
sore ini Nayla akan kasih kejutan pada kekasihnya, Tian. dia tidak memberitahu kalau dia akan datang membawa makanan kesukaan mereka.
Nayla berniat mengetuk pintu tapi seorang wanita keluar dari rumah itu
" cari siapa ya " tanya wanita itu
" Tian " jawab Nayla pendek, masih tertegun, siapa wanita ini
" sayang ada yang mencari mu "teriak wanita itu
" sayang " gumam Nayla tambah shok
" siapa " sahut Tian, belum menyadari keberadaan Nayla
" kamu " ucap Tian kaget
" iya, aku. kenapa kamu kaget begitu "
" siapa sayang " tanya wanita itu mencari jawaban
" brengsek kamu Tian, bukankah kau sudah berjanji akan menikahi ku" Nayla melempar tas tepat di muka Tian, mengerti apa yang terjadi
" sorry Nay..."
" apa-apaan ini sayang, kenapa dia tiba-tiba marah sama kamu " wanita itu tak terima
" dia pacar ku, kau mau apa " sahut Nayla marah
" oh, jadi ini kekasih yang kamu ceritain itu. baguslah setidaknya kau bisa langsung memutuskan nya sekarang" ujar wanita itu sinis
" apa maksudmu "
" ma'af Nay, selama ini hidupku sangat-sangat susah, Yessy ada saat aku kesusahan, dia banyak membantu ku "
" oh jadi ini perihal uang " Nayla tergelak
PRRAAKKK
Nayla menampar laki-laki itu " itu pantas untuk laki-laki brengsek seperti mu " Nayla pergi dengan menangis sejadi-jadinya. bagaimana tidak, lelaki yang ia kenal susah senang bersama nya itu ternyata lebih memilih orang lain yang bisa memberikan nya uang
jam sudah menunjukkan larut malam, dengan terpaksa dia harus pulang ke kost annya, tak ada tempat untuk berkeluh kesah saat ini, karena tempatnya bercerita hanya pada Anna, dan itu sangat tidak mungkin jika dia harus pergi ke rumah Anna
motor Nayla terus melaju tapi tiba-tiba dia tidak bisa mengendalikan nya, dengan sigap Nayla menarik rem depan motornya
" kenapa dengannya " dengan masih sesenggukan Nayla turun dari motornya, memeriksa kondisi motor
" ah, kenapa harus kempes sih dalam kondisi seperti ini "umpat Nayla
" AAGGRRHH...." teriaknya kesal. dia melihat sekitar tak ada kendaraan yang lewat , hanya ada dua orang lelaki yang sedang nongkrong
" duh bagaimana ini "Nayla berinisiatif menuntun motor saat melihat kedua lelaki tadi seperti mau menghampiri nya
" mereka tidak akan macam-macam kan, Tuhan...tolong aku " Nayla semakin mempercepat jalannya
dia cukup kelelahan, sampai ada sebuah mobil yang menepi tepat di depannya
" siapa kau " tanya Nayla pada orang asing yang baru turun dari mobilnya
" kenapa " tanya nya balik
__ADS_1
" kalau kamu macam-macam aku teriak sekarang "
" motornya kenapa "tanya nya lagi tanpa menghiraukan pertanyaan Nayla
" motor !!, bukan urusan mu "
"kau ini perempuan, apa tidak bisa, tidak keluar rumah saat malam larut begini. lihatlah dua laki-laki di sana, kalau aku tidak turun tadi entah apa yang akan di perbuat mereka pada mu"
Nayla menoleh ke belakang, ternyata benar mereka tadi menghampiri pasti mau berbuat buruk padanya
" dimana rumah mu " tanya lagi lelaki itu
" apa aku akan percaya pada mu "
" terserah kamu saja, aku hanya berniat menolong, kalau kau tidak mau aku bisa langsung pergi "lelaki itu berbalik membelakangi Nayla
" tunggu ,tidak ada pilihan lain " gumam Nayla
" masuklah, biar ku antar pulang"
" tapi bagaimana dengan motor ku "
