Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
ingatan masa lalu


__ADS_3


Jefan menatap foto-foto kebersamaan nya bersama Adelle dulu, mengingat moment-moment di balik foto tersebut


" kamu di sini " Adelle terkejut, melihat Jefan sudah berdiri di depan pintu rumah nya


" Iyah disini, kamu kira aku bayangan "


" kamu sudah lama menunggu "


" lumayan " Jefan melihat jam tangannya


" kenapa tidak menghubungi ku dulu, biar tak lama-lama menunggu "


" aku tidak mau mengganggu acara mu " ucap Jefan, karena dia tahu Adelle sedang menjadi mentor di sebuah acara


" aku jadi tidak enak " menatap Jefan manja


" kamu tidak akan menyuruh calon suami mu ini masuk "


" UPS! ma'af sayang " Adelle membuka pintu rumahnya


" silahkan "


" sayang mau minum apa "


" aku tidak mau minum tapi aku lapar "


" begitu yah, hmm... biar ku pesankan makanan, kamu mau makan apa "


" tapi aku mau kamu yang memasaknya "


" sayang....kamu tahu kan aku tidak bisa memasak "


" sini " merangkul Adelle " kamu itu kan sebentar lagi jadi seorang istri, setidaknya bisa mencoba nya dulu "


" tapi nanti kalau hasilnya tidak enak gimana "


" asalkan kamu yang masak, di tambah sama cinta kamu pasti rasanya luar biasa "


" ha-ha-ha mana bisa begitu "


" bisa aja, kamu coba deh buatkan aku masakan yang paling lezat "


" Oke aku coba, aku lihat dulu di kulkas ada bahan apa saja " Adelle membuka lemari es nya


" cuma ada wortel, Tomat sama Telur " Tersenyum malu


" lagian nanti juga kamu tidak akan merepotkan ku untuk memasak di dapur kan hi- hi " ucap Adelle lagi


" sayang.. sayang " Jefan menepuk jidatnya


" Terus kita mau masak apa dengan ini "


" kamu search aja di internet, apa saja yang bisa di masak pake itu semua "


Adelle menuruti perintah Jefan, membuka ponselnya


" yupz, bagaimana kalau capcay "


" boleh "


Adelle mulai mengupas wortel, mencucinya dan mulai mengikuti tahapan resep yang di lihatnya


" sayang kenapa melihati ku terus, kamu tidak capek apa berdiri di situ terus " Adelle tersipu karena Jefan malah menemaninya di dapur


" aku jadi tidak sabar, kapan suasana ini terjadi dengan cepat " ucap Jefan

__ADS_1



" aku bahagia melihatmu memasak untuk ku" Jefan memeluknya dari belakang


" kamu tahu banyak hal yang selama ini aku impikan bersama mu, termasuk saat ini. saat kau benar-benar menjadi istri ku nanti, aku harap bisa sering melihat pemandangan seperti ini "


" kamu benar-benar mencintai ku " Adelle berbalik, menatap tajam mata Jefan


" Hem, kalau aku tidak mencintaimu, sudah lama aku menikahi orang lain "


" Terima kasih ya sayang, sudah setia dengan hubungan ini " mencium pipi Jefan


" sayang bau apa ini " Jefan mencium aroma gosong


Adelle langsung berbalik " aku lupa menambahkan air " Adelle menambahkan air


" hampir saja, untung masih bisa di selamat kan "


" sepertinya aku harus membelikan mu buku panduan memasak dan aman di dapur " meledek Adelle


" sayang kamu...aku kan cuma harus banyak belajar saja "


" iya, iya "


" mau cicipi " Adelle mengambil sesendok masakannya


" Aaa..." Jefan membuka mulutnya, minta di suapi


" pasti tidak enak ya " ucap Adelle saat melihat ekspresi wajah Jefan


" enak kok sayang, cuma garamnya sedikit kebanyakan "


Adelle mencicipi masakan nya sendiri


" cih!!! " meludahkan makanan nya


" kata mu enak tadi "


" loh emang enak kan, cuma garamnya kebanyakan "


flashback off


Jefan membuka matanya, menyadarkan diri dari masa lalu nya. dia meninggalkan ponsel dengan masih menyala


tak lama Anna datang dengan membawa sebuah jus strawberry


" tidak ada orang, katanya dia di sini " mencari sekelilingnya


" tapi ponsel nya di sini, kemana orang nya "menaruh nampan


Anna duduk dan terlihat jelas gambar yang terpampang di layar handphone Jefan


" hmm ...manis sekali, apa dia benar lelaki yang ku kenal, kenapa di sini terlihat lembut sekali "gumam Anna


" sepertinya mereka benar-benar saling mencintai, tapi kenapa bisa putus ya..ish!! bukan urusan ku"


" sedang apa " mengambil ponsel nya dari tangan Anna


" kekasih mu cantik sekali, aku pasti minder sekali ketika bertemu dengan nya nanti " Anna tersenyum tipis


" apa dia seorang model juga " ucap lagi Anna


" tidak " jawab singkat Jefan


" atau selebritis "


" tidak "

__ADS_1


" apa dia pekerja kantoran "


" tidak "


" apa ada jawaban selain tidak "


" tidak "


" ish!! kamu ini " Anna kesal


Drt...


drt...


drt...


" iya ma " Anna mengangkat telfon dari mama Rosa


" apa kalian sudah mempersiapkan honey moon kalian "


" belum ma, nanti Anna pasti akan mempersiapkan nya "


" mama tunggu di bawah sekarang "


" di bawah, mama sekarang di rumah? "


" iya "


" iya ma Anna ke sana sekarang " klik. menutup handphone nya


" mama di bawah sekarang " meninggalkan Jefan sendirian


Jefan mengikuti dari belakang


" kok tumben tidak telfon dulu ma " berhambur kepelukan mama Rosa


" mama cuma ngecek kalian saja, apa sudah mempersiapkan yang akan kalian bawa "


" kita bukan anak kecil lagi ma, "sahut Jefan


" mama sudah menyuruh pak Jim untuk mengurus persiapan kalian "


" apa!! pak Jim ma "ulang Anna kaget


" kamu tenang saja, pak Jim bersama pelayan wanita, jadi jangan hawatir pak Jim melihat barang-barang pribadi mu " mengerti kekhawatiran Anna


" mama bisa saja " malu pada Jefan


" bagaimana pekerjaan mu sayang, jangan terlalu di paksakan kalau kamu capek "


" pemotretan nya tidak sering kok ma, ini juga udah beberapa hari ambil cuti "


" mana, boleh mama lihat hasilnya "


Anna menunjuk kan hasil pemotretan nya pada mama mertuanya


" Wah! cantik sekali kamu sayang, "


" tentu saja ma, mana ada seorang mama mengakui anaknya jelek " Anna tersenyum


" tapi bener sayang, lihat lah Jef istri mu cantik kan " Rosa menunjukkan gambar Anna


" Iyah " sahut pendek Jefan


" pokoknya nanti kamu disana tidak stres, tidak boleh memikirkan pekerjaan di sini. fokus sama kalian berdua "


" iya ma "

__ADS_1


Anna semakin tambah bersalah karena besarnya antusias sang mama mertua


__ADS_2