
hari ini seperti biasa Anna menyantap sarapan paginya dengan lahap. tapi kali ini berbeda, dirinya lebih semangat karena ia sudah akan memulai pekerjaan nya lagi setelah beberapa hari beristirahat
" hari ini aku ada pemotretan "Anna membuka obrolan
" heem..."jawab singkat Jefan
" bolehkah aku membawa mobil sendiri hari ini"
" tidak "
" kenapa?? "
" tidak apa-apa "
" kenapa cuma alasannya begitu "
" kenapa harus repot-repot membawa sendiri. aku sudah cukup mahal membayar sopir untuk mengantar mu setiap hari "sahut Jefan masih tetap fokus pada sarapannya
" kalau tidak boleh tidak apa-apa, aku hanya ingin saja. sudah lama aku tidak mengendarai mobil sendiri "Anna sedikit kecewa
Jefan keluar setelah persiapan nya ke kantor selesai. terlihat Anna masih berdiri di depan pintu menunggu sopir yang biasa mengantar nya
" masuklah "perintah Jefan saat mobil yang biasa mengantarnya tiba lebih dulu
" tidak usah, driver ku sudah menuju ke sini "
" cepatlah, aku yang akan mengantar mu "Jefan tetap tak mau ada penolakan. terpaksa Anna mengiyakan dan masuk ke dalam mobil
sedang di dalam mobil tak banyak yang di obrolkan keduanya. Jefan fokus pada berkasnya sedang Anna terfokus pada sesuatu di handphone nya
" bolehkah aku berhenti sebentar "ucap Anna sambil menahan sesuatu, terlihat dari wajahnya gelisah
" kenapa, ini belum sampai "
" aku..aku..aku mau ke toilet "
" sebentar lagi sampai kantor, kau bisa berhenti dulu di sana "
" baiklah, cepatlah pak aku tidak bisa lebih lama menahan lagi "ujar Anna pada sang driver
" tahan lebih lama, aku tidak mau kau terkencing di mobil ku "ledek Jefan
" ish!! aku bukan orang gila yang akan terkencing sembarangan "
Jefan diam-diam memperhatikan tingkah lucu Anna yang dari tadi tidak bisa diam karena menahan rasa ingin pipisnya
akhirnya tak lama mobil terhenti tepat di depan loby kantor. Anna berlari masuk ke dalam gedung tanpa menghiraukan para pegawai nya yang memberi sapaan terhadapnya
" ck, ceroboh sekali! dia bisa jatuh karena berlari seperti itu" gumam Jefan melihat Anna berlari dan menabrak beberapa pegawai yang di temui nya
" apa ini "Jefan mengambil handphone Anna yang tertinggal di sampingnya. layar handphone itu hidup terlihat apa yang menjadi fokus Anna tadi di mobil
" ck, apa dia menginginkan mobil "gumam Jefan lagi, melihat gambar sebuah mobil di situs pencarian Anna
tak lama terlihat Anna kembali dan terhenti saat akan memasuki mobil karena sapaan seseorang memberhentikannya
" huh!! lega rasanya "ujarnya pada diri sendiri
" hai Ann...."sapa seseorang
" eh hai..kau di sini "
" iya, aku tadi ada pekerjaan di sekitar sini jadi sekalian mampir ingin ketemu Jefan "
" sepertinya Jefan sudah masuk ke dalam "
" oh ya, kau tidak mau menemui nya dulu "
" tadi kita se mobil dan sekarang aku sudah telat "melihat jam tangannya
" ya sudah kalau gitu hati-hati bye "pamit Samuel melangkah memasuki lobby gedung
" bye ..."Anna melambaikan tangannya
Ohhh!! Anna di buat kaget karena keberadaan Jefan yang masih di dalam mobil
" kau mengagetkan ku, kenapa masih ada disini" reflek Anna memukul lengan Jefan
" maaf "ucapnya lagi karena tak enak dengan tatapan diam Jefan
" tadi ada Samuel, dia mencari mu "Anna
