Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
bunga pemberian


__ADS_3

Anna dan Nayla memutuskan untuk mencari makan siang setelah habis kuliah, dia juga sudah mengirimi Jefan pesan


" kamu kenapa? dari tadi tidak banyak bicara. tidak seperti biasanya" ucap Anna menatap tajam Nayla


" Hem.,huaaaaa....." tangis Nayla pecah


" are you oke!!, kenapa? " Anna menyentuh kening Nayla. tidak demam


" Tian selingkuh" Nayla mencoba menahan tangisnya, dari semalam dia cukup banyak mengeluarkan air mata untuk laki-laki brengsek itu


" APAAA!!!!" Anna mendobrak meja. spontan orang disekitar menoleh ke arahnya


" Anna...duduklah, kau tambah membuatku malu tahu.." bisik Nayla


" siapa wanita selingkuhan nya" tanya Anna tanpa menghiraukan pernyataan Nayla


" aku juga tidak tahu, pokoknya wanita itu lebih segalanya dari ku"


" maksudnya "


" wanita itu cantik, elegan dan kaya raya, sedangkan aku... lihatlah penampilan ku sudah seperti gembel "


" apa Tian mengatakan itu padamu "


Nayla menggeleng "tapi itu yang ku lihat kemaren "


" kata siapa sahabatku ini seperti gembel, kamu itu cantik hanya perlu di rapikan sedikit saja"


" maksud mu "


" penampilan mu sedikit norak " Anna tergelak


" Anna...kau mengejek ku"


" hahaha...just kidding " Anna tertawa " Awas saja si Tian kalau ketemu, habis dia padaku" Anna mengepalkan tangannya


" sudahlah, wanita seperti ku hanya butuh menangis semalaman untuk melupakan laki-laki brengsek itu, otak ku harus waras untuk melanjutkan masa depanku "


" bagus, lelaki itu tidak pantas untuk kau pikirkan lagi" Anna mengacungkan jempolnya


" kamu mau makan apa " tanya Anna pada Nayla


" boleh tidak aku memesan banyak, kamu tahu kan kalau aku badmood nafsu makan ku bertambah "jawab Nayla, setelah menikah dengan Jefan Anna lah yang selalu mentraktir nya makan


" pesanlah apa yang kamu mau "


" makasih ya Ann, sepertinya suatu hari nanti aku harus membalas Budi mu "


" balas saat kau sudah mendapat suami yang kaya raya " goda Anna


" kalau gitu sama saja aku kayak si Tian brengsek itu "


" awas aja ya kalau sampai aku ketemu dia, pasti ku hajar habis-habisan" ucap Anna sambil mengunyah makanan yang penuh dalam mulutnya


" hati-hati nanti kau tersedak, oh ya apa kau jadi berpartisipasi di kegiatan amal bulan depan"


" Hem..., mereka meminta ku menjadi modelnya"


" tentu saja, kau kan cantik "


" tidak usah memuji ku, Memang itu kenyataan nya" Anna tertawa


" yah, kau sekarang memang percaya diri sekali"


" hai...apa aku mengganggu " seseorang menengahi obrolan mereka



" Davin..." Anna kaget

__ADS_1


" boleh aku ikut bergabung"


" oh, tentu saja " Nayla mempersilahkan


" apa kamu ulang tahun hari ini Ann "tanya Nayla, melihat Davin membawa bunga


" tidak "


" terus "Nayla memberi isyarat


" untuk kamu " Davin menaruh bunga tepat di depan Anna


" ini bukan hari ulang tahun ku"


" aku tahu, apa harus nunggu kamu ulang tahun ngasih sama orang yang spesial "


" OMG !! " ucap Nayla


" kamu masih suka sekali memberi ku kejutan, lain kali jangan seperti ini lagi"


" apa itu salah "


Anna menggeleng " ada apa kamu ke sini"


" apa aku harus punya alasan untuk bertemu dengan mu "


" jangan bilang kamu kesini cuma mau kasih Anna bunga " sahut Nayla


Davin menggeleng " aku cuma mau melihat nya"


" kamu mau makan apa"


" kesukaan kita masih sama kan "jawab Davin


" permisi " Anna memanggil pelayan "spaghetti bolognese nya satu lagi "


" baik, di tunggu ya " pamit pelayan


" tutuplah mata mu agar kau tidak melihat kami" sahut Anna pada Nayla


🌺🌺🌺


Jefan nampak kelelahan memasuki rumah, ia duduk di sofa seperti biasa menunggu pak Jim memakaikan sandal rumah


" apa mau saya buatkan jus jeruk tuan "


" boleh, bawa ke kamar " Jefan beranjak dari duduknya, dan terhenti melihat bunga mawar yang tertata di meja


