Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 42


__ADS_3

hari ini Jefan memutuskan untuk mengerjakan tugas kantor nya dari rumah. dia tidak tega kalau harus meninggalkan Anna dengan kondisi seperti ini, gadis ceroboh itu bisa melakukan hal apapun dengan kondisinya yang sedang tidak stabil saat ini.


Jefan sangat mengingat saat pertama dirinya bertemu dengan Anna, yang frustasi dan menyelesaikan masalahnya dengan cara melompat dari jembatan


" permisi tuan "pak Jim memasuki kamar yang pintunya terbuka dengan membawa sarapan


" kemari kan, biar aku yang mengurus nya" Jefan mengambil alih nampan


" maaf tuan, tadi nyonya besar menelfon katanya beliau sudah berada di villa bhavana "


" apa!! kenapa mama pulang kampung tiba-tiba"


" maaf tuan tapi nyonya hanya bilang agar saya memberitahu anda, begitu saja "


" biar nanti ku hubungi saja, kau bisa pergi sekarang "


" permisi tuan "pak Jim undur diri


Jefan menghampiri Anna yang dari tadi hanya diam dengan tatapan kosong


" makanlah dulu, pak Jim sudah membawakan sarapan mu ke sini "


" aku tidak lapar "


" tapi Ann...."


" please...jangan paksa aku sekarang "


" tapi kau janji dulu, kau akan menghabiskan sarapan mu ini nanti"


Anna mengangguk


" aku akan menelfon mama dulu, setelah selesai aku akan kembali kamu harus menghabiskan ini "Jefan menaruh nampan di atas nakas


Jefan menuruti kemauan Anna yang masih enggan banyak bergerak dan berkomentar panjang lebar


Jefan pergi ke luar kamar untuk menghubungi sang mama


" hallo ma..."


" ada apa Jef "


" mama kenapa tiba-tiba pergi, bukankah papa masih belum pulang "


" hmm...entah mengapa akhir-akhir ini perasaan mama tidak enak, kau tahu kan jika hati mama tidak tenang...mama pasti membutuhkan ketenangan di sini "


" kenapa? ada apa ma "


" tidak ada apa-apa Jef, kau hanya terlalu menghawatirkan mama saja "terdengar suara sang mama tertawa, mencoba menenangkan Jefan yang khawatir


" apa aku harus benar-benar memberikan mama seorang cucu. pasti ini berkaitan dengan Malvin kan "


" berikan yang banyak "Rosa mencoba bergurau


" sebutkan saja, mama mau berapa biar Jef buatkan agar aku tidak melihat mama sedih karena terus mengingat Melvin "


" maafkan mama sayang, karena bagaimanapun dia bagian dari hidup kita jadi dia akan tetap ada di hati mama "


" hmm..maafkan aku juga ma, terkadang aku cemburu merasakan kasih sayang mama padanya. mama terus mengingat nya walaupun dia sudah tidak ada"


" sudah sudah... jangan buat mama bertambah sedih. oh ya kata pak Jim istri mu sedang sakit??"


" iya ma, hari ini Anna kurang enak badan "


" apa kau sudah memanggil Nicole "


" Anna tidak mau, sepertinya dia hanya memerlukan istirahat yang cukup saja "


" apa istri mu sedang hamil!! "


" apa ma!! itu tidak mungkin "reflek Jefan tertawa


" kenapa tidak mungkin?? "


" maksudku dia sedang tidak ada tanda-tanda seperti orang yang hamil "Jefan terdiam


" bisa saja kan, coba kamu periksakan saja langsung ke dokter kandungan "


" i..Iyah. nanti Jef bawa ke sana "


" jaga istri mu baik-baik "


" iya ma, Jef tutup dulu ya "


" oke bye sayang "


" bye ma "Jef menutup telepon nya. Jefan tercengang, pikiran nya terganggu oleh kata-kata sang mama tadi. Anna memang kurang enak badan karena perihal masalah kemarin tapi mungkinkah dia sedang hamil??


mereka sudah melakukannya sekali, dan Samuel....dia juga hanya melakukan sekali. dan sekarang berbuah kehamilan atas perbuatannya


mungkinkah Anna sekarang hamil??


dia menghampiri Anna yang sudah duduk bersandar di ranjang


" apa perut mu baik-baik saja? "tanya Jefan reflek menyentuh perut Anna

__ADS_1


Dan tentu saja Anna di buat kaget dengan tingkah aneh Jefan " aku baik-baik saja dan masih belum lapar "


" lapar!! bukan itu maksud ku, apa kamu tidak merasa perut mu ada yang bergerak-gerak"


" ada apa? apa yang ingin kau katakan"


" tidak tidak, tidak jadi "Jefan berhambur keluar karena malu dengan pertanyaan nya


entah mengapa rasanya Jefan sudah benar-benar peduli pada Anna


drt...


drt...


drt...