" aku sudah tahu "jawabnya sambil keluar dari mobil
" kenapa tidak keluar dari tadi kalau dia tahu ada Samuel, dasar Squidward emang.."gumam Anna sedikit kesal
Jefan memasuki lobby, mencari keberadaan sahabatnya itu. tidak ada, pasti sudah berada di ruangan nya
" apakah pekerjaan yang ku tugaskan kemarin pada mu sudah beres semua" tanya Jefan saat bertemu dengan Nino yang sama akan menuju ke ruangan bos nya itu
" sudah. semua aman kok "
" permisi tuan, ada tuan Samuel yang sudah menunggu "seorang pegawai menyapa nya
" oke "
" hai bro..." sapa Samuel memberi salam dengan gaya khas mereka, saat melihat Jefan memasuki ruangan nya
" tumben-tumbenan kau kemari, ada apa "tanya Jefan
" hanya ingin mampir saja "
" memangnya kamu dari mana "tanya Nino
" ada pertemuan bisnis di sekitar sini "
" bagaimana keadaan Nayla, apa mama dan baby nya sehat "tanya Nino lagi
" iya, aku selalu mengecek rutin kesehatan keduanya setiap bulan "
" baguslah kalau begitu. jaga mereka baik-baik "sahut Nino
" tentu saja. kau bagaimana Jef, apa sudah membawa Anna ke dokter kandungan "tanya Samuel pada Jefan yang sibuk dengan laptopnya
" apa maksudnya ini?? kenapa Anna harus di bawa ke dokter kandungan?? " Nino tak mengerti maksud dari ucapan Samuel
" ah!! diamlah manusia jomblo, kau tidak akan mengerti walau di jelaskan yang berhubungan dengan kandungan "ledek Samuel
__ADS_1
" Jef, cepat jelaskan kenapa Anna harus di bawa ke dokter kandungan?? "Nino tak melepaskan sorot mata tajamnya pada Jefan
Jefan hanya mengangkat kedua bahunya
" apa Anna hamil?? "Nino berganti menyoroti mata Samuel meminta jawaban darinya
" makanya itu kita akan memastikan dia benar-benar hamil apa tidak "sahut Samuel
" hey Jef, kenapa kamu bisa yakin kalau Anna sedang hamil "
Jefan masih tak menanggapi pertanyaan Nino
" menurut Jefan Anna mengalami mual-mual beberapa hari ini dan mood nya berubah-ubah" Samuel menjelaskan
" gila!! benar-benar gila kau Jef, bagaimana kalau Anna benar hamil. apa yang akan kau lakukan padanya?? "Nino sedikit emosi
" kenapa kau khawatir, kalau Anna hamil kan ada suami nya Jefan "protes Samuel
" ckckck, tanyakan saja pada sobat mu itu apa segampang itu "
" Anna istri ku, kenapa jadi kalian yang ribut "Jefan mulai buka suara
" tapi Jef "Nino masih tidak puas dengan pernyataan Jefan
" sudahlah, jangan mencampuri urusan rumah tangga orang "Samuel menyenggol lengan Nino yang masih beradu mulut dengan Jefan
" oh ya, gimana bengkak di pipi Anna, apa sudah membaik. aku lupa bertanya saat bertemu dengannya tadi di bawah "Samuel
" bengkak di pipi?? kenapa dengan Anna?? apa yang terjadi? "Jefan mencerca Samuel dengan beberapa pertanyaan yang membuatnya kaget
" kau tidak tahu, Anna tidak cerita pada mu "
" memangnya ada apa dengan nya?? "Jefan bertambah bingung
" jadi kemarin dia terkena pukulan di pipi kirinya oleh si brengsek Tian itu "
" Tian?? Tian siapa. kenapa dia bisa memukul Anna "Jefan mulai emosi dari cerita Samuel
" Tian itu mantan kekasih Nayla, jadi Anna terkena pukul saat akan melerai kami berdua "
" dasar anak itu!! sudah ku bilang jangan terlalu ikut campur urusan orang tapi tidak pernah mematuhi ku!! "Jefan berdiri geram
" aku juga tidak tahu kalau tiba-tiba Anna berada di depan ku........"
