Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
Menantu kesayangan Mama


__ADS_3

Pagi ini Jefan terpaksa memenuhi keinginan mama Rosa untuk mengantarkan nya belanja . Mobil mewahnya melaju keluar gerbang rumah di ikuti mobil yang ditumpangi bodyguard dan tiga pelayannya


" jarang-jarang loh Jef mau nganterin mama belanja , dia hanya sibuk sama kerjaannya . malah mama mikir kalo anak mama itu gak suka sama perempuan " cerita Rosa


" mana mungkin tuan muda..." Anna keceplosan


" Tu..an muda siapa.." Rosa mengernyitkan dahi nya


Jefan melirik dari balik kemudinya


" mampus ! keceplosan lagi " batin Anna


" itu panggilan kesayangan Anna ma.." jawab Anna malu-malu


" benarkah , manis sekali "


" kamu tahu , mama sempat hawatir pada masa depan Jef , dia tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya " tambah Rosa


"bahkan teman wanitanya " bisik Rosa menggoda sang anak


" jadi posisi ku sampai saat ini aman karena ibu mertua tidak mengenal calon istri anaknya " gumam dalam hati Anna


" mama percaya walaupun Jef tidak pernah mengenalkan calonnya selama ini mama yakin pasti dia akan memilih yang terbaik "


Rosa meraih tangan Anna


" dan mama bersyukur , Jef mendapatkan istri seperti kamu. mama titip Jef ya...dia adalah satu-satunya anak Kesayangan mama "tambah Rosa sedikit menggoda Jefan , yang dari tadi hanya diam


" manis sekali ...ternyata tuan muda anak mami , menggelitik perut ku saja " batin Anna


" Mama kira aku anak kecil di titipkan sama dia " jawab sinis Jefan


" dari tadi mama tidak mendengar kamu bicara apapun . sikap kamu itu masih terlihat kaku sama Anna , kalian kan sudah pacaran lama bersikaplah romantis sedikit " Rosa ikut-ikutan menjawab sinis


" apa mama mau aku menunjukkan kelakuan buruk anak mama ini di hadapan semua orang , malu lah ma.. itu kan hanya boleh di lakukan di dalam kamar " jawab aja sekenanya , yang penting mama bahagia


Rosa tersenyum . tak menyangka dengan apa yang di dengarnya


" ih ! kenapa jawabnya seperti orang sinting sekali " Anna menggeleng kan kepalanya


" kalau begitu kita pergi ke mall dulu aja "


" haduh ma , jangan buat Jef membuang-buang waktu menunggu mama belanja" Jefan terlihat lesu mendengar permintaan sang mama


" mama lihat Anna tidak banyak membawa barangnya , jadi apa salahnya kita mengisi lemari di rumah baru kalian "


" oh ...saya hanya belum sempat mengambil barang- barang di rumah ma , tidak perlu membelinya lagi "


" tidak apa Anna , dari dulu , ini yang mama impikan . punya anak perempuan , belanja bersama , nyalon bersama pokoknya bisa satu pemikiran lah "


" kamu tahu , sangat membosankan sekali punya anak laki-laki apalagi satu-satunya " tambah Rosa


tak terasa perbincangan hangat di dalam mobil itu terlewat cepat hingga tak tersadar mobil itu sudah terparkir di depan pintu utama mall


Jefan memakai maskernya . dia tak ingin jadi pusat perhatian pengunjung mall , terlebih lagi dia membawa serta bodyguard dan tiga pelayan rumah yang dari tadi sudah mengekor di belakang tuan nya itu


Rosa dan Anna memasuki toko dengan brand terkenal . Jefan duduk di sofa yang di sediakan untuk pengunjung toko itu , menyibukkan dirinya melihat handphone


" Jef lihatlah , bagaimana..." Rosa meminta pendapat Jefan untuk pakaian yang di kenakan Anna


Jefan mengalihkan pandangan ke arah Anna . terlihat feminim dan cantik sekali


" terserah mama saja "


" kok terserah mama sih , yang memandang Anna setiap hari kan kamu "


" semua yang di kenakan dia terlihat cantik semua kok ma , bahkan baju robek-robek pun masih terlihat mahal kalo di kenakan Anna " Jefan tersenyum hangat


" kenapa begitu bicaranya , memuji tapi terdengar menghina juga " Anna sedikit sebal


" kamu dengar kata suami mu , ternyata dia begitu mencintai mu " goda sang mama mertua