" iya ada apa? "


" polisi baru saja memberi kabar bahwa Davin tidak ada di kediaman nya dan mereka sekarang masih melacak keberadaan nya "


" dasar brengsek!!! " Braakkk... Jefan menggebrak keras meja kerjanya


" kerahkan orang-orang kita, dan cari dia sampai ketemu!!! "


" baiklah, nanti akan ku hubungi lagi "


klik. Jefan menutup telfonnya dengan marah


" tak akan ku biarkan dia lolos begitu saja, akan ku kejar walaupun keliling dunia sekalipun!! "


rona wajah Jefan yang tadi memerah karena malu, sekarang berubah menjadi penuh kemarahan.


🌺🌺🌺🌺


malam ini setelah kejadian buruk Anna menginterogasinya Davin pergi setelah ia menerima telfon bahwa keadaan ibunya sudah sangat memprihatinkan


setelah sampai di kota kelahirannya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa mempedulikan keselamatan nya sendiri dan ia lupa, ada keselamatan pengguna jalan lainnya yang akan berakibat karena ulahnya itu


" sial!! kenapa harus sekarang "umpat Davin sembari turun dari mobil melihat sesuatu yang di tabraknya


" maaf Tante, apa kau terluka "tanya Davin pada seorang wanita yang di sudah terduduk di depan mobilnya


" agrh!! kaki ku "ucap perempuan paruh baya itu terus memegangi kaki kirinya


" biar saya bawa ke rumah sakit "mengangkat tubuh perempuan tadi


Davin mempercepat mobilnya kembali


" jangan mempercepat laju mobil mu, nanti kau juga bisa menabrak orang yang lainnya "


" kalau boleh tahu, kenapa...apa ada masalah dengan pacar mu "tanyanya dengan tersenyum


Davin senyum balik melihat orang itu tersenyum "mama saya sedang sakit, jadi saya buru-buru ini karena ingin melihat kondisi nya "


tak terasa, mobil sudah terparkir di depan IGD rumah sakit. dengan cepat Davin mengambil kursi roda dan di bantu oleh beberapa perawat


setelah diambil alih oleh perawat Davin pergi untuk memarkirkan mobilnya


" bagaimana dok, apa luka Tante ini serius "


" kamu tidak usah tegang begitu, ini hanya luka ringan kan dok "sahut perempuan itu


" iya Bu, tapi anda juga harus mengobati luka-luka ini agar cepat sembuh "


" Terima kasih dok "dokter meninggalkan mereka


" saya akan mengantar anda pulang dulu tante, dimana alamat rumah Tante? "Davin membantu nya turun dari tempat tidur dengan hati-hati


" bukankah kamu mau melihat kondisi mama kamu "


" iya, tapi saya akan mengantar pulang terlebih dahulu "


" tidak usah, kau sudah bertanggung jawab dengan baik kepada ku. kesehatan mama mu lebih penting "


" tapi..."


" apa mungkin mama mu di rawat di sini juga "


" iya Tante "


" kalau begitu ajak aku kesana juga, aku juga ingin melihat keadaan mama mu "pinta perempuan itu


Davin membantu mendorong kursi rodanya menuju ke kamar rawat sang mama


" bagaimana keadaan mama "tanya Davin pada pelayan yang menungguinya


" Davin..."dengan perlahan mama nya membuka mata " kau sudah datang "


" iya ma, ini Davin.."menggenggam tangan sang mama


" dari kemarin mama selalu mimpi buruk, akan terjadi hal buruk kepada mu "


" sudah ku bilang jangan terlalu mengkhawatirkan keadaan ku, mama lihatkan!! Davin baik-baik saja "


" menikahlah dav "pinta lirih sang mama "biar mama tenang saat pergi nanti, sudah ada seseorang yang mengurusi mu "

__ADS_1


" ma..."