" bisa minta tolong suruh sopir yang lain menjemput mobil di sini " lelaki itu menghubungi seseorang ". nanti aku akan kirim alamatnya " klik
" ayo " laki-laki itu menuntun motor Nayla
" tapi mobil kamu "
" nanti juga ada orangnya jemput " dengan tenangnya laki-laki itu meninggalkan mobil mewahnya
" kalau ini mobil orang, kau tidak bisa meninggalkannya sembarangan "
" hah!! , itu urusan ku nanti " laki-laki itu terus saja melangkah
laki-laki itu hanya tersenyum mendengar Nayla berbicara dengan gemas
" nama mu siapa " tanya nya
" aku Nayla, kalau kamu " tanya balik Nayla
" aku Samuel "
" makasih ya, sudah menolong ku. padahal kan kita tidak saling kenal "
" kita kan sama-sama manusia, jadi sudah seharusnya saling menolong kalau ada yang kesusahan "
" tapi tidak semua orang yang mempunyai pikiran seperti mu "
" yah memang, jadi kita kan harus memulainya dari sendiri dulu kan "
Nayla tak menyangka menemukan orang seperti Samuel di jalanan
" hmm...ku rasa tidak ada tambal ban yang buka di jam segini " gumam Nayla
" ku rasa di persimpangan sana ada, kalau belum tutup sih "
" kalau kau capek, kita bisa gantian mendorongnya"
" apa kamu cukup kuat "
mereka berdua terus menyusuri jalan, hingga sampai pada persimpangan jalan yang maksud Samuel tadi
__ADS_1
" kamu capek ya " tanya Nayla yang melihat Samuel meluruskan kakinya
" kamu harus traktir aku karena semua ini "
" oh, baiklah. tapi aku hanya mampu mentraktir mu di tempat biasa, bukan di restoran "
" no problem, aku lebih suka makan di tempat seperti itu "
" ok "
" kamu lucu sekali, aku tadi melihatmu menangisi ban motor mu yang bocor" Samuel tersenyum manis
" lucu katamu, sebenarnya aku menangis karena baru putus dengan pacar ku"
" oh...jadi kamu sedang menangisi laki-laki"
" sudahlah, aku tidak mau mengingat laki-laki brengsek itu "
" rumah kamu dimana, biar ku antar pulang" tanya Samuel ketika ban motor Nayla sudah di betulkan
" tidak usah, aku tidak mau merepotkan mu lagi"
" aku tidak merasa di repotkan, aku akan merasa bersalah kalau terjadi sesuatu pada mu saat pulang dari sini "
" hmm benarkah, aku jadi tambah tidak enak hati "
" ayo naiklah " Samuel menunggu Nayla menaiki motor
" iya "
Nayla bersyukur Tuhan menjawab do'a nya langsung saat dia membutuhkan pertolongan. Tuhan mengirim seseorang untuk menjaganya dari orang-orang jahat tadi dan sekarang, laki-laki itu menjaganya sampai tujuan
" jadi ini rumah kamu " tanya Samuel yang sudah memarkirkan motor
" Hem, lebih tepatnya kos an " jawab Nayla tersenyum malu
" bagaimana kamu pulang nya, jam segini jarang sekali Taxi lewat "
" sebentar lagi ada yang jemput, bolehkan aku menunggu di sini "
" tentu saja, akan ku temani sampai mobil jemputan mu datang "
" masih kuliah?? "
" iya, kuliah sambil kerja. maklum, bukan penikmat warisan orang tua " Nayla tertawa
" bagus itu "
" kalau kamu " tanya balik Nayla
" aku, kerja juga "
tak lama mobil jemputan Samuel datang
" aku akan menagih traktiran nya, dua kali kan"
" dua??, "
" iya dua kali, pertama aku menolong mu dari dua laki-laki tadi. trus kedua, aku mendorong motor mu sangat jauh, itu melelahkan. tapi kalau kamu keberatan tak apa "
" tunggu, bukan begitu maksud ku. baiklah, sebentar lagi juga kan waktu nya gajian"
__ADS_1
" baiklah aku tunggu , bye " pamit Samuel
bersambung......