" hah ! iya ma "


tak tahu sudah berapa jam mereka keluar masuk toko untuk mencari incaran sang mama


Mertua dan menantu itu tidak sama sekali merasa kelelahan , berjalan dengan asyiknya tanpa peduli memikirkan Jefan yang sangat begitu membosankan . Jefan berdiri mematung di pintu masuk toko , mama nya dan Anna memasuki toko pakaian dalam . tidak mungkin seorang Jefan bersikap bodoh memasuki tempat yang menjual pakaian daerah sensitif perempuan


" Jefan tunggu di luar ma " Jefan langsung berbalik dan menjauh dari tempat itu


di dalam toko


" pilihlah yang mana kamu suka "


" kenapa yang begini harus belanja bersama juga ibu mertua , aku kan jadi malu " batin Anna


" semuanya bagus kok ma "


Rosa membiarkan Anna memilih-milih sendiri yang di rasa cocok buatnya


" sudah ma , " Anna menghampiri Rosa yang sudah berada di depan kasir


" tolong bungkus semua ya "


Anna tertegun melihat tumpukan di atas meja kasir . ada beberapa jenis busana tidur , dari piyama , set pakaian dalam dan juga lingerie


" untuk apa semua ini ma "


" ya untuk kamu lah sayang , mama lihat tadi kamu tak banyak mengambil barang jadi mama pilih saja semua dari jenisnya "

__ADS_1


" aku kan tidak harus memakai baju tidur yang berbeda setiap hari juga ibu mertua" batin Anna


" tapi ini terlalu banyak ma ". tolak Anna melihat barang yang cukup banyak itu


" sudah , kapan lagi mama bisa bersenang-senang seperti ini "


sudah terlalu banyak barang belanjaan menantu dan mertua itu , sampai kedua tangan semua pelayan itu penuh dengan paper bag dan Jefan perintahkan mereka untuk menyimpan nya ke dalam mobil


Rosa berhenti melangkah dan memegang lututnya


" kenapa ma " tanya reflek Jefan melihat sang mama seperti kesakitan


" kita duduk dulu aja ma " Anna memapah Rosa ke sebuah tempat duduk yang tak jauh dari tempat mereka


" kita ke rumah sakit ya ma " pinta Jefan khawatir


" ternyata mama sudah cukup tua ya untuk berjalan-jalan sebentar begini , sudah cukup melelahkan " Rosa tersenyum , agar sang anak tak terlalu khawatir


" mama sudah berjam-jam mengelilingi mall ini , tanpa memikirkan kesehatan mama "


" lihatlah Anna , suami mu memarahi ibunya "


Anna berjongkok . melurus kan kedua kaki mama mertuanya dan melepas flatshoes sang mama


" mananya yang sakit ma " tanya Anna


Jefan dan Rosa sedikit kaget atas perlakuan Anna . menantu yang baru di kumpulinya itu memperlakukan nya seperti mama kandungnya sendiri


" ah ! tidak ada yang sakit kok , cuma sedikit pegal saja " jawab Rosa sedikit tak enak hati


Anna memijat kaki Rosa dengan lembut


" Hmm..Jef bisa tolong belikan minuman buat kita " Rosa memecahkan kecanggungan di antara mereka


" baik , sebentar ya ma " Jefan membelikan minuman tak jauh dari tempat duduk Anna. masih terlihat jelas oleh Jefan bagaimana gadis itu memperlakukan sang mama dengan kasih sayang


Di sisi lain . Anna masih di posisi yang sama masih memijat sang ibu mertua walaupun sudah dari tadi Rosa menyuruh nya duduk di sebelahnya


" Orang tua mu pasti bangga punya anak sebaik dan cantik seperti kamu "


Anna menengadahkan wajahnya , menatap Rosa


" Mama dengar dari Jef , kalau kedua orang tua mu sudah tidak ada "


" iya ma , saya sudah tidak punya siapa pun sekarang " Jawab Anna tersenyum berusaha agar air matanya tak berlinang


" tidak sayang , jangan berkata begitu . kita sekarang adalah keluarga " Rosa memaksa Anna untuk berdiri dan duduk di sebelahnya


" Walaupun kamu menantu di keluarga kami , tapi kamu sudah mama anggap seperti anak kandung mama sendiri... mama senang kamu hadir di tengah keluarga kita , mama seperti punya anak perempuan sekarang " Rosa menggenggam tangan Anna erat


" bolehkah Anna memeluk mama .." Tanya Anna dengan mata berkaca-kaca


Anna berhambur ke pelukan Rosa . memeluk sang ibu mertua dengan erat . terdengar suara tangis sesenggukan dari bibir Anna