" ku mohon, rasanya hidup mama sudah tidak lama lagi "


" jangan bicara begitu, Davin akan membawa berobat mama ke luar negri sampai mama sembuh "


ibunya menggeleng "mama tidak ingin pergi kemana-mana, mama hanya ingin melihat mu setiap hari "


Davin mencoba menahan air matanya agar tak menetes di depan ibunya


" apa terjadi sesuatu, kenapa kamu lama sekali datang kesini "


" maka dari itu, mama harus kuat jangan buat khawatir lagi jadi nya kan tadi Davin sampai menabrak orang "sambil bercanda


" benarkah!!, kau tidak apa-apa dan orang yang kau tabrak bagaimana keadaannya?? "


" saya juga tidak apa-apa Bu "perempuan itu menyahuti dari belakang Davin


" oh, iya...Tante ini orang yang dav tabrak tadi, untungnya tidak sampai parah ya Tante "


mama Davin melihati perempuan di balik punggung Davin itu tanpa berkomentar sepatah kata pun


" semoga keadaan anda cepat membaik ya Bu "


tepi tetap tak ada sapaan dari ibu Davin


" ma..." Davin mencoba menyadarkan sang mama, tidak biasanya sang mama kurang ramah seperti itu


" apa sebelumnya kita saling mengenal...atau kita pernah bertemu sebelumnya "


" ti..tidak tidak, anda hanya mengingatkan saya pada seseorang "


" kalau begitu saya Rosa, senang bisa bertemu dengan anda "perempuan bernama Rosa itu mengulurkan tangannya


" i.. ya, Yuna "membalas jabatan tangannya


" oh ya, nama kamu siapa? dari tadi kita belum sempat berkenalan "


" Davin Tante...sekali lagi maafkan atas kesalahan saya ini "


Rosa menggeleng " kalau itu di posisi anak saya, pasti dia juga akan melakukan hal sama seperti mu demi menemui Tante "tersenyum


" duh! saya jadi tidak enak nanti saat bertemu anak Tante "


" dia tidak di sini, aku disini hanya liburan saja. tapi kalau dia tahu aku terluka begini..."Rosa menghentikan ucapannya tersenyum " mungkin dia akan menghajar mu habis-habisan "


" dia pemarah "ucapnya lagi


" sekali lagi maafkan saya Tante "sudah beberapa kali Davin membungkuk kan tubuh nya


" sudahlah...entah berapa kali kau sudah melakukan itu "Rosa memegang lengan Davin, menghentikan agar Davin berhenti melakukan hal itu


" sepertinya kau seumuran dengan anak Tante, kenapa masih belum menikah? "


" masih belum waktunya Tante "


" kalau anak tente sudah menikah, dan sepertinya sebentar lagi aku akan jadi seorang nenek, katanya istrinya sedang sakit sekarang "


" wah!! selamat ya Tante Rosa, saya turut senang mendengarnya"


" datanglah nanti ke rumah saat Tante sudah menjadi Oma ya.."Rosa terus mengobrol dengan Davin tanpa di sadari ada seseorang yang cemburu melihat kedekatan antara Rosa dengan putranya


setelah cukup dengan obrolan mereka " Tante biar saya yang mengantar pulang "


" tidak usah, aku sudah menghubungi sopir tadi"


" tidak apa-apa Tante, sekalian saya mau minta maaf pada keluarga Tante di rumah "


" jangan, itu tidak perlu...aku di sini hanya sendiri, suami Tante sedang ada pekerjaan ke luar negri "


" kalau begitu biar saya antar ke depan "


" hmm..saya permisi dulu Bu Yuna, semoga lekas sembuh "pamit Rosa


" i..ya, "jawab pendek


Davin membantu mendorong kursi roda Rosa untuk turun ke lantai bawah


" memang ya di usia seperti ku dan ibu mu itu, kita hanya ingin melihat anak-anak berdekatan dengan kita "Rosa mencoba mengobrol di sepanjang koridor rumah sakit


" iya Tante "


" rasanya senang sekali mempunyai anak kesayangan seperti kau yang menyayangi ibu mu dan seperti putra ku yang sangat aku cintai"


" kalau boleh tahu, Tante sudah punya putra berapa "


" putra ku hanya satu, dan dia putra kesayangan ku "


Terlihat sopir Rosa sudah standby di depan pintu keluar rumah sakit


" biar saya bantu Tante "dengan sigap Davin menaikkan Rosa ke dalam mobilnya


" Terimakasih ya, semoga kita bisa bertemu lagi"


" iya Tante, hati-hati di jalan ya "Davin melambaikan tangan sebelum Rosa menutup pintu mobil

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2