Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 39


__ADS_3

pagi ini cuaca sangat cerah, Anna melihat Jefan yang duduk santai di teras kamar dengan memegang buku di tangannya


" Jef, besok kan kita harus kembali. boleh tidak aku keluar sebentar?, aku sudah berjanji pada ibunya Davin kalau sebelum kembali aku akan menjenguk nya lagi "


Jefan meminum kopi yang di sediakan oleh pelayanannya tadi


" Jef?? "


" pergilah tapi aku yang akan mengantar mu "


" baiklah, aku akan menunggu di depan "


ada raut wajah yang tidak suka di wajah Jefan, hanya saja dia tidak ingin berdebat dengan Anna di hari terakhir liburannya


" aku ada urusan di kantor cabang sebentar, kau bisa menelfon ku kalau urusan mu sudah selesai "ucap Jefan sebelum Anna keluar dari mobil


" baik, Terima kasih sudah mengantar ku "


Jefan mengendarai mobilnya kembali


" Hay.." sapa Davin yang membuka pintu lebih dulu


" hai.. bagaimana keadaan Tante "


" sudah lebih baik, kenapa tidak menelfon ku dulu, aku kan bisa menjemput mu "


" Jefan yang mengantar ku tadi, sekalian dia ke kantor cabang "


" yah, aku melihatnya tadi "


" aku besok akan kembali, jadi aku kesini untuk melihat keadaan Tante "


" kau kembali besok? "


" Iyah, pekerjaan Jefan sudah menumpuk jadi besok harus kembali "


" pagi Tante "sapa Anna melihat ibu davin duduk di ruang tengah


" pagi, aku senang bisa melihat mu kembali. sering-seringlah main ke sini biar aku tidak kesepian "


Anna tersenyum " ingin rasanya sering bertemu Tante, tapi sayangnya besok Anna harus kembali "


" benarkah!! baru saja aku senang mendapat teman baru "


" tidak apa-apa, kita kan bisa saling menghubungi "


" sebenarnya Davin terus memaksaku untuk ikut bersamanya tapi aku takut keberadaan ku malah merepotkan nya "


" ma...sudah ku bilang jangan bicara begitu" Davin menghampiri sang mama


" tidak ada anak yang merasa di repotkan oleh orangtuanya , justru kita sebagai anak merasa lebih bahagia karena bisa merawat dan bisa saling menjaga satu sama lain "Anna


" sebaiknya mama istirahat saja "Davin membantu mamanya berdiri


" Anna, maaf ya Tante tinggal dulu. sepertinya aku tidak bisa lama-lama duduk di sini"


" iya tidak apa-apa Tante "


Anna melihati sekitarnya, memang sulit di percaya. Davin benar-benar bisa memiliki semua itu, rumah yang besar, beberapa mobil dan aset lainnya.


" kenapa ?? "Davin mengagetkan nya


" oh, tidak apa-apa "


" memang sulit di percaya, tapi kaulah yang bisa membuat ku bisa seperti ini sekarang"


" jangan terlalu berekspektasi terlalu besar terhadap ku..karena aku takut nantinya bisa mengecewakan mu"


" aku masih yakin terhadap mu jadi tidak mungkin kau akan mengecewakan ku"


Anna berdiri " kau tidak mau menunjukkan rumah mu ini pada ku, kemaren aku belum sempat berkeliling karena sudah terlalu malam"


" silahkan.."Davin mempersilahkan Anna berjalan terlebih dahulu


" kau yang mendesign sendiri rumah ini "


" tidak, tapi nanti aku akan membuatkan mu rumah yang bisa kau design sendiri seperti apa yang kau inginkan "


Anna berhenti melangkah


" kenapa? bukankah itu impian kita "Davin menggenggam tangan Anna "kita mulai hubungan ini dari awal lagi, kita menikah, akan ku jadikan ratu kau di dalam rumah impian kita, kau duduk di meja makan bersama anak-anak menunggu ku pulang dari bekerja..hmm.. memikirkan nya saja sudah membuatku bahagia "ucap Davin dengan senyuman bahagia


Anna hanya bisa membalas dengan senyuman, dia tidak mungkin menceritakan apa yang kemarin dia alami bersama Jefan.


dia merasa gagal tidak bisa menjaga apa yang seharusnya dia lakukan hanya dengan orang yang dia cintai


Anna perlahan melangkah mundur, mencoba menghindari obrolan yang lebih jauh lagi


Byuuurrr...


Anna terpeleset dan terjatuh ke kolam renang, keningnya menghantam dinding pinggiran kolam


" Anna!!...." teriak Davin dan langsung meloncat ke dalam kolam


" Anna kau tidak apa-apa " Davin membawanya naik


uuhuk-uuhhuukk...