belum selesai Samuel dengan ceritanya tapi Jefan sudah pergi dengan resah
" hey Jef mau kemana kau "teriak Nino yang tak di hiraukan Jefan
" lihatlah. sekarang kau tahu dia se khawatir itu pada Anna. aku yakin dia pasti punya perasaan, melihat dari kekhawatiran nya itu "
" semoga saja, walau aku tidak yakin pada Jefan. semoga saja Anna benar-benar bisa merubah perasaan Jefan pada Adelle "harap Nino, yang mengetahui benar bagaimana besar nya perasaan Jefan pada Adelle
Jefan mempercepat jalannya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor tempat Anna pemotretan
" kau tahu istri ku di mana "tanya Jefan pada orang yang di temui nya
" istri anda?? "orang itu bingung
" oh, tuan Jefan ...dia suaminya Nona Anna "bisik seseorang yang lewat, pada pegawai yang tadi
" maafkan saya tuan, mari biar saya antar "
memeriksa wajah Anna, melihat kedua pipinya. memastikan pipi mana yang bengkak karena pukulan itu
" Jef kamu di sini, ngapain? "tanya Anna kaget dengan keberadaan Jefan
" kamu tidak apa-apa, kata Samuel kau terkena pukulan di pipi mu "Jefan menyentuh pipi Anna masih dengan wajah yang khawatir
" oh itu, aku sudah tidak apa-apa Jef "
" kenapa kamu tidak bilang pada ku "
" itu bukan masalah besar, jadi aku tidak perlu menceritakan nya pada mu "
" bukan masalah besar kata mu!! ini kekerasan sudah termasuk tindakan kriminal !! "Jefan mulai meninggikan suaranya, tak peduli dirinya menjadi pusat perhatian
" kau marah, maafkan aku "
Jefan diam sejenak, sebelum mendekap erat tubuh Anna
" aku tidak marah. aku hanya tidak suka kamu kurang terbuka pada ku, sudah beberapa kali kamu membuat ku khawatir "
" ah...aku membuat mu khawatir "ucap lirih Anna
" iya, jangan ada yang di tutupi lagi dari ku. aku tidak mau kamu terluka lagi "Jefan melepas pelukannya dan menatap lekat mata Anna
" hmm...aku benar-benar sudah tidak apa-apa. lihatlah...pipi ku sudah tidak bengkak lagi jadi jangan khawatir lagi "Anna tersenyum bahagia, hari ini dirinya merasa sangat di cintai
" kalau kau menyembunyikan sesuatu lagi dari ku, aku akan langsung menghukum mu"
" iya iya ...Jef aku harus bekerja, semua orang sedang menunggu ku " bisik Anna karena orang sekitar masih memperhatikan mereka
Jefan menoleh ke sekitarnya, benar saja orang-orang masih terfokus padanya
" kau ..."Jefan tertegun. baru menyadari dengan penampilan Anna yang memakai gaun pengantin
" kenapa memakai baju begini "tanya nya lagi
" iya ini Tema pemotretan ku hari ini "
" maaf Nona anda sudah ditunggu yang lain" Renata menengahi obrolan keduanya
" maaf Jef, aku harus memulai pemotretan ku"meninggalkan Jefan sendiri
Jefan memperhatikan crew-crew di sekitaran Anna dan saat ini ia terfokus pada seseorang yang mengenakan setelan jas rapi. otak nya mulai di buat negatif thinking
" sebentar, apa ini... "Jefan menghampiri
" ada apa lagi Jef "
" kamu akan berfoto dengan laki-laki itu "Jefan tak segan menunjuk orang disebelahnya yang memakai setelan jas rapi tadi
" iya inikan tema pernikahan, tentu saja ada pengantin pria nya "
" apa!! tidak bisa "jawab lantang Jefan
__ADS_1
" Jef apa yang kau bilang "sahut Anna pelan tak enak hati karena penolakan Jefan
" maaf Nona, apa ada masalah "Renata menghampiri karena Anna masih belum juga siap
" kau bos nya di sini "tanya Jefan tegas
" iya tuan, apa ada yang bisa saya bantu "jawab Renata
" aku tidak mau istri ku pemotretan dengan laki-laki lain apalagi sampai bersentuhan dengan nya "
" Jef "Anna menggelengkan kepalanya " permisi sebentar "Anna memaksa Jefan mengikuti nya
" Jef ku mohon jangan buat masalah disini "pinta Anna
" pokoknya kau tidak boleh pemotretan dengan laki-laki manapun titik. "jelas Jefan tidak bisa di ganggu gugat
" Jef kamu tidak bisa berbuat semaunya begitu"
" kamu istri ku jadi apa yang menyangkut diri mu itu terserah pada ku. kalau perlu kamu tidak usah pemotretan lagi!! "Jefan meninggalkan nya sendiri
" Jef Jefan !! "teriak Anna uring-uringan
terlihat Jefan menghampiri ibu Renata yang masih setia menunggu di tempat nya tadi
" saya tidak mau Anna pemotretan dengan laki-laki "Jefan menyampaikan yang ia katakan pada Anna tadi
" maafkan suami saya Bu Renata "Anna tak enak hati
" tapi maaf tuan ini sudah ketentuan "
" tapi aku tidak bisa membiarkan istriku di sentuh orang lain. kalau perlu kita akan batalkan kontrak kerja dan akan ku bayar kompensasinya nya "
" maafkan atas kesalahpahaman ini ibu Renata "
" Jef ku mohon mengertilah kali ini saja " bisik Anna terus memohon pada Jefan
Jefan berfikir sejenak, tak tega juga melihat wajah sendu Anna
" kalau begitu aku yang akan menjadi model laki-laki nya "sahut Jefan membuat seluruh orang yang hadir di ruangan itu terperanjat kaget
" Jef mana bisa begitu "
" kali ini tidak akan ada penolakan lagi, kalau perlu aku yang akan memberikan kompensasinya untuk model laki-laki itu "
" oke tidak apa-apa Nona, saya mengerti tuan Jefan pasti sangat mencintai anda dan sekarang ini dia pasti sedang cemburu "Renata tersenyum
apa!! cemburu...
