
Pagi ini Jefan terpaksa memenuhi keinginan mama Rosa untuk mengantarkan nya belanja . Mobil mewahnya melaju keluar gerbang rumah di ikuti mobil yang ditumpangi bodyguard dan tiga pelayannya
" jarang-jarang loh Jef mau nganterin mama belanja , dia hanya sibuk sama kerjaannya . malah mama mikir kalo anak mama itu gak suka sama perempuan " cerita Rosa
" mana mungkin tuan muda..." Anna keceplosan
" Tu..an muda siapa.." Rosa mengernyitkan dahi nya
Jefan melirik dari balik kemudinya
" mampus ! keceplosan lagi " batin Anna
" itu panggilan kesayangan Anna ma.." jawab Anna malu-malu
" benarkah , manis sekali "
" kamu tahu , mama sempat hawatir pada masa depan Jef , dia tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya " tambah Rosa
"bahkan teman wanitanya " bisik Rosa menggoda sang anak
" jadi posisi ku sampai saat ini aman karena ibu mertua tidak mengenal calon istri anaknya " gumam dalam hati Anna
" mama percaya walaupun Jef tidak pernah mengenalkan calonnya selama ini mama yakin pasti dia akan memilih yang terbaik "
Rosa meraih tangan Anna
" dan mama bersyukur , Jef mendapatkan istri seperti kamu. mama titip Jef ya...dia adalah satu-satunya anak Kesayangan mama "tambah Rosa sedikit menggoda Jefan , yang dari tadi hanya diam
" manis sekali ...ternyata tuan muda anak mami , menggelitik perut ku saja " batin Anna
" Mama kira aku anak kecil di titipkan sama dia " jawab sinis Jefan
" dari tadi mama tidak mendengar kamu bicara apapun . sikap kamu itu masih terlihat kaku sama Anna , kalian kan sudah pacaran lama bersikaplah romantis sedikit " Rosa ikut-ikutan menjawab sinis
" apa mama mau aku menunjukkan kelakuan buruk anak mama ini di hadapan semua orang , malu lah ma.. itu kan hanya boleh di lakukan di dalam kamar " jawab aja sekenanya , yang penting mama bahagia
Rosa tersenyum . tak menyangka dengan apa yang di dengarnya
" ih ! kenapa jawabnya seperti orang sinting sekali " Anna menggeleng kan kepalanya
" kalau begitu kita pergi ke mall dulu aja "
" haduh ma , jangan buat Jef membuang-buang waktu menunggu mama belanja" Jefan terlihat lesu mendengar permintaan sang mama
" mama lihat Anna tidak banyak membawa barangnya , jadi apa salahnya kita mengisi lemari di rumah baru kalian "
" oh ...saya hanya belum sempat mengambil barang- barang di rumah ma , tidak perlu membelinya lagi "
" tidak apa Anna , dari dulu , ini yang mama impikan . punya anak perempuan , belanja bersama , nyalon bersama pokoknya bisa satu pemikiran lah "
" kamu tahu , sangat membosankan sekali punya anak laki-laki apalagi satu-satunya " tambah Rosa
tak terasa perbincangan hangat di dalam mobil itu terlewat cepat hingga tak tersadar mobil itu sudah terparkir di depan pintu utama mall
Jefan memakai maskernya . dia tak ingin jadi pusat perhatian pengunjung mall , terlebih lagi dia membawa serta bodyguard dan tiga pelayan rumah yang dari tadi sudah mengekor di belakang tuan nya itu
Rosa dan Anna memasuki toko dengan brand terkenal . Jefan duduk di sofa yang di sediakan untuk pengunjung toko itu , menyibukkan dirinya melihat handphone
" Jef lihatlah , bagaimana..." Rosa meminta pendapat Jefan untuk pakaian yang di kenakan Anna
Jefan mengalihkan pandangan ke arah Anna . terlihat feminim dan cantik sekali
" terserah mama saja "
" kok terserah mama sih , yang memandang Anna setiap hari kan kamu "
" semua yang di kenakan dia terlihat cantik semua kok ma , bahkan baju robek-robek pun masih terlihat mahal kalo di kenakan Anna " Jefan tersenyum hangat
" kenapa begitu bicaranya , memuji tapi terdengar menghina juga " Anna sedikit sebal
" kamu dengar kata suami mu , ternyata dia begitu mencintai mu " goda sang mama mertua
" hah ! iya ma "
tak tahu sudah berapa jam mereka keluar masuk toko untuk mencari incaran sang mama
Mertua dan menantu itu tidak sama sekali merasa kelelahan , berjalan dengan asyiknya tanpa peduli memikirkan Jefan yang sangat begitu membosankan . Jefan berdiri mematung di pintu masuk toko , mama nya dan Anna memasuki toko pakaian dalam . tidak mungkin seorang Jefan bersikap bodoh memasuki tempat yang menjual pakaian daerah sensitif perempuan
