
Davin tak berani menatap mata ibunya, yang dari tadi menunggu penjelasan darinya
" apa hubungan mu dengan Jefan Jackson "tanya sang ibu
" ini hanya salah paham saja ma, sebaiknya mama jangan terlalu memikirkan masalah ini"
" mama tanya, apa hubungan mu dengan Jefan Jackson?? " tanya mamanya lagi
" dia...dia suami Anna "jawab Davin lirih
" apa!! "ibunya kaget, seperti ada yang menghujam dadanya.
" jadi selama ini kau berhubungan dengan istri orang!! "
" Anna tidak mencintai nya ma "
" tapi tetap saja dia sudah berkeluarga, hubungan mu itu salah dav "ucap ibunya lirih, tetap saja dia tidak bisa marah pada anak kesayangannya itu
" putuskan hubungan mu dengan Anna, dan jangan berurusan dengan keluarga Jackson"
" apa!! itu tidak mungkin "
" tapi mama mau kamu tidak berhubungan dengan keluarga itu "
" aku hanya mau mengambil apa yang menjadi hak ku ma "
" hak?? hak apa "
" aku dan Anna saling mencintai jauh sebelum Anna bertemu dengannya, pernikahan mereka hanya sebatas kontrak dan aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ku "
" tapi lihatlah dirimu sekarang! dia memukuli mu tanpa ampun. bisa saja dia membunuh mu nanti "
" sudah jangan terlalu menghawatirkan Davin ma, pikirkan kesehatan mama..."
" mama tidak bisa hidup kalau sesuatu terjadi pada mu nak.."
" pernikahan kontrak Anna hanya berlangsung setahun, dan kini sudah berlalu enam bulan. hanya menunggu beberapa bulan lagi "Davin menggenggam tangan ibunya, meyakinkan
" dav..."
" ma..ku mohon "
πΊπΊπΊπΊ
Anna mencoba menghubungi Nayla berulang kali saat dirinya menunggu jemputan di bandara
" Nayla!! kau kemana saja, kenapa baru bisa menghubungi mu "Anna merasa lega karena akhirnya dia bisa terhubung
" iya, maaf. aku hanya tidak mau mengganggu bulan madu kalian "
" ah kau ini membuatku khawatir, tiba-tiba saja menghilang "
" kau pasti hari ini sudah kembali ya.."
" aku sudah sampai di bandara, ini masih menunggu sopir menjemput kami "
" oh ya, "jawab pendek Nayla
" kau baik-baik saja? apa kau ada masalah "
Nayla terdiam, " kenapa kau bicara begitu"
" entahlah, feeling ku mengatakan sedang terjadi sesuatu pada mu "
Nayla terdiam lagi, entah bagaimana memulainya
" nay..ada apa, kau benar-benar ada masalah?"
" aku tidak tahu harus memulainya dari mana, kau pasti akan membenci ku karena ini "
" apa..ini apa, apa selama ini kau menghilang karena ada masalah "
" iya, ada yang harus ku beri tahu pada mu tapi tidak di sini "
" kau tahu kan, semakin kau buat aku penasaran semakin aku akan mendesak mu mengatakan di telfon "Anna mulai penasaran
" apa kau sekarang sedang bersama tuan Jefan"
" tidak, dia sedang ke toilet, sebenarnya apa yang ingin kau katakan itu "
" aku..aku..aku hamil Ann.."
Anna tercengang, handphone yang dia pegang jatuh. Jefan datang dan mengambil handphone yang tergeletak di lantai itu
" kenapa handphone mu bisa ada di sini"
" oh, iya baru saja jatuh "jawab Anna terbata
" aku akan menemui mu langsung "Anna kembali menyambung percakapan nya bersama Nayla
" tidak Ann, biar aku saja yang akan menemui mu nanti "
" tidak!! aku akan ke rumah mu sekarang "
" tunggu Ann, aku sudah tidak tinggal di rumah kontrakan itu lagi. aku sudah pindah "
" pindah! kemana?? "
" aku akan mengirim alamatnya lewat pesan "
__ADS_1
" baiklah, tunggu aku sekarang "
Anna sudah menganggap sahabatnya itu sebagai adiknya sendiri, karena selama kesusahan Anna selama ini dia lah orang yang selalu ada bersamanya
" apa ada masalah " Jefan menggenggam tangan istrinya itu
" tidak, tidak apa-apa "
" hmm...apa boleh aku menemui Nayla dari sini"
Jefan terdiam tak langsung menjawab pertanyaan Anna
" kenapa? kau terlihat sangat sedih "
" dia ada masalah jadi aku harus menguatkan nya , eh hmm..bukan karena apa-apa tapi kita sangat dekat jadi aku tidak bisa membiarkan nya sendirian. tapi kalau tidak boleh juga tidak apa-apa "
" kalau aku melarang mu apa kau tidak akan pergi "Jefan menatapnya dan masih menggenggam tangan Anna
" yah, aku tidak akan pergi "jawab Anna mencoba menyembunyikan kesedihannya
" aku akan mengantar mu "
" tidak apa-apa tidak usah, bukankah kau capek, aku bisa menemuinya nanti "
" kenapa memang kalau aku yang mengantar "
" tapi kamu bilang tadi...."