Anna terus terbatuk-batuk,


" kau baik-baik saja "

__ADS_1


" yah, sudah tidak apa-apa "Anna memegang keningnya yang terasa perih


" kening mu berdarah "Davin menyentuh luka itu


" tidak apa-apa "


" aku akan menyuruh pelayan untuk membelikanmu pakaian agar kau tidak kedinginan "


" tidak, tidak usah. aku akan pulang saja sebentar lagi Jefan akan menjemput "



Davin menatapnya lekat, walaupun make up Anna terhapus oleh air tapi tetap saja gadis itu sangat menawan


" Anna jangan pernah tinggal kan aku lagi " Davin memeluknya


" tolong jangan begini dav, lepaskan aku "


" tidak, tidak akan ku biarkan orang lain memiliki mu "Davin menyentuh bibir mungil Anna. " aku sudah muak harus menunggu mu bebas dari orang kasar itu "wajah keduanya mulai dekat


" aku...".


" diam, jangan katakan sesuatu tentang dia lagi, jangan bela dia di hadapan ku. kau tahu betapa aku menahan cemburu selama ini"


Davin tidak membiarkan Anna berontak bahkan lelaki itu tidak membiarkan Anna berucap


" aku... hati ku sakit setiap hari harus membayangkan dia bisa bersama mu setiap saat, bahkan menyentuh mu "menatap Anna lekat


" ku mohon lepaskan aku dav "


" aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milik ku kembali "bibir keduanya hampir bersentuhan tapi seseorang datang dan....


" DASAR BRENGSEKKK!!! "


BUUUKKK..


Davin terjatuh


Jefan meninju tepat di wajah Davin, lelaki itu ambruk di hadapan Anna. Anna yang kaget berteriak histeris ketakutan


" Jefan!! "teriak Anna histeris


Jefan menarik paksa kemeja Davin dan mendudukkan dirinya kembali memukuli lelaki itu dengan berulang-ulang


" Jefan stop!! "Anna tak bisa membendung air matanya lagi


Jefan tak menghiraukan perkataan Anna, dia terus memukul dengan membabi buta tak membiarkan Davin melakukan perlawanan


" ku mohon Jef hentikan "Anna terduduk, terus menangis memohon agar Jefan menghentikan kelakuan nya


" Jefan stopp!! kau hanya salah paham "Anna mencoba menarik lengan Jefan agar dia berhenti tapi malah Jefan mendorong nya


tapi Anna tidak bisa diam saja melihat keadaan Davin yang sudah babak belur parah. Anna mendekat dia rela terkena pukulan Jefan yang sangat keras agar Jefan bisa berhenti memukuli Davin


" Anna..."Jefan mendekati dan mengusap bibir Anna yang berdarah


" Anna !! " Davin mencoba menghampiri tapi di hempas oleh Jefan


" Davin!! "teriak seorang wanita paruh baya histeris melihat keadaan anaknya


tanpa berucap sepatah kata pun Jefan menarik paksa tangan Anna agar mengikutinya meninggalkan kediaman Davin


" masuk!! "Jefan membuka kan pintu mobil


" Jef dengarkan aku dulu "


" MASUK!!! "bentak Jefan


tak ada percakapan di antara keduanya. sesekali Anna melirik, terlihat amarah yang membara di wajah Jefan. ini kali ke dua Anna melihat Jefan sangat begitu marah.


dia bahkan sekarang tak berani membuka mulutnya, sekali bentakan Jefan tadi membuat hatinya sakit


" keluar! "


Jefan menarik tangan Anna kasar. Anna sedikit berlari mengikuti langkah Jefan yang sangat cepat.


entah mau di bawa kemana tapi Anna tak bisa menolak. dia bahkan pasrah dengan hukuman yang sudah menanti nya


BRRAKKK...


Jefan mendorong pintu kamar mandi dengan keras, dia menghempaskan tubuh Anna ke dalam kamar mandi.


Aagrhh....Anna menahan sakit lututnya yang menghantam lantai


Jefan menghidupkan shower, membiarkan tubuh gadis itu terguyur air


" tidak bisakah kau menjaga kehormatan mu saat masih bersama ku!! "Jefan menggoyang-goyang kan tubuh Anna


" maaf "ucap lirih Anna, menitikkan air mata


" aku memang berjanji untuk tidak mencampuri urusan pribadi mu tapi kau sudah keterlaluan Anna!! "kemarahan Jefan masih memuncak terlihat dari tatapannya seperti ingin menerkam


" maaf "tak berani menatap Jefan


" tidak bisakah kau tidak membiarkan orang lain menyentuh mu sembarangan saat menjadi istri ku !!! "