" Jefan tunggu di luar ma " Jefan langsung berbalik dan menjauh dari tempat itu
di dalam toko
" pilihlah yang mana kamu suka "
" kenapa yang begini harus belanja bersama juga ibu mertua , aku kan jadi malu " batin Anna
" semuanya bagus kok ma "
Rosa membiarkan Anna memilih-milih sendiri yang di rasa cocok buatnya
" sudah ma , " Anna menghampiri Rosa yang sudah berada di depan kasir
" tolong bungkus semua ya "
Anna tertegun melihat tumpukan di atas meja kasir . ada beberapa jenis busana tidur , dari piyama , set pakaian dalam dan juga lingerie
" untuk apa semua ini ma "
" ya untuk kamu lah sayang , mama lihat tadi kamu tak banyak mengambil barang jadi mama pilih saja semua dari jenisnya "
__ADS_1
" aku kan tidak harus memakai baju tidur yang berbeda setiap hari juga ibu mertua" batin Anna
" tapi ini terlalu banyak ma ". tolak Anna melihat barang yang cukup banyak itu
" sudah , kapan lagi mama bisa bersenang-senang seperti ini "
sudah terlalu banyak barang belanjaan menantu dan mertua itu , sampai kedua tangan semua pelayan itu penuh dengan paper bag dan Jefan perintahkan mereka untuk menyimpan nya ke dalam mobil
Rosa berhenti melangkah dan memegang lututnya
" kenapa ma " tanya reflek Jefan melihat sang mama seperti kesakitan
" kita duduk dulu aja ma " Anna memapah Rosa ke sebuah tempat duduk yang tak jauh dari tempat mereka
" kita ke rumah sakit ya ma " pinta Jefan khawatir
" ternyata mama sudah cukup tua ya untuk berjalan-jalan sebentar begini , sudah cukup melelahkan " Rosa tersenyum , agar sang anak tak terlalu khawatir
" mama sudah berjam-jam mengelilingi mall ini , tanpa memikirkan kesehatan mama "
" lihatlah Anna , suami mu memarahi ibunya "
Anna berjongkok . melurus kan kedua kaki mama mertuanya dan melepas flatshoes sang mama
" mananya yang sakit ma " tanya Anna
Jefan dan Rosa sedikit kaget atas perlakuan Anna . menantu yang baru di kumpulinya itu memperlakukan nya seperti mama kandungnya sendiri
" ah ! tidak ada yang sakit kok , cuma sedikit pegal saja " jawab Rosa sedikit tak enak hati
Anna memijat kaki Rosa dengan lembut
" Hmm..Jef bisa tolong belikan minuman buat kita " Rosa memecahkan kecanggungan di antara mereka
" baik , sebentar ya ma " Jefan membelikan minuman tak jauh dari tempat duduk Anna. masih terlihat jelas oleh Jefan bagaimana gadis itu memperlakukan sang mama dengan kasih sayang
Di sisi lain . Anna masih di posisi yang sama masih memijat sang ibu mertua walaupun sudah dari tadi Rosa menyuruh nya duduk di sebelahnya
" Orang tua mu pasti bangga punya anak sebaik dan cantik seperti kamu "
Anna menengadahkan wajahnya , menatap Rosa
" Mama dengar dari Jef , kalau kedua orang tua mu sudah tidak ada "
" iya ma , saya sudah tidak punya siapa pun sekarang " Jawab Anna tersenyum berusaha agar air matanya tak berlinang
" tidak sayang , jangan berkata begitu . kita sekarang adalah keluarga " Rosa memaksa Anna untuk berdiri dan duduk di sebelahnya
" Walaupun kamu menantu di keluarga kami , tapi kamu sudah mama anggap seperti anak kandung mama sendiri... mama senang kamu hadir di tengah keluarga kita , mama seperti punya anak perempuan sekarang " Rosa menggenggam tangan Anna erat
" bolehkah Anna memeluk mama .." Tanya Anna dengan mata berkaca-kaca
Anna berhambur ke pelukan Rosa . memeluk sang ibu mertua dengan erat . terdengar suara tangis sesenggukan dari bibir Anna
Rosa hanya diam . memberikan Anna waktu menangis sepuasnya , melepaskan kerinduan yang tak kunjung sembuh dari hidup Anna
" makasih ya ma , sudah memberikan Anna kesempatan melepaskan kerinduan ini " ucap Anna masih belum melepaskan pelukannya
Rosa membelai lembut rambut Anna bukan sebagai menantu melainkan seperti anak perempuan nya sendiri
" makasih sudah baik sama Anna . dan memberikan Anna keluarga baru " Anna masih terisak
" mama percaya kamu wanita yang kuat " Rosa terus menenangkan Anna
Pemandangan haru terlihat jelas di hadapan Jefan . ia tak menyangka gadis yang di perlakukan kasar setiap hari olehnya itu mempunyai cerita hidup yang menyedihkan .