kenapa kau semakin membuatku tidak bisa memahami mu tuan....
Anna memberitahu alamat baru Nayla pada sopir yang mengantar nya
" apa benar ini alamat nya pak "tanya Anna ragu karena mobil memasuki area gedung elit
" kenapa?, kamu tidak percaya teman mu tinggal di sini "sahut Jefan
" yah, apa dia bekerja di sini ya.. "Anna masih berdiam di depan apartemen, tidak percaya
" ayo masuk "
Anna mulai menyusuri ruangan
Anna menekan tombol bel
" kau yakin teman mu itu tinggal di sini "ucap Jefan tak percaya
" iya memang ini alamat yang dia kasih "
" tapi ini...."belum sempat Jefan menyelesaikan perkataannya, tuan pemilik apartment itu sudah muncul di hadapannya
" kalian..."ucap pemilik apartemen itu
PLAAAKK...
UPS!! Jefan mengangkat kedua bahunya, mengisyaratkan dia tidak tahu menahu masalahnya dimana
" Anna!! "Nayla datang dari belakang lelaki yang di tampar Anna barusan
yah, lelaki yang di tampar Anna tadi adalah Samuel, yang tak lain sahabat dari suaminya sendiri
keempat nya duduk melingkar di meja makan, diam tak tahu mau memulai obrolan dari mana
" kenapa tidak bilang kalau pacar mu sahabatnya tuan Jefan "bisik Anna pada Nayla
" aku juga baru tahu sekarang "ujar Nayla saling berbisik
" ku rasa tadi itu balasan yang tepat buat mu karena kau mengerjai ku kemaren "ucap Jefan
" ah! masalah itu..aku minta maaf ya "sahut Samuel
" minta maaf pada Anna, jangan pada ku "
" kalau begitu maafkan aku Anna, aku dan Nicole cuma ingin membantu mendekatkan hubungan kalian"
" masalah apa?? "tanya Nayla yang bingung dengan yang di bicarakan mereka
" ah! bukan masalah yang besar, aku sudah melupakan nya "jawab Anna kikuk
" benarkah "Nayla mencoba meyakinkan
" Iyah, oh ya aku juga mau minta maaf karena sudah menampar mu tadi. aku tidak tahu kalau kau sahabat dari tuan Jefan "
" terus kalau seandainya dia bukan teman ku kau akan membunuhnya begitu "sindir Jefan
" bukan begitu juga, aku hanya kesal pada laki-laki yang tidak menghormati perempuan "ucap Anna mengecilkan suaranya tak enak hati pada Samuel
" kapan pernikahan mu di laksanakan "tanya Jefan
"pernikahan "ulang Anna kaget
" mereka kan akan menikah "sahut Jefan
" benarkah nay..". Nayla mengangguk
" kenapa tidak ada yang memberi tahu ku, kau juga tahu tapi tidak bicara pada ku "ujar Anna pada Jefan
" mana ku tahu dia menikah dengan teman mu itu "
" maaf kan aku Ann, aku memang berniat akan memberi tahu mu saat kau sudah kembali. karena aku tidak ingin mengacaukan liburan kalian "Nayla
__ADS_1
" sebenarnya aku tidak mau menikah dengan keadaan seperti ini "gumam Nayla lagi
" ini memang semua salahku, aku yang tidak bisa menahan sesuatu yang dilarang sebelum menikah "sahut Samuel
" ok ok, sekarang ponakan ku ini udah berusia blerapa.." Anna mengelus perut Nayla yang mulai buncit tak mau ada kesedihan lagi di raut wajah Nayla
" dua belas Minggu "
" jangan kesehatan diri mu dan janin mu, jangan pernah makan sembarangan lagi "pesan Anna
" karena itu aku membawanya kesini, biar bisa mengawasi nya langsung. kalian sendiri apa tidak mau memberikan cucu pada mama mu Jef "
" sebentar lagi, tunggu saja "jawab enteng Jefan
