Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
photoshoot pertama


__ADS_3

hari ini Anna terlihat sumringah di meja makan, ini hari pertama nya melakoni pemotretan, ia akan belajar menjadi model profesional


" mau kemana " tanya Jefan yang melihat Anna sudah berpakaian rapi di meja makan


" oh ya, sekalian aku mau bilang...ini hari pertamaku pemotretan "


" pemotretan!! ini kan weekend "


" yah aku memang menjadwal nya weekend, soalnya kalau hari biasa aku sibuk dengan kuliahku "


Jefan tak menjawab, hanya melirik gadis itu yang terlihat sangat senang


" jangan terlalu banyak makan, nanti pakaian yang kau pakai tidak muat " ledek Jefan


" apa aku terlihat gendutan " melihati tubuhnya


" Iyah, badan mu melebar "


" tidak mungkin, akhir-akhir ini aku sudah menjaga pola makan ku agar berat badan ku terkontrol "


" ya sudah kalau tidak percaya"


" kau pasti berbohong, ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu "


" tunggu " . Anna menoleh


" good luck "


Anna membalas dengan senyuman


dari kemarin Anna di buat nervous, bukan hal sulit berpose bagi Anna karena selama ini dia selebgram Aktif di sosial media tapi kali ini berbeda, dia melakukan photo shoot yang akan membawa nama sebuah produk



" apakah sulit Nona, ku rasa tidak kan, saya lihat anda sudah lihai melakukan berbagai pose "


" tentu saja sedikit sulit, ini photoshoot pertama ku jadi sedikit nervous "


" tapi kulihat anda sudah seperti model profesional " Nona designer itu tertawa kecil


" itu terlalu berlebihan " Anna tersenyum


" kalau begitu Terima kasih atas kerja samanya hari ini, semoga semuanya bisa mencapai target "


" sama-sama , Terima kasih juga "


pekerjaan nya kelar pukul empat sore, ia bergegas menuju mobil


" Hai Ann...." panggil seseorang


" Davin "



Anna terkejut, ia mendapati Davin sudah membawa begitu banyak barang-barang di tangannya


" apa ini, apa kau sudah alih profesi " Anna tertawa kecil


" ini hadiah buat kamu. ma'af kemarin aku tidak bisa hadir karena ada pekerjaan dadakan "


" buat aku, kamu lupa tanggal ulang tahun ku "


" iya aku tahu, ini hadiah kecil karena acara kamu kemarin sukses "


" ah itu bukan acara ku, itu acara kampus"


" pokoknya ambil saja ini " Davin menaruh barang-barang nya ke pangkuan Anna


" ya udah makasih, tahu dari mana aku di sini"


" itu bukan hal yang sulit bagi ku"


" tapi kenapa saat aku benar-benar membutuhkan mu, kamu sulit menemukan ku"


Davin terdiam sejenak, menatap pujaan hati di depannya. ada hal besar yang selama ini Davin sembunyikan perihal kenapa dia tidak bisa menemui Anna


" makasih ya, kalau begitu aku pulang dulu"


" ma'af " menghentikan tangan Anna


" biar aku anter "

__ADS_1


Anna menggeleng " sopir ku sudah menunggu dari tadi "


Davin hanya bisa menatap kepergian Anna, hubungan mereka memang tak seperti dulu lagi, entah di namakan apakah hubungan mereka sekarang??


" biar saya bawakan nona " pak Jim menyambut kedatangan Anna


" tidak usah pak Jim, biar sekalian saya ke atas"


" tapi Nona "


" tidak apa-apa "


dengan sedikit kerepotan Anna memasuki kamar, tak ada siapapun. bisa di tebak Jefan pasti berada di ruang gym saat libur begini


Anna menaruh semua hadiahnya di atas sofa dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


pemotretan hari ini cukup panjang, membuat Anna begitu menikmati berendam lama di bathtub


" UPS!! " Anna lupa membawa handuk kimono yang biasa ia pakai, ia melihat sekitar hanya ada handuk untuk membungkus rambutnya yang basah


terpaksa dia keluar kamar hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya sampai atas lutut, toh. tak ada siapapun di kamar, pikir Anna


dengan pe-de nya Anna bercermin sebelum melangkah ke walk in closet


" aku kira perutku masih sama tapi kenapa dia bilang aku gendutan " gumam Anna terus melihati tubuhnya di cermin dari berbagai sisi


" ish!! dasar Squidward, ada saja alasan membuatku kesal " mendengus kesal


" kau marah pada ku " Jefan muncul tiba-tiba


" KENAPA TIBA-TIBA DISINI " kaget, menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya


" percuma kau tutupi dengan tangan mu, aku masih bisa melihat jelas " menggoda Anna, tanpa mengalihkan perhatian nya pada tubuh Anna


" dasar mesum!! " berlari menuju walk-in closet tapi dengan cepat Jefan menarik tangan nya


BUUUKKK...


tubuh Anna berbalik dan menubruk tubuh Jefan keras


AAAWWW...jerit Anna kesakitan


" kenapa? aku kan suami mu, apa menatap mata istrinya begini kriminal " masih menatap tajam Anna


" Ehm... tolong lepaskan "


" diam, apa mau ku tarik handuk mu ini "


Anna memalingkan wajahnya, malu


" kenapa, apa kau sudah jatuh cinta pada ku, mengapa sikapmu salah tingkah begini " Jefan terus menggodanya