Jefan masih terdiam di tempat dengan masih memegang minuman yang di pesan sang mama . Jefan tak mau mengganggu keduanya
" sudah jangan menangis , nanti muka kamu cepet tua " Goda Rosa menghapus air mata Anna
" makasih ya ma buat semua nya "
Rosa mengangguk pelan dan menoleh ke samping kirinya yang baru menyadari keberadaan Jefan
" Jef ...kamu sudah lama di situ , kenapa tak langsung duduk si sini "
" mana mungkin Jefan tega mengganggu mertua dan menantu kesayangan nya ini "
Rosa dan Anna tersenyum saling pandang
" terdengar manis sekali di telinga mama Jef "
Ketiga orang ini melangkah menuju pintu keluar mall . Jefan mengekor di belakang sang mama dan Anna , menatap mertua dan menantu yang saling bergandengan tangan itu . Jefan tak menyangka bahwa Anna bisa dengan cepat mendekati sang mama yang tak seperti dirinya . bagaimana kalau nantinya sang mama mengetahui yang sebenarnya bahwa sebenarnya Anna hanyalah pengantin pengganti dadakan yang di tolong Jefan
###
Malam ini , keluarga berkumpul di ruang tengah setelah menyantap makam malam . berbincang dan mengisahkan saat mama Rosa baru menikah
Jefan hanya duduk mendengarkan tanpa ikut berbincang . beberapa hari yang ia habiskan hanya di rumah dan mengantarkan sang mama berbelanja membuat Jefan jengah pada keadaan saat ini . sang papa juga melarang Nino berkunjung dengan pembahasan pekerjaan jadi Jefan benar-benar free . Jefan tak sabar menunggu besok , hari di mana Jefan akan pindah rumah dan tak ada yang bisa memerintahkan nya lagi
Drt...drt...drt....
" aku di rumah , masuklah " jawab singkat Jefan langsung menutup telfonnya
tak perlu beberapa menit , orang yang menelfon Jefan sudah berdiri di sebelah nya
" malam om , Tante ..." sapa Nino
" malam No.., duduklah " Rosa mempersilahkannya duduk
__ADS_1
" tak usah Tan , saya hanya sebentar "
" apakah ada yang mendesak " tanya Jackson
" tidak om , hanya saya mau menyampaikan kalau besok Tuan Lee dari Hongkong mengajak makan malam Bos dan menandatangani kontrak "
" kalau begitu ajak saja Anna " pinta sang mama
" tidak ma .. itu kan urusan pekerjaan , saya kurang mengerti dengan pembahasan nya nanti " tolak Anna
" sayang , kamu hanya perlu duduk dan tersenyum saja . biasanya mama juga begitu "
Anna melirik Jefan yang tidak merespon
" Nino , ikut dengan ku ke ruang kerja , ada yang harus ku bahas sebentar " Jefan berdiri dan pergi di ikuti Nino
" lihatlah dia , tidak merespon sama sekali , apa aku begitu memalukannya buat dia . dia hanya tidak tahu saja bagaimana style ku yang sebenarnya " batin Anna
Di ruang kerja
Jefan langsung mendudukkan dirinya di sofa
" temanilah sebentar aku di sini , kau tahu begitu membosankan nya berhari-hari hanya diam di rumah "
" kenapa bisa bosan , kau kan pengantin baru , bisa bersenang-senang dengan istri mu " ejek Nino
Jefan melemparkan bantal sofa ke wajah Nino
" ngomong-ngomong istrimu itu cantik juga " goda Nino
" kalau kau benar-benar tak menyukainya , bisakah aku incar setelah menjadi janda mu Jefan " tambah Nino lagi
" cih ! kenapa tiba-tiba selera mu turun drastis , menyukai janda " giliran Jefan ejek Nino
" yah kalau janda nya seperti Anna , siapapun pasti tergila-gila melihatnya "
" begitu kah.."