" apa kalian sudah...."Samuel tak melanjutkan kalimatnya " apa karena yang kemarin.."UPS..Samuel cepat menutup mulutnya tak enak hati pada Anna
" apa maksudmu Sam.."tanya Nayla
" tidak-tidak jangan dengarkan mereka "
" kenapa? kita kan suami istri jadi itu hal biasa dilakukan pasangan setelah menikah "sahut jefan
" jef..." gumam Anna malu di buatnya
" oh ya, Nayla sudah tidak masuk kerja beberapa hari, aku melarang nya untuk bekerja jadi..."Samuel
" apa ada hubungannya dengan ku "sahut Jefan
" kau kan bos nya Jefan!! "Samuel sedikit berteriak
" aku juga lupa kalau dia bekerja di tempatku "
" itulah diri mu "Samuel kesal
" lagian pekerja ku banyak, kenapa aku harus mengingat nya satu-persatu "
" Jef kamu kan hanya cukup berkata ok begitu saja, kenapa kalian ribut "Anna menengahi
" ok ok, sudah "
" terimakasih tuan "ucap Nayla
" eits..apa kau bilang tuan?? "Samuel protes
" iya memang aku memanggilnya tuan, tuan Jefan "bisik Nayla
" sekarang panggil Jef, je..fan!! "
"tapi.."Nayla melirik ke arah Jefan tak enak
" kedudukan calon suami mu ini dan dia itu sama, jadi panggil namanya saja "
" heh, ck.. "Jefan tergelak " ayo kita pulang, aku sudah lapar "menarik tangan Anna
" kenapa tidak makan di sini saja, Nayla bisa menyiapkan nya untuk kalian "Samuel mencegah keduanya pulang
" akhir-akhir ini aku jadi lebih pemilih untuk makanan yang ku makan "ujar jefan
" kau bisa menyebutkan makanan apa yang kau inginkan "
" masalahnya hanya masakan Anna yang cocok dengan selera ku "gumam Jefan dengan tersenyum
Anna di buat kaget dengan pernyataan Jefan, benar memang akhir-akhir ini Jefan selalu meminta untuk memasakkan untuk nya
kalaupun sedang makan di luar itupun tak selahap saat menyantap masakan Anna
" masakan Anna memang the best, dia selalu ada ide membuat masakan yang lezat "sahut Nayla
" aku akan membantu nya memasak untuk mu"Anna berdiri,
" tapi..."Jefan
"sudahlah Jef, kasih mereka berdua waktu bersama "cegah Samuel
Anna memutar otak, makanan apa yang ingin ia hidangkan untuk Jefan dan Samuel
Nayla membantu memotong wortel yang di siapkan untuk masakan nya
" nay..apa kau bahagia "
Nayla menoleh. " kenapa kamu menanyakan itu pada ku, tentu saja aku bahagia "
" kamu tidak terpaksa menikah dengannya karena kamu hamil kan??" Anna menatapnya
" aku memang belum sepenuhnya mencintai Sam, tapi aku akan belajar untuk lebih mencintai nya lagi "
" kamu yakin dengan pilihan mu ini "
" yah, aku yakin. Samuel orang baik jadi dia pasti bisa menjadi ayah yang baik buat baby kita nanti "
" huff" Anna menghela nafas panjang " tapi kalau dia orang baik, dia tidak akan berbuat buruk seperti ini pada mu "
" ini memang bukan sepenuhnya salah dia, malam itu memang kita tidak bisa mengontrol diri karena mabuk β
Anna memeluknya dengan tiba-tiba
" semoga kalian bahagia "ucap lirih Anna
" jangan buat sedih begitu "Nayla melepas pelukan Anna " sebentar lagi hari bahagia ku, sebaiknya kau jangan kacaukan itu "Nayla mencoba menyembunyikan wajah sedihnya
__ADS_1
" kalau begitu jadilah pengantin yang sangat cantik "mencubit kedua pipi Nayla
bersambung.....