei..ini jaket mu!! " Teriak Nino " aku akan mengantarmu ke kamar " menggandeng lengan Jefan lagi
" tidak lepaskan aku, sudah ada dia.." memegang tangan Anna
" tidak apa-apa, biar aku yang akan mengantarnya "ucap Anna sambil memapah tubuh Jefan yang sempoyongan
" tapi Anna dia..." Nino tak dapat melanjutkan kalimatnya,
" ini bukan kali pertama Jefan mabuk, biar aku yang merawatnya " Anna memaksa Nino keluar dan mengunci pintu rumah
" huff...kenapa kau tidak memakai baju, ini risih sekali kalau kita bersentuhan " gumam Anna, karena Jefan tak melepas pegangannya
Anna memapahnya ke dalam kamar
" tubuh mu berat sekali " ucap Anna menidurkan tubuh Jefan
" aku akan membuatkan mu teh hijau " bergegas meninggalkan Jefan sendiri
" jangan pergi, temani aku di sini " Jefan menarik tangan Anna hingga Anna terduduk di ranjang
" aku kembali sebentar lagi, akan ku buatkan teh agar badan mu enak kan "ujar Anna lagi
tapi Jefan menarik tangan Anna kuat dan ambruk di atas tubuh Jefan
tanpa memberi aba-aba Jefan menyerang nya, ******* bibir gadis itu
" lepaskan Jef ..huh..hah..." Anna memukul-mukul dada Jefan karena dia sudah susah bernapas
Anna bergegas menuju pintu karena dia tahu pasti tak akan baik meladeni Jefan yang di pikirnya sedang mabuk parah
" mau kemana istri ku..."Jefan menutup pintu dengan cepat dan menangkap Anna dengan kedua tangannya
" Jef, aku mohon lepaskan aku "Anna merengek
" jangan merengek begitu...kau ingin menggodaku "Jefan menyusuri wajah Anna dengan telunjuknya
" Jef.." . Jefan melahap bibirnya lagi cukup lama tak membiarkan Anna berucap sepatah kata pun
kini kecupan Jefan mulai menyusuri leher Anna, gairah Jefan tambah menggebu. dirinya tidak bisa lagi menguasai hasrat seksual nya
Jefan membuka kancing baju pakaian Anna satu persatu dan kini terlihat jelas bra berwarna merah muda yang menutupi kedua aset nya
Anna menggeliat, tapi matanya sudah basah karena Jefan terus menciumi dadanya. air matanya sudah mengalir dari tadi yang tak di hiraukan Jefan yang sudah candu pada tubuh Anna
" lepas!!! " Anna mendorong Jefan kuat, dia berlari tapi malah mendorong tubuh Anna ke atas ranjang
Jefan menindihnya " Jef sadarlah, apa yang kau perbuat ini tidak lah benar " Anna terus menangis
" kau menangis " Jefan mengusap air mata Anna "apa kau takut..." ucap Jefan lagi dengan
" Jefan aku mohon lepaskan aku.."
Jefan mulai melepas paksa pakaian Anna, pemberontakan Anna menambah nafsunya semakin bergairah
keduanya mulai bergulat di atas ranjang, sesekali Jefan memaksanya melakukan dengan berdiri. Anna yang tidak bisa melawan tubuh Jefan yang profesional hanya bisa pasrah dan menangis sejadi-jadinya
Anna tak habis pikir, Jefan bisa melakukan Setega itu pada dirinya, dia bahkan melakukannya sampai tiga ronde, membuat tubuh Anna tepar tak berdaya di buatnya
bersambung.....
__ADS_1