Rosa hanya diam . memberikan Anna waktu menangis sepuasnya , melepaskan kerinduan yang tak kunjung sembuh dari hidup Anna


" makasih ya ma , sudah memberikan Anna kesempatan melepaskan kerinduan ini " ucap Anna masih belum melepaskan pelukannya


Rosa membelai lembut rambut Anna bukan sebagai menantu melainkan seperti anak perempuan nya sendiri


" makasih sudah baik sama Anna . dan memberikan Anna keluarga baru " Anna masih terisak


" mama percaya kamu wanita yang kuat " Rosa terus menenangkan Anna


Pemandangan haru terlihat jelas di hadapan Jefan . ia tak menyangka gadis yang di perlakukan kasar setiap hari olehnya itu mempunyai cerita hidup yang menyedihkan .


Jefan masih terdiam di tempat dengan masih memegang minuman yang di pesan sang mama . Jefan tak mau mengganggu keduanya


" sudah jangan menangis , nanti muka kamu cepet tua " Goda Rosa menghapus air mata Anna


" makasih ya ma buat semua nya "


Rosa mengangguk pelan dan menoleh ke samping kirinya yang baru menyadari keberadaan Jefan


" Jef ...kamu sudah lama di situ , kenapa tak langsung duduk si sini "


" mana mungkin Jefan tega mengganggu mertua dan menantu kesayangan nya ini "


Rosa dan Anna tersenyum saling pandang


" terdengar manis sekali di telinga mama Jef "


Ketiga orang ini melangkah menuju pintu keluar mall . Jefan mengekor di belakang sang mama dan Anna , menatap mertua dan menantu yang saling bergandengan tangan itu . Jefan tak menyangka bahwa Anna bisa dengan cepat mendekati sang mama yang tak seperti dirinya . bagaimana kalau nantinya sang mama mengetahui yang sebenarnya bahwa sebenarnya Anna hanyalah pengantin pengganti dadakan yang di tolong Jefan


###


Malam ini , keluarga berkumpul di ruang tengah setelah menyantap makam malam . berbincang dan mengisahkan saat mama Rosa baru menikah


Jefan hanya duduk mendengarkan tanpa ikut berbincang . beberapa hari yang ia habiskan hanya di rumah dan mengantarkan sang mama berbelanja membuat Jefan jengah pada keadaan saat ini . sang papa juga melarang Nino berkunjung dengan pembahasan pekerjaan jadi Jefan benar-benar free . Jefan tak sabar menunggu besok , hari di mana Jefan akan pindah rumah dan tak ada yang bisa memerintahkan nya lagi


Drt...drt...drt....


" aku di rumah , masuklah " jawab singkat Jefan langsung menutup telfonnya


tak perlu beberapa menit , orang yang menelfon Jefan sudah berdiri di sebelah nya


" malam om , Tante ..." sapa Nino


" malam No.., duduklah " Rosa mempersilahkannya duduk

__ADS_1


" tak usah Tan , saya hanya sebentar "


" apakah ada yang mendesak " tanya Jackson


" tidak om , hanya saya mau menyampaikan kalau besok Tuan Lee dari Hongkong mengajak makan malam Bos dan menandatangani kontrak "


" kalau begitu ajak saja Anna " pinta sang mama


" tidak ma .. itu kan urusan pekerjaan , saya kurang mengerti dengan pembahasan nya nanti " tolak Anna


" sayang , kamu hanya perlu duduk dan tersenyum saja . biasanya mama juga begitu "


Anna melirik Jefan yang tidak merespon


" Nino , ikut dengan ku ke ruang kerja , ada yang harus ku bahas sebentar " Jefan berdiri dan pergi di ikuti Nino


" lihatlah dia , tidak merespon sama sekali , apa aku begitu memalukannya buat dia . dia hanya tidak tahu saja bagaimana style ku yang sebenarnya " batin Anna


Di ruang kerja


Jefan langsung mendudukkan dirinya di sofa


" temanilah sebentar aku di sini , kau tahu begitu membosankan nya berhari-hari hanya diam di rumah "


" kenapa bisa bosan , kau kan pengantin baru , bisa bersenang-senang dengan istri mu " ejek Nino


Jefan melemparkan bantal sofa ke wajah Nino


" ngomong-ngomong istrimu itu cantik juga " goda Nino


" kalau kau benar-benar tak menyukainya , bisakah aku incar setelah menjadi janda mu Jefan " tambah Nino lagi


" cih ! kenapa tiba-tiba selera mu turun drastis , menyukai janda " giliran Jefan ejek Nino


" yah kalau janda nya seperti Anna , siapapun pasti tergila-gila melihatnya "


" begitu kah.."