" rambut mu aroma nya wangi sekali, kamu pakai apa "


" tentu saja keramas pakai sampho tuan"


" siapa yang bilang kamu keramas pakai abu, kamu sudah mulai berani lagi pada ku, apa mau ku cium "mendekatkan wajahnya pada pipi Anna


Anna mendorong keras tubuh Jefan agar bisa terlepas dari rangkulan suaminya


Anna berlari cepat menuju walk-in closet dan menutupnya keras


aku ini wanita normal tuan, siapa saja yang di posisi ku tadi pasti salah tingkah. huff!!


setelah beres dengan pakaiannya Anna keluar, melihat sekitar. Jefan sudah membongkar pemberian-pemberian Davin yang dia bawa tadi


" bagus sekali prestasi mu, baru sekali pemotretan sudah banyak mendapat hadiah dari fans "


" itu dari temen "


" mantan pacarmu itu "tebak Jefan


" kenapa kamu bisa yakin dia"


" yah, siapa lagi. ku rasa kau tidak punya banyak teman. teman mu yang pelayan itu tidak mungkin memberikan hadiah barang-barang mahal ini "


" tidak bisa apa kalau tidak menghina orang" gumam Anna kesal


" memang kenyataannya begitu, apa aku salah" sahut Jefan menyandarkan tubuhnya di ranjang


" sini " Jefan menepuk ranjang, mengisyaratkan bahwa Anna suruh duduk di sampingnya

__ADS_1


" ada apa " masih sedikit kesal


" aku bilang kesini!! "


" kalau mau bicara, bicara saja aku juga bisa dengar dari sini "


" ANNA CALLISTA ZANDER!! apa mau ku larang kamu pemotretan "


" iya iya!! aku kesitu, bisa tidak kalau tidak selalu memaksa " Anna menghampiri Jefan


" duduk "


dengan kesal Anna mendudukkan dirinya di samping Jefan


" ceritakan hubungan mu dengan si brengsek itu "


" hah!! kenapa aku harus menceritakan nya, bukankah ini privasi ku sama seperti tuan yang menjaga privasi tuan "


" kalau aku bilang ceritakan ya ceritakan, lagian kamu tidak pernah menanyakan perihal masa lalu ku jadi buat apa aku menceritakan nya"


" kenapa tiba-tiba saja kamu tertarik dengan kehidupan pribadi ku "


" kamu sekarang sudah mulai cerewet " Jefan mencubit pipi sebelah kanan Anna


" berapa tahun kalian menjalin hubungan"


" Tiga tahun" jawab pendek Anna


" kalian teman sekolah "


Anna mengangguk


" kenapa papi mertua tidak merestui hubungan kalian "


hah! papi mertua katanya


" apa aku harus bergosip dengan anda"


" jawab saja, apa karena status sosial "


" Iyah, "


" pastilah, mana mungkin ada orang tua yang mau menyerahkan anaknya pada sembarang orang, anak perempuan itu di besarkan dan di jaga seperti ratu oleh keluarganya "


" tapi kenapa kamu malah memilih ku, bukankah aku orang sembarangan yang kau temukan lalu kau nikahi, bahkan orang tua mu juga tidak mempermasalahkan status sosial ku"


" tentu saja beda, aku seorang lelaki, seorang lelaki sudah sepatutnya harus punya tanggung jawab sebelum memantapkan untuk menikah. seperti dia harus memenuhi segala kebutuhan kehidupan nya mendatang, jadi tidak cukup dengan cinta saja . apa kamu yakin dia orang baik, apa kamu yakin akan kembali padanya setelah berpisah dari ku " ujar Jefan panjang lebar


" aku jauh mengenal nya sebelum aku kenal dengan mu dan dia benar-benar orang baik"


" aku cuma memastikan saja, kalau mantan istri ku nanti bisa hidup bahagia "


" tidak perlu hawatirkan aku, karena sebelum aku berpisah dari mu nanti, aku sudah pasti memikirkan yang terbaik untuk diriku sendiri "


" bagus kalau begitu, ternyata kamu tidak sebod*h yang aku kira " Jefan tersenyum licik


" kalau begitu sekarang ceritakan tentang diri mu dan Adele "


" kenapa aku harus menceritakan nya pada mu"


" tadi kamu bilang....."


" tapi kan aku tidak bilang kalau aku mau menceritakan nya pada mu " menjitak kepala Anna


" Ish!! kau ini " Anna memukul-mukul dada Jefan kesal


" ha-ha-ha " menarik tubuh Anna ke atas ranjang, dan kini tubuh Jefan tertindih di bawah


" muka kamu lucu sekali kalau marah " Jefan mencoba menahan tawa nya


" kamu jahat sekali sih " ucap Anna dengan mimik wajah seperti anak kecil


Jefan tersenyum, merasakan kedamaian melihat mimik wajah Anna saat ini


" kenapa aku jahat "


" bukan kah kau tadi akan menceritakan masa lalu mu juga " masih belum menyadari posisinya saat ini


" bagian mana nya yang jahat, aku tidak melakukan kriminal, kamu tuh yang jahat. berani-beraninya menimpa ku di sini, kau tahu badan gendut mu ini berat sekali "


UPS!! Anna baru menyadari nya, dengan wajah sangat malu ia berdiri dan berhambur keluar kamar dengan cepat

__ADS_1


__ADS_2