" nanti bisa kita bicarakan baik-baik "ucap Renata lagi
" Terimakasih atas pengertiannya "Anna membungkuk kan tubuhnya beberapa kali karena pengertian sang owner
" mari kita bisa ganti pakaian anda dulu tuan "
Jefan mengikuti crew tanpa berkata apapun. itu lah Jefan ia harus mendapatkan apa yang dia inginkan.
tak lama dia kembali dengan setelan jas pengantin dengan bunga di sudut saku depan jas nya
" kamu yakin akan melakukannya "bisik Anna
" iya, kenapa?? kau tidak mau "
" bukan begitu, pekerjaanmu kan padat di kantor. kenapa mau melakukan hal seperti ini "
" sudah diamlah!! apa mau aku putuskan kontrak mu sekarang juga "
" ughh..masih saja suka mengancam "gumam Anna
pemotretan sudah mulai dan kedua nya sudah mulai mengikuti gaya yang di arahkan oleh sang fotografer profesional
" maaf Nona, kalian kan sudah menjadi pasangan jadi tidak apa-apa kan kalau kita meminta gaya lebih vulgar anda bersama tuan Jefan "pinta Renata
" hmm..itu "Anna menjawab canggung
" kau harus melakukannya. bersikaplah profesional dalam pekerjaan "bisik Jefan
" maksudnya lebih vulgar itu yang bagaimana?? apa ada adegan kissing nya seperti di pernikahan ku waktu itu "
" bagaimana tuan, apa anda tidak keberatan "tanya lagi Renata
" tentu tidak, aku senang bisa membantu kalian di sini."
" kenapa dia langsung mengiyakan kalau masalah begini "batin Anna
" Sekarang bisa tuan mencium kening Nona "ujar sang fotografer
" haruskah kita melakukannya di depan semua orang.. "gumam Anna
Jefan mengangkat kedua bahunya. menarik tubuh Anna agar semakin mendekat, kini hidung keduanya saling bersentuhan karena terlalu dekatnya posisi mereka berdua kali ini
" Tahan lebih lama tuan.."ucap sang fotografer mengambil gambar pemandangan indah itu walau tanpa di arahkan
kenapa tidak, karena terlihat ekspresi malu-malu Anna dan sorot mata penuh cinta Jefan yang di lihat oleh sang fotografer menghasilkan foto yang sangat bagus dan romantis
"please Ann, jangan terbawa suasana hati mu. ini cuma fake yang ada dalam virtual bukan dunia nyata mu..."
batin Anna saat Jefan seperti penuh perasaan ketika mencium keningnya
Anna sudah berganti beberapa pakaian pengantin yang lainnya. sekarang dia lebih banyak diam sepertinya Anna sudah banyak terhipnotis atau terbawa perasaan oleh sikap Jefan
" ini gaun yang terakhir Nona "sapa Renata membuyarkan lamunannya
" hmm...iya "jawabnya sambil melirik sosok Jefan yang saat ini terlihat lebih hangat berbincang dengan orang lain yang baru di kenalnya, yang tak seperti biasanya Jefan sulit berbaur dengan orang baru
" masih capek?, aku bisa meminta lebih lama untuk mu beristirahat "Jefan menghampiri
" tidak, it's oke! ini gaun yang terakhir "Anna memperlihatkan gaun yang dipakainya
" sudah siap tuan "ucap fotografer
Jefan mengisyaratkan Oke dengan tangan nya siap dengan arahannya
kali ini sang fotografer meminta Anna melingkarkan tangannya di leher suaminya itu dan mencondongkan tubuhnya ke bawah agar setengah bergelantungan
" kau bisa menahannya nya kan "
" memangnya aku setega itu membuat mu terjatuh "jawab Jefan
__ADS_1
Agrhh!! lagi-lagi Anna di buat kikuk ...
bersambung....