
Jefan menatap foto-foto kebersamaan nya bersama Adelle dulu, mengingat moment-moment di balik foto tersebut
" kamu di sini " Adelle terkejut, melihat Jefan sudah berdiri di depan pintu rumah nya
" Iyah disini, kamu kira aku bayangan "
" kamu sudah lama menunggu "
" lumayan " Jefan melihat jam tangannya
" kenapa tidak menghubungi ku dulu, biar tak lama-lama menunggu "
" aku tidak mau mengganggu acara mu " ucap Jefan, karena dia tahu Adelle sedang menjadi mentor di sebuah acara
" aku jadi tidak enak " menatap Jefan manja
" kamu tidak akan menyuruh calon suami mu ini masuk "
" UPS! ma'af sayang " Adelle membuka pintu rumahnya
" silahkan "
" sayang mau minum apa "
" aku tidak mau minum tapi aku lapar "
" begitu yah, hmm... biar ku pesankan makanan, kamu mau makan apa "
" tapi aku mau kamu yang memasaknya "
" sayang....kamu tahu kan aku tidak bisa memasak "
" sini " merangkul Adelle " kamu itu kan sebentar lagi jadi seorang istri, setidaknya bisa mencoba nya dulu "
" tapi nanti kalau hasilnya tidak enak gimana "
" asalkan kamu yang masak, di tambah sama cinta kamu pasti rasanya luar biasa "
" ha-ha-ha mana bisa begitu "
" bisa aja, kamu coba deh buatkan aku masakan yang paling lezat "
" Oke aku coba, aku lihat dulu di kulkas ada bahan apa saja " Adelle membuka lemari es nya
" cuma ada wortel, Tomat sama Telur " Tersenyum malu
" lagian nanti juga kamu tidak akan merepotkan ku untuk memasak di dapur kan hi- hi " ucap Adelle lagi
" sayang.. sayang " Jefan menepuk jidatnya
" Terus kita mau masak apa dengan ini "
" kamu search aja di internet, apa saja yang bisa di masak pake itu semua "
Adelle menuruti perintah Jefan, membuka ponselnya
" yupz, bagaimana kalau capcay "
" boleh "
Adelle mulai mengupas wortel, mencucinya dan mulai mengikuti tahapan resep yang di lihatnya
" sayang kenapa melihati ku terus, kamu tidak capek apa berdiri di situ terus " Adelle tersipu karena Jefan malah menemaninya di dapur
" aku jadi tidak sabar, kapan suasana ini terjadi dengan cepat " ucap Jefan
__ADS_1
" aku bahagia melihatmu memasak untuk ku" Jefan memeluknya dari belakang
" kamu tahu banyak hal yang selama ini aku impikan bersama mu, termasuk saat ini. saat kau benar-benar menjadi istri ku nanti, aku harap bisa sering melihat pemandangan seperti ini "
" kamu benar-benar mencintai ku " Adelle berbalik, menatap tajam mata Jefan
" Hem, kalau aku tidak mencintaimu, sudah lama aku menikahi orang lain "
" Terima kasih ya sayang, sudah setia dengan hubungan ini " mencium pipi Jefan
" sayang bau apa ini " Jefan mencium aroma gosong
Adelle langsung berbalik " aku lupa menambahkan air " Adelle menambahkan air
" hampir saja, untung masih bisa di selamat kan "
" sepertinya aku harus membelikan mu buku panduan memasak dan aman di dapur " meledek Adelle
" sayang kamu...aku kan cuma harus banyak belajar saja "
" iya, iya "
" mau cicipi " Adelle mengambil sesendok masakannya
" Aaa..." Jefan membuka mulutnya, minta di suapi
" pasti tidak enak ya " ucap Adelle saat melihat ekspresi wajah Jefan
" enak kok sayang, cuma garamnya sedikit kebanyakan "
Adelle mencicipi masakan nya sendiri
" cih!!! " meludahkan makanan nya
" kata mu enak tadi "
" loh emang enak kan, cuma garamnya kebanyakan "
flashback off
Jefan membuka matanya, menyadarkan diri dari masa lalu nya. dia meninggalkan ponsel dengan masih menyala
tak lama Anna datang dengan membawa sebuah jus strawberry
" tidak ada orang, katanya dia di sini " mencari sekelilingnya
" tapi ponsel nya di sini, kemana orang nya "menaruh nampan
Anna duduk dan terlihat jelas gambar yang terpampang di layar handphone Jefan
" hmm ...manis sekali, apa dia benar lelaki yang ku kenal, kenapa di sini terlihat lembut sekali "gumam Anna
" sepertinya mereka benar-benar saling mencintai, tapi kenapa bisa putus ya..ish!! bukan urusan ku"
" sedang apa " mengambil ponsel nya dari tangan Anna
" kekasih mu cantik sekali, aku pasti minder sekali ketika bertemu dengan nya nanti " Anna tersenyum tipis
" apa dia seorang model juga " ucap lagi Anna
" tidak " jawab singkat Jefan
" atau selebritis "
" tidak "
__ADS_1
" apa dia pekerja kantoran "
" tidak "
" apa ada jawaban selain tidak "
" tidak "
" ish!! kamu ini " Anna kesal
Drt...
drt...
drt...
" iya ma " Anna mengangkat telfon dari mama Rosa
" apa kalian sudah mempersiapkan honey moon kalian "
" belum ma, nanti Anna pasti akan mempersiapkan nya "
" mama tunggu di bawah sekarang "
" di bawah, mama sekarang di rumah? "
" iya "
" iya ma Anna ke sana sekarang " klik. menutup handphone nya
" mama di bawah sekarang " meninggalkan Jefan sendirian
Jefan mengikuti dari belakang
" kok tumben tidak telfon dulu ma " berhambur kepelukan mama Rosa
" mama cuma ngecek kalian saja, apa sudah mempersiapkan yang akan kalian bawa "
" kita bukan anak kecil lagi ma, "sahut Jefan
" mama sudah menyuruh pak Jim untuk mengurus persiapan kalian "
" apa!! pak Jim ma "ulang Anna kaget
" kamu tenang saja, pak Jim bersama pelayan wanita, jadi jangan hawatir pak Jim melihat barang-barang pribadi mu " mengerti kekhawatiran Anna
" mama bisa saja " malu pada Jefan
" bagaimana pekerjaan mu sayang, jangan terlalu di paksakan kalau kamu capek "
" pemotretan nya tidak sering kok ma, ini juga udah beberapa hari ambil cuti "
" mana, boleh mama lihat hasilnya "
Anna menunjuk kan hasil pemotretan nya pada mama mertuanya
" Wah! cantik sekali kamu sayang, "
" tentu saja ma, mana ada seorang mama mengakui anaknya jelek " Anna tersenyum
" tapi bener sayang, lihat lah Jef istri mu cantik kan " Rosa menunjukkan gambar Anna
" Iyah " sahut pendek Jefan
" pokoknya nanti kamu disana tidak stres, tidak boleh memikirkan pekerjaan di sini. fokus sama kalian berdua "
" iya ma "
__ADS_1
Anna semakin tambah bersalah karena besarnya antusias sang mama mertua