" dia itu sebenarnya cantik , lihat saja di pernikahannya semua orang membicarakan istri tuan muda Jefan Jackson, hanya perlu perawatan sedikit saja " puji Nino


Jefan mengingat-ingat pernikahan mereka


" jangan bilang kau tak menyadari istrimu begitu cantik di waktu pernikahan " selidik Nino yang melihat wajah Jefan menerka-nerka


" mana sempat aku memikirkannya , pikiran ku waktu itu di tempat lain "


" mana bisa kau berkata begitu , apa kau lupa , kau mencium dan ******* bibir gadis itu di depan ribuan tamu HaH !!..."


Jefan gelagapan dengan apa yang di ucapkan Nino


" itu kan hanya sikap profesional ku saja tak lebih "


" sebaiknya kalau kau hanya menginginkan status nya saja , ku harap kau tidak mempermainkan nya terlalu jauh "


" maksud kau apa "


" maksud ku kalau suatu hari nanti kau benar-benar akan membuangnya , jangan menghancurkan nya terlalu jauh . setidaknya ingatlah kau masih punya sifat kemanusiaan "


" cih ! ku rasa kau benar-benar terpesona pada gadis menyebalkan itu " Jefan tersenyum sinis


" kau tahu aku sangat mencintai Adelle " tambah Jefan


" yah aku tahu , itu dulu sebelum Adelle mengkhianati mu tapi cinta bisa saja datang karena keterbiasaan "


Jefan terdiam .


" kau sudah berani menggurui ku " Jefan menatap Nino dengan ekspresi galak


" kenapa wajahmu begitu " Nino mengalihkan pandangannya yang terus di tatap Jefan


" aku minta semua informasi tentang gadis itu " pinta Jefan


" kirim email nya sebelum makan siang " tambah Jefan , meninggalkan Nino sendiri di ruang kerja


" apa maksudnya mencari informasi tentangnya , apakah dia langsung memikirkan perkataan ku " Nino berkata dengan dirinya sendiri


jam sudah menunjukkan pukul 22:00 . Anna memasuki kamarnya setelah bercengkrama dengan papa dan mama mertuanya di ruang tengah tadi . Anna melihat Jefan berdiri di balkon kamar memandang tajam ke langit , entah apa yang sedang di pikirannya . selama beberapa hari pernikahan Jefan dan Anna memang jarang sekali berbincang , itupun hanya saat Jefan memerintah membutuhkan sesuatu


Anna memasuki kamar mandi , mengacuhkan keberadaan Jefan dan langsung menidurkan tubuhnya di sofa , tempat di mana biasanya dia tidur


" kenapa rasanya sekarang sofa ini tidak begitu nyaman ..." keluh Anna . dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut


Anna mendengar langkah kaki melewati nya . sepertinya Jefan sudah memasuki kamar


Anna membuka penutup kepalanya . lampu sudah padam , terlihat remang punggung Jefan yang membelakangi nya


" Hmm..Tuan.. Terimakasih sudah menyelamatkan saya waktu itu , kalau saja tuan tidak datang tepat waktu pasti saya sudah mati konyol " Anna memecahkan keheningan


" Dan terima kasih juga telah mengizinkan saya merasakan punya keluarga lagi..." tambah Anna


Hening...


tak ada jawaban dari Jefan


" apakah anda sudah tertidur Tuan..." Anna menatap punggung lelaki yang tak bergerak sedikit pun itu


" sepertinya sudah ya , walaupun mungkin saat ini anda tidak mendengar nya , tapi aku sudah lega rasanya telah mengucapkan ini . Terimakasih.... setidaknya Tuan masih punya rasa peduli kepada ku " Anna menutup kembali seluruh badannya dengan selimut karena tak ada jawaban dari Jefan


Setelah cukup lama Jefan terdiam . dia mendengar semua yang di katakan Anna barusan , Jefan membalikkan tubuhnya menatap tubuh yang sudah tertutup selimut itu

__ADS_1


" apakah aku sudah terlalu bersikap dingin padanya , setidaknya dia juga banyak membantu diriku " Jefan terus menatap ke arah Anna hingga matanya terasa begitu berat dan tertidur dengan sendirinya


__ADS_2