" tumben " ujar Jefan, seakan memberi isyarat


" oh, itu Nona Anna yang membawanya "


Jefan melanjutkan langkahnya ke kamar, mendapati Anna yang fokus dengan laptopnya


" kamu sudah pulang " sapa Anna


" hemm " jawab singkat Jefan


" apa mau aku buatkan minum"


" pak Jim akan membawakan nya " ucap Jefan terlihat sangat lesu


" apa kamu sakit "


" tidak, aku hanya sedikit capek saja "sahut Jefan sambil membaringkan tubuhnya


" tidak biasanya" gumam Anna menghampiri Jefan " luruskan kaki mu, biar aku pijat " Anna mendudukkan dirinya di samping kaki Jefan


" oh " Jefan kaget. " tidak usah "

__ADS_1


" sudahlah, nanti kalau sakit aku juga yang repot " Anna mulai memijat kaki Jefan pelan


" jangan terlalu keras bekerja, kalau sudah lelah istirahat saja, Tuhan tahu kok kapan kamu harus bahagia" ucap Anna


Jefan masih tertegun, betapa sempurnanya Anna menjadi istri yang di idamkan nya selama ini, menunggu dirinya pulang kerja, mengobati dirinya saat kelelahan dan mengurus semua keperluannya


" lagian itu kan perusahaan sendiri, tidak akan bangkrut juga walau libur cuma sehari"


" pintar sekali kamu ngomong sekarang yah, seperti nyonya besar " sahut Jefan, masih tetap menatap wajah Anna yang saat ini menggemaskan


" ah, apakah aku tidak boleh menghawatirkan orang sekitar ku, kamu kan termasuk bagian hidupku sekarang "


Hening! ,Jefan tidak bisa membalas perkataan Anna barusan, ia tidak bisa mengartikan pernyataan yang di ucap Anna


bagian dari hidupnya, bukankah itu artinya seseorang yang mengisi hatinya. oh tidak Jefan!! sepertinya Jefan mulai sedikit terperangkap dengan gadis di depannya itu


" apa kau sudah makan " tanya Jefan membuyarkan lamunan nya


" belum, mana berani aku makan mendahului mu"


" lain kali kalau aku pulang malam, tidak usah menunggu ku"


" aku kan takut, kau pasti akan memarahiku"


" apa aku kelihatan semenakutkannya seperti itu "


" Hem" Anna mengangguk


" apa!!! "


" maksud ku ...biasanya kan kita tidak pernah melewatkan makan malam bersama"


" ayo makan malam" Jefan menarik kakinya


" aku bawakan kesini saja ya, kamu kan capek"


" aku tidak apa-apa" Jefan berdiri, pergi mendahului Anna


" lelaki itu membuatku bingung saja, tadi katanya capek"


Anna turun setelah membereskan laptopnya , dia melihat Jefan sudah duduk di meja makan bahkan sudah mulai menyantapnya


" lama sekali " ucap Jefan sambil mengunyah makanannya


" lama! aku hanya membereskan laptop ku, kurasa tak sampai tiga menit " Anna duduk


" kamu suka bunga "


" yah "


" bunganya bagus "


" kamu suka!, aku dapat dari temen" jawab Anna antusias atas pernyataan Jefan


" siapa "


" Davin " jawab enteng Anna,


Jefan menghentakkan sendok dan garpu, menghentikan kegiatan makannya. entah mengapa Jefan muak mendengar nama Davin di sebut oleh Anna


" aku sudah kenyang, jangan lupa matikan lampunya nanti kalau tidur " Jefan berdiri dan meninggalkan Anna di meja makan


" makanannya belum habis tapi kenapa dia sudah kenyang. apa dia marah karena aku menyebut Davin, tapi suaranya biasa saja. benar-benar lelaki yang tidak bisa di tebak" gumam Anna terus melihati punggung Jefan yang menaiki tangga


Jefan menatap tajam bunga di atas nakas, begitu sayang nya dia pada laki-laki yang memberikan bunga itu sampai Anna merawatnya dan menaruh di setiap penjuru rumah, bahkan kamar, pikir Jefan


" apa ini Jef, kenapa rasanya aku tidak terima dia menyebut nama laki-laki lain. apa memang aku sudah benar-benar bisa melupakan Adelle"


Jefan membuka handphone nya, melihat potret kebersamaan dirinya dan Adelle yang masih tersimpan rapi di galeri handphone Jefan

__ADS_1


" Adelle...aku masih tidak menyangka sampai detik ini, kau bisa menghianati ku..." Jefan membanting ponsel nya ke tempat tidur, setiap mengingat Adelle membuatnya begitu marah dan frustasi


bersambung......


__ADS_2