" maaf "Anna hanya menunduk, menangis sesenggukan ketakutan


" kau masih ingin membelanya, hah!! ..."Jefan memukul tembok kamar mandi, mencoba menahan amarahnya pada Anna


" aku tidak suka orang lain menyentuh milik ku, dan saat ini kau masih menjadi istri ku jadi aku tidak suka orang lain menyentuh mu, mengerti !! "

__ADS_1


Anna masih diam tak berani menatap Jefan


" JAWAB AKU ANNA!!! "


" iya, iya ... maaf "jawab Anna terbata


Jefan terdiam sejenak, mencoba meredam semua amarah yang di rasa cukup keterlaluan pada Anna


" maaf..."Jefan memeluknya dari belakang " jangan buat aku marah lagi "jefan membiarkan dirinya kebasahan bersama Anna


Anna tetap diam, membiarkan Jefan mengutarakan kekesalan nya


" aku tidak suka dia menyentuh mu, jangan lakukan itu lagi "Jefan menyandarkan kepalanya pada bahu Anna


Jefan berdiri, mematikan air yang dari tadi mengguyur Anna, karena cukup baginya membersihkan sentuhan Davin tadi pada tubuh istrinya


" maaf "Jefan mengusap air mata Anna yang masih belum bisa berhenti


" sangat sakit "ucap lirih Jefan menyentuh bibir yang tadi berdarah karena terkena pukulan nya


Anna menggeleng cepat, takut Jefan marah seperti tadi lagi


" jangan ulangi lagi "Jefan membantu Anna berdiri


" ganti pakaian mu dan pakailah ini" memberikan sebuah handuk. Jefan menghadap ke arah lain agar Anna tak risih dengan keberadaan nya


Jefan menggendong nya ke atas ranjang dan meninggalkannya sendiri untuk sebentar berganti pakaian


" apa kau takut pada ku, kenapa dari tadi hanya diam "


Anna diam sejenak " ti..tidak "


" apa sakit "Jefan menyentuh kening Anna yang terluka


" apa aku boleh menjelaskan yang terjadi? "ucap Anna masih tak berani menatap Jefan


" apapun yang terjadi aku tetap tidak suka kamu berhubungan dengan nya, kau istri ku jadi aku berhak penuh atas diri mu saat ini "sahut Jefan dengan memasang plester di luka Anna


" di sini juga "Jefan melihat lutut Anna yang terluka " kenapa banyak luka?? "


" ini luka saat kamu mendorong ku di kamar mandi "


" maafkan aku karena tidak bisa menahan amarah ku tadi, berhati-hatilah dengan Davin dia bukan lelaki baik seperti dugaan mu "


Anna hanya mendengarkan tak berani menjawab yang nantinya akan menimbulkan kemarahan Jefan lagi


" istirahat lah "Jefan berdiri


" tunggu "Anna menghentikan tangannya "biarkan ku obati luka di tangan mu ini "


" tidak usah, ini tidak sakit "Jefan keluar kamar untuk mengambil handphonenya yang tertinggal di mobil


Jefan kembali ke kamar, dia melihat Anna sudah berbaring membelakangi nya


" kau sudah tidur "sapa Jefan


" heem.."sahut pendek Anna


dengan tiba-tiba Jefan memeluknya dari belakang, menenggelamkan wajahnya pada rambut Anna


Anna di buat kaget dengan perilaku Jefan seharian ini, Anna hanya diam pasrah tak berani bertanya ataupun mengeluh karena takut memperumit masalah


" jangan buat aku marah lagi "ucap lirih Jefan, memperkuat tangannya yang melingkar di perut Anna


" aku tidak mau ada kejadian seperti tadi lagi "


" i..iya "


" apa kau sudah mengantuk? "


" heem "


" berbalik lah ke sini ". Anna patuh berbalik


" tidurlah, besok kita harus kembali "mendekap Anna, menenggelamkan wajah Anna pada dada bidangnya.


tangan tadi yang bengis memukuli Davin dengan tak ada ampun itu kini menyentuh kepalanya, mengusap-usap rambut nya seperti seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya dengan penuh kasih sayang


apa ini Tuan, situasi macam apa ini?? kau buat aku berfikir seolah-olah ada masalah hati dalam drama ini!!


kau marah?? dengan alasan kehormatan mu sebagai seorang suami, tapi hatiku tidak! seperti ada alasan lain ...


atau kau cemburu??


bisakah ku bilang begitu, kau cemburu melihat ku bersama Davin??


jangan memperumit drama ini tuan!!


karena aku sangat menjaga hatiku agar tak jatuh cinta pada mu...


ku mohon jangan memperumit drama ini!!


karena aku takut saat nanti waktunya tiba,


aku tak bisa meninggalkan mu..


hentikan!!


sudah cukup kau buat drama hari ini


jangan lanjutkan lagi...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2