" dia itu sebenarnya cantik , lihat saja di pernikahannya semua orang membicarakan istri tuan muda Jefan Jackson, hanya perlu perawatan sedikit saja " puji Nino
Jefan mengingat-ingat pernikahan mereka
" jangan bilang kau tak menyadari istrimu begitu cantik di waktu pernikahan " selidik Nino yang melihat wajah Jefan menerka-nerka
" mana sempat aku memikirkannya , pikiran ku waktu itu di tempat lain "
" mana bisa kau berkata begitu , apa kau lupa , kau mencium dan ******* bibir gadis itu di depan ribuan tamu HaH !!..."
Jefan gelagapan dengan apa yang di ucapkan Nino
" itu kan hanya sikap profesional ku saja tak lebih "
" sebaiknya kalau kau hanya menginginkan status nya saja , ku harap kau tidak mempermainkan nya terlalu jauh "
" maksud kau apa "
" maksud ku kalau suatu hari nanti kau benar-benar akan membuangnya , jangan menghancurkan nya terlalu jauh . setidaknya ingatlah kau masih punya sifat kemanusiaan "
" cih ! ku rasa kau benar-benar terpesona pada gadis menyebalkan itu " Jefan tersenyum sinis
" kau tahu aku sangat mencintai Adelle " tambah Jefan
" yah aku tahu , itu dulu sebelum Adelle mengkhianati mu tapi cinta bisa saja datang karena keterbiasaan "
Jefan terdiam .
" kau sudah berani menggurui ku " Jefan menatap Nino dengan ekspresi galak
" kenapa wajahmu begitu " Nino mengalihkan pandangannya yang terus di tatap Jefan
" aku minta semua informasi tentang gadis itu " pinta Jefan
" kirim email nya sebelum makan siang " tambah Jefan , meninggalkan Nino sendiri di ruang kerja
" apa maksudnya mencari informasi tentangnya , apakah dia langsung memikirkan perkataan ku " Nino berkata dengan dirinya sendiri
jam sudah menunjukkan pukul 22:00 . Anna memasuki kamarnya setelah bercengkrama dengan papa dan mama mertuanya di ruang tengah tadi . Anna melihat Jefan berdiri di balkon kamar memandang tajam ke langit , entah apa yang sedang di pikirannya . selama beberapa hari pernikahan Jefan dan Anna memang jarang sekali berbincang , itupun hanya saat Jefan memerintah membutuhkan sesuatu
Anna memasuki kamar mandi , mengacuhkan keberadaan Jefan dan langsung menidurkan tubuhnya di sofa , tempat di mana biasanya dia tidur
" kenapa rasanya sekarang sofa ini tidak begitu nyaman ..." keluh Anna . dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
Anna mendengar langkah kaki melewati nya . sepertinya Jefan sudah memasuki kamar
Anna membuka penutup kepalanya . lampu sudah padam , terlihat remang punggung Jefan yang membelakangi nya
" Hmm..Tuan.. Terimakasih sudah menyelamatkan saya waktu itu , kalau saja tuan tidak datang tepat waktu pasti saya sudah mati konyol " Anna memecahkan keheningan
" Dan terima kasih juga telah mengizinkan saya merasakan punya keluarga lagi..." tambah Anna
Hening...
tak ada jawaban dari Jefan
" apakah anda sudah tertidur Tuan..." Anna menatap punggung lelaki yang tak bergerak sedikit pun itu
" sepertinya sudah ya , walaupun mungkin saat ini anda tidak mendengar nya , tapi aku sudah lega rasanya telah mengucapkan ini . Terimakasih.... setidaknya Tuan masih punya rasa peduli kepada ku " Anna menutup kembali seluruh badannya dengan selimut karena tak ada jawaban dari Jefan
Setelah cukup lama Jefan terdiam . dia mendengar semua yang di katakan Anna barusan , Jefan membalikkan tubuhnya menatap tubuh yang sudah tertutup selimut itu
__ADS_1
" apakah aku sudah terlalu bersikap dingin padanya , setidaknya dia juga banyak membantu diriku " Jefan terus menatap ke arah Anna hingga matanya terasa begitu berat dan tertidur dengan sendirinya